
Istana Bawah Laut
Su Xiao memasang wajah yang sangat jahat ketika menatap ke arah Jie Yan dan Gu Yin yang telah mendekat ke tempatnya berada.
Blar!
Tiba-tiba saja, petir emas menyambar dari langit. Di saat itu juga, terlihat satu sosok yang perlahan melayang ke udara. Tubuhnya terus-menerus diselimuti oleh petir emas yang sangat liar. Wajahnya terlihat sangat pucat, dan banyak luka yang meneteskan darah dari tubuhnya yang menguap ke udara ketika dibakar oleh petir yang dihasilkan oleh tubuhnya sendiri.
Sosok yang tidak lain adalah Zhu Shi menggertakkan giginya dengan kuat sampai-sampai terdengar. Hanya Su Xiao yang menurutnya paling sulit dihadapi diantara para jenius generasi muda. Ini karena keduanya berfokus pada kecepatan.
Untuk Zhu Shi, karena ia pengguna elemen petir emas, ia berfokus pada kecepatan dan akurasi penyerangan sehingga kedua kemampuan itu tidak mencapai puncak yang sebenarnya.
Sedangkan untuk Su Xiao, dia murni kultivator pengguna kecepatan sehingga kecepatannya lebih tinggi dari Zhu Shi. Namun, dengan kecepatan, daya ledakan serangan juga meningkat drastis.
“Sial! Walaupun pertahananku lebih tinggi karena dapat menggunakan qi Petir untuk bertahan, tetap saja tidak ada artinya jika diserang terus-menerus tanpa bisa menghindar!” Batin Zhu Shi sangat marah. Ia pun melirik ke arah tertentu dan sangat ingin mengambil benda yang mereka perebutkan. Tetapi ia sadar bahwa saat ini ia harus mengalahkan Su Xiao lebih dulu.
Namun, Zhu Shi mengerutkan keningnya ketika melihat Jie Yan dan Gu Yin yang mendekat ke arah tempat pertempuran terjadi.
“Apakah keduanya bodoh atau apa? Walaupun kalian berdua kuat dan memiliki kemampuan tempur melewati tahap kultivasi, Su Xiao adalah kultivator yang sangat berbeda!” Batin Zhu Shi. Ia tidak akan mau menyerang seseorang secara sembarang, tetapi tidak untuk Su Xiao karena Zhu Shi sangat tau bagaimana sifat sejati Su Xiao.
Ketika Jie Yan dan Gu Yin berhenti di udara dan menatap kedua petarung, ia hanya tampak sedikit tertarik karena sebelumnya melihat dengan Mata Dewa keduanya bertarung, dan itu adalah pertarungan mengandalkan kecepatan.
“Kekuatan keduanya sangat tinggi. Sangat dekat dengan Han Chen. Tetapi, jika pertarungan hidup dan mati, Han Chen pasti keluar sebagai pemenang karena memiliki keunikannya sendiri.” Batin Jie Yan saat ia membandingkan kekuatan Su Xiao dan Zhu Shi dengan Han Chen yang pernah ia kalahkan sebelumnya.
Jika itu dirinya sebelum menembus tingkat Alam Sage tahap keenam, Jie Yan tidak yakin bisa menang melawan Su Xiao ataupun Zhu Shi. Tetapi saat ini, ia yakin menang walaupun membutuhkan waktu menjatuhkan salah dari dari keduanya jika pertarungan pecah.
“Zhu Shi, ayo kita selesaikan ini, aku memiliki urusan yang harus diselesaikan lebih dulu!” ucap Su Xiao dengan wajah arogan saat tubuhnya bersinar terang layaknya bola cahaya berwarna emas.
“Berhentilah bersikap arogan, Su Xiao!” Teriak Zhu Shi saat ia mengepalkan kedua tangannya. Di saat itu juga, urat-urat muncul di permukaan kulitnya dan ia langsung bergerak layaknya sebuah Sambaran petir.
Blar!
Melihat Zhu Shi menggunakan kecepatan melampaui yang bisa ditanggung oleh tubuhnya sendiri, Su Xiao hanya mendengus. Ia pun mengerahkan kecepatan yang melampaui batas karena jika ia tidak melakukan itu, maka kecepatan Zhu Shi akan setara dengannya.
Wusssh!
Bom! Bom! Bom!
Pertarungan keduanya terus berlanjut. Di saat bentrokan menggunakan keterampilan tubuh selesai, keduanya mengeluarkan senjata masing-masing dan bentrokan terus berlanjut.
