Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Diikuti


Bintang Brahma, Kota Hun


Di suatu tempat di Kota Hun, satu binatang roh yang terlihat sedang menarik gerbong sederhana perlahan berjalan keluar ke arah gerbang Kota Hun.


Satu sosok pria yang tampak cukup muda sedang mengendarai gerbong kereta.


“Hm?” Tiba-tiba pemuda itu menatap ke arah tertentu di Kota Hun tepatnya di Klan Hun dengan mata menyipit.


“Aura iblis? Ada dua diantaranya. Tetapi tidak ada pertempuran. Namun mereka pergi dari arah Klan Hun. Ini bukan sesuatu yang sederhana.” Gumam pemuda tersebut.


Tetapi, siapapun yang mendengarnya bergumam, mereka akan tau bahwa pemuda itu pastilah tidak biasa.


Karena alasan hukum di Bintang Brahma, bahkan kultivator kuat pun jarang berpergian melalui udara, ini untuk menghemat kekuatan serta mempercepat proses Kultivasi, yaitu dengan terus bermeditasi ketika dalam perjalanan walaupun tampak sedang bersantai.


“Tampaknya Klan Hun harus diselidiki ketika aku kembali. Aku tidak bisa bergerak secara sembarangan karena kedua iblis yang datang ke Klan Hun sebelumnya tampaknya memiliki kekuatan tingkat Kaisar Abadi.” Gumam pemuda tersebut dan terus mengendalikan binatang roh yang menarik gerbong kereta ke arah luar Kota Hun.


**


Sementara itu, Jie Yan, Xiao Xiao, Yan Ming dan Yan Xian berisitirahat di satu penginapan tertentu. Mereka telah sepakat bahwa keesokan harinya mereka akan berangkat ke Istana Surgawi Mimpi Ilahi karena tidak mau membuang waktu di Kota Hun.


Yang Ming juga mengeluarkan banyak batu roh kelas atas untuk membeli bintang roh yang dapat bergerak selama sebulan tanpa henti menarik gerbong kereta. Dengan adanya Jie Yan, mereka bisa bergantian mengendalikan gerbong kereta agar tidak terhenti di tengah malam.


Keesokan harinya, di pagi hari ketika matahari belum terbit, Jie Yan bersama dengan Xiao Xiao, Yan Ming dan Yan Xian pun bergerak keluar ke arah gerbang kota Hun.


“Dengan binatang roh ini, kita akan mencapai Istana Surgawi Mimpi Ilahi dalam waktu hampir sebulan.” ujar Yan Ming.


“Sangat disayangkan bahwa Klan Yan tidak memiliki binatang roh seperti ini. Jika tidak, kita tidak akan kelelahan dan kalah di tangan iblis.” Yan Xian menghela nafas panjang.


Di gerobak, tepat di depan gerbang sederhana tempat beristirahat, Jie Yan hanya duduk dengan Xiao Xiao mendengarkan kata-kata Yan Ming dan Yan Xian.


“Xiao Xiao, berkultivasilah agar kekuatanmu cepat meningkat.” Jie Yan berkata sambil menyentuh kepala Xiao Xiao kecil.


“Baik Guru.” Xiao Xiao mengangguk patuh dan setelah selesai makan, ia langsung berkultivasi dengan giat.


Yan Ming dan Yan Xian kagum dengan ketekunan Xiao Xiao. Mereka masih ingat ketika mereka berumur 7 tahun, mereka masih bermain lumpur sementara Xiao Xiao kini telah mencapai tingkat Alam Raja di tingkat fana.


“Bakat gadis kecil bernama Xiao Xiao ini sungguh luar biasa. Walaupun persyaratan untuk memasuki Istana Surgawi Mimpi Ilahi harus berada di tingkat Penguasa Abadi tahap awal, dengan bakatnya, pasti Istana Surgawi Mimpi Ilahi akan langsung merekrutnya.” Yan Xian tampak sedikit iri dengan bakat Xiao Xiao. Meskipun dikatakan ia dan kakaknya sangat berbakat di Klan Yan yang hanya muncul dalam beberapa ribu tahun sekali, dibandingkan dengan Xiao Xiao, itu masih jauh lebih pucat.


Bahkan Jie Yan yang lebih muda sekitar dua atau tiga tahun dari keduanya sudah mencapai tingkat Penguasa Abadi tahap awal dan tidak akan lama lagi menembus tahap selanjutnya.


Ketika Yan Ming dan Yan Xian sedang berbicara tentang banyak hal, Jie Yan yang mendengarkan tiba-tiba menaikkan sedikit alisnya.


