Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Hukuman


Bintang Tianyu, Sekte Pedang


Dua murid inti memimpin Jie Yan ke arah pusat Sekte. Di pusat Sekte, banyak bangunan besar dan Jie Yan pun di bawa ke Aula Penegak Hukum yang membuat Jie Yan langsung membenarkan Spekulasinya bahwa ia ketahuan membunuh dua murid Sekte Pedang.


“Masuklah, para Tetua telah menunggumu.” ucap salah satu murid tersebut.


Jie Yan hanya mengangguk kecil. Ia membuka pintu lalu perlahan berjalan ke arah dalam. Ketika ia ke dalam, ia melihat ruangan itu terlihat memiliki banyak kursi yang di susun di pinggiran membentuk lingkaran cukup tinggi.


Sekitar dua puluh Tetua telah berada di sana menatap ke arahnya dengan berbagai ekspresi.


Jie Yan sudah melihat beberapa dari mereka, terutama Tetua Pertama yang mengujinya sebelumnya. Dia duduk di sebelah pria tua yang duduk di kursi paling tinggi.


“Apakah dia pemimpin Aula Penegak Hukum?” Batin Jie Yan.


Ketika Jie Yan tiba di tengah ruangan, ia langsung menatap ke arah atas dan bertanya dengan nada acuh tak acuh, “Apakah para Tetua memerlukan sesuatu dariku?”


Sikap Jie Yan membuat banyak Tetua marah.


Bam!


Salah satu Tetua pun menampar meja di depannya dan berteriak dengan marah serta mengeluarkan tekanan yang sangat mengerikan, “Bocah sialan! Apa kau tidak tau apa yang telah kau lakukan? Selain dari kau telah melakukan sesuatu yang tabu bagi Sekte, kau sama sekali tidak memiliki hormat terhadap para Tetua!”


Jie Yan menatap ke arah Tetua tersebut dengan mata menyipit. Ia tentu langsung menghafal wajah Tetua tersebut karena sudah pasti dia adalah salah satu sosok yang mencoba menyingkirkannya.


Benar apa yang dipikirkan oleh Jie Yan, Tetua tersebut memang berkaitan dengan tiga murid yang mencoba menjebak Jie Yan.


Tetua Pertama dan Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum menyerit sedikit ketika melihat sikap Jie Yan. Mereka cukup menghargai Jie Yan tetapi keduanya cukup kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Jie Yan.


“Aku hanya bertanya. Apakah perlu sedramatis itu?” Jie Yan melirik ke arah Tetua tersebut seolah-olah melihat idiot terbesar sepanjang masa.


Sikap Jie Yan semakin membuat banyak Tetua marah. Mereka berpikir bahwa ada yang salah dengan otak Jie Yan karena mereka tidak mengerti situasinya sendiri saat ini.


“Kau...” Tetua yang awalnya berteriak ke arah Jie Yan ingin merobek Jie Yan di tempat tetapi Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum berbicara.


“Hentikan Tetua Kelima.” ucap Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum dengan nada sedikit tinggi yang membuat Tetua Kelima mendengus marah lalu tenang kembali.


Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum yang terlihat sangat tua sangat dihormati oleh semua Tetua lainnya, bahkan Master Sekte itu sendiri. Dia adalah senior tertua di Sekte Pedang saat ini. Selain dari itu, kekuatannya juga sangat kuat.


Setelah Tetua kelima berhenti mengeluarkan auranya, Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum menatap kembali ke arah Jie Yan lalu berbicara, “Murid Jie Yan, kami telah mendapatkan bukti bahwa kau telah membunuh sesama murid. Itulah alasan kau di panggil ke Aula Penegak Hukum.”


“Ya, memang benar bahwa aku membunuh sesama murid. Tetapi aku memiliki alasan.” ucap Jie Yan dengan nada yang sangat tenang.


Ini membuat semua Tetua semakin heran bahwa Jie Yan mengakuinya dan dia masih tetap tenang sepanjang waktu.


“Apa alasanmu?” Tanya Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum. Ia tidak langsung menunjukkan bukti dan ingin tau seperti apa pembelaan Jie Yan. Ini juga karena sikap Jie Yan yang sangat tenang sehingga ia sedikit meragukan bukti yang ia terima beberapa waktu lalu.


“Mereka berdua ingin memperbudak Roh yang melakukan Kontrak denganku. Sudah sewajarnya aku menghabisi mereka. Roh yang melakukan kontrak denganku tidak pernah mencari masalah dengan mereka. Itulah mengapa aku melakukannya.” jawab Jie Yan setenang mungkin.


