
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Jie Yan terus terbang ke arah Kekaisaran Shi berada. Karena kekuatan musuh yang mengejarnya mencapai tingkat Penguasa Abadi tahap menengah, ia tau bahwa dirinya bukan tandingan kultivator yang mengejarnya.
Jauh di belakang Jie Yan, Qing Mu mengejar dengan kecepatan tinggi. Senyum diwajahnya saat ini tampak sangat jahat, seolah-olah dia ingin mempermainkan Jie Yan, ia ingin mencabik-cabik Jie Yan, mengulitinya dan ingin menyiksanya sebelum membunuhnya.
Waktu terus berlalu, tanpa sadar, Jie Yan telah di kejar selama hampir satu jam dan jarak antara dirinya dan musuh semakin menyempit.
“Yue’er, musuh akan segera tiba. Tidak sampai sepuluh menit lagi, kita akan di kejar!” ucap Jie Yan dengan wajah muram.
“Jie Yan, lebih baik kita menggunakan teknik fusi! Dengan kekuatan gabungan kita, musuh tingkat Penguasa Abadi tahap awal tidak akan sulit untuk dilawan!” ucap Xia Yue'er buru-buru. Ia telah melacak lawan dan ia tau betapa kuatnya musuh yang mengejar mereka.
Jie Yan memasang wajah serius. Ia paham apa yang dimaksud oleh Xia Yue'er, memang benar bahwa jika menggunakan teknik fusi, kesempatan melawan musuh sekuat itu meningkat. Tetapi, ia mengetahui satu fakta, semakin tinggi kultivasinya, semakin banyak energi yang harus di konsumsi untuk melakukan fusi.
Dari perhitungan Jie Yan saat ini, jika melakukan teknik fusi dengan Xia Yue'er, mereka hanya akan bertahan dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Sedari awal, itu semua sudah masuk dalam perhitungannya.
Jika tidak mampu mengalahkan musuh dalam waktu sepuluh menit, maka mereka akan dalam bahaya. Itulah sebabnya ia ragu menggunakan teknik fusi apa lagi jika fusi dengan Xiao Ziya sekaligus, mereka hanya akan bisa bertahan selama limat menit.
Menurut perkiraan Jie Yan, jika melakukan teknik fusi dengan Xiao Ziya dan Xia Yue'er sekaligus, kesempatan menang akan mencapai lebih dari 60%. Tetapi, jika musuh memiliki kartu truf tersembunyi, maka semuanya akan berbeda. Itulah mengapa ia belum ingin melakukan fusi.
Sementara itu, Xiao Ziya juga terus berfokus pada musuh. Saat ia melacak semua area sekali lagi, wajahnya berubah sekali lagi dan langsung berbicara dengan Jie Yan, “Ada yang mendekat, dua kultivator tingkat Penguasa Abadi tahap awal, kekuatan keduanya sangat murni, kemungkinan itu puncak dari tingkat Penguasa Abadi tahap awal!”
“Apa?” Wajah Jie Yan berubah gelap ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Jie Yan. Ia merasa bahwa sosok yang di lacak oleh Xiao Ziya kemungkinan akan datang kepadanya.
Jie Yan buru-buru melebarkan kekuatan spiritualnya dan mencoba melacak di mana musuh berada.
“Tidak baik, mereka tepat berada di depan!” Mata Jie Yan menyusut tajam. Ia langsung berpikir banyak cara lalu kilatan dingin terlihat dimatanya. Ia perlahan melambatkan kecepatannya karena telah membuat rencana berbahaya.
Tidak jauh dari jalur yang hendak dilewati oleh Jie Yan, dua sosok berjubah dengan pola lambang gerhana matahari di dada kanan terbang ke arah tempat Jie Yan berada.
“Dia berada di depan! Para bandit yang kita tugaskan untuk bepergian memang efektif untuk mencari keberadaan seseorang!” ucap salah satu dari sosok tersebut dengan senyum kejam diwajahnya.
Sosok satunya lagi yang sedang memegang botol minuman keras pun meminum anggur tersebut dengan sekali tegukan lalu melemparnya secara acak ke bawah.
“Ayo kita penggal target!” ucap sosok tersebut setelah selesai menyeka sedikit sisa anggur di sudut bibirnya.
Sementara itu, di belakang Jie Yan, Qing Mu yang terus terbang tiba-tiba merasakan ada dua kultivator yang cukup kuat yang mendekat juga. Tetapi karena kesombongannya, dengan tingkat kekuatannya saat ini ia tidak peduli sama sekali. Ia lupa bahwa kekuatannya hanya berada di level puncak tingkat Penguasa Abadi tahap awal walaupun kultivasinya satu tahap lebih tinggi.
“Jie Yan, ada musuh di depan!” Xia Yue'er yang semula fokus ke arah belakang, memasang ekspresi serius ketika matanya melihat dua sosok yang mendekat.
Jie Yan tidak berbicara dan mengeluarkan pedang miliknya. Ia langsung mengaliri kekuatan Kehancuran sebanyak mungkin ke dalam pedangnya dan menunggu jarak yang tepat untuk menyerang.
