
Istana Bawah Laut
“Kakak! Bagaimana? Apa yang kau dapatkan? Aku dan suamiku mengalami peningkatan kultivasi. Tidak hanya itu, Kekuatan Es Hitam milikku juga bertambah sangat kuat!” Gu Yin berseru keras dan ia langsung bertanya manfaat apa yang diterima oleh sepupunya.
“Hm? Manfaat?” Gumam Gu Yuena. Ia pun merasakan bahwa kultivasinya meningkat, padahal ia belum lama ini menerobos ke tingkat Alam Sage tahap kelima dan sekarang ia telah mencapai tingkat Alam Sage tahap keenam. Tentu hal ini akan membuatnya sangat terkejut karena ia tau betapa lamanya mencapai tahap selanjutnya ketika mencapai tingkat Alam Sage tahap kelima.
Selain dari itu, Gu Yuena langsung menatap ke arah Trisula Takdir yang ada di tangan kanannya. Ia pun mencoba merasakan sesuatu dan memang ada koneksi yang sangat erat. Saat ini, ia merasa bahwa dirinya mampu mengendalikan qi Air yang sangat kuat selain dari qi Es miliknya yang juga meningkat.
Hal lainnya yang membuat Gu Yuena sangat terkejut, ketika ia menyalurkan qi ke Trisula Takdir, ia dapat melihat gambaran tertentu yang tumpang tindih dalam waktu singkat. Ia mencoba mengaliri qi dalam jumlah yang lebih besar tetapi hanya ada sedikit peningkatan tetapi itu langsung membuatnya kelelahan. Dari hal ini, ia sangat tau bahwa kekuatan apapun itu, ia harus mencari cara mengendalikannya suatu hari nanti karena merasa kekuatan yang berhubungan dengan Trisula Takdir pastilah sangat kuat.
Jie Yan sudah mengaktifkan Mata Dewa miliknya dan menatap aura konsep yang sangat misterius terpancar dari Trisula Takdir. Kekuatan itu sangat kuat sehingga ia merasa kesulitan melacaknya. Ia juga tidak tau kekuatan apa itu walaupun sebenarnya itu memiliki fungsi yang sedikit mirip dengan Mata Dewa miliknya.
“Banyak kekuatan yang aku terima.” Gu Yuena menangkan dirinya. Ia perlahan berdiri lalu mengaliri qi-nya kembali ke Trisula Takdir.
Bussssh!
Saat Gu Yuena mengayunkan Trisula Takdir, ledakan air langsung terjadi dikejauhan, dan tidak sampai sedetik kemudian, itu langsung membeku membentuk sebuah lotus es.
“Apa? Elemen Air? Walaupun kita memiliki unsur air, tetapi kita tidak bisa menggunakannya sampai ke level itu.” Gu Yin sangat terkejut dengan kemampuan yang ditampilkan oleh Gu Yuena. Dari hal itupun, ia tau bahwa sepupunya itu semakin kuat bertarung di level yang sama.
Untuk Jie Yan, ia hanya diam karena merasa bahwa kekuatan yang paling kuat diterima oleh Gu Yuena adalah sebuah Konsep walaupun Gu Yuena belum bisa mengendalikannya. Itu terlihat ketika Gu Yuena mencoba untuk menyuntikkan qi-nya ke dalam Trisula Takdir, dan itu menghasilkan kekuatan lain selain dari qi Air.
“Lalu, bagaimana denganmu?” Gu Yuena yang telah selesai bereksperimen, menatap ke arah Jie Yan yang masih duduk bersila.
Jie Yan perlahan berdiri lalu menjawab, “Ada beberapa hal peningkatkan selain dari Kultivasi. Tetapi aku tidak bisa menggunakannya dengan baik saat ini.”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Jie Yan, Gu Yuena langsung memakluminya karena ia juga mengalami hal yang sama.
Hanya Gu Yin yang menatap ke arah Jie Yan dengan mata berkedip beberapa kali, ini adalah isyarat tertentu tetapi ia menolak untuk bertanya. Ia tentu tau bahwa suaminya mencoba menyembunyikan sesuatu, dan itu kemungkinan rahasia besar.
Selain dari Lin Ming dan Lin Xi, yang kedua mengetahui sifat dan gerak-gerik Jie Yan adalah Gu Yin, lalu setelah itu Huan Caiyi.
