
Daratan Utara
Pasukan Iblis telah mundur karena adanya panggilan dari kultivator dari Alam Abadi. Awalnya para iblis ingin menekan pasukan Daratan Utara hingga habis, tetapi karena warisan Kaisar Manusia, mereka tidak mau membuang waktu.
Lagi pula, menurut empat Pangeran Iblis, pasukan Benua Saint tidak akan berani melawan mereka lagi. Hanya menunggu waktu untuk membersihkan mereka semua. Saat ini, tujuan utama mereka adalah yang paling penting, yaitu Warisan Kaisar Manusia dan untuk Cermin Tembaga, mereka menyampingkannya saat ini karena mereka belum bisa melacaknya.
Saat ini terlihat di basis kultivator Benua Saint sangat sedikit yang berbicara. Semua dari mereka tampak putus asa karena kekalahan telak. Tampak seperti keberuntungan bahwa pasukan iblis mundur secara tiba-tiba seolah-olah mereka buru-buru pergi ke suatu tempat.
“Bagaimana kondisi kakak dan kakek?” Gu Yin yang tampak diperban di mana-mana bertanya dengan nada gugup saat menatap ke arah Xiao Chen, Lin Ming, Huan Caiyi dan Gu Yuena yang belum sadarkan diri.
“Kondisi mereka saat ini telah stabil. Untuk Kakek buyutmu, Caiyi dan Yuena, keduanya akan siuman beberapa saat lagi. Sementara untuk Kakekmu Lin Ming...” Lin Xi menghela nafas panjang saat ia menghentikan kata-katanya. Walaupun ia yakin bahwa suaminya tidak akan tewas, hanya untuk siuman dibutuhkan waktu sangat lama. Lukanya terlalu parah, jika saja ia tidak memiliki buah dari Pohon Kehidupan, mungkin ia tidak akan bisa menyelamatkan nyawa Lin Ming.
Hatinya, paru-paru, semua tulang-tulangnya telah hancur. Perutnya juga ditembus oleh beberapa benda tajam. Walaupun ada benda menantang surga yang diberikan oleh Jie Yan kepadanya, tetap saja itu tidak akan bisa memulihkan secara keseluruhan terutama bagian hati dan paru-paru.
Walaupun begitu, efek yang diberikan cukup bagus dan luka dalam Lin Ming pulih secara perlahan walaupun butuh waktu yang lama. Ini juga merupakan khasiat dari obat-obatan yang ia racik sendiri.
Mata Gu Yin berkaca-kaca ketika melihat kondisi Lin Ming. Ia langsung ingat tentang suaminya dan ia hanya bisa berdoa agar Jie Yan tidak bertemu dengan para iblis itu karena ia tau bahwa Cermin Tembaga yang dicari oleh para iblis dipegang oleh Jie Yan dari perkataan Xiao Chen.
Tetapi ini juga keberuntungan. Jika saja Cermin Tembaga ada pada Xiao Chen, tujuan para iblis akan lebih dulu tercapai.
“Aku tidak menyangka bahwa leluhur tua akan disudutkan sampai seperti ini.” Yao Shen berkata dengan nada rumit ketika menatap ke arah Xiao Chen.
“Jika kau berada di posisinya, apakah kau bisa bertahan beberapa jam melawan satu Pangeran Iblis yang dibantu oleh lebih dari 50.000 iblis seorang diri?” Tanya Zhu Feng dengan wajah kesal ke arah Yao Shen.
Memikirkan hal itu, Yao Shen bergidik tanpa sadar karena ia hanya pasti bertahan selama kurang dari sepuluh menit. Ini membuktikan bahwa perbedaan kekuatannya yang seorang Patriak dengan Xiao Chen layaknya langit dan bumi.
“Yin’er, istirahatlah untuk sejenak. Pulihkan luka-lukamu.” ucap Lin Xi menatap ke arah Gu Yin.
Gu Yin ingin menolak tetapi akhirnya ia tidak berbicara dan mencoba berisitirahat tepat di sebelah Huan Caiyi berbaring. Ia sangat kelelahan saat ini. Masih merupakan mukjizat bahwa ia tidak jatuh di Medan perang melawan ratusan ribu iblis hanya dengan bermodal 20.000 pasukan yang bahkan tidak dianggap sebagai elit.
“Xuanyin, Xuan Xian, kalian berdua pergilah mengintai perbatasan. Hanya kalian dan beberapa Tetua Naga yang bisa menjaga bagian luar saat ini.” ucap Lin Xi tanpa melihat keduanya dengan nada pahit.
Mu Xuanyin dan Mu Xuan Xian yang kelelahan hanya bisa mengangguk lalu pergi ke arah tempat perang sebelumnya terjadi untuk melihat apakah ada musuh yang datang atau tidak.
“Lin Huang, Yao Shen, Zhu Feng, kalian bertiga kumpulkan obat-obatan sebanyak yang kalian bisa karena aku hampir kehabisan bahan. Kalian pasti tau di mana harus mencari. Periksa semua cincin ruang korban. Ini satu-satunya cara.” Perintah Lin Xi. Hal seperti itu memang menodai pahlawan perang tetapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena jika tidak ada obat-obatan, luka-luka semua pasukan tidak akan pulih.
“Ya.” Lin Huang, Yao Shen dan Zhu Feng menjawab lalu langsung pergi melakukan tugas.
