
Klan Naga
Supremasi: Dewa Binatang Buas!
Ketika qi Raja beserta teknik untuk menundukkan binatang roh meledak, tiga Tetua Naga berkeringat dingin. Ini adalah paksaan yang tidak bisa mereka tolak sama sekali.
Teknik yang digunakan Jie Yan memang benar teknik untuk menundukkan semua binatang buas, tidak terkecuali untuk spesies naga yang dianggap sebagai binatang roh terkuat yang pernah ada.
“Qi Raja ini...” Tetua Naga Angin yang berkeringat dingin pun langsung mengenali qi Raja Jie Yan. Bukan hanya itu, ketika Jie Yan dahulu diambang kematian, dia juga menggunakan teknik untuk menundukkan para naga.
Bahkan untuk Tetua Naga Api dan Air tidak terkecuali. Keduanya ingat dengan jelas teknik dan qi Raja milik Jie Yan.
Karena tau bahwa Jie Yan adalah Raja mereka walaupun rupanya sedikit berubah serta ntah mengapa Jie Yan tidak memiliki darah naga, ketiganya tidak mau membuat kesalahan. Mereka bertiga lebih percaya tentang qi Raja dan teknik yang digunakan oleh Jie Yan dan hanya Jie Yan yang memilikinya.
Ketiganya pun berlutut dengan satu kaki dan menundukkan kepala mereka lalu berbicara bersamaan tanpa memberi aba-aba kepada rekan masing-masing. “Selamat datang kembali, Raja Naga.”
Jie Yan yang menatap itupun menaikkan sudut bibirnya. Ia pun menarik qi Raja miliknya dan mengangguk puas melihat sikap ketiga Tetua Naga tersebut.
Untuk Xia Yue'er, ia memiliki bintang di matanya ketika menatap Jie Yan langsung menundukkan tiga naga yang memiliki kekuatan puncak Benua Saint. Tidak hanya dia, Gu Yin dan Dai Mubai juga terpana untuk beberapa saat lalu keduanya tersenyum kecil.
Untuk Xiao Yuu dan Lan Qinzhu, keduanya tidak heran sama sekali. Keduanya tentu tau bahwa kakak mereka akan mampu melakukan hal seperti itu dalam sekejap karena di Klan Naga, aturan tentang harus tunduk terhadap Raja Naga sangatlah mutlak.
“Bangun...!” Jie Yan memberi perintah.
Tiga Tetua Naga pun langsung berdiri lalu menatap Jie Yan dengan seksama. Ketiganya tidak ragu dengan identitas tentang Jie Yan tetapi masih penasaran kenapa tidak ada darah naga di tubuh Jie Yan. Ketiganya tentu percaya bahwa Jie Yan adalah Raja Naga karena Xiao Yuu dan Lan Qinzhu juga mengkonfirmasinya secara langsung.
“Aku ingin saat ini hal ini harus dirahasiakan. Alasannya, tentu karena seseorang yang memegang Tombak Pembunuh Naga yang awalnya aku gunakan. Bisakah kalian bertiga mengatakannya secara rinci siapa dia sebenarnya?” Jie Yan langsung ke intinya karena tidak mau membuang waktu juga. Ia harus secepatnya menguasai Klan Naga agar dapat menjatuhkan Sekte Cahaya Suci.
Ketiga Tetua Naga memasang wajah ragu dan saling memandang.
Hal ini membuat Jie Yan menaikkan sedikit alisnya karena ia menduga-duga bahwa sebenarnya ketiga Tetua Naga itu tau asal-usul seseorang yang memegang Tombak Pembunuh Naga saat ini.
“Yang Mulia, bukannya kami tidak mau menceritakannya. Namun, kami juga masih ragu apakah yang kami pikirkan benar atau tidak.” Tetua Naga Api yang awalnya terlihat ragu, akhirnya berbicara setelah mengambil keputusan walaupun seseorang yang memegang Tombak Pembunuh Naga saat ini masih menjadi misteri baginya.
“Katakan.” Perintah Jie Yan.
Ketika Tetua Naga Api ingin melanjutkan, Jie Yan lebih dulu berbicara, “Qi Abadi!”
