
Bintang Tianyu
“Patriak Klan Rong!” ucap Jie Yan dingin saat menatap sosok tua yang tampak sedikit sakit-sakitan tersebut.
“Murid Sekte Jie Yan, larilah! Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku!” Tubuh Patriak Klan Rong bergetar lalu kembali membesar, wujudnya berubah ke bentuk humanoid serigala dengan warna bulu hitam bercampur hijau.
Mata Jie Yan dapat melihat bahwa kekuatan tingkat Raja Abadi Patriak Klan Rong menurun drastis ke tingkat Penguasa Abadi tahap menengah ketika memasuki wujud tersebut.
Wusssh!
Patriak Klan Rong muncul dalam sekejap di depan Jie Yan dan mengayunkan cakarnya.
Jie Yan yang telah bersiap, mengeluarkan pedangnya dan langsung menahan cakar tersebut.
Trang!
Zrrrrt!
Jie Yan di dorong mundur sangat jauh, ia terkejut dengan kekuatan tubuh Patriak Klan Rong dalam wujud Serigala.
Crang!
Cakar itu langsung di tepis oleh Jie Yan dan ia pun melompat mundur sejauh mungkin sambil mengayunkan pedangnya.
“Seni Rahasia, Bilah Teleportasi Kekacauan!”
Sraing!
Dari segala arah, bilah yang sangat banyak langsung melesat ke arah tempat Patriak Klan Rong berada.
“Au....”
Patriak Klan Rong meruang keras dan aura tirani meledak ke segala arah menghancurkan semua bilah tersebut.
“Grrr...” Patriak Klan Rong menggeram dan tubuhnya bergetar sekali lagi. Ia mencoba menahan tubuhnya agar tidak bergerak tetapi itu tidak bisa sama sekali.
Jie Yan tentu memperhatikan hal itu, dan saat ini ia sangat yakin bahwa Patriak Klan Rong memang dikendalikan oleh gen khusus yang pernah ia lihat, yaitu gen milik Zhou Tian Cheng, sang Titan Kuno.
“Bagaimana ini mungkin? Bukankah kita telah memusnahkan Zhou Tian Cheng sebelumnya? Selain dari itu, informasi yang beredar mengatakan bahwa sosok seperti itu muncul di semua tempat di Bintang Tianyu! Mungkinkah...!” Xiao Ziya yang sedang menonton, melebarkan matanya.
Xiao Ziya langsung membuat spekulasi kenapa Zhou Tian Cheng datang ke Bintang Tianyu lebih dari 100.000 tahun yang lalu. Sebelum Zhou Tian Cheng menyerang Sekte Pedang, dia sudah lebih dulu menanam banyak gennya untuk mengendalikan banyak kultivator di Bintang Tianyu.
Dan itu semua pasti berada di ruang lingkup rencana kebangkitan Zhou Tian Cheng menurut perkiraan Xiao Ziya.
“Zhou Tian Cheng, dengan otak yang sangat cerdas, akan sangat bodoh jika kau menyerang suatu tempat secara brutal! Kau sengaja mati di Sekte Pedang, merencanakan kebangkitan agar kekuatanmu pulih kembali dari cidera perang dahsyat di masa lalu! Dan alasan kau menetapkan tempat kebangkitan di Bintang Tianyu, itu pasti karena Alam Surga!” Xiao Ziya sedikit gemetaran saat ini. Walaupun ia adalah Roh Dewi Kematian, ia tau berapa mengerikannya Zhou Tian Cheng di masa puncak.
Bahkan Xiao Ziya yakin bahwa ia paling banyak setara dengan Zhou Tian Cheng ketika sama-sama berada di puncaknya.
Dan dari semua bahan yang dikumpulkan oleh Xiao Ziya tentang kemunculan Monster aneh dan menyerang semua pemilik garis darah di Bintang Tianyu, itu pasti dalam ruang lingkup rencana Zhou Tian Cheng.
Dengan semua garis darah murni, sudah pasti tubuh Zhou Tian Cheng yang dibangkitkan akan mencapai ketinggian baru, kekuatannya pasti melampaui puncaknya di masa lalu. Hal ini membuat Xiao Ziya yang sudah hidup dalam waktu yang sangat lama merasa sedikit ngeri.
“Alam Abadi akan jatuh ke dalam kekacauan! Bintang Tianyu pasti akan menjadi Kerajaan Titan Kuno karena keberadaan Alam Surga!” Batin Xiao Ziya muram. Ia telah merencanakan sesuatu tentang Alam Surga, tetapi ketika melihat kemunculan bidak Zhou Tian Cheng, ia tau bahwa rencana itu tidak akan dapat dijalankan.
Walaupun Xiao Ziya tidak mengkonfirmasi, sudah pasti Zhou Tian Cheng menginginkan Alam Surga, jika tidak, tidak mungkin seseorang seperti Zhou Tian Cheng mau tinggal di Alam Abadi tingkat menengah seperti Bintang Tianyu.
“Cakar Titan!”
Patriak Klan Rong mengayunkan cakarnya ke arah Jie Yan sekuat tenaga.
Sraing!
Lima bilah raksasa yang melesat ke tempat Jie Yan berada. Menatap hal itu, ia tidak berani menunda sama sekali karena setiap serangan dari Patriak Klan Rong sangat mematikan.
“Seni Rahasia, Tebasan Dimensi!”
Dengan segenap kekuatannya, Jie Yan mengayunkan pedangnya dari belakang ke depan.
