
Bintang Tianyu, Sekte Pedang
Setelah Jie Yan mengatakan ingin mengambil misi memburu eksistensi misterius yang di duga adalah binatang roh, Tetua tersebut terdiam karena itu merupakan misi yang paling sulit bahkan dari pada menjatuhkan sebuah Kerajaan kecil.
Ini dikarenakan jumlah kultivator tingkat Penguasa Abadi tahap menengah yang hilang sangatlah banyak, dibandingkan dengan misi lainnya, misi lain hanya perlu menjatuhkan satu kultivator tingkat Penguasa Abadi tahap menengah, itu pun dalam kategori terlemah.
“Baik. Aku akan memproses misi yang kau ambil. Selain dari itu, misi ini akan menghadiahimu 1.000.000 batu roh kelas atas jika selesai dalam waktu satu tahun.” ucap Tetua tersebut saat langsung memproses misi untuk Jie Yan.
Jie Yan hanya menunggu dan beberapa saat kemudian, salinan dari misi pun diberikan kepadanya dan ia pun langsung pergi dari Aula Misi setelah berpamitan kepada Tetua.
“Jie Yan, kenapa Yun Che itu memasuki Sekte Pedang Utama sementara kau yang menang kompetisi tidak pergi ke sana? Hm! Sekte ini sungguh tidak memiliki mata untuk melihat seseorang!” ucap Xia Yue'er dengan nada tidak puas.
Jie Yan tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan Xia Yue'er. “Yue’er, itu tidak masalah sama sekali karena sedari awal, aku tidak akan terlalu berfokus pada sebuah Sekte. Aku hanya ingin meningkatkan kekuatan ke titik tertentu agar dapat berpergian dengan bebas di Alam Abadi.”
“Setidaknya aku harus mencapai tingkat Raja Abadi. Akan mudah bagiku bepergian ke Alam Abadi tingkat tinggi lainnya.” ujar Jie Yan.
Mendengar itu, Xia Yue'er hanya bisa diam.
Jie Yan pun langsung bergegas ke arah gerbang Sekte Pedang. Jarak tempuh ke Kekaisaran Shi jika tidak menggunakan alat transportasi udara membutuhkan waktu beberapa minggu menggunakan kekuatannya saat ini. Jika ia telah mencapai tingkat Penguasa Abadi, bisa dipastikan bahwa mungkin hanya butuh satu minggu mencapai Kekaisaran Shi.
Saat keluar dari gerbang Sekte Pedang, beberapa sosok yang berada di dekat gerbang memperhatikan Jie Yan lalu langsung pergi ke dari tempat itu untuk memberikan informasi tentang Jie Yan yang telah pergi dari Sekte.
Dengan kecepatan penuhnya, Jie Yan terus bergerak ke arah Kekaisaran Shi berada. Ia bisa saja terbang, tetapi ia lebih memilih bergerak di darat karena merasakan perasaan tidak enak jika terbang.
**
Di suatu tempat tidak jauh dari Kekaisaran Shi, terdapat sebuah bangunan sederhana di kota kecil, banyak kultivator kuat berada di sana. Sebagian besar dari mereka adalah kultivator tingkat Jiwa Abadi tahap puncak. Dan hampir seperempat dari mereka adalah kultivator tingkat Penguasa Abadi tahap awal.
Sosok berjubah tiba-tiba muncul di di depan bangunan sederhana itu. Ia masuk perlahan ke bangunan sederhana namun cukup luas dan panjang.
Dan tempat itu adalah tempat pengumpulan informasi bagi para kultivator. Sosok berjubah tersebut pun berjalan ke arah tempat tertentu, di sana terlihat seorang pria yang duduk kursi dengan minuman keras di meja dihadapannya.
“Target telah keluar dari Sekte Pedang. Selain dari itu, ada kabar bahwa Tetua Kelima mengirim muridnya untuk memburu target.” ucap sosok berjubah.
Pria yang duduk di kursi mengambil botol minuman di meja lalu langsung meminumnya tanpa henti sampai botol tersebut kosong. Setelah itu, ia pun perlahan berdiri lalu melempar botol ke arah lantai.
Tidak ada yang peduli dengan aksi pria tersebut karena hal seperti sudah biasa di dalam tempat tersebut.
“Bos sudah mengatakan bahwa dia telah menerima deposit dari Tetua Kelima. Tetapi tampaknya dia ingin mencoba membunuh target agar sisa biaya pembayaran tidak dihitung. Tetapi tidak masalah, ayo pergi! Target bernilai 20.000.000 batu roh kelas atas. Jika murid Tetua Kelima menghalangi, kita hanya perlu membereskannya!” ucap pria yang tampak hendak mabuk tersebut lalu berjalan ke arah luar bangunan tersebut diikuti oleh pria berjubah.
Keduanya pun langsung bergerak ke arah Sekte Pedang berada, keduanya ingin mencari rute yang diambil oleh Jie Yan karena keduanya ingin membereskan Jie Yan dalam perjalanan.
**
Sementara itu, di Sekte Pedang, Qing Mu yang saat ini telah mencapai tingkat kultivasi Penguasa Abadi tahap menengah, sudah mengambil misi di luar Sekte Pedang. Namun nyatanya itu hanyalah fasad karena ia ingin mengejar Jie Yan yang belum lama pergi.
“Tingkat Kultivasiku saat ini telah mencapai Penguasa Abadi tahap menengah! Walaupun kekuatanku tidak mencapai level itu, bajingan Jie Yan itu tidak akan dapat melawanku!” ucap Qing Mu dingin. Saat ini aura tampak jahat merembes dari dalam tubuhnya tanpa sadar.
