Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Mendaftar Kompetisi


Bintang Tianyu


Disaat Jie Yan keluar, Tetua Pertama yang melihat Jie Yan sangat terkejut. Alasan mengapa ia terkejut bukan karena Jie Yan masih hidup, tetapi tingkat kultivasi Jie Yan yang telah mencapai tingkat Jiwa Abadi tahap awal.


“Bagaimana cara anak ini berkultivasi? Di dalam sana yang aku ketahui tidak ada sumber daya sama sekali. Apakah Roh Artefak berbohong?” Batin Tetua Pertama tetapi ia langsung menyangkal pemikirannya karena sedari dulu, Roh Artefak telah menjaga Makam Pedang dan Makam Pedang Kematian. Tidak ada yang selama dalam waktu yang lama ketika memasuki tempat itu sehingga bisa dipastikan bahwa tidak ada sumber daya yang berharga di sana.


Bahkan Tetua Kelima yang semula ingin menghabisi Jie Yan walaupun menahannya, sangat terkejut saat merasakan tingkat kultivasi Jie Yan.


“Bagaimana mungkin? Bocah ini bahkan hanya berada di tingkat Transformasi Abadi ketika dilempar kedalam? Bagaimana mungkin hanya dalam waktu satu tahun dia mencapai level ini?” Batin Tetua Kelima dan ada rasa waspada terhadap Jie Yan. Ia tau bahwa jika seseorang seperti Jie Yan diberi waktu lebih lama, kekuatannya akan meningkat ke level yang sangat menakutkan.


“Tidak, aku harus mencari cara menghapus anak ini!” Batin Tetua Kelima dan mencoba memikirkan banyak hal tentang cara menghabisi Jie Yan. Ia tidak mungkin melakukannya seorang diri karena semua Tetua lainnya akan sangat curiga padanya. Ketika ia diperiksa, maka mungkin itu bukan hal yang baik sehingga ia melupakan cara menghabisi Jie Yan seorang diri.


Jie Yan yang telah keluar, menatap ke arah ketiga Tetua yang menatapnya dengan mata terkejut. Ia tentu tau apa penyebabnya. Lagi pula, peningkatan kultivasinya sangatlah cepat. Bahkan murid jenius lainnya akan membutuhkan waktu lima tahun lebih untuk mencapai tingkat Jiwa Abadi dari tingkat Transformasi Abadi.


“Hukumanmu telah selesai, kau akan kembali menjadi murid lingkaran dalam seperti sebelumnya. Ikuti aku, aku akan menyelesaikan masalah akhir hukumanmu dan menyerahkan kembali token dan semua hal yang menjadi hak murid Lingkaran Dalam.” Tetua dari Aula Penegak Hukum pun berbicara lalu memegang Jie Yan dan membawanya pergi setelah berpamitan kepada Tetua Pertama dan Tetua Kelima.


Tetua Pertama menatap kepergian Jie Yan lalu menghela nafas panjang. Ia melirik sekilas ke arah Tetua Kelima lalu langsung pergi dari tempat itu.


Sementara itu, Tetua Kelima langsung berubah muram saat hanya dirinya yang tertinggal di tempat itu.


“Sialan!” Tetua Kelima hampir saja meledakkan qi-nya di tempat tetapi ia menenangkan dirinya.


“Tunggu, sebentar lagi turnamen akan berlangsung. Mungkin ini adalah kesempatan untuk menghabisinya di kompetisi. Sebagai murid yang dianggap jenius, dia pasti akan mengikuti kompetisi. Namun, dengan tingkat Jiwa Abadi tahap awal, dia tidak akan mungkin mampu melawan ketiga muridku.”


“Di kompetisi kedua yang akan diselenggarakan di Hutan Purba, mungkin di situ adalah kesempatan terbaik untuk menghabisinya.” Batin Tetua Kelima dengan kilatan dingin dimatanya. Ia pun langsung menghilang dari tempat itu untuk memberi instruksi kepada ketiga muridnya.


**


Sekte Pedang


Jie Yan saat ini di bawa oleh Tetua tersebut ke Aula Penegak Hukum sekali lagi dan menyelesaikan segala urusan hukuman yang telah selesai. Token serta sumber daya bulanan juga diberikan kembali.


Setelah keluar dari Aula Penegak Hukum, Jie Yan menghela nafas panjang karena merasa terlalu merepotkan mengurus hal tidak penting seperti itu. Ia bertanya-tanya kembali apakah keputusannya salah atau tidak bergabung dengan Sekte Pedang.


Ketika dalam perjalanan ke tempat tinggal lain yang disediakan untuknya, Jie Yan mendengar perbincangan banyak murid yang membuatnya sedikit tertarik.