Mata Tetua Naga Api, Air dan Angin pun membelak kaget karena tidak menyangka bahwa Jie Yan juga mengetahui tentang qi Abadi.
“Tampaknya prediksiku memang benar bahwa dia berasal dari Alam Abadi walaupun kultivasinya belum mencapai tingkat Abadi!” ucap Jie Yan dengan suara yang sangat dalam. Kali ini, ia tidak bisa lagi meremehkan musuh karena sudah pasti qi Abadi lebih kuat dari pada qi biasa di dunia fana.
“Apa? Dia dari Alam Abadi?” Xia Yue'er terkejut karena ia tentu sangat tau tentang Alam Abadi. Ini juga alasan mengapa Gu Yin juga mengetahui tentang Alam Abadi, karena informasi dari Xia Yue'er.
Sementara untuk Dai Mubai, wajahnya sedikit gelap karena ia telah berbicara banyak hal dengan Xiao Ziya sebelumnya. Ia langsung teringat tentang Sungai Abadi, tempat dirinya bertemu dengan Jie Yan dan Xia Yue'er.
Xiao Ziya mengatakan bahwa Buah Abadi yang berada di Sungai Abadi adalah alat yang digunakan oleh para kultivator Abadi untuk memancing sesuatu di dunia Fana. Awalnya ia merasa tidak percaya, tetapi seiring melihat semua apa yang dilakukan oleh Xiao Ziya dan tentang Dimensi Naga, ia akhirnya percaya sepenuhnya tentang Alam Abadi. Ia juga merasa bahwa tingkat kultivasi tidak hanya terbatas pada Alam Sage.
“Jie Yan.. apakah ini berkaitan dengan Sungai Abadi?” Tanya Dai Mubai dengan wajah muram kepada Jie Yan.
Mendengar pertanyaan Dai Mubai, wajah Jie Yan tenggelam dalam sekejap. Ia tentu ingat tentang peringatan Xiao Ziya. Ia juga membuat spekulasi dari mana sebenarnya asal seorang kultivator yang saat ini memegang Tombak Pembunuh Naga, yaitu berasal dari Alam Abadi yang anggota mereka sering memancing di Sungai Abadi untuk tujuan tertentu.
“Ya, kemungkinan besar mereka memiliki hubungan!” Jie Yan mengangguk berat karena tau bahwa musuh kali ini jauh lebih kuat. Tetapi ia harus membereskan mereka semua.
Ketika mengkonfirmasi tentang hal itu dari Jie Yan, Dai Mubai tidak bisa tidak menarik udara dingin ke tenggorokannya. Ia sangat jelas tau bagaimana kekuatan para kultivator Abadi dari Xiao Ziya.
“Di mana dia sekarang?” Tanya Jie Yan dengan nada yang sangat dalam kepada ketiga Tetua Klan Naga.
“Yang Mulia, apakah anda berniat melawannya?” Tetua Naga Angin yang paling kenal dengan Jie Yan tentu berkata dengan gugup. Alasannya tentu saja karena Tombak Pembunuh Naga serta qi Abadi.
“Tentu saja. Aku tidak akan kalah.” Balas Jie Yan. Jika pertarungan satu lawan satu, ia tidak takut sama sekali.
Ketiga Tetua Klan Naga menarik nafas dalam-dalam karena mereka tentu tidak bisa membatah kata-kata dari Raja Naga. Ini adalah aturan mutlak. Walaupun Jie Yan tampak tidak memiliki darah naga ditubuhnya, ketiganya samar-samar dapat melacak aura naga. Tanpa memikirkan, ketiganya paham bahwa itu seperti disegel karena ketiganya familiar dengan hal seperti itu.
“Baik, jika begitu ikuti kami Yang Mulia..” Tetua Naga Api pun berbicara dan langsung membungkuk sedikit untuk meminta agar diizinkan memimpin jalan.
“Ya, pimpin jalan!” ucap Jie Yan.
Karena sudah menepatkan perintah, Ketiga Tetua Klan Naga pun langsung memimpin kelompok Jie Yan pergi ke pusat Klan Naga untuk bertemu dengan seseorang yang memegang Tombak Pembunuh Naga.