Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Tempat Istimewa Lainnya


Istana Bawah Laut


Jie Yan, Gu Yin dan Gu Yuena telah memasuki salah satu jalan masuk yang akan membawa mereka ke suatu tempat.


Saat ini, ketiganya terlihat sedang melewati goa yang sangat besar dan gelap. Jalur tersebut sangatlah panjang tetapi untuk Gu Yuena dan Gu Yin, keduanya sama sekali tidak terkejut karena seperti itulah informasi yang mereka terima.


“Goa ini sangat panjang.” Gumam Jie Yan saat ia terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi diikuti oleh Gu Yuena dan Gu Yin.


“Apakah kau tidak tau tentang informasi ini?” Tanya Gu Yuena penasaran karena awalnya ia mengira bahwa Jie Yan telah mengumpulkan banyak informasi tentang Istana Bawah Laut.


“Tidak.” jawab Jie Yan dengan gelengan kepala.


Gu Yuena merasa semakin heran ketika mendengar jawaban dari Jie Yan.


Saat ini, Gu Yuena dan Gu Yin sangat ingin bertanya tentang asal usul Jie Yan. Tetapi, entah mengapa, keduanya hanya menelan pertanyaan mereka di tenggorakan karena tertahan akan sesuatu.


“Hm? Tampaknya ada yang mengikuti kita.” ucap Jie Yan dengan kerutan di dahinya. Ia sangat mengenali ketiga kultivator yang mengikuti di jarak tertentu di belakang posisi mereka saat ini.


“Siapa?” Tanya Gu Yuena dengan kerutan di wajahnya tetapi ia langsung melanjutkan, “Apakah itu Han Chen dan bawahannya?”


“Ya, mereka bertiga. Tampaknya Pangeran Kekaisaran Han yang bernama Han Chen ini sangat tertarik dengan kalian berdua sehingga bahkan ketika kalian menolak ajakannya, dia masih tetap mengikuti.” ucap Jie Yan dengan senyum kecil diwajahnya dan ia melirik ke arah Gu Yin.


Dari ingatan yang ia miliki, Jie Yan sangat tau bahwa Gu Yin memiliki aura yang memikat banyak pria. Ini adalah aura yang sangat merepotkan. Dahulu, Gu Yin selalu memakai cadar untuk menyembunyikan wajahnya tetapi saat ini tidak yang membuat semakin banyak pria yang ingin mengejarnya.


Gu Yin tentu dapat merasakan bahwa Jie Yan meliriknya sekilas. Entah mengapa, ia sangat ingin menjelaskan tentang hal itu kepada Jie Yan tetapi Kata-katanya terhenti di tenggorokannya karena merasa tidak perlu menjelaskan apa-apa kepada Jie Yan.


Bahkan Gu Yuena melihat bahwa Jie Yan melirik ke arah sepupunya untuk beberapa saat dan ia merasa bahwa ada sesuatu yang aneh pada Jie Yan dan ketika melihat reaksi sepupunya, ia semakin heran karena sangat jarang Gu Yin menunjukkan emosinya walaupun ia hanya sedikit saja.


Dari hal ini, Gu Yuena merasa bahwa ada sesuatu tentang Jie Yan sehingga membuatnya sangat akrab bahkan dengan cara berbicara Jie Yan. Tetapi ia tidak mau menyebutkan tentang seseorang yang menjadi suami sepupunya karena itu hanya akan membuat Gu Yin semakin sedih dan menjadi murung.


Karena keduanya hanya diam, Jie Yan tidak melanjutkan berbicara lagi. Ia pun mempercepat terbangnya dan merasa sedikit lucu melihat sikap Gu Yin yang tampak ingin berbicara tetapi Kata-katanya tersangkut di tenggorokannya.


Selama perjalanan, suasana sangat hening karena tidak ada lagi yang mencoba berbicara. Dan tidak lama kemudian, cahaya menyilaukan terlihat di ujung goa yang sangat panjang tersebut. Tidak ada jebakan atau apapun yang mengganggu ketiganya walaupun sedari awal ketiganya waspada jika ada sesuatu ataupun jebakan tertentu yang berpotensi mengancam nyawa.


Ketika keluar dari goa yang lumayan gelap sebelumnya, Jie Yan, Gu Yuena dan Gu Yin pun berhenti di udara lalu menatap ke semua tempat yang ada di depan mereka.