Lin Xi menghela nafas panjang sekali lagi. Ia saat ini mengkhawatirkan cucunya juga karena membawa Cermin Tembaga. Tetapi dari perkataan Xiao Ziya dan Xia Yue'er, Jie Yan tidak akan ditemukan untuk saat ini.
**
Gunung Saint
Gunung Saint terletak di pusat Benua Saint. Saat ini terlihat sejumlah pasukan dalam jumlah yang sangat besar di sekitar Gunung Saint. Jika dihitung, jumlah mereka mencapai angka lebih dari 200.000.
Bahkan setelah semua perang yang terjadi, pasukan iblis masih tersisa lebih dari 100.000. Sedangkan untuk kultivator dari Alam Abadi, itu juga sama karena pada akhirnya, pasukan baru dikirim ke Benua Saint dan itu adalah pasukan terakhir yang dikirim oleh Klan Wang karena banyaknya biaya yang harus digunakan.
“Berapa lama segel ini dibuka?” Tanya Chu Huanxian tidak sabar menatap ke arah lima pemimpin kultivator dari Alam Abadi.
“Sabarlah iblis! Apa kau pikir segel yang ditinggalkan oleh Kaisar Manusia bisa dibuka dengan mudah? Segel ini sudah ada sangat lama tetapi masih sangat kuat setelah lamanya waktu berlalu. Jika kau tidak sabar, pergilah!” ucap Wang Lee dingin.
Aura Chu Huanxian melonjak karena ia ingin membunuh Wang Lee tetapi tetap menahannya karena dihentikan oleh Jin Gu.
“Katakan spesifikasinya.” ucap Jin Gu.
“Kurang dari 5 jam! Dengan bantuan alat yang dikirim oleh Patriak Klan Wang, semuanya berada dalam genggaman.” ujar Wang Lee.
Keempat Iblis langsung diam mendengarnya. Tetapi ada kilatan tertentu di mata mereka saat menatap ke arah puncak yang ditutupi oleh kabut. Hanya dengan segel itu saja, mereka yakin apapun yang ada di sana pasti sebanding dengan Cermin Tembaga.
Untuk kelima pemimpin kultivator dari Alam Abadi, mereka hanya mencemooh dengan jijik kepada para iblis karena ketika waktunya tiba, mereka akan membereskan para iblis juga karena tentu mereka memiliki teknik jahat, yaitu membuat pasukan mereka menjadi bom.
Perhitungan dari teknik itu tentu saja satu banding dua. Hanya dengan satu budak manusia yang dibuat menjadi bom dengan formasi segel, itu bisa membunuh dua sampai tiga iblis di tingkat yang sama. Bisa dipastikan bahwa mereka yakin bahwa mereka akan menang melawan iblis.
Untuk para Pangeran Iblis, mereka juga mencemooh karena mereka tentu memiliki kartu truf dan merasa bahwa kemenangan juga berada di tangan mereka.
**
Daratan Barat
Jie Yan yang telah berkultivasi selama kurang dari dua hari pun terbangun. Ia pun tersenyum kecil karena ia merasa bahwa kekuatannya saat ini seperti jurang tak berdasar. Tetapi ia tidak tau bahwa dalam waktu kurang dari dua hari tersebut, pasukan manusia dari Benua Saint bisa dianggap kalah.
Tanpa membuang waktu, Jie Yan pun langsung berdiri dan berjalan keluar dari istana tersebut. Ketika ia keluar dari istana, ia menghirup nafas dalam-dalam sambil bergumam, “Perkataan kakek Xiao Chen, aku harus pergi ke Daratan Utara untuk menggunakan gerbang teleportasi.”
Jie Yan pun langsung mengibaskan lengannya lalu ruang robek seketika. Karena peningkatan kekuatannya, ia semakin mahir merobek ruang di alam fana. Tentu tujuannya saat ini adalah Daratan Utara.
Walaupun Jie Yan tampak tenang, ia selalu merasakan firasat buruk sehingga ia buru-buru menyelesaikan kultivasinya.
Daratan Utara
Ruang yang dirobek Jie Yan muncul di kabut jalan menuju Daratan Utara. Hanya butuh waktu kurang dari satu jam baginya untuk bergerak melalui lubang Spasial.
Ketika keluar, wajah Jie Yan berkerut dan matanya menyusut tajam karena ia dapat merasakan bahwa hanya sedikit Kultivator dari pada yang ia bayangkan. Ia pun bergegas ke tempat tersebut dengan wajah dingin karena merasakan firasat buruk itu ternyata kenyataan.
Saat Jie Yan terus terbang dengan kecepatan penuhnya, dua sosok tiba-tiba muncul di depannya yang membuatnya berhenti.
“Jie.. Yan?” Mu Xuanyin terkejut ketika melihat Jie Yan. Ia awalnya muram karena kekuatan yang sangat besar mendekat dan tidak menduga bahwa itu adalah suami dari muridnya.
“Senior? Bagaimana keadaannya?” Tanya Jie Yan muram saat masih menatap mayat iblis dalam jumlah yang sangat besar di semua tempat.
“Ikutlah dengan kami. Pasukan manusia telah dikalahkan. Saat ini perintah dari senior Lin Xi adalah bertahan hidup, bukan untuk berperang.” ucap Mu Xuanyin saat ia berbalik lalu terbang bersama Mu Xuan Xian ke arah tempat basis mereka berada.
Mendengar itu, mata Jie Yan melebar. Menghitung kembali semua pasukan manusia, ia tidak menyangka bahwa hanya dalam waktu kurang dari 1 bulan, manusia dia dunia tersebut berada diambang kepunahan.