Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Jie Yan Menjadi Target Perburuan


Bintang Tianyu


Setelah pertarungan dengan Patriak Klan Rong, Jie Yan terus bergerak membawa Xiao Xiao ke tempat yang jauh. Tidak sampai setengah hari kemudian, ia pun berhenti di sebuah aliran sungai kecil.


Tempat tersebut cukup tersembunyi karena berada di sebuah ngarai.


“Apa yang akan kita lakukan saat ini?” Tanya Xia Yue'er karena sewaktu perjalanan ia dapat melihat Jie Yan yang serius sepanjang waktu.


Jie Yan tidak langsung menjawab dan mengeluarkan cincin ruang yang diberi oleh Kaisar Shi. Selain dari itu, ia juga mengambil cincin ruang milik Patriak Klan Rong.


Setelah memeriksa cincin ruang yang diberi Kaisar Shi, selain dari sumber daya untuk Xiao Xiao, di dalam juga ada beberapa sumber daya yang mampu membantunya menerobos di tingkat Penguasa Abadi. Tetapi ia tidak bisa melakukannya saat ini.


Kemudian Jie Yan pun memeriksa cincin ruang Patriak Klan Rong. Ia sedikit terkejut melihat isinya karena bisa dikatakan kekayaan Patriak Klan Rong memang cukup keterlaluan di tingkat kultivasinya.


Selain dari itu, ketika Jie Yan memeriksa secara cermat isi dari cincin ruang tersebut, ia mengerutkan sedikit keningnya. Di dalam terdapat sebuah kertas kecil dengan beberapa baris tulisan.


Awalnya, Jie Yan ingin mengabaikannya. Tetapi ia sedikit terkejut ketika membawa sekilas baris pertama dan itu adalah hal yang berkaitan dengan Zhou Tian Cheng.


Tanpa menunda, Jie Yan mengeluarkan kertas tersebut dan membacanya dengan seksama.


Di situ tertuliskan dengan cara yang cukup buru-buru tentang kedatangan Zhou Tian Cheng 100.000 tahun yang lalu. Dan dia menanam banyak gen ke kultivator secara tersembunyi lalu mengendalikan kultivator tersebut untuk memperbudak kultivator lainnya.


Selain dari itu, dikatakan bahwa ketika Patriak Klan Rong dikendalikan, dia menyerap beberapa anggota Klan Rong secara perlahan dari waktu ke waktu, dan akhirnya karena tubuhnya melemah, gen juga di tanam ke dalam tubuh putranya.


Jika saja Patriak Klan Rong tidak di tanam gen itu, bisa dipastikan bahwa hidupnya akan sudah lama berakhir.


Dan catatan terakhir, itu di tulis sebelum Patriak Klan Rong memburu Jie Yan. Dan adalah tentang permintaan membawa Xiao Xiao keluar dari Bintang Tianyu.


Di jarak yang cukup jauh dari Kekaisaran Shi, terdapat sebuah pangkalan yang memiliki alat transportasi antar Bintang. Di sana juga terdapat gerbang teleportasi yang dapat digunakan untuk pergi ke Bintang lainnya.


“Apakah aku harus pergi ke Bintang lainnya saat ini?” Batin Jie Yan saat mengeluarkan peta yang ada di dalam cincin ruang Patriak Klan Rong.


“Ziya, apakah kau tau cara mudah memasuki Alam Surga?” Tanya Jie Yan.


Xiao Ziya yang mendengar itu, keluar dari dalam Ruang Jiwa lalu berkata, “Dibutuhkan beberapa bahan untuk menembus susunan formasi yang melindungi Hutan Purba. Dan aku tidak terlalu yakin dapat menembusnya dengan kekuatan ku saat ini. Selain dari itu, saat ini tidak aman untuk pergi ke sana.”


“Tidak aman? Mengapa?” Tanya Jie Yan bingung tetapi ia langsung teringat tentang Zhou Tian Cheng yang telah merencanakan kebangkitannya selama 100.000 tahun.


Jie Yan juga langsung memikirkan banyak hal tentang Bintang Tianyu yang merupakan Alam Abadi biasa, tetapi ketika memikirkan kembali bahwa Zhou Tian Cheng bukan orang bodoh, ia langsung menebak tujuan sebenarnya Zhou Tian Cheng memilih Bintang Tianyu dan menyerang Sekte Pedang Cabang agar tubuhnya di segel di sebuah Artefak.


“Jangan bilang Zhou Tian Cheng membidik Alam Surga sedari awal dia datang ke Bintang Tianyu?” Pupil mata Jie Yan menyusut tajam karena langsung menebak kenapa Xiao Ziya mengatakan bahwa tempat itu saat ini berbahaya.


“Ya, itu benar. Tidak ada hal lain di Bintang Tianyu yang dapat menarik perhatian Zhou Tian Cheng selain dari Alam Surga!” Xiao Ziya mengangguk dengan serius.


