Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Menjelajahi Padang Pasir


Bintang Tianyu, Makam Pedang


Roh Artefak yang tampak kesal setiap saat, merasakan bahwa sebuah pintu telah di buka di Artefak yang ia kelola. Ia memfokuskan pikirannya dan menatap pintu apa yang telah dibuka.


Namun, ketika melihat bahwa Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya telah masuk ke dalam, wajahnya sedikit jelek.


“Pertama Tetua Agung Sekte Pedang. Dan kali ini, mereka juga menemukan jalan itu! Ku harap kalian tidak bermain-main di dalam sana! Tempat itu berada diluar wilayah kekuasaanku karena aturan yang dibuat oleh Master!” ucap Roh Artefak dengan wajah muram.


Siapa gerangan Master yang dikatakan oleh Roh Artefak tersebut? Bahkan untuk Qing Long dan Qing Mu hanya dianggap kentut tua oleh Roh Artefak tersebut. Jika Qing Long dan Qing Mu mengetahui bahwa Roh Artefak memendam amarah pada mereka berdua, keduanya pasti akan merasa merinding karena keduanya sangat menyadari bahwa mereka bukan tandingan Roh Artefak tersebut.


**


Makam Pedang Kematian


Jie Yan menatap ke arah kejauhan dengan tatapan datar. Ia mencoba melihat dengan Mata Dewa miliknya tetapi tidak dapat menemukan ujung Padang gurun di setiap arah.


“Jika Tetua Agung Sekte Pedang semula dapat menemukan tempat itu di tempat seluas ini, maka kita pasti akan mudah menemukannya.” Xiao Ziya pun berbicara lalu membentuk lingkaran formasi di telapak tangannya.


Tap!


Xiao Ziya menyentuh permukaan pasir lalu lingkaran formasi tercipta.


“Formasi Kematian, Jejak Kematian!”


Setetes darah tampak terjatuh di lingkaran formasi yang dibuat oleh Xiao Ziya.


Jie Yan yang menatap itu, hanya dengan aromanya tau bahwa itu adalah darah Tetua Agung Sekte Pedang. Ia tidak melihat kapan Xiao Ziya mengambilnya, memikirkan tentang Xiao Ziya yang mengambil mayat dari dalam jurang, ia tidak berpikir lagi.


Namun, apa yang membuat Jie Yan terkejut setelahnya, Mata Dewa miliknya dapat melihat dengan samar aura Tetua Agung Sekte Pedang di banyak tempat.


Formasi yang digunakan oleh Xiao Ziya sangatlah unik. Ini adalah formasi yang dapat melihat sosok kematian seseorang dengan darah yang digunakan.


Sama seperti mengendalikan kematian, Xiao Ziya menggunakan kematian seseorang untuk melihat beberapa hal yang pernah dilakukan oleh sosok yang telah mati tersebut menggunakan darah yang berhubungan dengannya.


Walaupun itu tidak terlalu akurat, itu masih efektif jika mencari jejak tertentu.


Wusssh!


Lingkaran Formasi perlahan menghilang lalu Xiao Ziya menarik telapak tangannya dari permukaan pasir.


“Ada banyak jejak dari Tetua Agung Sekte Pedang di tempat ini. Tetapi aku telah menyingkirkan banyak arah yang dilalui olehnya. Ada tiga jalur yang sering dia gunakan untuk bepergian dari jalan keluar tempat ini.” ucap Xiao Ziya.


“Oh...” Jie Yan sedikit terkejut bahwa Xiao Ziya mampu melacak sesuatu seperti itu.


“Lalu, jalur mana yang paling sering dilalui?” Tanya Jie Yan karena ia tentu akan mengambil jalur itu untuk yang pertama diselidiki.


Jie Yan langsung mengeluarkan sayapnya lalu terbang mengikuti Xiao Ziya. Sementara Xia Yue'er, ia hanya duduk di kursi VIP-nya dengan wajah cemberut karena merasa dikalahkan oleh Xiao Ziya.


“Hm.. itu hanya formasi yang digunakan untuk melacak seseorang! Apa hebatnya?” Dengus Xia Yue'er dalam hati.


Xiao Ziya terus memimpin jalan. Mereka terus bergerak dalam waktu yang cukup lama tanpa henti sama sekali.


Dalam waktu sekitar dua hari kemudian, Xiao Ziya yang memimpin jalan pun berhenti di udara sambil menatap ke arah yang cukup jauh dengan wajah serius.


“Tampaknya kita berada di jalan yang benar.” ucap Xiao Ziya.


