
Kota Pedang
“Cao Di telah tewas!” Batin Cao Yuan dengan wajah yang sangat muram. Ia merasa sedikit kedinginan saat ini ketika membayangkan ia kembali dengan kabar kematian Cao Di.
Walaupun ayahnya Cao Di melemah, kekuatannya masih merupakan salah satu yang terkuat di Klan Cao, dan dirinya bukanlah seseorang yang mampu menyingung seseorang sekuat itu untuk saat ini.
Selain dari itu, ketika Cao Yuan menatap semua tempat yang ada, wajahnya semakin muram karena banyak bawahannya yang tewas. Jika terus berlanjut, mereka semua akan dikuburkan di kota Pedang.
“Semuanya mundur!” Teriak Cao Yuan saat api hitam meledak dari tubuhnya dan menutupi semua area.
Karena teknik yang digunakan oleh Cao Yuan untuk memanipulasi api dan membekukan semua tepat dalam waktu singkat agar menghalangi musuh mengejar, para bawahan Cao Yuan pun langsung bergegas pergi.
Menatap hal itu, Qing Tao mengerutkan keningnya dan mencoba berlindung. Teknik yang digunakan oleh Cao Yuan memang tidak kuat, tetapi jika tidak dihalau, itu akan membuat tubuh menerima dampak tertentu dalam waktu jangka panjang.
“Ingin melarikan diri?” Qing Tao mendengus lalu mengayunkan kedua pedangnya sekuat tenaga.
“Mata Pedang, Dua Bilah Suci!”
Sraing!
Saat Qing Tao mengayunkan kedua pedang di tangannya, itu langsung membelah semua es yang ada di sana. Kedua bilah raksasa tersebut menerjang ke arah Cao Yuan yang mencoba melarikan diri bersama dengan banyak bawahannya.
Cao Yuan yang melarikan diri, mendengus jijik. Ia tentu tidak takut dengan serangan itu walaupun yakin bahwa banyak bawahannya yang akan tewas. Ia pun berbalik lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ke arah bilah raksasa yang menerjang ke arahnya.
Sraing!
Blar!
Bilah raksasa tersebut hancur dalam sekejap dan Cao Yuan tidak membuang waktu sama sekali lalu terbang dengan kecepatan penuhnya menjauh dari kota Pedang.
Sementara itu, bilah lainnya yang dilancarkan oleh Qing Tao, membunuh banyak bawahan Cao Yuan di tempat.
Menatap kepergian sisa kelompok Cao Yuan, Qing Tao langsung berbicara, “Jangan kejar mereka!”
Perintah Qing Tao membuat semua anggota Sekte Pedang berhenti di tempat. Walaupun mereka sedikit enggan, mereka paham maksud Qing Tao. Bisa saja masih ada pasukan yang datang untuk membantu Cao Yuan dan itu bukan pilihan tepat untuk mengejar mereka.
Sementara itu, Yun Che yang menatap Jie Yan untuk beberapa saat, menyarungkan Pedang yang ia pedang ke sarung pedang yang ada di pinggangnya. Ia akan dianggap sebagai musuh jika mencoba bertarung dengan Jie Yan saat ini.
Ketika Yun Che berbalik, Xia Yue'er yang tiba di samping Jie Yan, menatap ke arah Yun Che dengan seksama.
“Jie Yan, aku merasakan bahwa dia cukup kuat. Di seperti bilah yang sangat tajam!” ucap Xia Yue'er dan perlahan duduk di bahu Jie Yan.
Alis Jie Yan naik sedikit karena sangat jarang Xia Yue'er memberikan penilaian seperti itu kepada seseorang. Ia sangat tau walaupun Xia Yue'er sangat ceroboh, dia adalah Roh tipe yang snagat peka dengan kekuatan seseorang.
Ini adalah kemampuan bawaan dari Roh Dewi Kehidupan, dia pasti akan sangat mengerti tentang makhluk hidup walaupun untuk Xia Yue'er hanya bergantung pada instingnya sendiri tanpa sadar mengaktifkan kemampuan pelacakan seperti itu.
Setelah membereskan Kekacauan, Qing Tao mengundang Jie Yan untuk minum.
“Terima kasih atas bantuannya sebelumnya. Jika tidak, mungkin hanya sedikit dari kami yang tersisa. Jimat yang digunakan oleh Cao Yuan sangatlah berbahaya, harga dari Jimat tersebut di pasar gelap juga sangat mahal.” ucap Qing Tao. Ia tau dengan jelas bahwa Jimat yang digunakan oleh Cao Yuan berasal dari kelompok pedagang tertentu di wilayah Barat Alam Abadi.
Jie Yan hanya tersenyum kecil lalu berbicara hal lainnya, “Siapa sebenarnya Organisasi Gerhana Matahari itu?”
Mata Qing Tao langsung menyusut tajam ketika mendengar pertanyaan Jie Yan.
“Organisasi Gerhana Matahari adalah Organisasi gelap yang dibentuk oleh Klan Cao, salah satu kekuatan tertinggi di dunia ini yang sering menggangu banyak kekuatan lainnya dari balik layar terutama untuk Cabang Sekte Pedang.”
“Oh?” Alis Jie Yan naik sedikit dan merasa dunia yang ia datangi semakin menarik. Ia tidak lagi bertanya tentang hal lainnya karena merasa bahwa belum waktunya untuk mengetahui informasi tentang Alam Abadi.
Setelah berbicara beberapa hal, Jie Yan pun kembali ke kediamannya menuggu hari keberangkatan menuju Cabang Sekte Pedang.
Selain dari percakapan sederhana, Jie Yan juga telah mendapatkan informasi bahwa dunia yang ia datangi bernama Bintang Tianyu, salah satu planet raksasa di wilayah Barat Alam Abadi.
