
Bintang Tianyu, Sekte Pedang
Waktu terus berlalu setelah Jie Yan memasang taruhan pada dirinya sendiri. Ia kembali ke kursi peserta dan menemukan Yun Che masih berada di sana yang artinya dia tidak tertarik sama sekali dengan taruhan.
Setelah setengah jam waktu berlalu, babak semifinal pun akhirnya dimulai. Tetua Pertama perlahan melayang ke tengah arena.
“Maaf membuat kalian menunggu. Semifinal kompetisi babak ketika akan dimulai! Peserta Qing Mo dan Jie Yan diharapkan naik ke arena!” Suara Tetua Pertama memenuhi arena yang membuat para penonton bersorak keras.
Jie Yan berdiri perlahan lalu berjalan ke arah arena kompetisi dengan perlahan.
Ketika Jie Yan terlihat, para murid Sekte Pedang bersorak keras terutama para murid wanita yang telah terpesona dengan Jie Yan.
“Akhirnya dimulai! Saudaraku, siapa menurutmu yang akan menang dalam pertandingan kali ini?” Kaisar Shi yang menatap Jie Yan, bertanya dengan nada penasaran.
Qing Long terdiam dalam waktu yang lama. Dalam pikirannya, walaupun Jie Yan mampu menggunakan Belitan Qi Raja, kultivasinya tetap lebih rendah. Selain dari itu, lawan Jie Yan adalah Qing Mo, talenta yang sudah dipastikan akan menjadi murid inti. Selain dari itu, kemampuan Qing Mo sudah dikenal luas, kemampuan yang diturunkan dari Tetua Pertama, Tetua terkuat saat ini.
Semua Tetua telah mengakui kemampuan Qing Mo, walaupun sedikit lebih rendah dari Qing Lan Yu, tetap saja Qing Mo memiliki keunggulannya tersendiri.
“Persentase kemenangan untuk Qing Mo mencapai 65%. Ini dikarenakan keterampilan pedang yang berkaitan dengan kekuatan tubuh milik Qing Mo. Jika dikatakan Qing Lan Yu ahli dalam ilmu pedang tipe kecepatan, maka Qing Mo adalah ahli pedang yang ahli dalam hal kekuatan!”
“Setiap serangannya mampu menghabisi siapa saja di tingkat yang sama hanya dengan satu serangan. Bahkan Qing Lan Yu tidak berani menerima serangan Qing Mo secara langsung!” ujar Qing Long saat menganalisis kemampuan Qing Mo.
“Oh? Ahli pedang tipe kekuatan? Tetapi, kenapa Qing Mo terlihat menggunakan pedang biasa?” Tanya Kaisar Shi saat menatap pedang di pinggang Qing Mo.
“Jangan salah saudaraku, walaupun pedang Qing Mo memiliki bentuk biasa seperti pedang pada umumnya, berat pedang itu mencapai berat gunung kecil yang sebenarnya. Bahkan beberapa Tetua tidak mampu mengangkat pedangnya dengan benar.” ujar Qing Long.
Alis Kaisar Shi naik sedikit karena tidak menyangka bahwa pedang Qing Mo akan seberat itu. Walaupun untuk dirinya berat gunung itu biasa saja, untuk tingkat Jiwa Abadi dan Penguasa Abadi, itu pasti sangatlah berat.
Tetua Aula Penegak Hukum juga setuju dengan pendapat Qing Long. Ia telah pernah mengangkat pedang Qing Mo dan memang benar bahwa pedang itu sangat berat tetapi Qing Mo dengan mudah mengayunkannya dengan bebas. Dapat terlihat kekuatan otot raksasa yang dimiliki oleh Qing Mo dapat melakukan itu.
Di arena, Jie Yan dan Qing Mo telah saling berhadap-hadapan.
“Apakah kalian berdua siap?” Tetua Pertama bertanya ketika melihat ke arah Jie Yan dan Qing Mo.
“Ya.”
“Tidak perlu membuang waktu lagi, pertandingan semifinal antara Qing Mo dan Jie Yan, dimulai!” Teriak Tetua Pertama.
Setelah itu, Jie Yan langsung mengeluarkan pedangnya dan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Qing Mo. Walaupun ia yakin dapat menang, ia tidak akan meremehkan lawan sama sekali.
Jie Yan mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ketika ia tiba di depan Qing Mo.
Untuk Qing Mo, kilatan tertentu terlihat dimatanya dan ia langsung menarik pedangnya dari sarungnya ke arah atas.
Trang!
Jie Yan yang menyerang menatap pedang berwarna hitam legam di tangan Qing Mo. Ketika ia membuka Mata Dewa, pupilnya sedikit menyusut karena komponen pedang Qing Mo sangat padat, seperti jutaan pedang dipadatkan menjadi satu pedang.
“Rekanmu yang bernama Yun Che itu yakin bahwa aku akan kalah di tanganmu. Maka, aku akan menunjukkan kekuatan ahli pedang yang telah diakui oleh banyak murid!” ucap Qing Long. Ia langsung menepis pedang Jie Yan ke samping dengan mudahnya.
Bom!
Ketika kedua pedang membentur permukaan arena, itu langsung membuat lubang yang cukup dalam.
Jie Yan mengerutkan keningnya karena sudah memprediksi bahwa pedang Qing Mo memang tidak sederhana kelihatannya.
“Ilmu Pedang Berat, Kehancuran Bumi!”
Qing Mo menarik pedangnya dengan kecepatan tinggi lalu mengayunkannya sekuat tenaga ke arah Jie Yan.
Dengan Mata Dewa, Jie Yan tentu tidak akan mau menerima serangan itu secara langsung kecuali ia memasuki bentuk yang berasal dari darah Naga Hitam Kehancuran.
