
Bintang Tianyu, Hutan Purba
Kewaspadaan Dong Fang meningkat ketika melihat kemampuan yang dikeluarkan oleh Jie Yan. Dengan instingnya, ia tau bahwa jika ia terkena serangan seperti itu secara langsung, ia pasti akan terluka para walaupun Kekuatannya dua tahap di atas Jie Yan.
Walaupun kewaspadaannya di tingkatkan ke puncaknya, ia tidak percaya bahwa Jie Yan mampu melawannya dengan kekuatan seperti itu. Ia sudah pernah menghabisi puluhan kultivator di tingkat yang sama dengan Jie Yan secara bersamaan sehingga kepercayaan dirinya menghabisi Jie Yan kembali ke puncaknya.
Tanpa membuang waktu, Dong Fang langsung melesat ke arah Jie Yan dengan kecepatan penuhnya.
Untuk Jie Yan yang telah mempersiapkan segalanya untuk menghabisi Dong Fang juga langsung bergerak untuk melawan Dong Fang secara langsung. Ia tau bahwa dirinya hanya akan bertahan dalam waktu singkat tetapi itu tidak masalah sama sekali karena ketika Xia Yue'er dan Xiao Ziya menyelesaikan Dong Hui, maka Dong Fang juga pasti akan jatuh.
Trang! Trang! Trang!
Jie Yan dan Dong Fang bentrok terus-menerus yang membuat banyak tepat hancur. Bilah tak terhitung jumlahnya terus menyebar ke segala arah. Tetapi, jika siapapun memperhatikan pertarungan tersebut, mereka akan tau bahwa Jie Yan terus-menerus di pojokkan.
Sementara itu, Xia Yue'er yang menekan Dong Hui tentu dapat melihat apa yang terjadi. Pertarungan intens tersebut juga menarik perhatian Dong Hui sedikit.
“Roh kecil sialan, Jie Yan bajingan itu akan segera tewas! Tidak mungkin baginya untuk melawan saudaraku!” ucap Dong Hui memprovokasi Xia Yue'er agar kehilangan ketenangannya. Ia tau bahwa ia tidak bisa mengalahkan Xia Yue'er yang sangat terfokus melawannya. Dan Jie Yan yang dipojokkan tentu dapat membuat Xia Yue'er kehilangan fokus. Itulah yang dipikirkan oleh Dong Hui.
Tetapi, apakah Xia Yue'er akan terpengaruh oleh provokasi Dong Hui? Jawabannya tentu saja tidak. Akan sangat bodoh jika Xia Yue'er terpengaruh karena sedari awal Jie Yan telah memberitahunya tentang rencana yang mereka lakukan.
“Hm, manusia rendahan! Kau akan menyesal karena telah memprovokasi Putri ini!” Dengus Xia Yue'er lalu menyatukan kedua telapak tangannya.
“Formasi Cahaya, Telapak Tangan Cahaya Buddha!”
Tepat di atas Dong Hui yang sedang melawan dua pohon aneh dengan sengit, Buddha yang cukup besar terbuat dari cahaya keluar dari lingkaran formasi lalu mengayunkan telapak tangannya ke arah Dong Hui.
Wajah Dong Hui sedikit gelap karena merasa bahwa Xia Yue'er tampaknya marah dan melancarkan serangan habis-habisan.
Dong Hui langsung menggunakan semua kekuatannya lalu menebas ke arah dua pohon hidup yang terus beregenerasi tanpa henti yang membuatnya sedikit kelelahan.
Sraing! Sraing!
Jrezh!
Kedua pohon itupun langsung ditebas lalu terbelah. Ketika itu hendak beregenerasi lagi, Dong Hui langsung mengayunkan pedangnya sekali lagi saat ia melompat ke arah udara.
“Hancurlah!” Teriak Dong Hui sekuat tenaga saat menebas ke arah telapak tangan Buddha.
Trang!
Bussssh!
Gelombang kejut meledak ke segala arah yang membuat Xia Yue'er langsung berlindung karena niat pedang sekuat itu tentu dapat melukainya.
Xia Yue'er yang mundur, menyentuh permukaan tanah dengan telapak tangannya.
“Formasi Kehidupan, Benih Kehidupan!”
Pohon tambahan pun tumbuh melalui akar pohon sehingga kali ini ada empat pohon yang tampak hidup. Walaupun itu hanya empat, kekuatannya sangat luar biasa, setara dengan puncak tingkat Jiwa Abadi tahap menengah.
Keempatnya pun langsung menyerang ke arah udara. Akar pohon yang lebih keras dari teknik Formasi Kelahiran Alam melesat dari kedua tangan pohon hidup tersebut ke arah Dong Hui yang baru saja memusnahkan Buddha Cahaya di langit.
“Cih! Sungguh merepotkan!” Dong Hui semakin marah dan mencoba menebas semua akar-akar aneh tersebut.
Sraing! Sraing! Sraing!
Trang! Trang! Trang!
Tetapi Dong Hui terkejut ketika tebasannya hanya memotong setengah dari akar aneh tersebut. Wajahnya sedikit pucat ketika semakin banyak akar yang mendekat ke arahnya dan tebasannya tidak tidak cukup untuk membelah semua akar karena setiap akar membutuhkan dua tebasan untuk membelahnya.
Dalam waktu kurang dari setengah menit, Dong Hui tampak kelelahan lalu semua akar tersebut mencoba melilitnya.
Xia Yue'er yang masih menyentuh permukaan tanah menyeringai jahat karena tampaknya ia memang menang melawan Dong Hui walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama. Tetapi ia tau bahwa hanya dengan dirinya, butuh waktu membunuh Dong Hui hanya dengan satu serangan fatal karena ia harus mempertahankan semua pohon-pohon hidup tersebut untuk menangkap Dong Hui.
