Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Salah Satu Dari 33 Alam Surga


Bintang Tianyu, Hutan Purba


Hutan Purba saat ini cukup ramai karena diwarnai oleh pertarungan yang terjadi di sana-sini. Di jalan menuju pusat Hutan Purba, mayat binatang roh yang sangat banyak terlihat tergeletak di tengah jalan.


Walaupun mayat yang jatuh di semua tempat telah mencapai angka ribuan, itu masih jumlah kecil dari jumlah binatang roh yang ada di sana.


Sementara itu, si suatu tempat tidak terlalu jauh dari pusat Hutan Purba, tidak ada pertempuran yang terjadi. Namun, jika seseorang memperhatikan dengan cermat, siapapun akan merasa curiga bahwa ada sesuatu yang salah di tempat itu.


Dan memang benar bahwa ada sesuatu yang janggal, itu dikarenakan Jie Yan telah memperbudak binatang roh dalam jumlah yang cukup besar.


“Sudah hampir dua minggu setelah kompetensi berlangsung. Tidak ada tanda-tanda dua murid Tetua Kelima yang artinya hanya ada satu token pelacak untuk mencari tempatku berada.” Gumam Jie Yan saat baru saja selesai memperbudak binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap menengah.


Jumlah Poin yang dimilikinya kali ini sudah berada di 15 besar, jauh di tinggalkan oleh para murid tingkat atas. Tetapi Jie Yan sama sekali tidak khawatir. Hanya dengan mengambil semua inti binatang roh yang ia kendalikan, ia pasti akan mencapai peringkat pertama lagi.


Tetapi binatang roh itu lebih berguna jika menjadi pasukan. Setelah itupun, Jie Yan pasti akan mendapatkan Poin tambahan setelah menggunakan semua binatang roh melawan murid lainnya.


“Walaupun jumlah binatang roh ini cukup banyak, sudah pasti jika bertemu dengan seseorang yang lebih kuat dari Qing An, setengah binatang roh yang aku kendalikan akan jatuh.” Jie Yan menghela nafas panjang.


Untuk binatang roh yang setingkat dengan kultivator dalam hal kultivasi, binatang roh hampir tidak mampu melawan para kultivator. Apa lagi tingkat kekuatan yang lebih tinggi.


“Tampaknya aku harus mengendalikan binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap akhir.” Gumam Jie Yan dan memutuskan bahwa saat ini sudah waktunya untuk menerobos ke tingkat Jiwa Abadi tahap menengah.


Jika mengunakan batu roh untuk menerobos, Jie Yan tidak akan mau untuk saat ini karena fondasinya mungkin akan rusak. Namun, kebetulan bahwa dari beberapa binatang roh, ia mendapatkan informasi tentang sumber daya yang cukup berharga.


Tentu saja sebagai seseorang yang memiliki kemampuan mengendalikan binatang roh, Jie Yan akan paham dengan semua bahasa binatang roh.


“Ada apa Jie Yan? Apakah kita akan melawan kultivator lainnya?” Tanya Xia Yue'er dengan nada bosan karena setelah berurusan dengan Qing An, ia hanya bersantai sepanjang waktu.


“Tidak, kita akan meningkatkan Kultivasi saat ini karena dengan kekuatan kita, walaupun dibantu oleh binatang roh, itu tidak cukup menghadapi semua murid tingkat tinggi. Para binatang roh yang aku kendalikan sangat rentan terhadap para murid tingkat Jiwa Abadi tahap akhir dan puncak.” Balas Jie Yan.


“Oh? Apakah kita akan menggunakan batu roh lagi? Tetapi wanita sialan itu mengatakan bahwa akan ada masalah jika kita menerobos dengan cara itu. Apakah dia menipu kita?” Tanya Xia Yue'er sedikit curiga.


“Tidak, kita tidak akan menggunakan batu roh. Cara itu akan kita gunakan ketika fondasi kita cukup stabil setelah menyerap sumber daya yang diketahui oleh beberapa binatang roh yang ada di hutan ini.” ujar Jie Yan.


“Sumber daya apa?” Xia Yue'er langsung bersemangat karena tentu peningkatkan Kultivasi adalah tanda seseorang menjadi lebih kuat.


Jie Yan tidak langsung menjawab dan menutup matanya. Ia pun memanggil satu binatang roh yang mengetahui jalan menuju tempat sumber daya tersebut berada.


Tidak sampai dua menit kemudian, seekor tupai berwarna merah darah yang cukup kecil muncul di depan Jie Yan. Walaupun ukuran tubuhnya kecil, tupai itu sangat ahli dalam hal kecepatan, serta beberapa skill unik yang dapat mengendalikan angin.


Alasan Jie Yan memangil bintang roh itu tentu saja agar ia tidak ketahuan mengendalikan binatang roh. Selain dari itu, binatang roh tersebut sangat ahli menyembunyikan auranya walaupun untuk Jie Yan itu hampir tidak berguna karena ia memiliki Mata Dewa.


“Pimpin jalan.” Perintah Jie Yan.


Binatang roh tupai itu membungkuk sedikit lalu langsung bergerak dari satu pohon ke pohon lainnya menuju tempat sumber daya tersebut berada.


Jie Yan di sisi lain langsung memberi perintah kepada binatang roh untuk mengikuti dari jarak tertentu. Ia pun langsung bergerak mengikuti binatang roh tupai tersebut.


