
Bintang Brahma
Wajah Jie Yan sangat muram dan amarahnya mencapai puncaknya. Ia tau bahwa dalam waktu kurang dari setengah jam, ia pasti akan bisa mengalahkan Hun Rong. Tetapi karena ancaman dari Hun Yi, ia harus berkompromi. Ia tidak mau menggunakan Xiao Xiao sebagai tameng melaksanakan rencana seolah-olah ia tidak peduli dengan Xiao Xiao.
“Lepaskan dia atau kau akan menyesal!” ucap Jie Yan dingin. Qi Raja terus-menerus meledak dari tubuhnya.
“Bocah! Apakah kau pikir kami akan menuruti kata-katamu? Kau memang kuat, aku akui bahwa kau lawan paling sulit yang pernah aku hadapi! Tetapi, dalam dunia kultivator, semua cara bisa dilakukan untuk bisa menang! Dan kau membawa kelemahanmu di sekitarmu yang membuat situasi ini terjadi!”
“Aku sarankan kau tidak bergerak atau gadis kecil itu akan mati!” Ancam Hun Rong dingin. Senyum kejam terlihat jelas diwajahnya saat ini.
Mendengar itu, haus darah yang semakin kental terpancar dari tubuh Jie Yan. Tetapi ia tidak mau bertaruh tentang keselamatan Xiao Xiao.
Wusssh!
Hun Rong langsung menyerang, ia muncul tepat di depan Jie Yan dan mengayunkan pedangnya.
Tetapi Jie Yan langsung mengangkat pedangnya untuk bertahan.
Crang!
Keduanya saling mendorong satu sama lainnya. Dan ketika Jie Yan ingin menyerang, Hun Yi langsung berteriak ke arahnya lalu menekan pisau bedah yang terbentuk melalui qi di tangannya.
Ketika darah sedikit menetes dari leher Xiao Xiao, Jie Yan semakin marah. Dan ketika serangan dari kaki kanan Hun Rong menendangnya, ia hanya bisa diam dan tidak mencoba bertahan.
Bam!
Jie Yan langsung terpental, tendangan itu membuat gelombang kejut yang sangat besar.
Di saat itu juga, Hun Rong dengan kejam mengayunkan pedangnya dari jauh ke arah Jie Yan.
“Bilah Air!”
Sraing!
Jie Yan yang menatap itu, hanya mengangkat pedangnya ke arah atas.
Trang!
Wusssh!
Ketika Jie Yan menahan serangan itu, ia dapat melacak bahwa Hun Rong muncul tepat di atasnya. Ketika ia ingin bertahan lagi, Hun Yi di kejauhan melakukan hal keji lainnnya untuk mengancamnya.
Srak! Srak! Srak! Srak!
Tanpa perlawanan sama sekali, Jie Yan hanya bisa menggunakan qi dan konsep miliknya untuk bertahan.
“Guru...!” Xiao Xiao kecil langsung menangis karena tau bahwa semua ini adalah kesalahannya. Karena ia di sandera oleh musuh, Jie Yan tidak bisa berbuat apa-apa.
Bahkan Yan Ming dan Yan Xian yang berada di tempat jauh melawan banyak kultivator, memperhatikan situasi tersebut. Wajah mereka muram dan tidak menyangka bahwa Hun Rong dan Hun Yi begitu tercela dengan mengancam Jie Yan menggunakan Xiao Xiao.
Sementara itu, tidak jauh dari lokasi tersebut, seorang pria muda mengendalikan bintang roh untuk menarik gerbong sederhana. Seluruh area disekitarnya diselimuti oleh qi yang membuat binatang roh dengan mudah melewati air karena adanya penghalang qi tersebut.
Pria muda tersebut adalah sosok muda yang sebelumnya melewati Kota Hun dan melacak keberadaan iblis.
“Pertarungan yang sangat menyedihkan.. jika terus seperti ini, pemuda itu akan tewas.” Gumam pemuda tersebut.
“Namun...” Pemuda itu menyipitkan matanya dan kilatan aneh terlihat dimatanya. Ia langsung mengetahui siapa musuh Jie Yan, dan itu adalah anggota Klan Hun karena ada Roh Kontrak Roh Laut Dalam di sana.
Zhep!
Pemuda tersebut menghilang seketika dan muncul tepat di belakang Hun Yi yang sedang memegang Xiao Xiao sebagai sandera.
“Apakah seperti ini cara Klan Hun melawan seseorang yang lebih lemah? Kalian telah membuka mataku ke dunia yang baru.”
Ketika suara pemuda tersebut terdengar, Hun Yi dan bahkan Hun Rong yang sedang menindas Jie Yan langsung terkejut.
“Kau...” Hun Yi langsung menoleh ke belakang tetapi ia merasakan tubuhnya seperti di timpa oleh sebuah gunung saat dadanya di pukul.
Bam!
Hun Rong yang menatap itu, langsung mundur menjaga jarak dari Jie Yan lalu menatap ke arah pemuda tersebut dengan tatapan muram.
