Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Pembantaian Sepihak


Istana Bawah Laut


“Apa kalian ingin mati?” Tenaga Jie Yan dengan mata menyipit saat menatap ke arah beberapa kultivator yang telah mengeluarkan senjata untuk mengancamnya.


“Bocah! Apa kau tidak mengerti bagaimana situasimu saat ini? Bukan kau yang pertama tiba di tempat. Dan kau langsung ingin mengambil apa yang kau inginkan karena benda itu adalah yang terbaik?” Tanya salah satu kultivator tingkat Alam Sage tahap keenam dengan nada yang sangat dingin. Di saat itu juga, qi-nya perlahan merembes keluar.


Ancaman adalah apa yang paling dibenci oleh Jie Yan. Karena semua kultivator yang ada di sana mencoba untuk menghalangi jalannya, ia tidak perlu menahan lagi.


“Karena kalian semua mencoba untuk melawanku, maka sudah waktunya bagi kalian mati!” ucap Jie Yan sedikit dingin saat pedang muncul di tangan kanannya.


“Kau terlalu sombong bocah!” Dua kultivator tingkat Alam Sage tahap keenam pun berteriak keras saat mereka berdua langsung melesat ke tempat Jie Yan berada sementara dua kultivator tingkat Alam Sage tahap keenam lainnya bergegas ke tempat Gu Yin berada.


“Teleportasi!”


Jie Yan menghilang seketika dan muncul di belakang satu kultivator tingkat Alam Sage tahap kelima lalu langsung mengayunkan pedangnya.


Sraing!


Jrezh!


Darah terciprat saat satu kultivator dipenggal oleh Jie Yan dalam sekejap.


Sementara dua kultivator yang awalnya bergerak sangat terkejut ketika Jie Yan tiba-tiba menghilang. Keduanya pun langsung menoleh ke belakang karena merasakan kekuatan Jie Yan muncul di tempat tersebut.


Tetapi, ketika keduanya menoleh, Jie Yan kembali menggunakan teknik teleportasi dan berpindah ke arah belakang keduanya.


Sraing!


“Sial!”


Target yang ingin dibelah oleh Jie Yan menjadi dua bagian dengan gaya tebasan dari atas ke bawah pun merasakan ancaman kematian dan langsung mencoba menghindar.


Srak!


“Arggggh!”


Teriakan keras terdengar seketika saat darah yang cukup banyak terciprat. Walaupun dia mencoba menghindar, tebasan tersebut masih mengenai bahunya dan langsung memenggal lengannya.


“Apa?” Kultivator di sebelah kultivator yang di serang oleh Jie Yan terkejut. Tetapi, ketika ia ingin berbalik, ia merasakan sebuah tendangan yang teramat kuat menyentuh punggungnya.


Bam!


Bom! Bom!


Kultivator tersebut pun terhempas ke tempat yang jauh dan menabrak banyak bangunan lalu merobohkannya.


Sementara kultivator yang di tangannya di penggal oleh Jie Yan langsung melompat mundur menjaga jarak dengan keringat dingin menetes di dahinya. Ia memegang bahu kirinya dengan tangan kanan serta menahan rasa sakit luar biasa yang tidak tertahankan karena kehilangan lengan.


Jie Yan yang tidak berbicara sepatah katapun langsung menghilang kembali.


Kultivator tersebut merasa gugup karena tidak dapat melihat kecepatan Jie Yan. Ia pun terkejut ketika mendengar suara beberapa benda terjatuh tidak jauh darinya. Ketika ia melihat ke arah tersebut, jantungnya berdetak sangat cepat karena Jie Yan yang menghilang telah membunuh dua kultivator sekaligus tanpa bisa ia deteksi. Saat ini, ia sangat mengerti betapa berbahayanya Jie Yan dan merasa sangat bodoh karena mencoba memprovokasinya.


Sementara itu, Gu Yin melawan dua kultivator yang setingkat dengan dirinya. Tetapi ia tidak terlihat kewalahan sama sekali malahan ia menekan kedua kultivator tersebut.


Wusssh!


“Apakah kalian masih ingin bertarung? Jika ya, aku tidak keberatan membunuh kalian semua.” ucap Jie Yan acuh tak acuh karena merasa malas mengurusi mereka semua.


“Masih ingin bertarung? Jangan bercanda sialan! Apa kau pikir kami anggota Kekaisaran Han akan membiarkan hal seperti ini berlalu begitu saja?” Teriak kultivator yang kehilangan lengan dengan wajah yang sangat muram. Ia berpikir bahwa Jie Yan tidak akan mungkin menggunakan teknik berpindah tersebut lagi karena berencana untuk berhenti bertarung. Ia merasa bahwa ini adalah kesempatan untuk membunuh Jie Yan karena merasa ada keterbatasan untuk Jie Yan berpindah tempat dalam sekejap.


