
Istana Bawah Laut
Jie Yan merasa sangat heran tentang asal datangnya binatang roh yang mengejar kelompok Han Chen. Ia sama sekali tidak dapat melacaknya sebelumnya seolah-olah itu datang dari udara tipis. Saat ini, ia paham kenapa kultivator terakhir yang masuk ke tempat yang ia masuki keluar dari jalan lainnya karena tidak mungkin mengambil jalan yang sama tempat mereka datang.
Kekuatan yang terpancar dari binatang roh gurita tersebut juga membuat Jie Yan tidak bisa berkata-kata karena ia juga tidak akan bisa melawannya sama sekali. Ia merasa bahwa jika ia melawan binatang roh tersebut, bisa dipastikan bahwa dirinya mungkin hanya akan bertahan selama satu menit jika bentrok secara langsung dan bisa bertahan selama hampir sepuluh menit jika menggunakan kekuatan teleportasi terus-menerus.
Namun, Jie Yan sangat yakin bahwa dirinya paling banyak hanya bisa memberi binatang roh tersebut luka kecil dengan segenap kemampuannya.
“Ternyata informasi yang tercatat sangat benar.” Gu Yuena berkata ketika ia mengalihkan pandangannya ke tempat yang jauh, yaitu tempat jalan keluar.
Dari semua informasi yang telah dikumpulkan, semua kultivator yang memasuki goa yang berada di air terjun memiliki jalan yang sama. Yang artinya, semua jalan dibuat dengan sengaja agar siapapun yang datang tidak kembali ke jalan semula.
Sementara itu, Han Chen yang sedang bersama dengan kelompoknya di jarak hampir lima puluh meter dari binatang roh gurita memasang ekspresi gelap dengan keringat yang sedikit bercucuran. Jika terlambat dua detik saja melarikan diri, mereka akan tertangkap oleh binatang roh gurita tersebut.
“Sialan!” Han Chen berteriak keras saat ia mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dari jarah jauh ke arah binatang roh gurita.
Bilah qi yang sangat kuat melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tetapi, binatang roh gurita tersebut hanya melambaikan salah satu tentakelnya dan membubarkan serangan tersebut dengan mudah.
Han Chen yang menatap itu semakin muram. Bahkan jika ia sudah tau tentang informasi binatang roh yang menjaga semua pintu jalan masuk, ia masih merasa sangat marah ketika mengetahui bahwa serangannya hanya mampu menggelitik binatang roh tersebut.
Bahkan untuk Jie Yan, Gu Yuena dan Gu Yin yang berada di tempat jauh juga terkejut ketika melihat hal itu. Dan untuk Jie Yan, ia merasa bahwa dirinya masih terlalu meremehkan binatang roh gurita tersebut.
“Ayo pergi. Kita tidak mungkin melawan binatang roh gurita itu. Lebih baik kita mencari sesuatu yang berguna di tempat ini.” ucap Jie Yan saat ia menatap ke arah semua bangunan yang ada di pulau kecil tersebut. Tetapi, ia merasa bahwa apapun yang berharga di tempat itu berada di dalam air, kota yang telah tenggelam atau memang sedari awal kota itu memang berada di dalam air.
Jie Yan pun langsung bergerak ke arah dalam air dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Gu Yuena dan Gu Yin pun langsung mengikuti Jie Yan, tetapi keduanya merasa sedikit bingung karena keduanya mengikuti Jie Yan begitu saja.
Sedangkan untuk Han Chen, wajahnya sedikit muram karena ia ketahuan mengikuti walaupun ia tidak tau bahwa sedari awal Jie Yan, Gu Yuena dan Gu Yin telah mengetahui dirinya mengikuti dari belakang.
Selain itu, Han Chen semakin marah karena Gu Yin bahkan tidak melihatnya sedikitpun dan tampak begitu patuh mengikuti Jie Yan.
“Pangeran, apa yang akan kita lakukan?” Tanya salah satu bawahan Han Chen.
“Apa lagi yang harus kita lakukan? Apakah kau itu tolol? Ikuti mereka!” Teriak Han Chen sangat marah karena merasa bahwa bawahannya sangatlah idiot.