Pil yang di konsumsi oleh Qing Mu memang pil jahat, itu juga memberikan kepribadian yang melenceng setelah selesai mengkonsumsi pil.
**
Jie Yan tidak tau bahwa para pemburu telah bergerak untuk mengincarnya. Sedari awal, ketika merasakan firasat buruk, ia langsung mengubah rute beberapa kali. Ia tidak tau mengapa ia merasa ia harus melakukan itu tetapi ia mengikuti instingnya.
Xia Yue'er juga menyadari bahwa Jie Yan terus-menerus merubah rute perjalanan. Tetapi ia tidak bertanya sama sekali tentang hal itu.
Waktu terus berlalu, tanpa sadar Jie Yan telah bergerak selama lebih dari seminggu dari Sekte Pedang. Di dalam perjalanan, ia beberapa kali bertemu dengan bandit lalu ia membereskannya.
Karena rasa waspada yang tiba-tiba muncul dihatinya, Jie Yan tidak pernah melewati kota-kota kecil ataupun desa.
“Apakah kita masih lama sampai di tempat misi?” Tanya Xia Yue'er dengan nada bosan yang sedang duduk di kursi VIP-nya.
“Lebih dari seminggu. Aku merubah rute beberapa kali sehingga perjalanan pasti akan lebih lama.” jawab Jie Yan. Ia sama sekali tidak terburu-buru karena ia memiliki waktu satu tahun menyelesaikan misi agar hadiah yang diterima lebih besar. Walaupun itu selesai dalam dua tahun, itu tidak memengaruhi dirinya menjadi murid inti. Hanya saja, hadiahnya akan lebih kecil.
“Kenapa kau merubah rute beberapa kali?” Tanya Xia Yue'er heran.
“Aku merasa bahwa ada yang mengincar kita saat ini. Yang pertama, aku menduga bahwa itu pasti berhubungan dengan Tetua Kelima. Aku juga berniat mengulur waktu agar aku dapat menembus kultivasi ke tahap selanjutnya. Mungkin dalam seminggu lagi, aku akan bisa kembali menerobos.” ujar Jie Yan.
“Kau ingin menerobos lagi?” Xia Yue'er sedikit tidak puas. Ia juga ingin menerobos tetapi Xiao Ziya pasti akan mengganggunya dan mengatakan bahwa itu belum saatnya.
“Ya. Ini juga dikarenakan misi. Jika terkait misi, mungkin dalam setengah tahun aku akan mencapai tingkat Penguasa Abadi. Namun, karena aku merasakan firasat buruk, aku ingin menerobos secepatnya.” jawab Jie Yan.
“Jika memang benar ada orang yang di kirim oleh Tetua Kelima itu, kita hanya perlu membereskannya!” ucap Xia Yue'er bangga karena ia ingin memamerkan level kekuatannya saat ini.
Jie Yan tidak berbicara lagi dan terus bergerak. Ketika malam tiba, karena sudah seminggu ia bergerak tanpa henti, ia pun memutuskan untuk berhenti untuk berisitirahat mengisi kembali energinya.
Setelah membuat api dan membakar beberapa daging, setelah makan setelah sekian lama, Jie Yan pun bermeditasi memulihkan kekuatannya. Sementara untuk Xia Yue'er, ia hanya berbaring dengan bosan di pangkuan Jie Yan.
Saat Jie Yan sedang bermeditasi, Xiao Ziya yang berada di Ruang Jiwa pun membuka matanya lalu menatap ke arah tertentu. Ia mengerutkan sedikit keningnya lalu mencoba melacak ke arah kejauhan.
“Tidak baik..!” Batin Xiao Ziya dan langsung menghubungi Jie Yan.
“Jie Yan, dari arah Utara, ada satu kultivator yang mendekat. Aku pernah merasakan auranya. Kultivasinya berada di tingkat Penguasa Abadi tahap menengah! Dan juga, ada aura yang sangat jahat pada tubuhnya!” ucap Xiao Ziya.
Jie Yan yang bermeditasi, langsung membuka matanya. Ia berdiri secara langsung yang membuat Xia Yue'er terkejut.
“Apa yang terjadi?” Tanya Xia Yue'er serius ketika ia melihat wajah Jie Yan yang sedikit muram.
“Yue’er, ada yang mendekat! Dia memiliki tingkat kultivasi Penguasa Abadi tahap Menengah! Itu bukan sesuatu yang dapat kita lawan saat ini!” jawab Jie Yan saat ia mengambil Xia Yue'er lalu mengeluarkan sayapnya. Ia pun langsung terbang ke arah Kekaisaran Shi berada dengan kecepatan penuhnya.
Sementara itu, di jarak yang tidak terlalu jauh, sosok yang tidak lain adalah Qing Mu terus terbang. Intuisinya mengatakan bahwa Jie Yan melewati tempat itu karena beberapa kali, ia melihat beberapa kelompok bandit yang di bereskan di tengah jalan.
Setelah bergerak cukup cepat selama sepuluh menit, Qing Mu melihat di bawah bahwa ada api unggun kecil dan ia pun menyeringai kejam. Ia langsung menyebarkan kekuatan spiritualnya sejauh mungkin lalu melacak beberapa aura yang ia kenal.
“Akhirnya aku menemukanmu! Kau tidak akan bisa lolos dari tanganku, Jie Yan!” ucap Qing Mu dan langsung meningkatkan kecepatannya ke level maksimal untuk mengejar Jie Yan yang pergi tidak sampai sepuluh menit yang lalu.