Jie Yan yang berhenti di sebelah Xiao Ziya, menatap ke arah jauh dengan wajah serius. Dengan Mata Dewa, ia dapat melihat sesuatu yang hampir tidak pernah ia bayangkan ada di Padang gurun seperti itu.


Keduanya hanya diam dan menatap ke arah tempat jauh, apa yang mereka lihat adalah sebuah peradaban kuno, semua bangunan yang ada di sana terlihat terbuat dari bebatuan.


Tempat tersebut terlihat sebuah kota kecil, dengan sebuah oasis yang cukup besar. Selain dari itu, apa yang menarik perhatian adalah makhluk makhluk berwarna hijau setinggi lima sampai enam meter yang sedang melakukan aktifitas mereka masing-masing.


“Apakah mereka Titan Kuno?” Tanya Jie Yan tanpa mata berkedip menatap semua makhluk yang ada di sana.


“Tidak, mereka adalah sesuatu yang mirip dengan Tetua Agung Sekte Pedang. Mereka kemungkinan adalah sejumlah makhluk yang berkembang lalu melahap mayat Raja Titan Kuno sehingga mereka berevolusi.” jawab Xiao Ziya.


“Titan Kuno yang asli sebenarnya adalah ras superior yang mampu menekan banyak makhluk. Ukuran dari Titan Kuno mencapai ketinggian gunung. Itulah sedari awal aku berpikir bahwa Tetua Agung Sekte Pedang adalah keturunan jauh dari Titan Kuno.” Lanjut Xiao Ziya.


“Ukuran gunung?” Xia Yue'er tercengang ketika mendengarnya.


Untuk Jie Yan, ia tidak terkejut sama sekali. Jika hanya setinggi enam meter, ia hanya akan menanggap bahwa ras itu tidak layak menyandang gelar Titan Kuno. Gelar Titan sudah pasti merujuk pada makhluk raksasa, tidak mustahil jika ukuran mereka seperti sebuah gunung.


“Kita harus berhati-hati. Semua makhluk hijau itu sangat berbahaya. Lebih kuat dari bawahan Tetua Agung Sekte Pedang.” ucap Jie Yan serius.


“Juga, ada satu diantara mereka yang mencapai tingkat kultivasi melebihi tingkat Abadi Emas!” Jie Yan melanjutkan dengan wajah muram seketika saat melacak ke arah Oasis yang tampak indah di dekat kota gersang tersebut.


Xiao Ziya yang semula tidak memperhatikan, menatap ke arah Oasis dengan mata menyipit. Ia langsung melacak ke arah Oasis tersebut menggunakan kekuatan spiritual yang sangat halus. Ia sangat yakin bahwa ia tidak akan bisa dilacak ketika mencoba memeriksa seseorang sekalipun.


“Tampaknya ini tidak akan mudah Jie Yan. Benar apa yang kau katakan, di sana ada satu makhluk kuat yang telah mencapai tingkat kultivasi di atas Emas Abadi!” ucap Xiao Ziya dengan wajah sedikit gelap setelah berhasil melacak semua hal yang ada di Oasis tersebut.


“Apakah dia lebih kuat dari makhluk jelek sebelumnya? Lalu, jika seperti itu, bagaimana dia bisa berkeliaran di tempat ini dengan bebas?” Tanya Xia Yue'er. Otaknya tampak bekerja lebih baik saat ini dan langsung mengingat tentang perkataan Xiao Ziya bahwa Tetua Agung Sekte Pedang berkeliaran di banyak tempat di Padang gurun.


Jie Yan dan Xiao Ziya menatap ke arah Xia Yue'er dengan tatapan kosong yang membuat Xia Yue'er tiba-tiba merasa tidak senang karena tatapan mereka berdua menyiratkan akhirnya kau menggunakan otakmu untuk berpikir.


“Ya, tidak mustahil untuknya berpergian di tempat ini karena dia pasti dianggap sebagai bagian dari para makhluk itu. Dan yang membuatku gelisah, makhluk terkuat di Oasis itu, selain dari ukurannya dan bentuknya sangat berbeda, kultivasinya juga sangat kuat di level yang sama.”


“Jie Yan, tampaknya kita harus segera mencapai tingkat selanjutnya agar dapat melawannya.” ucap Xiao Ziya dengan mata sedikit menyipit.


Makhluk yang dilacak oleh Xiao Ziya memiliki bentuk yang semakin dekat dengan Titan Kuno, dan memiliki tingkat kultivasi, Jiwa Abadi tahap awal.