“Menurut apa yang dikatakan oleh para binatang roh, jalur menuju tempat itu sangat tersembunyi, jika tidak mengetahui jalurnya, mungkin dibutuhkan waktu berminggu-minggu mencarinya. Namun, jika mengetahui jalan rahasianya, kita hanya butuh waktu tiga hari mencapai tempat itu.” ujar Jie Yan.


Xia Yue'er sedikit mengeluh karena tempat itu jauh.


Karena Jie Yan bersama dengan Xiao Ziya mampu melacak Daerah yang sangat luas, tidak ada kendala baginya menuju tempat tersebut.


Tiga hari kemudian


Jie Yan yang terus mengikuti binatang roh tupai itu memasang ekspresi kosong karena jalur yang harus dilalui sangat aneh. Itu tampak berputar-putar di satu daerah yang tidak terlalu luas. Selain dari itu, di jalan menuju tempat itu yang merupakan goa bawah tanah, banyak binatang roh cukup lemah namun sangat berbahaya karena sangat ahli memangsa di dalam tanah.


Tetapi dengan teknik pengendalian, Jie Yan terus bergerak tanpa hambatan.


“Tempat ini sungguh tidak menyenangkan.” ucap Xia Yue'er dengan nada mengeluh.


Jie Yan tidak peduli dengan perkataan Xia Yue'er. Matanya kini tertuju ke arah tempat yang cukup jauh. Jalur yang dilalui saat ini sudah mengarah ke atas.


Tidak lama kemudian, cahaya pun mulai terlihat tanda tempat yang dituju telah sampai.


Ketika Jie Yan melangkah ke luar, ia menatap dengan takjub tempat tersebut. Ia sekarang paham kenapa tempat itu sangat sulit dimasuki ataupun ditemukan.


“Bagaimana bisa air di atas sana tidak masuk ke dalam sini?” Xia Yue'er tercengang untuk beberapa saat. Ia sama sekali tidak dapat melacak pesona apapun. Sebelumnya ketika berada di Istana Bawah Laut, pesona di tempat itu yang menghalangi air laut masuk ke dalam sangat jelas terasa.


Tempat yang dimasuki oleh Jie Yan berada di bawah danau yang sangat berbahaya. Dari dalam tempat tersebut, terlihat ribuan binatang roh di dalam air yang selalu bertarung, semua dari mereka sangat kuat, kekuatan melebihi tingkat Jiwa Abadi.


Selain dari itu, pusaran mengerikan yang tak terhitung jumlahnya terlihat, ketika ada mayat binatang roh yang cukup kuat mendekat, itu langsung dihancurkan oleh pusaran tersebut. Dengan kata lain, tanpa jalur rahasia, tempat itu tidak mungkin dimasuki oleh para murid.


Jie Yan menatap ke arah langit-langit dengan mata sedikit menyipit. Dengan Mata Dewa, ia dapat melihat aura yang merupakan konsep tercipta oleh alam itu sendiri, dari konsep yang hanya dapat dilihat dengan cara khusus tersebut sangatlah kuat. Ia yakin bahwa itu tercipta oleh fenomena alam yang unik.


“Aku tidak menyangka bahwa tempat ini akan ada di Hutan Purba!” Xiao Ziya pun keluar dari Ruang Jiwa saat berkata dengan nada takjub.


“Apakah kau tau tempat apa ini?” Tanya Jie Yan tertarik.


“Ya, tempat seperti ini hanya bisa dihitung dengan jari di seluruh 33 Surga. Walaupun kategori tempat ini adalah yang paling rendah, ini dapat mengakibatkan pertempuran berdarah jika para penguasa Bintang tingkat tinggi mengetahuinya.” ujar Xiao Ziya.


“Dari catatan di zaman kuno, alasan kenapa semesta ini dinamai sebagai 33 Surga, itu dikarenakan tempat ini. Kenapa aku mengatakan tempat seperti ini hanya dapat dihitung dengan jari, itu dikarenakan tempat seperti ini ditemukan berjumlah tujuh.”


“Namun, untuk seseorang seperti diriku dan penguasa puncak lainnya, mereka yakin bahwa tempat ini berjumlah 33. Inilah mengapa semesta ini dinamai sebagai 33 Surga, itu dikarenakan tempat seperti ini adalah tempat berkultivasi yang diidamkan oleh para makhluk tingkat tinggi!”


“Mengingat kembali apa yang dikatakan oleh ayah kita sebelumnya, para makhluk dari luar pasti mengincar tempat ini. Mungkin di salah satu tempat ini, terdapat sebuah benda yang sangat penting. Dan tempat ini dinamai sebagai, Alam Surga!” ucap Xiao Ziya dengan nada sedikit bersemangat setra mata berkilau.


Xiao Ziya telah lama mencari tempat seperti ini. Walaupun kualitas Alam Surga di Bintang Tianyu merupakan kategori terendah, itu masih sangat berharga bahkan di mata Xiao Ziya sendiri.


“Alam Surga?” Jie Yan dan Xia Yue'er saling memandang karena sedikit terkejut bahwa asal-usul 33 Surga adalah karena tempat tersembunyi yang mereka masuki.


Tatapan Jie Yan tertuju pada tempat kejauhan yang terlihat sangat indah. Ketika melacak segala sesuatunya di sana, matanya menyusut tajam karena tau bahwa untuk dirinya, tidak mungkin untuk menjelajahi tempat itu dengan mudah karena di banyak tempat, banyak aura dari makhluk yang membuatnya merasa seperti seekor semut.