
Bintang Brahma, Dimensi Kecil
“Jiwa seekor Naga!” ucap Jie Yan dengan wajah serius.
“Jiwa Naga?” Yu Mei tampak merenung karena tampaknya ia dahulu pernah mendengar tentang rumor seekor Naga.
Setelah berpikir beberapa saat, Yu Mei pun kembali berbicara, “Ya, dahulu sebelum para manusia berperang, beberapa Naga juga berperang di sini.”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Yu Mei, Jie Yan semakin yakin bahwa memang ada benda penting di tempat itu karena sebelum semua manusia memperebutkannya, para naga lebih dulu bertarung untuk mendapatkannya.
“Ayo pergi, kemungkinan di tempat pertarungan itu, adalah tempat apa yang mereka perebutkan.” ucap Jie Yan dan ia langsung terbang ke arah tempat jiwa-jiwa manusia melawan jiwa seekor naga.
Dalam waktu kurang dari lima menit, Jie Yan dan Yu Mei pun akhirnya mendekat.
Di kejauhan, Jie Yan dan Yu Mei menatap puluhan jiwa manusia yang cukup kuat, melawan jiwa raksasa yang merupakan jiwa seekor naga.
Pertempuran primitif itu membuat Jie Yan terdiam, meksipun begitu, kekuatan dahsyat dari kekuatan spiritual terus-menerus meledak ke segala arah.
Setiap kali salah satu jiwa manusia memukul jiwa naga, itu langsung menggigit tubuh jiwa naga.
Dan sama halnya untuk jiwa naga. Sudah dipastikan bahwa pertempuran yang terjadi sangat primitif karena mereka tidak memiliki akal sehat sama sekali.
“Jiwa-jiwa itu berada di kekuatan spiritual Kaisar Abadi tahap menengah dan akhir. Untuk jiwa Naga, itu memiliki kekuatan spiritual Kaisar Abadi tahap akhir.” Batin Jie Yan. Walaupun ia tidak takut, ia merasa bahwa itu sangat merepotkan.
Jie Yan melirik ke arah Yu Mei dan tidak langsung berbicara. Ia hanya menatap dengan serius menggunakan Mata Dewa, untuk melacak semua yang ada di sana.
“Aura ini..” Batin Jie Yan dan semua asal aura yang berada di Tanah Kematian itu memang bersumber dari suatu tempat di dekat pertempuran para jiwa manusia dan jiwa naga.
Tatapan Jie Yan tertuju pada bawah tanah, sumber dari semua kekuatan dan aura kematian yang berada di tempat itu berasal dari dalam tanah.
Walaupun begitu, Jie Yan tidak mampu menentukan posisi yang akurat karena jumlah qi Kematian yang ada di sana sangat padat.
Untuk memeriksa semua tempat, semua jiwa manusia dan naga itu harus dibereskan secepat mungkin.
“Tunggu..” Jie Yan menaikkan sedikit alisnya ketika merasakan sesuatu yang berdenyut di dalam cincin ruang miliknya. Ia pun langsung mengeluarkan benda yang tampak seperti koin dengan lambang tertera di permukaannya.
“Koin Jiwa Raja Naga! Kenapa ini memiliki reaksi tertentu di tempat ini?” Batin Jie Yan dengan mata menyipit dan ia langsung menduga bahwa itu berhubungan dengan jiwa naga yang sedang berperang dan saling melahap dengan semua jiwa manusia.
“Yu Mei, apakah kau bisa menghancurkan jiwa-jiwa manusia tidak berakal itu? Aku ingin melakukan sesuatu terhadap jiwa naga itu.” ucap Jie Yan.
“Ya, itu bukan masalah sama sekali.” Yu Mei mengangguk kecil tanpa berkomentar sama sekali.
Jie Yan tersenyum kecil karena tenaga kerja gratis memang sangat sulit untuk ditemukan. Bahkan untuk para Mercenaries mendapatkan banyak hadiah untuk melakukan pekerjaan.
Tanpa membuang waktu, Jie Yan pun menyelimuti tubuhnya dengan kekuatan spiritual karena hanya dengan begitu ia dapet menyerang jiwa.