“Bocah sialan! Kau membunuh murid hanya karena satu Roh? Apakah otakmu sudah tidak beres?” Tetua Kelima tidak tahan lagi dan meraung keras. Kali ini auranya langsung menimpa Jie Yan.


Alasan mengapa Tetua Kelima sangat ingin membereskan Jie Yan tentu saja karena ia yang memberi perintah kepada ketiga muridnya untuk mencari sesuatu di Lembah Bulan, dan benda yang merupakan kunci menemukan sesuatu pasti jatuh di tangan Jie Yan sehingga ia ingin merebutnya kembali.


Saat merasakan tekanan itu, Jie Yan hampir saja jatuh tetapi tetap mempertahankan tubuhnya agar tidak berlutut di lantai. Ia menatap ke arah Tetua Kelima dengan mata sedingin es. Bahkan ketika ia melihat Xia Yue'er yang hampir pingsan di bahunya, amarahnya semakin menjadi.


“Apa kau bilang? Hanya untuk Roh? Dia adalah keluargaku! Apakah kau ingin mati?” Walaupun kekuatannya saat ini sangat lemah, ia tidak akan mundur jika seseorang mencoba melukai keluarganya. Qi Raja yang sangat dahysat meledak dari tubuhnya.


Kali ini, qi Raja tersebut tampak melindunginya, itu seperti sebuah armor karena Jie Yan mempraktekkan metode Belitan Qi Raja pada tubuhnya sendiri.


“Anak ini..” Mata semua Tetua terkejut ketika melihat Jie Yan mempraktekkan metode Belitan Qi Raja yang sangat jarang diketahui bahkan oleh ahli puncak karena metode rahasia seperti itu selain dari kesulitan mempraktekkannya, itu hanya diwarisi turun temurun oleh kekuatan puncak di Alam Abadi.


Bahkan Tetua Kelima sedikit bergetar saat ini karena di tatap oleh Jie Yan dengan niat membunuh yang sedikit bocor. Ia merasa seperti di tatap oleh binatang purba yang bisa menerkamnya kapan saja.


“Aku takut? Tidak.. dia hanyalah bocah tingkat Transformasi Abadi tahap menengah! Bagaimana aku seorang Tetua yang sangat Agung takut pada bocah seperti itu?” Batin Tetua Kelima menyangkal sedikit rasa takut yang muncul dihatinya.


“Jie Yan..” Xia Yue'er yang telah bebas dari tekanan, menatap Jie Yan dengan mata berkaca-kaca. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Tetua Kelima karena dengan niat membunuh juga. Ia bersiap-siap untuk menyerang sekuat tenaga yang ia bisa jika Tetua Kelima bergerak.


Tetua Pemimpin Aula Penegak Hukum menatap Jie Yan dalam-dalam. Ia memang menemukan petunjuk kecil dari Giok Kehidupan yang merekam kejadian dari Tetua Kelima. Walaupun kebanyakan kultivator tidak akan menemukan kesalahan, ia masih dapat melihat sedikit celah dan sudah pasti ada yang diperbaharui dari Giok Kehidupan tersebut.


Tetapi tidak ada bukti bahwa Jie Yan tidak bersalah sehingga ia tidak bisa sesuka hati membela Jie Yan. Tetua Aula Penegak Hukum sangat pandai menilai seseorang dan ia tau bahwa apa yang dikatakan Jie Yan adalah kebenaran.


“Hentikan!” Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum berkata dengan nada dingin yang membuat Tetua Kelima membeku di tempat dan buru-buru menarik auranya untuk menekan Jie Yan.


Setelah aula tenang dan qi Raja Jie Yan juga mereda, Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum pun berbicara, “Murid Jie Yan, tidak ada bukti bahwa apa yang kau katakan benar. Bukti yang kami terima hanya memperlihatkan bahwa kau membunuh kedua murid. Karena itu, sebagai murid Sekte Pedang, Aula Penegak Hukum akan memberimu hukuman yang berat.”


“Kau akan diasingkan dalam waktu satu tahun di goa bawah tanah yang bernama Makam Pedang Kematian untuk bertahan hidup. Jika kau bisa bertahan dalam waktu satu tahun, maka Sekte Pedang akan mempertimbangkan untuk melepaskan hukumanmu!” Saat kata-kata Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum jatuh, banyak Tetua yang melebarkan mata mereka.


Sebab, sebagai Tetua, mereka semua tau bahwa di Makam Pedang, ada goa bawah tanah yang disebut sebagai Makam Pedang Kematian, itu dibuat untuk menghukum murid yang melakukan kejahatan serius. Dan dalam sejarah yang ada, tidak ada yang berhasil bertahan hidup selama lebih dari tiga bulan.