Kedua bawahan Han Chen merasa malu dan tidak lagi berni berbicara. Keduanya kini mengecilkan leher mereka karena takut Han Chen langsung memberi mereka berdua pelajaran yang menyakitkan.
Laut yang tampak sangat indah menurut Gu Yuena dan Gu Yin sebenarnya dianggap sangat berbahaya oleh Jie Yan. Alasan ia mengadakan itu, ini dikarenakan kemunculan tiba-tiba binatang roh gurita. Dengan kata lain, di dalam laut itupun, kemungkinan akan ada binatang roh yang tiba-tiba muncul. Namun, ia saat ini masih penasaran kenapa binatang roh gurita tersebut tidak masuk ke dalam air karena bisa dipastikan siapapun yang masuk ke dalam tidak akan bisa melarikan diri jika dia bergerak.
Tatapan Jie Yan menyusuri semua tempat dan mencari sesuatu yang tampak spesial ataupun janggal di kota bawah air tersebut.
“Jie Yan! Lihat di sana!” Teriak Gu Yuena saat menunjuk ke arah tertentu.
Mata Jie Yan dan Gu Yin pun tertuju ke arah tempat yang ditunjuk oleh Gu Yuena.
Di tempat yang tidak terlalu jauh, terlihat sebuah menara aneh. Tidak hanya itu, kedalaman air di tempat itupun tampaknya juga lebih dalam dari wilayah sekitarnya. Menara tersebut saat ini hanya terlihat di bagian atasnya.
Tetapi, siapapun tau bahwa menara itu pasti sangat tinggi dan bagian lainnya berada di lubang yang pasti sangat dalam.
Ketiganya pun langsung terbang ke arah menara yang hanya memperlihatkan ujungnya saja. Ketika mencapai menara tersebut, Jie Yan, Gu Yuena dan Gu Yin menatap ke arah bawah dan Ketiganya sama sekali tidak bisa melacak kedalaman dari lubang yang diisi oleh air tersebut.
“Tampaknya menara ini pasti sangat tinggi. Tetapi, kenapa disembunyikan di dalam lubang? Jika seseorang tidak melihatnya dengan cermat, mereka pasti akan berpikir bahwa tidak ada menara di sini.” ucap Gu Yuena.
Jie Yan dan Gu Yin tentu setuju dengan apa yang dikatakan oleh Gu Yuena.
Tetapi, ketika ketiganya hendak memasuki menara, sosok tiba-tiba keluar dari dalam jendela yang lumayan besar di puncak menara tersebut.
Wajah Jie Yan langsung serius seketika dan ini memang seperti yang ia pikirkan. Tetapi, ia masih tidak mengerti dari mana makhluk tersebut datang karena ia sebelumnya tidak bisa melacaknya. Jika binatang roh yang tiba-tiba keluar itu tidak menunjukkan dirinya, bisa dipastikan bahwa mereka tidak akan pernah melihatnya.
Dan jika binatang roh tersebut mencoba menyerang secara diam-diam, bisa dipastikan bahwa mereka akan mengalami luka. Meksipun bisa bertahan, mereka tidak akan bisa lolos dari cidera.
”Apa itu?” Gu Yuena tercengang ketika melihat binatang roh yang muncul tiba-tiba.
Binatang roh tersebut memiliki bentuk humanoid hiu berwarna biru pucat. Dia memiliki lima jari seperti manusia walaupun ada selaput khusus diantara jari-jarinya.
Kepala hiu dengan insang di pinggirannya, lengan yang memiliki sirip di dekat siku, serta ekor yang tidak terlalu panjang membuatnya tampak seperti manusia yang memiliki darah campuran dengan hiu.
Sebelum ada yang berbicara lagi, kekuatan dahsyat meledak seketika yang membuat semua air yang ada di sana berguncang.
Merasakan kekuatan tersebut, Jie Yan mau tidak mau memasang wajah suram karena kekuatan yang ditampilkan oleh binatang roh tersebut mencapai tingkat Alam Sage tahap ketujuh. Serta, dengan Medan yang sangat cocok untuk tempat hiu bertarung membuatnya menjadi semakin berbahaya.