“Siapa kau? Apa kau ingin mencampuri urusan Klan Hun?” Tanya Hun Rong dingin.
“Mencampuri? Jika ya, apa yang akan kau lakukan? Kalian telah melakukan kontak dengan para iblis. Apakah Klan Hun masih layak untuk berbicara seperti itu? Karena kalian telah bekerja sama dengan iblis, maka kalian sudah menjadi kaki tangan para iblis, dan kalian telah menjadi musuh umat manusia di Bintang Brahma!” ucap pemuda tersebut sedikit dingin.
Mendengar itu, Hun Rong membeku di tempat. Ia tentu tau tentang kerja sama Patriak dan Tetua Klan Hun lainnya dengan iblis.
“Apa yang kau bicarakan? Apakah kau tau konsekuensinya jika kau mengatakan hal yang tidak pernah ada? Siapa kau? Dan apa tujuanmu?” Tanya Hun Rong dengan wajah dingin.
Pemuda itu tersenyum sedikit lalu berbicara, “Aku adalah Mo Lin, murid Istana Surgawi Mimpi Ilahi. Apakah menurutmu aku akan takut dengan Klan Hun yang saat ini bekerja sama dengan para iblis? Apa yang akan terjadi jika aku melaporkan hal ini kepada eselon atas Istana Surgawi Mimpi Ilahi?”
Hun Rong sedikit pucat. Walaupun Klan Hun melemah saat ini, masih ada leluhur tua mereka yang memiliki kekuatan besar, melampaui tingkat Kaisar Abadi. Tetapi, di depan Istana Surgawi Mimpi Ilahi, mereka hanyalah seekor semut.
Jie Yan yang mendengar itu, perlahan menggerakkan tubuhnya yang di penuhi oleh luka. Ia menatap ke arah Hun Rong dengan niat membunuh yang begitu mengerikan. Ia mengerahkan semua kekuatannya di pedang di tangan kanannya.
“Tidak ada ampun! Matilah!” ucap Jie Yan dingin saat ia mengangkat pedangnya ke arah langit lalu mengayunkannya ke arah Hun Rong yang tidak memperhatikannya.
“Seni Rahasia Tertinggi, Tebasan Kaisar Surgawi!”
Sraing!
Ketika Jie Yan menyerang, Mo Lin berkata dengan nada acuh tak acuh, “Lebih baik kau memperhatikan musuhmu!”
Ketika Hun Rong ingin berbicara, ia langsung melihat ke arah belakang dan bilah raksasa yang mengerikan langsung menghampirinya.
“Dasar tercela!” Teriak Hun Rong dan mencoba bertahan menggunakan pedang dan semua kekuatannya.
Jrezh!
Tetapi semuanya terlambat karena serangan pamungkas Jie Yan tidak begitu mudah untuk dihalau.
Seluruh air bahkan langit terbelah menjadi dua ketika serangan tersebut dilancarkan.
Untuk Hun Yi yang baru saja menyetabilkan tubuhnya, ia ketakutan karena Hun Rong dibelah menjadi dua. Ia langsung mencoba membuka Gerbang Roh untuk melarikan diri ke Alam Roh.
“Tidak ada kata tercela di pertarungan hidup dan mati!” ucap Jie Yan dingin saat ia mengarahkan telapak tangannya ke arah Gerbang Roh dibuka oleh Hun Yi.
“Formasi Segel, Penyegelan Gerbang Roh!”
Xiao Ziya yang mengambil alih, langsung menyegel Gerbang Roh agar tidak bisa dilewati oleh Roh untuk beberapa waktu.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Jie Yan menghilang seketika dan ia muncul tepat di belakang Hun Yi yang terus-menerus mencoba melewati Gerbang Roh dengan paksa karena itu di segel oleh Xiao Ziya.
Dengan wajah yang sangat ganas, Jie Yan mengayunkan sabit di lengan kirinya.
Hun Yi yang menyadari keberadaan Jie Yan, mencoba bertahan tetapi itu tidak mungkin sama sekali.
Jleb!
Sabit tersebut langsung bersarang di kepala Hun Yi.
Dung! Dung!
Dua lingkaran formasi tercipta, dan Xiao Ziya yang mengambil alih pun langsung membuat formasi agar Hun Yi dibuang kembali ke Dunia Roh Laut Dalam karena ia akan memberikan hadiah kepada mereka semua menggunakan tubuh Hun Yi.
“Formasi Pembantaian, Benih Malaikat Pencabut Nyawa!”
Xiao Ziya menanam formasi di dalam tubuh Hun Yi. Dan ketika Hun Yi dibuang kembali ke dunianya, Xiao Ziya akan melepaskan formasi yang ia ciptakan menggunakan semua kekuatannya. Ia yakin bahwa Dunia Roh Laut Dalam akan mengalami kerugian ketika ia melepaskan formasi itu. Setidaknya, banyak Roh di tingkat Penguasa Abadi akan tewas.