Melihat pertarungan itu, Gu Yin langsung berbicara, “Kecepatan Su Xiao lebih tinggi. Tetapi pertahanan Zhu Shi lebih tinggi. Pertarungan ini akan menjadi jalan buntu. Jika Su Xiao mendapatkan kesempatan, kemenangan pasti berada di tangannya.”
Analisis Gu Yin tentu disetujui oleh Jie Yan. Ia juga telah berpikir bahwa pertarungan akan menjadi seperti yang dikatakan oleh istrinya.
Jie Yan menatap ke arah lainnya dan ia pun langsung tersenyum karena sudah tau apa sebenarnya yang diperebutkan oleh keduanya.
“Ya. Tetapi suami, kau juga memiliki atribut Petir Hitam sebelumnya. Itu pasti berguna bagimu. Walaupun petir yang berbeda, kau pasti mendapatkan hasil dengan mempelajari konsep dari baru konsep Petir itu.” ujar Gu Yin.
“Seperti yang diharapkan dari istriku, dia pasti telah memikirkan hal ini juga.” ucap Jie Yan dengan wajah cerah saat memuji Gu Yin.
Mendengar pujian Jie Yan, Gu Yin menggeliat di tempat dengan cara yang aneh karena ia langsung terlena oleh pujian suaminya.
“Ayo, kita akan memanen batu konsep itu.” ucap Jie Yan saat ia perlahan terbang ke tempat tambang batu konsep Petir mengabaikan Gu Yin yang sedang berada dalam dunia fantasinya sendiri.
Ketika Jie Yan dan Gu Yin telah tiba di dekat tambang batu konsep Petir, Su Xiao yang sedang melawan Zhu Shi memasang wajah yang sangat marah. Walaupun ia tidak bisa mempelajari konsep Petir, tetap saja itu akan dijual sangat mahal. Bahkan para kultivator puncak akan mau membayar harga yang sangat mahal karena batu konsep sangatlah langka di Benua Saint.
Sedangkan Zhu Shi yang sedang berusaha payah melawan Su Xiao tidak bisa berkata-kata karena tampaknya Jie Yan dan Gu Yin mencoba memprovokasi dirinya dan Su Xiao.
“Bajingan Jie Yan sialan! Setelah kau memprovokasi Sekte Cahaya Suci, kau juga ingin mencari masalah denganku?” Su Xiao semakin marah saat ini dan ia pun langsung mundur dari petarungnya melawan Zhu Shi lalu bergerak ke arah Jie Yan.
Sementara Zhu Shi, wajahnya muram. Walaupun mungkin Jie Yan mencoba memprovokasinya, ia tidak peduli sama sekali. Awalnya, ia berencana untuk membawa Jie Yan ke kubunya dan bergandengan tangan melawan Su Xiao dengan iming-iming pembagian batu konsep Petir. Tetapi ia tidak menyangka bahwa Jie Yan akan langsung bergerak untuk memanen batu konsep Petir.
“Awas! Su Xiao datang ke arahmu!” Teriak Zhu Shi saat ia bergerak dengan kecepatan penuhnya mengejar Su Xiao tetapi ia tertinggal jauh yang membuatnya sangat muram.
Jie Yan dan Gu Yin sedikit terkejut bahwa Zhu Shi tampaknya memperingati mereka.
Wusssh!
Seperti sebuah cahaya yang di tembakkan, Su Xiao pun muncul tepat di samping Jie Yan sambil berkata dengan nada dingin, “Apakah kau pernah di tendang dengan kecepatan cahaya?”
Jie Yan hanya melirik ke arah Su Xiao. Mata Dewa miliknya bergerak sangat cepat dan dapat melihat kecepatan Su Xiao dengan sangat jelas.
“Tendangan Ringan Kecepatan Cahaya!”
Ketika sebuah kaki hendak menabrak kepala Jie Yan, ia pun langsung bergerak juga.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Dung!
Jie Yan keluar dari portal dan muncul tiba-tiba di belakang Su Xiao yang baru selesai mengayunkan kakinya.
“Apakah kau pernah di tendang dengan kecepatan yang lebih tinggi dari kecepatan cahaya?” ucap Jie Yan saat mengayunkan kakinya sekuat tenaga ke arah kepala Su Xiao.
Su Xiao yang awalnya mengejek Jie Yan yang mencoba memprovokasinya pun ketakutan ketika mendengar suara Jie Yan yang tiba-tiba muncul di belakangnya. Ketika ia ingin bergerak, rasa sakit luar biasa pun tercetak di pipinya.
Bam!