“Hei, kompetisi yang diadakan selama sepuluh tahun sekali akan berlangsung. Siapa menurutmu yang akan menang kali ini?”


“Tidak tau, banyak murid dari Tetua yang ikut berpatisipasi. Kebetulan periode kali ini, kebanyakan murid Tetua berada di tingkat Jiwa Abadi.”


“Ya, para murid inti tidak mungkin ikut kompetisi karena mereka telah melampaui tingkat Jiwa Abadi.”


Diskusi panas diantara para murid membuat Jie Yan merasa semakin tertarik.


“Jie Yan, apakah kita akan mengikuti kompetisi ini?” Xia Yue'er bertanya dengan antusias. Ia tentu ingin mengikuti kompetisi untuk menguji kekuatannya yang sebenarnya. Ini juga disebabkan kekalahannya ketika melawan Jie Yan.


“Tentu, semula aku ingin mengambil misi. Tetapi tampaknya itu tidak diperlukan. Kompetisi ini pasti menarik.” Jie Yan membalas dengan senyuman kecil diwajahnya. Tanpa membuang waktu, ia pun pergi ke tempat pendaftaran kompetisi yang dibicarakan oleh para murid.


Lokasi pendaftaran berada di dekat Aula Misi. Sesampainya di sana, Jie Yan dan Xia Yue'er menatap sangat banyak murid yang mendaftar padahal sudah tiga hari pendaftaran dibuka.


Semua yang mendaftar kali ini yang terlemah adalah tingkat Jiwa Abadi tahap awal sama seperti Jie Yan. Jumlah murid di Sekte Pedang sangatlah banyak, terutama murid Lingkaran Dalam, jumlah yang telah mencapai tingkat Jiwa Abadi bisa dipastikan mencapai angka ribuan. Ini juga membuktikan betapa kuatnya Sekte Pedang.


“Woa, mereka semua terlihat sangat kuat! Aku semakin tidak sabar untuk ikut dalam kompetisi.” Seru Xia Yue'er yang langsung berdiri di bahu Jie Yan sambil menatap semua murid Sekte Pedang di tempat itu.


Jie Yan juga terkejut melihat semua murid tersebut. Ia dapat merasakan bahwa mereka semua sangat kuat, setajam pedang karena niat pedang mereka memancar secara samar.


Bisa dipastikan bahwa kebanyakan dari mereka hampir mencapai puncak Niat Pedang Esensi Pedang. Jika mereka telah mencapai Niat Pedang Mata Pedang, mereka akan dianggap sebagai yang terkuat diantara para murid yang mengikuti kompetisi.


Jie Yan sedikit curiga bahwa murid inti yang hanya berjumlah kurang dari sepuluh telah mencapai level Niat Pedang Mata Pedang. Jika seperti itu, kemampuan tempur para murid inti pastilah sangat tinggi karena ia mengetahui bahwa Qing Tao telah mencapai ranah Mata Pedang juga.


Saat terus berpikir, Jie Yan yang mengikuti antrian akhirnya tiba di tempat pendaftaran.


“Nama..” Tetua yang menjaga tempat pendaftaran langsung bertanya.


“Jie Yan.”


Tetua tersebut mengangguk kecil dan mencatat pendaftaran Jie Yan. Di catatan tersebut, terlihat nomor acak yang diberi untuk Jie Yan.


Setelah itu, Tetua itupun memberi token dengan nomor yang sesuai dengan yang ada di permukaan token yang terlihat seperti koin perak.


“444..” Gumam Jie Yan melihat nomor yang ada di permukaan token.


“Pendaftaranmu telah selesai. Kompetisi akan dilakukan di zona latihan ketiga dalam waktu 6 hari lagi. Pastikan datang lebih awal karena jika kau terlambat, kau akan langsung di diskualifikasi.” Tetua menjelaskan secara singkat.


“Ya.” Jie Yan mengangguk kecil lalu pergi dari tempat itu saat menyimpan token.


Kepergian Jie Yan diperhatikan cukup banyak murid di sana. Alasannya tentu saja karena niat pedang Jie Yan yang cukup kuat, selain dari niat pedang yang kuat, ada satu Roh yang bertengger di bahu Jie Yan.


Hal ini membuat semua murid tertarik karena sangat jarang murid Sekte Pedang melakukan kontrak dengan Roh. Alasannya tentu sederhana, itu karena mereka semua telah menenggelamkan diri di jalan pedang.


Jie Yan tidak terlalu peduli dengan semua pasang mata yang mengawasinya sedikit. Ia pun pergi ke kediaman barunya. Kediaman baru itu masih di bangunan yang sama walaupun kamar yang berbeda.


Tetapi, ketika Jie Yan masuk ke dalam bangunan tersebut, ia kebetulan berpapasan dengan seseorang yang ia kenal.