“Tampaknya kalian benar-benar ingin mati. Lagi pula, kalian berasal dari Kekaisaran Han. Aku tidak menyangka bahwa masih ada kultivator sekuat kalian selain dari dua pengawal yang dibawa Han Chen. Jika begitu, maka aku akan mengirim kalian semua bertemu dengannya di neraka!” ucap Jie Yan dingin saat ia membuat gerakan lainnya.


“Seni Rahasia, Teleportasi Bilah Kekacauan!”


Sraing!


Ketika Jie Yan mengayunkan pedangnya, tebasan dari segala arah pun melesat ke tempat kultivator yang kehilangan lengan.


Kultivator tersebut mencoba untuk menghindar, tetapi ketika ia berhasil menghindar, sebuah pedang melesat ke arah lehernya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Sraing!


Kultivator tersebut pun langsung dibunuh oleh Jie Yan dalam sekejap. Tidak mungkin kultivator dengan tingkat kultivasi yang sama dapat melawannya saat ini. Ia bisa dengan mudah membunuh kultivator tersebut dalam waktu hitungan beberapa detik saja.


Tatapan Jie Yan pun tertuju pada kultivator yang tersisa dan ia pun tersenyum kecil.


“Lari!”


Kultivator tingkat Alam Sage tahap keenam pun berteriak keras dan langsung terbang menjauh karena ia tau bahwa tidak mungkin melawan Jie Yan. Untuk enam kultivator tingkat Alam Sage tahap kelima pun langsung bergegas pergi dari tempat tersebut.


“Tidak akan ada dari kalian yang kabur!” ucap Jie Yan karena tidak mungkin melepaskan musuh setelah ia mengatakan tentang Han Chen. Berita tersebut tidak bisa bocor keluar, jika tidak, ia akan diburu oleh Kaisar Han dengan segala cara.


Bahkan Gu Yin juga mengetahui hal itu dengan sangat jelas. Ia pun langsung menggunakan kekuatan penuh Teknik Pembunuh Iblis untuk mengakhiri pertarungan lebih cepat.


“Arrrrggg!”


“Tidak!”


“Aku mohon, lepaskan aku!”


Teriakan terdengar dalam beberapa waktu lalu menghilang sepenuhnya saat Jie Yan dan Gu Yin berhasil membereskan musuh tanpa tersisa.


“Ini cukup merepotkan.” Jie Yan menggelengkan kepalanya lalu pergi ke arah herbal yang ingin ia ambil. Karena tidak ada lagi kultivator di tempat itu, maka ia pasti akan mengambil semua herbal. Ia merasa heran bahwa para kultivator masih mencoba mendesaknya padahal ia sudah mau berbagi sebelumnya.


Ketika tiba di depan formasi, Jie Yan pun langsung membuka Formasi tersebut lalu mengambil herbal yang ada di dalamnya. Ia pun tersenyum kecil karena merasa bahwa jika ada beberapa kali lipat herbal seperti itu lagi, maka ia mungkin akan menembus tingkat Alam Sage tahap ketujuh.


Setelah memanen semua herbal, Gu Yin yang sedari tadi diam pun berbicara, “Suami, berapa lama lagi pengalang di istana itu dibuka?”


Mendengar hal itu, Jie Yan yang baru saja selesai membuka semua formasi pun perlahan melayang dan menatap ke arah tempat yang cukup jauh.


Dengan Mata Dewa miliknya, ia pun melihat ke tempat yang sangat jauh, ia dapat melihat dengan jelas bahwa formasi yang menyelimuti istana tersebut masih ada walaupun saat ini sudah sangat pudar.


“Yin’er, bersiap-siaplah kita akan segera pergi ke tempat itu! Walaupun masih ada waktu, mungkin ketika formasi melemah, para kultivator akan memecahkan formasi itu dengan paksa.” ujar Jie Yan.


“Oh? Jika begitu, lebih baik kita pergi ke sana.” ucap Gu Yin.


Jie Yan mengangguk kecil dan langsung terbang ke arah istana diikuti oleh Gu Yin.


Jie Yan sangat sadar bahwa pasti ada sesuatu yang berharga di tempat tersebut. Kemungkinan apapun itu akan bisa meningkatkan kekuatannya mencapai tingkat Alam Sage tahap ketujuh walaupun sudah pasti akan ada pertempuran besar untuk memperebutkan sumber daya nantinya.