“Aku tidak menyangka bahwa akan ada tempat seperti ini di Istana Bawah Laut.” ucap Jie Yan saat menatap ke arah langit-langit dan mereka memasang berada di ruang bawah tanah sebab, ketika bergerak, jalur goa yang sangat pajang tersebut berbelok-belok dan banyak jalan menurun ke arah bawah.


“Aku tidak menyangka bahwa kita akan memasuki tempat ini.” Gu Yuena pun membuka suara.


“Apa kau tau tempat seperti apa ini?” Tanya Jie Yan menatap ke arah Gu Yuena.


“Ya. Tempat ini telah tercatat. Sebelumnya, di waktu ratusan tahun yang lalu ada seorang kultivator yang memasuki tempat ini dan dia berhasil keluar. Dari informasi tersebut, tempat ini sebenarnya sangatlah berbahaya walaupun terlihat sangat indah. Dikatakan dari sejarah yang ada, kultivator yang berhasil keluar tersebut keluar melalui goa yang berada di seberang sana. Itu adalah jalan keluar dari tempat ini. Tetapi, dia tidak mendapatkan apa-apa dari tempat ini.” ucap Gu Yuena.


“Oh? Kenapa dia tidak keluar dari jalur yang kita lalui?” Tanya Jie Yan penasaran karena itu akan membuat kultivator tersebut bisa memasuki jalan lainnya karena tidak mendapatkan apa-apa dari tempat indah tesebut.


“Ini dikarenakan adanya binatang roh kuat yang akan muncul di goa tersebut di saat goa yang kita lewati berhasil dilewati..” ucap Gu Yuena dan wajahnya tiba-tiba menjadi gelap.


Saat Gu Yuena selesai menjelaskan, kekuatan tirani yang sangat mengerikan muncul di belakang mereka.


Hal ini membuat Jie Yan, Gu Yuena dan Gu langsung berbalik dan memasang wajah sangat waspada karena kekuatan yang mereka rasakan sangatlah kuat.


“Minggir!” Han Chen yang terbang dengan kecepatan tinggi bersama dengan kedua bawahannya berteriak keras karena di belakang mereka ada binatang roh berbentuk gurita sangat besar yang berlari dengan kecepatan yang tinggi. Semua tentakelnya menutupi goa yang dilewatinya.


Jie Yan langsung memegang pundak Gu Yuena dan Gu Yin yang membuat kedua wanita itu terkejut.


“Teleportasi!”


Zhep!


Ketiganya langsung muncul di tempat yang lumayan jauh, yaitu di pulau kecil yang mereka lihat dari kejauhan.


Gu Yuena dan Gu Yin merasa pusing dan merasa isi perut mereka diacak-acak karena tidak pernah berteleportasi sebelumnya.


Namun, ketika kedua wanita itu melihat ke arah kejauhan, keduanya tercengang karena tidak menyangka bahwa mereka akan berpindah dalam sekejap. Keduanya saat ini tau bahwa kemampuan yang sebelumnya diperlihatkan oleh Jie Yan sangatlah luar biasa. Saat ini, walaupun keduanya masih ingin tau identitas Jie Yan, hal lain yang mereka pikirkan adalah, hampir tidak ada kultivator tingkat Alam Sage tahap ketujuh yang bisa membunuh Jie Yan.


Hanya dengan kecepatan mutlak Jie Yan bisa dikalahkan untuk menangkal teknik berpindah tempat dalam sekejap tersebut.


Sebelum Gu Yuena dan Gu Yin bertanya, tatapan mereka tertuju pada Han Chen dan kedua bawahnya yang terhempas saat kepala gurita raksasa meledak keluar dan banyak tentakel mencoba menangkap keduanya.


Tetapi, ketika gurita itu tidak berhasil menangkap Han Chen dan kedua bawahannya, gurita tersebut langsung kembali ke dalam lalu menatap ketiganya seolah-olah dia menghalangi jalan keluar.


“Dari mana datangnya binatang roh itu? Aku sama sekali tidak bisa mendeteksinya ketika melalui goa itu.” Batin Jie Yan dan dari hal inipun, ia tau bahwa tempat yang indah tersebut memang benar-benar sangat berbahaya.