Dan ini juga membuat Jie Yan tau betapa pentingnya kekuatan jiwa. Lagi pula, qi Raja juga diledakkan menggunakan kekuatan spiritual.
Jie Yan dan Yu Mei pun langsung terbang ke arah pertempuran yang terjadi.
Ketika keduanya mendekat, jiwa manusia dan jiwa naga langsung tersadar dan menyerang ke arah Jie Yan dan Yu Mei karena jiwa makhluk hidup merupakan hal yang jauh lebih baik dari pada jiwa bergentayangan bagi mereka semua.
Sementara itu, Jie Yan pun langsung menyerang ke arah jiwa naga menggunakan tangan kanannya yang membentuk cakar naga.
“Khaaa...”
Bam!
Cakar Jie Yan dan cakar naga pun langsung bertabrakan, kekuatan spiritual yang teramat dahsyat meledak beserta dengan qi Raja.
Jiwa naga itu pun langsung dihempaskan. Walaupun kekuatan spiritualnya kuat, tetap saja dia hanyalah jiwa. Untuk seseorang yang mampu menahan tekanan seperti Jie Yan, dia tidak akan mungkin mampu melawan.
“Teleportasi!”
“Waktu Kilat!”
Zhep!
Jie Yan langsung menghilang dan muncul tepat di atas jiwa naga yang terhempas. Ia pun langsung mengayunkan telapak tangannya, dan di telapak tangannya sudah ada Koin Jiwa Raja Naga yang dahulu ia beli melalui Yan Di.
Telapak tangan Jie Yan yang diselimuti oleh kekuatan spiritual yang cukup besar pun langsung menampar ke arah tubuh jiwa naga.
Bam!
“Khaaaa...” jiwa naga itupun meraung keras karena suatu sebab.
Koin Jiwa Raja Naga mengeluarkan cahaya besar, di saat itu juga, jiwa naga itupun langsing di tarik ke dalam.
Jie Yan menatap itu dengan heran karena tidak menyangka bahwa Koin Jiwa Raja Naga mampu melahap jiwa naga.
Walaupun jiwa naga masih memiliki perlawanan, itu hanya berlangsung kurang dari satu menit sebelum semua bagian jiwa naga diserap ke dalam Koin Jiwa Raja Naga.
Jie Yan mengambil Koin Jiwa Raja Naga yang perlahan jatuh ke arah bawah. Sinar cahaya aneh sebelumnya telah menghilang tanpa jejak, bahkan aura dari jiwa naga yang diserap tidak ada lagi.
“Koin Jiwa Raja Naga ini sangat aneh.” Gumam Jie Yan dan menyampingkan pemikirannya saat ini dan menatap ke arah Yu Mei yang sedang membantai jiwa-jiwa manusia satu persatu tanpa kesulitan sama sekali.
Saat menatap Jie Yan telah selesai, Yu Mei yang sudah sedikit bosan langsung membuat bunga aneh lalu api meledak dari bunga itu, menutupi banyak tempat, membakar semua jiwa tanpa akal menjadi abu.
“Sudah beres.” Yu Mei muncul di depan Jie Yan dengan senyum diwajahnya.
Jie Yan mengangguk kecil lalu mengaktifkan Mata Dewa, menatap ke semua tempat di permukaan tanah dengan cermat. Bahkan untuk dirinya sendiri yang memiliki Mata Dewa kesulitan melacak sumber aura kematian yang menyebar di udara, apa lagi jiwa yang hanya bergentayangan, mereka tidak akan pernah bisa menemukannya.
“Apakah kau sedang mencari sesuatu di dalam tanah?” Tanya Yu Mei dengan mata berkedip beberapa kali dan disaat itu juga, ia turun ke permukaan tanah.
“Apakah kau memiliki cara?” Tanya Jie Yan.
“Ya, tentu saja.” Balas Yu Mei saat ia menghentakkan kakinya lalu tanah bergetar dengan keras.
Jie Yan hanya terdiam saat menatap ke arah bawah menggunakan Mata Dewa karena ia dapat melacak secara samar ribuan akar tampak menjelajah ke semua tempat dengan kecepatan luar biasa.
Bisa dipastikan bahwa keahlian Yu Mei akan dengan mudah melacak segala sesuatunya di dalam tanah.