Jie Yan menyerit seketika. Ia tidak mengerti mengapa kelompoknya akan diikuti. Selain dari itu, kenapa mereka bergerak ketika mereka keluar dari Kota Hun.


Yang lainnya, kenapa mereka masih mengintai sampai saat ini dan tidak bergerak.


Tetapi, karena mereka adalah kultivator tingkat Penguasa Abadi, Jie Yan tau bahwa jika mereka mencoba mengejar dengan cara terbang, kekuatan mereka akan di konsumsi sangat banyak sehingga pertarungan akan bisa lebih mudah. Tetapi, kultivator kuat yang dikatakan Xiao Ziya membuatnya sangat waspada.


“Apakah ini seseorang yang berkaitan dengan Zhou Tian Cheng? Tidak.. aku belum lama mencapai Bintang Brahma. Tidak mungkin mereka mampu melacakku secepat itu. Apakah mungkin ini karena Yan Ming dan Yan Xian?” Batin Jie Yan.


“Yan Ming, Yan Xian.. aku ingin menanyakan beberapa hal kepada kalian.” Jie Yan memasang wajah serius saat berbicara.


“Apa itu saudaraku?” Tanya Yan Ming dengan wajah serius ketika melihat raut wajah Jie Yan.


“Apakah Klan Yan kalian memiliki musuh yang memburu kalian dengan sengaja?” Tanya Jie Yan.


Yan Ming dan Yan Xian membeku di tempat dan mereka sedikit waspada terhadap Jie Yan. Tentu itu dikarenakan apa yang dikatakan Jie Yan memang benar.


Sebelum semuanya salah paham, Jie Yan melanjutkan, “Ada beberapa kultivator tingkat Penguasa Abadi tahap akhir dan puncak di pimpin satu kultivator kuat yang mengikuti kita. Aku hampir tidak pernah berpapasan dengan siapapun. Tidak ada yang bisa mereka curi dariku, tetapi kalian berbeda karena kalian berasal dari Klan Yan.”


Kata-kata Jie Yan membuat Yan Ming dan Yan Xian sedikit pucat. Alasan mereka di buru ketika pertama kali keluar dari tempat Klan Yan berada, itu dikarenakan Klan Yan mereka memang di buru sejak zaman dulu.


Tidak hanya iblis, banyak kekuatan lainnya yang memburu mereka semenjak Leluhur Klan Yan dirumorkan meninggal.


Setelah beberapa menit, Yan Ming akhirnya menghembuskan nafas panjang lalu berbicara dengan nada muram, “Saudaraku, apa yang kau katakan memang benar. Kami anggota Klan Yan selalu di buru karena takut dengan potensi kami Klan Yan tumbuh mencapai puncak.”


“Itulah mengapa kami generasi baru bertekad memasuki Istana Surgawi Mimpi Ilahi agar memiliki dukungan agar Klan Yan tidak punah.” Lanjut Yan Xian dengan nada sedih.


Mendengar itu, Jie Yan langsung membenarkan spekulasinya.


“Lalu, apa kalian kenal dengan seseorang bernama Yan Di?” Jie Yan pun bertanya karena itu yang ingin ia tanyakan sedari awal.


“Dari mana kau mengetahui tentang nama leluhur tua Klan Yan? Hampir semua catatan tentangnya telah hilang, hanya diwariskan di Klan Yan, orang luar hanya mengetahui gelarnya, yaitu Kaisar Api!” Yan Ming sedikit terkejut karena Jie Yan mengetahui nama Yan Di.


“Kaisar Api?” Mata Jie Yan menyipit dan langsung mengingat tentang api seperti matahari yang muncul saat menghalangi raksasa mencoba menangkapnya ketika pergi dari Bintang Tianyu.


Kilatan tertentu muncul di mata Jie Yan karena ingat bahwa ia tidak bisa melacak Yan Di. Selain dari tidak memiliki kekuatan, yang lainnya adalah dia memiliki kekuatan diluar akal sehat. Dan dari kata-kata Yan Ming, ia langsung tau bahwa yang membantunya pergi dari Bintang Tianyu adalah Yan Di.


Oleh karena itu, karena Jie Yan merasa telah diselamatkan, ia tidak akan mencoba meninggalkan Yan Ming dan Yan Xian. Jika bukan karena Yan Di, ia pasti telah meninggalkan keduanya karena tampaknya berbahaya bepergian dengan keduanya.


Tetapi, karena Jie Yan adalah orang yang membalas kebaikan dengan kebaikan juga, ia pasti akan mencoba membantu Yan Ming dan Yan Xian.