Banyak kekuatan besar terdapat di Bintang Tianyu, semua dari mereka sangatlah kuat, kekuatan rata-rata dunia tersebut dianggap sebagai kelas menengah di Alam Abadi.
Selain dari itu, Cabang Sekte Pedang di Bintang Tianyu juga termasuk salah satu kekuatan besar. Dari hal itupun, dapat dipastikan bahwa Sekte Pedang termasuk Sekte kelas satu di Alam Abadi.
Hari terus berlalu, di saat itu tidak ada lagi serangan yang menyerbu kota pedang. Proses penambangan biji penting kali ini berjalan dengan lancar dan hari keberangkatan menuju Cabang Sekte Pedang pun akhirnya datang.
Di depan gerbang kota Pedang, terlihat enam sosok yang sedang berdiri. Mereka semua adalah orang yang akan pergi ke Sekte Pedang. Diantaranya, terlihat dua sosok muda yang tidak lain adalah Jie Yan dan Yun Che. Dan yang lainnya adalah empat anggota Sekte Pedang yang di pimpin oleh Qing Tao.
Untuk sisa anggota Sekte Pedang lainnya yang tinggal di kota Pedang, mereka terus menambang walaupun mungkin akan butuh waktu lama bagi mereka untuk kembali ke Sekte Pedang. Itu dikarenakan butuh waktu untuk menggali tambang lebih dalam. Selain dari itu, biji yang langka mungkin akan sulit ditemukan kembali dalam beberapa tahun.
“Baik, kita akan segera berangkat.” ucap Qing Tao saat mengeluarkan sebuah alat transportasi yang dapat membawa mereka lebih cepat ke Sekte Pedang.
Jie Yan menatap ke arah alat transportasi itu dengan seksama. Alat transportasi tersebut tampak seperti sebuah kapal dengan sayap yang terlihat sedikit layu, bisa dipastikan alat transportasi itu bergerak seperti seekor burung.
“Ayo naik, menggunakan alat transportasi ini, kita akan tiba di Sekte Pedang dalam waktu kurang dari satu minggu.” ujar Qing Tao saat ia perlahan berjalan masuk ke dalam alat transportasi tersebut diikuti oleh ketiga rekannya lalu diikuti oleh Jie Yan dan Yun Che.
Setelah mereka masuk, alat transportasi itupun dikendalikan oleh Qing Tao dan langsung terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah tertentu, dalam waktu kurang dari tiga detik saja, kota pedang tidak lagi terlihat menandakan bahwa alat transportasi tersebut memiliki kecepatan yang mengerikan.
**
Di suatu tempat di Bintang Tianyu, terlihat beberapa sosok yang bergerak dengan kecepatan tinggi di udara. Mereka semua adalah kultivator yang menggunakan jubah, mereka tidak lain adalah kelompok yang di pimpin oleh Cao Yuan untuk merampok kota pedang sebelumnya.
Beberapa saat kemudian, mereka tiba di sebuah jurang lalu langsung terjun ke dalamnya. Jurang tersebut juga cukup tersembunyi, jika tidak memiliki petunjuk tentang tempat itu, walaupun mencari dalam waktu bertahun-tahun, itu akan sulit untuk ditemukan.
Inilah alasan Organisasi Gerhana Matahari tidak pernah diekspos walaupun memiliki banyak musuh.
Saat Cao Yuan memimpin kelompok tersebut ke dalam jurang, tidak lama kemudian mereka langsung berbelok arah lalu bergerak ke arah dinding batu yang terlihat tidak pernah tersentuh.
Wusssh!
Mereka semua pun langsung masuk ke dalam menembus batu tersebut. Ini adalah pesona khusus yang diciptakan oleh Patriak Klan Cao, siapapun akan kesulitan untuk masuk jika tidak terdaftar sebagai anggota. Pesona itu memiliki kemampuan mendeteksi seseorang, jika mereka bukan anggota yang tercatat, siapapun yang menabrak dinding batu itu hanya akan menabrak sebuah dinding tebing.
Saat kelompok Cao Yuan masuk, kota bawah tanah yang sangat luas pun terlihat seketika. Sangat banyak kultivator yang ada di tempat itu dan membuktikan bahwa Organisasi Gerhana Matahari memang salah satu Organisasi terbesar di Bintang Tianyu.
Di semua tempat terlihat banyak bangunan besar, semua bangunan itu adalah tempat khusus seperti tempat penempaan, kebun herbal, pengolahan biji besi dan sebagainya. Bahkan bangunan Alkemis juga terlihat di tempat tersebut.
Kelompok Cao Yuan terus bergerak dan akhirnya tiba di bangunan terbesar di tempat tersebut yang terletak di atas bukit kecil yang sangat indah. Saat mereka mendarat, beberapa sosok telah menunggu.
Ketika kelompok Cao Yuan mendarat, salah satu dari mereka pun berbicara dengan nada dingin, “Cao Yuan! Di mana Cao Di?”
Ketika Cao Yuan mendengar pertanyaan itu, keringat dingin membasahi sedikit punggungnya. Ia menatap ke arah pria paruh baya yang tampak mendekati usia tua yang menatapnya dengan tatapan membunuh.
“Tetua Kedua, misi kami gagal dan Cao Di di bunuh oleh pemuda yang menjadi anggota baru Sekte Pedang!” ucap Cao Yuan yang mencoba menjaga ketenangannya.
Mendengar balasan Cao Yuan, sosok yang tidak lain adalah ayah dari Cao Di melebarkan matanya. Dan di saat itu juga, qi-nya meledak dahysat yang membuat Cao Yuan dan semua anggota kelompoknya gemetar ketakutan.