Jarak antara dirinya dan musuh di depan dan di belakang hanya sekitar 200 meter, untuk level kekuatannya, itu sudah bisa menyerang sejauh itu, tetapi Jie Yan terus menunggu lebih dekat.
Ketika jarak sudah kurang dari 90 meter, Jie Yan langsung mengayunkan pedangnya sekuat tenaga. Walaupun ia tidak tau bahwa yang ada di depan adalah musuh atau tidak, ia tetap menyerang.
“Seni Kehancuran, Bilah Kehancuran Mutlak!”
Sraing!
Bilah tipis berwarna hitam yang memiliki jangkauan sangat luas pun melesat ke arah kedua anggota Organisasi Gerhana Matahari.
Kedua anggota Organisasi Gerhana Matahari terkejut bahwa Jie Yan yang menjadi target mereka langsung menyerang.
Keduanya juga tidak tinggal diam dan langsung mengeluarkan pedang masing-masing lalu menyerang kembali.
“Api Dingin, Bilah Pusaran Matahari!”
Sraing! Sraing!
Ketika keduanya menyerang, pusaran api yang sangat besar pun melesat ke arah serangan Jie Yan.
Duar! Duar! Duar!
Jie Yan yang menatap itu, sudah mempersiapkan teknik sedari sebelumnya.
Zhep!
Jie Yan langsung muncul tepat di depan ledakan tersebut yang membuat Qing Mu yang berada di belakang entah mengapa langsung menyerang.
“Teknik Pedang Bulan, Tarian Bilah Cahaya Bulan!”
Sraing!
Bilah yang sangat kuat terkompresi pun melesat ke arah tempat Jie Yan.
Sementara itu, Jie Yan yang muncul, kembali menghilang karena ia menggunakan teknik ganda yang cukup membebani tubuh.
Dua anggota Organisasi Gerhana Matahari yang semula ingin berbicara, terkejut ketika melihat serangan yang sangat kuat menebus hamburan qi dari tabrakan teknik sebelumnya.
“Perisai Api Dingin!”
Duar!
Ledakan besar terjadi di langit. Api berwarna hitam dan aura berwana putih sedikit gelap pun menyebar ke segala arah.
Untuk Jie Yan, ia telah muncul di samping, di jarak hampir 100 meter dari ledakan tersebut.
Ketika qi dan konsep dan niat pedang menyebar ke segala arah, Qing Mu yang memasang wajah muram pun menatap ke arah kedua anggota Organisasi Gerhana Matahari.
Sama halnya untuk kedua anggota Organisasi Gerhana Matahari. Mereka juga memasang wajah muram saat melihat Qing Mu. Keduanya tau dengan jelas siapa Qing Mu sebenarnya.
Ketiganya masih saling menatap dan melirik ke arah Jie Yan sekilas.
“Qing Mu, murid Tetua Kelima! Kenapa kau menghalangi jalan kami memburu target kami?” Tanya salah satu dari anggota Organisasi Gerhana Matahari yang bernama Cao Zong.
“Guruku memberiku tugas menghabisinya! Jangan halangi jalanku atau aku akan membunuhmu!” ucap Qing Mu dingin.
Cao Zong dan satu lagi anggota Organisasi Gerhana Matahari bernama Cao Li memasang ekspresi muram karena mereka diancam. Sejak kapan murid Sekte Pedang bertindak liar dihadapan mereka?
Cao Zong dan Cao Li tentu tidak melepaskan Jie Yan yang merupakan target seharga 20.000.000 batu roh kelas atas.
Ketika Qing Mu mendengus jijik ke arah Cao Zong dan Cao Li, ia melihat ke arah Jie Yan dengan tatapan kejam. Mentalnya saat ini sangat berantakan, seperti pria gila yang sangat ingin membunuh.
“Qing Mu.. bagaimana bisa kekuatannya meningkat ke level ini? Dan juga, aura apa itu? Kenapa itu sangat mirip dengan aura iblis?” Batin Jie Yan muram.
“Jie Yan, kepalamu adalah milikku!” ucap Qing Mu dingin dan hendak menyerang tetapi Cao Zong dan Cao Li yang memasang ekspresi marah langsung menyerang ke arah Qing Mu.
“Kau terlalu sombong bocah!” Teriak Cao Zong dan Cao Li bersama-sama saat menyerang ke arah Qing Mu sekuat tenaga.
“Api Dingin, Api Penghapus Dunia!”
Coa Zong dan Cao Li mengarahkan kedua telapak tangan mereka ke arah Qing Mu dan api dahsyat meledak lalu mencoba membakar semua yang ada di sekitar Qing Mu.
Melihat itu, Qing Mu mendengus sangat jijik dan langsung menggunakan tekniknya juga. Karena mentalnya yang rusak, ia akan menyerang siapapun yang menghalangi jalannya.
“Perisai Bulan Purnama!”
Dung!
Qi dan konsep pun membentuk perisai melindungi Qing Mu layaknya bulan purnama.
Wusssh!
Api membakar semua tempat dan Jie Yan menyaksikan hal itu dari samping. Ia tau bahwa jika ia mencoba melarikan diri, itu tetap akan bisa dikejar sehingga ia hanya diam di tempat dan menyusun rencana menghabisi mereka semua selagi ketiga musuh berkonflik.