Jie Yan menggertakkan giginya dengan kuat. Ia telah memilih Alam Surga utuk tempat persembunyian dan meningkatkan kultivasinya dalam waktu beberapa tahun. Tetapi tampaknya kali ini itu tidak mungkin karena ia menyadari bahwa Zhou Tian Cheng mungkin akan langsung melacaknya jika keduanya bersama-sama di Alam Surga.


“Tampaknya tidak ada pilihan lain! Ayo pergi ke Bintang lainnya!” Jie Yan menghela nafas panjang lalu perlahan berdiri.


Di saat Jie Yan berdiri, Xiao Xiao yang berada di pelukannya pun terbangun.


“Guru... Paman... Paman...” Air mata kembali menetes saat Xiao Xiao menatap ke arah Jie Yan.


Jie Yan tidak tau harus bereaksi seperti apa. Ia hanya mencoba menghibur gadis kecil itu sedikit lalu mengeluarkan mayat Patriak Klan Rong agar dikuburkan secara layak.


Xiao Xiao yang pintar langsung memberi penghormatan kepada Patriak Klan Rong karena telah menjaganya dalam beberapa tahun belakangan.


“Gadis kecil, apakah sudah selesai?” Xia Yue'er yang terbang di udara bertanya dengan nada sedikit tidak puas.


Xiao Xiao kecil yang mendekat itu, langsung menatap ke arah Xia Yue'er lalu ia berlari ke belakang Jie Yan untuk bersembunyi.


Jie Yan dan Xiao Ziya terdiam karena baru kali ini seseorang takut melihat Xia Yue'er. Biasanya jika itu wanita lain, mereka akan menganggap Xia Yue'er sangat imut.


“Apakah sudah selesai Xiao Xiao?” Tanya Jie Yan menatap gadis kecil yang mencengkeram pakaiannya dengan erat.


“Ke mana kita pergi Guru?” Tanya Xiao Xiao.


“Tempat yang sangat jauh.” jawab Jie Yan dan menggendong Xiao Xiao kecil lalu terbang bersama dengan Xia Yue'er dan Xiao Ziya ke arah tertentu yaitu tempat yang dikatakan oleh Patriak Klan Rong.


**


Di suatu tempat di Bintang Tianyu, tepatnya di goa bawah tanah di sebuah jurang yang sangat dalam, sekumpulan kultivator dengan jubah hitam dengan lambang gerhana Matahari di jubahnya pun terlihat.


Jumlah mereka cukup banyak, itu bisa dianggap sebagai jumlah Klan dengan jumlah yang cukup sedikit.


“Apakah ada pesanan, pemimpin?” Tanya sosok berjubah yang tidak lain adalah Tetua di Organisasi Gerhana Matahari.


Sosok yang merupakan pemimpin Organisasi Gerhana Matahari, membelakangi semua kultivator dan menatap ke arah tempat yang jauh. Ia tidak langsung berbicara dan tampak seperti sedang berpikir.


Setelah itu, pemimpin Organisasi Gerhana Matahari pun berbalik dan ada kilatan mengerikan dimatanya.


“Aku akan memberi perintah kepada kalian semua untuk memburu seseorang, dan dia adalah murid Sekte Pedang yang bernama Jie Yan!” Perintah pemimpin Organisasi Gerhana Matahari dengan nada dingin.


Semua anggota Organisasi Gerhana Matahari terkejut dan tidak menyangka bahwa pemimpin mereka akan memberikan perintah hanya untuk memburu satu kultivator tingkat Penguasa Abadi.


“Lakukan, siapapun yang dapat memburunya akan menerima hadiah yang sangat besar, dan aku akan memberikan status sebagai Tetua Kehormatan!” ucap Pemimpin Organisasi Gerhana Matahari.


Para anggota Organisasi Gerhana Matahari hanya berpikiran bahwa seseorang ingin memburu Jie Yan dengan harga setinggi langit sehingga pemimpin Organisasi Gerhana Matahari bahkan memberikan status Tetua Kehormatan yang tidak pernah di pegang oleh siapapun setelah Tetua yang menduduki posisi tersebut tewas.


Tanpa bertanya kembali, semua anggota Organisasi Gerhana Matahari termasuk para petinggi pun langsung keluar dari tempat persembunyian lalu pergi ke segala arah untuk memburu Jie Yan.


Sedangkan untuk Pemimpin Organisasi Gerhana Matahari, ia hanya menatap hal itu dengan seringai lebar diwajahnya.


“Jie Yan, aku tidak menyangka bahwa Tuan Zhou Tian Cheng sangat ingin menghabisimu! Jika aku membawa kepalamu kepada Tuan, bisa dipastikan bahwa aku akan menerima hadiah yang sangat besar! Kekuatan tingkat di atas Kaisar Abadi tidak akan mustahil aku lampaui!” Pemimpin Organisasi Gerhana Matahari berbicara dengan nada kejam.


Tidak akan ada yang menyangka bahwa pemimpin salah satu Organisasi terkuat di Bintang Tianyu yang bahkan menyaingi Sekte Pedang akan dikendalikan oleh Zhou Tian Cheng.


Dan kali ini, Jie Yan harus menghadapi semua kultivator yang memburunya, dan tidak ada tempat yang aman baginya di Bintang Tianyu.