Sraing!
Blar!
Ketika pedang Qing Mo menabrak permukaan tanah, itu membuat gelombang kejut mengerikan, semua yang ada di depan pedang itu hancur berantakan ke arah ujung arena.
Jie Yan yang menghindari serangan itu, sedikit terkejut karena hanya dengan ayunan pedang itu saja, ia yakin setiap ahli pedang biasa tingkat Jiwa Abadi tahap puncak akan menderita berat.
“Seni Rahasia, Bilah Teleportasi Pemecah Ruang!”
Di jarak hampir dua puluh meter, Jie Yan langsung mengayunkan pedangnya.
Sraing!
Di sekitar Qing Mo, bilah pedang muncul secara tiba-tiba. Bilah pedang itu cukup banyak tetapi Qing Mo tetap tenang.
“Ilmu Pedang Berat, Tebasan Gelombang Kekuatan Niat Pedang!”
Sraing!
Qing Mo mengayunkan pedangnya secara horizontal tepat ke arah Jie Yan.
Aura berwarna emas mencakup arena luas melesat dan menghancurkan semua bilah yang dilancarkan oleh Jie Yan. Aura tersebut terus melesat ke arah Jie Yan tanpa henti.
“Niat pedang dipadatkan sedemikian rupa? Berapa banyak niat pedang yang bisa dihasilkan oleh orang ini?” Jie Yan tercengang karena menghasilkan niat pedang membutuhkan energi fisik murni serta kekuatan mental yang sangat besar.
Jie Yan menaruh pedangnya ke belakang lalu mengayunkannya ke arah depan sekuat tenaga yang ia bisa setelah melapisi pedangnya dengan niat pedang dan konsep Kehancuran murni.
Sraing!
Blar!
Ketika pedang Jie Yan berbenturan dengan serangan Qing Mo, ia langsung di dorong mudur yang membuktikan bahwa serangan Qing Mo mampu menghancurkan gunung kecil secara langsung.
Zhep!
Qing Mo telah mengambil kesempatan menyerang ketika melihat hal itu, ia menghilang seketika dan muncul di atas Jie Yan lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga. Saat ini pedangnya tampak membesar dan berubah warna menjadi warna emas karena niat pedang yang sangat banyak di padatkan ke pedangnya.
“Ilmu Pedang Berat, Tebasan Penghancur Bumi!”
“Kekuatan Naga!”
“Belitan Qi Raja!”
Jie Yan yang memiliki kecepatan setara dengan Qing Mo tentu mampu melihat pergerakan Qing Mo dan ia langsung mengayunkan pedangnya dari arah bawah ke atas.
Trang!
Bom!
Setengah arena langsung cekung ke arah bawah ketika Jie Yan menahan tebasan tersebut secara langsung.
“Apa?” Qing Mo yang awalnya yakin dengan kekuatannya, melebarkan matanya dalam sekejap saat melihat Jie Yan mampu menahan tebasannya secara langsung.
Bahkan para eselon atas Sekte Pedang sangat terkejut. Apa lagi ketika melihat Jie Yan di tutupi oleh sedikit sisik seperti ular serta petir yang terus memercik dari tubuhnya.
Zrrrrt! Zrrrrt! Zrrrrt!
Niat pedang bersama dengan qi Raja meledak terus-menerus ke semua arah yang membuat arena mengalami banyak retakan.
“Kau memang memiliki kekuatan yang sangat mengerikan! Tetapi, itu bukan sesuatu yang menjadi kelemahanku!” Jie Yan yang masih menahan tekanan dari Qing Mo, berkata dengan seringai lebar diwajahnya.
“Seni Rahasia, Tebasan Dimensi!”
Jie Yan mengerahkan semua kekuatannya dan langsung menekan pedang sekuat tenaga.
“Apa?” Qing Mo semakin terkejut karena ia sedikit kalah dalam hal kekuatan dengan Jie Yan.
Crang!
Jrezh!
Qing Mo terpental ke udara. Ia menggertakkan giginya dan darah tampak menetes keluar dari mulutnya.
Belitan Qi Raja Jie Yan langsung menyerangnya secara internal yang membuat kerusakan tertentu di organ dalam tubuhnya.
“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”
Wusssh!
Enam sayap terbuat dari qi muncul di punggung Jie Yan dan ia langsung menyerang sekuat tenaga yang ia bisa ke arah udara.
Sraing!
Jrezh!
Jie Yan muncul di jarak pulan meter di udara setelah menyelesaikan tekniknya. Tetapi ia sedikit mengerut karena Qing Mo masih bisa menahan tebasan tersebut.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Zhep!
Jie Yan muncul di permukaan arena bersamaan dengan Qing Mo yang mendarat.
Qing Mo menyeka darah dari sudut bibirnya lalu menatap Jie Yan dengan serius. Kali ini keunggulan yang ia banggakan tampak tidak berdaya di depan Jie Yan.
“Apa itu?” Kaisar Shi menatap ke arah Jie Yan yang di tutupi oleh sedikit sisik aneh.
“Klan Naga? Tidak, para naga hanya mampu menggunakan mode naga penuh dan setengah naga. Itu pasti keterampilan yang mengambil bentuk fisik binatang roh tertentu!” Qing Long membuat Spekulasi ketika melihat Jie Yan.
Kaisar Shi mengerutkan keningnya karena memikirkan apa yang dikatakan oleh Qing Long. Tetapi ia merasa bahwa itu tidak sesederhana kelihatannya. Ia memang telah mendengar tentang Klan Naga yang muncul di Wilayah Utara Alam Abadi, tetapi informasi itu bukan seperti milik Jie Yan.