Tetapi Xia Yue'er tidak khawatir tentang hal itu. Ketika ia menangkap Dong Hui, ia pun berbicara dengan nada sedikit marah, “Giliranmu telah tiba!”
Xiao Ziya yang selama ini hanya menonton pertunjukan agar tidak dilacak oleh Dong Fang langsung membuat tekniknya untuk menghabisi Dong Hui karena ia tidak bisa menunjukkan diri saat ini. Ia paham bahwa Dong Fang mungkin akan melarikan diri jika Dong Fang tau bahwa Jie Yan memiliki dua Roh Kontrak.
“Formasi Pembantaian, Malaikat Pencabut Nyawa!”
Dung!
Dibelakang Dong Hui yang sedang diikat dan membutuhkan waktu beberapa detik melepaskan diri dari akar-akar tidak mampu melakukan apapun untuk melawan, terkejut ketika menoleh ke belakang dan menemukan sosok dengan jubah mengayunkan tombak seperti bor ke arah dadanya.
“Sial!” Dong Hui ingin meminta bantuan kepada saudaranya tetapi ia tau bahwa itu tidak akan sempat lagi. Ia juga ingin menggunakan giok penyelamatan diri tetapi itu tidak lagi sempat.
Jleb!
Tombak seperti bor itupun langsung bersarang di jantung Dong Hui.
Untuk Dong Fang, perhatiannya tiba-tiba teralihkan ketika melihat saudaranya di tikam tepat di jantung.
“Bajingan!” Teriak Dong Fang saat ia langsung menyerang Jie Yan sekuat tenaga.
“Tebasan Niat Pedang!”
Sraing!
Jie Yan yang menatap itu langsung mengangkat pedangnya lalu menahan tebasan Dong Fang.
Trang!
Tetapi kekuatan Jie Yan tidak mampu bersaing sehingga ia langsung terhempas cukup jauh sekaligus memuntahkan seteguk darah segar. Tetapi ia tetap tersenyum lalu memberi perintah kepada para bintang roh yang selalu bersembunyi di balik layar.
Dong Fang yang kehilangan akal sehatnya terus bergerak ke arah tempat Dong Hui berada. Tetapi, wajahnya pucat ketika segerombolan binatang roh muncul entah dari mana dari segala arah dan menyerang bersamaan.
“Tidak mungkin!” Teriak Dong Fang memikirkan kemungkinan paling mengerikan. Ia tau bahwa Jie Yan adalah anomali yang menyerupai Monster karena ia telah menebak bahwa semua binatang roh pasti dikendalikan oleh Jie Yan. Jika tidak, bagaimana mungkin bisa banyak binatang roh berkumpul hanya untuk melawannya, tetapi mereka tidak menyerang Jie Yan.
Untuk Xiao Ziya dan Xia Yue'er, keduanya pun langsung membuat formasi untuk membatasi gerakan Dong Fang hanya untuk sesaat.
“Formasi Kematian, Segel Kematian!”
“Formasi Kehidupan, Segel Kehidupan!”
Kedua formasi yang saling berlawanan tampak menyatu dan menghasilkan sesuatu yang lain. Untuk Xiao Ziya, ia paham bahwa itu pasti akan terjadi tetapi untuk Xia Yue'er, ia tampak terkejut ketika melihat dua formasi menyatu tanpa penolakan sama sekali walaupun itu sangatlah berlawanan.
Aura yang tidak dapat dilihat langsung membuat Dong Fang membeku di tempat. Ia tidak bisa menghancurkan giok penyelamatan diri agar keluar dari tempat itu.
Semua binatang roh yang ada disekitarnya langsung menyerang secara bersamaan.
Bom! Bom! Bom!
Dan untuk Jie Yan, ia menyalurkan qi dan konsep Ruang tepat di ujung pedangnya. Ia tidak akan tinggal diam ketika Dong Fang masih di segel dan kehilangan ketenangannya saat dipukuli oleh binatang roh yang membuat Dong Fang membutuhkan waktu yang lebih lama bebas dari segel gabungan yang dibuat oleh Xiao Ziya dan Xia Yue'er.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Kali ini, Jie Yan menggunakan semua konsep miliknya untuk menghancurkan ruang itu sendiri. Ia pun langsung menusuk pedangnya ke arah tertentu.
Ketika pedang di hunuskan, ruang di depannya robek lalu bilah pedang muncul tepat di dekat tubuh Dong Fang.
“Sialan!” Dong Fang yang hampir melepaskan diri dari segel pun membeku di tempat ketika ia merasakan benda tajam menusuk tubuhnya.
“Robeklah!”
Jie Yan yang ada di kejauhan, menarik pedangnya lalu mengendalikan konsep Ruang yang teramat di tubuh Dong Fang.
Bussssh!
Ruang robek seketika yang membuat sebagian tubuh Dong Fang langsung ditelan oleh pusaran kecil berwarna ungu yang hanya bertahan untuk dua detik.
“Arrrrgggh!” Dong Fang berteriak keras lalu suaranya langsung lenyap ketika jantungnya disedot oleh pusaran ungu kecil tersebut. Matanya penuh dengan teror karena selain dari kemampuan mengendalikan binatang roh, Jie Yan memiliki teknik yang membuat Jie Yan mampu menyerang dari tempat yang sangat jauh.
Dong Fang pun akhirnya menyesal karena telah memprovokasi anomali seperti Jie Yan yang membuatnya harus bertemu dengan penjaga gerbang neraka.