Sraing!
Duar!
Ledakan dahysat terjadi dan di saat itu juga, Patriak Klan Rong menghilang seperti bayangan lalu muncul tepat di belakang Jie Yan sambil mengayunkan cakarnya.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Sraing!
Jrezh!
Patriak Klan Rong terkejut ketika cakarnya hanya menyentuh udara kosong.
Jie Yan yang telah menghilang, muncul di belakang Patriak Klan Rong sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga setelah dilapisi oleh qi, konsep dan niat pedang.
“Seni Rahasia, Penghancuran Ilahi!”
Blar!
Petir yang sangat banyak dan tidak beraturan langsung menghantam tepat di punggung Patriak Klan Rong.
Patriak Klan Rong terpental sangat jauh saat ini dengan darah hijau yang terus menyembur keluar dari banyak bagian tubuhnya.
“Seni Kehancuran, Bilah Kehancuran Mutlak!”
Jie Yan memadatkan sangat banyak konsep Kehancuran di pedangnya bersamaan dengan niat pedang lalu mengayunkannya ke arah tempat Patriak Klan Rong terpental.
Sraing!
Duar! Duar! Duar!
Ledakan beruntun terdengar terus-menerus di tempat Patriak Klan Rong jatuh. Serangan itu menghancurkan semua yang ada di sana menggunakan kekuatan Kehancuran.
Ketika ledakan mereda serta debu perlahan menghilang, terlihat Patriak Klan Rong yang berdiri dengan sangat banyak luka. Semua luka itu snagat fatal, tetapi tubuhnya memaksakan diri untuk terus berdiri.
“Grrrrr...!” Patriak Klan Rong menggeram kecil lalu menghilang. Ia muncul di jarak dua puluh meter dari Jie Yan dan membuka rahangnya lebar-lebar.
Qi dan konsep berputar dengan kecepatan tinggi di ranjang Patriak Klan Rong lalu langsung menembakkannya ketika itu memadat membentuk bola berwarna hitam bercampur hijau.
Duar!
Pilar energi hitam kehijauan meledak ke arah Jie Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Dengan Mata Raja, Jie Yan tau bahwa serangan itu akan membunuh eksistensi tingkat Penguasa Abadi tahap menengah secara instan, dan itu juga berlaku untuk dirinya jika ia hanya mencoba bertahan dengan cara biasa.
“Seni Kehancuran, Perisai Yin-Yang!”.
Bom!
Serangan Patriak Klan Rong langsung menghantam Perisai Yin-Yang. Serangan itu langsung menyebar ke dua arah yang berbeda karena tidak mampu merobohkan Perisai Yin-Yang.
Duar! Duar!
Dua Awan jamur raksasa muncul di belakang Jie Yan saat serangan Patriak Klan Rong yang terpisah menjadi dua bagian menabrak permukaan tanah di tempat yang sangat jauh.
Ketika serangan itu selesai, Jie Yan memasang wajah gelap karena ia menggunakan setengah dari kekuatannya hanya untuk menahan serangan dari Patriak Klan Rong.
Blug!
Ketika Jie Yan ingin membuat rencana lagi untuk menyerang, tubuh Patriak Klan Rong tubang ke arah belakang.
Jie Yan yang menatap itu dengan Mata Dewa, tau bahwa Patriak Klan Rong kehabisan kelautan. Tubuhnya yang lemah secara paksa menggunakan qi dan hukum secara berlebihan. Selain dari itu, cidera yang di terima Patriak Klan Rong sangat banyak sehingga tubuh utama tidak mampu lagi menanggungnya.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Jie Yan langsung menghilang dan tidak akan menunggu Patriak Klan Rong memulihkan kekuatannya karena ia tau seperti apa gen Titan Kuno yang mengendalikan Patriak Klan Rong.
Jleb!
Tanpa belas kasihan sama sekali, Jie Yan yang muncul di atas Patriak Klan Rong langsung menikam jantung Patriak Klan Rong.
“Uhuk..” Patriak Klan Rong batuk darah berwarna hijau dan tubuhnya perlahan menyusut ke bentuk semula.
“Murid Sekte Jie Yan... Pergilah.. dari Bintang Tianyu... 100.000 tahun yang lalu.. makhluk kuno muncul di dunia ini dan... Menanam kekuatannya di semua Klan... Sedari awal.. makhluk mengerikan itu telah.. mengendalikan setengah kekuatan di Bintang Tianyu... Bawa keponakanku Xiao Xiao kecil sejauh mungkin.. makhluk itu mengincar semua pemilik garis darah... Aku mohon padamu.” Patriak Klan Rong mengatakan kata-kata terakhirnya lalu menutup matanya dengan tenang. Ia merasa sedih karena tubuhnya dikendalikan oleh seseorang untuk membantai semua anggota Klannya.
Dan yang terakhir, dirinya dikendalikan membunuh Putranya sendiri yang tidak dikendalikan. Tetapi ia tau bahwa putranya yang tertua juga telah di tanam gen tersebut ketika ia dikendalikan. Yang artinya, sedari awal seluruh anggota Klan Rong akan tamat di bawah tangannya sendiri dan Putra tertuanya.
Jie Yan sangat muram ketika mendengar kata-kata terkahir Patriak Klan Rong dan tau bahwa Bintang Tianyu telah dikendalikan oleh sosok kuno yang bernama Zhou Tian Cheng.