“Ayo kita pergi dari tempat ini. Apa kalian tau berapa lama waktu Istana Bawah Laut ditutup kembali?” Tanya Jie Yan sebelum ia bergerak.
Gu Yuena mengeluarkan jam pasir yang tidak akan membeku di dalam cincin ruang. Itu terus menunjukkan waktu yang telah terlewati. “Sekitar dua minggu.”
Ketika keluar dari menara aneh tersebut, Jie Yan pun menatap ke arah tempat binatang roh gurita berada. Ia dapat melihat bahwa dia masih berada di sana. Namun, menggunakan Mata Dewa, ia merasa sedikit ngeri karena kekuatan yang terkandung di dalam tubuh binatang roh gurita tidak hanya qi, melainkan konsep.
Karena tau betapa berbahayanya binatang roh gurita tersebut, Jie Yan pun bergegas ke arah jalan keluar diikuti oleh Gu Yuena dan Gu Yin yang merasa bingung kenapa Jie Yan tiba-tiba pergi dengan buru-buru. Tetapi keduanya tidak bertanya sama sekali karena merasa bahwa Jie Yan tidak sabar untuk keluar lalu mengunjungi tempat selanjutnya.
Jalur yang mereka lewati sama persis dengan jalan masuk tetapi tidak ada halangan sama sekali. Dengan kecepatan mereka saat ini, bisa dipastikan akan mencapai luar dalam waktu kurang dari setengah jam.
Jalan yang mereka lalui akhirnya menuju ke arah atas. Di saat ketiganya keluar, mereka pun tiba di tempat yang cukup sepi, itu adalah sebuah danau kecil yang tampak kering. Tetapi, setelah itu, air perlahan keluar dari jalan yang mereka lewati.
“Di mana ini? Yin'er, apakah kalian memiliki peta Istana Bawah Laut?” Tanya Jie Yan menatap ke arah Gu Yin.
Gu Yin memasang wajah malu-malu karena ia ingat bahwa Gurunya pernah memberikan peta, terapi ia langsung membuangnya. Meskipun peta itu hanya hanya mencakup sedikit tempat, itu pasti berguna juga. Alasan ia membuangnya karena merasa tidak perlu menggunakan peta dan ia ingin bergerak secara acak untuk menenangkan dirinya karena terus memikirkan Jie Yan.
Jie Yan langsung paham hanya melihat wajah malu-malu Gu Yin. Ia pun menatap ke arah Gu Yuena karena merasa bahwa hanya Gu Yuena yang bisa diandalkan saat ini.
Paham dengan tatapan Jie Yan, Gu Yuena pun mengeluarkan peta, peta tersebut mencakup setidaknya 30% area Istana Bawah Laut karena belum pernah ada yang menyusuri semua tempat.
Setelah memeriksa peta dan daerah sekelilingnya di udara, Gu Yuena langsung tau di mana mereka berada saat ini.
“Kita sedang berada di dekat salah satu gerbang teleportasi yang akan membawa kita keluar. Ada beberapa tempat yang menarik di peta ini. Apakah kau tertarik?” Tanya Gu Yuena saat menatap ke arah Jie Yan.
“Beberapa? Tempat apa saja itu?” Tanya Jie Yan.
“Yang pertama adalah Palung Laut. Di sana terdapat sumber daya laut yang tak ada habisnya. Kemungkinan 30% generasi muda yang masuk ke sini akan pergi ke sana.”
“Tempat kedua adalah Kuil Iblis Laut. Aku tidak terlalu tau tentang tempat ini. Tetapi dari apa yang dikatakan Guruku, itu adalah tempat yang cukup berbahaya, di isi oleh binatang roh laut ganas yang menyerupai iblis.”
“Tempat ketiga adalah Reruntuhan Atlantis, ini adalah wilayah yang paling luas. Hanya sedikit dari para kultivator yang akan datang ke sana walaupun banyak rumor bahwa tempat itu juga berisi sumber daya melimpah.”
Setelah itu, Gu Yuena pun mengatakan empat tempat lainnya lalu ia berhenti karena menunggu untuk melihat tempat apa yang ingin di datangi oleh Jie Yan.
Mendengar semua tempat, Jie Yan berpikir untuk beberapa saat lalu ia pun memutuskan untuk pergi ke tempat yang menurutnya cukup misterius.
“Ayo kita pergi ke Reruntuhan Atlantis!”