
Bintang Tianyu, Makam Pedang Kematian
Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya sama sedikit tidak menyadari apa yang terjadi di Makam asli Zhou Tian Cheng. Jika Ketiganya tau, mereka akan bergegas kembali lalu mencari cara memusnahkan Zhou Tian Cheng sebelum terlambat.
Tanpa memikirkan tentang hal itu, ketiganya pun keluar dari Padang Pasir kembali Ke Makam Pedang Kematian yang merupakan sebuah labirin.
Xiao Ziya langsung menyegel kembali pintu dengan cara yang sama. Kecuali dibuka dari luar, itu tidak akan bisa diterobos sama sekali. Ia melakukan hal itu untuk berjaga-jaga karena merasa selalu ada yang tidak beres.
Dan memang benar, insting Xiao Ziya memang sangat tepat sasaran. Zhou Tian Cheng sebelumnya menggunakan kemampuan khusus untuk mengelabuhi segala jenis teknik dan kekuatan spiritual agar tidak dapat melihat tempat di mana tubuhnya berada.
Hanya itu yang mampu dilakukan oleh Zhou Tian Cheng karena dia sangat tau bahwa hanya dalam bentuk jiwa lemah, dia tidak bisa melawan eksistensi Roh, apa lagi itu adalah Roh Dewi Kematian yang sangat ahli dalam kekuatan spiritual.
Walaupun Xiao Ziya dan Xia Yue'er masih lemah saat ini dan ada kesempatan untuk membunuhnya, Zhou Tian Cheng yang memiliki kecerdasan tinggi tidak akan mau mengambil resiko sama sekali.
Walaupun mengorbankan banyak hal yang membuat kekuatannya lemah ketika dibangkitkan, itu lebih baik dari pada mati sepenuhnya. Pemikiran seperti itulah yang akhirnya membuat Zhou Tian Cheng memilih untuk mundur. Selain dari itu, dua masih khawatir tentang Roh Artefak walaupun dia tidak tau bahwa ada batasan pada Roh Artefak agar tidak bisa masuk ke dalam Padang Pasir.
“Selesai.” ucap Xiao Ziya lelah. Untuk mengaktifkan kembali formasi seperti sedia kala, dibutuhkan banyak kekuatan spiritual agar itu tidak dapat dibobol dengan mudah.
“Kenapa kau harus berusaha keras untuk menyegel tempat itu lagi?” Tanga Xia Yue'er bingung dan merasa bahwa Xiao Ziya hanya melakukan pekerjaan sia-sia.
“Kau akan mengerti di masa depan ketika kau dewasa.” Balas Xiao Ziya dengan lirikan sedikit tidak puas.
“Dewasa?” Tanda centang muncul di dahi Xia Yue'er karena ia langsung tau bahwa Xiao Ziya menganggapnya sebagai anak-anak.
“Bajingan sialan! Aku akan mengalahkanmu! Akan ku tunjukkan bahwa aku sudah dewasa!” Teriak Xia Yue'er marah saat ia hendak menyerang tetapi di tangkap oleh Jie Yan.
“Yue’er, tenanglah.. kau sudah dewasa. Jangan pedulikan apa yang dikatakan oleh Ziya.” ucap Jie Yan dengan senyum khas diwajahnya.
Xia Yue'er masih menatap ke arah Xiao Ziya dengan marah walaupun ia mengangguk puas dalam hati karena Jie Yan telah mengakuinya dewasa.
“Hm, aku akan melepaskanmu kali ini!” Dengus Xia Yue'er dingin ke arah Xiao Ziya.
Xiao Ziya tidak peduli sama sekali. Namun ia sedikit terhibur, entah kenapa, ia merasa membuat Xia Yue'er marah merupakan hiburan kecil jika ia merasa bosan.
Xia Yue'er yang mendengar itu langsung semangat karena itulah yang ia nantikan. Ia langsung melupakan kekesalannya kepada Xiao Ziya seketika.
Ketiganya pun terus bergerak. Karena semula tempat itu tidak terlalu jauh, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba. Semula mereka banyak menghabiskan waktu itu dikarenakan mencari segel yang tersembunyi sementara tempat itu adalah sebuah labirin raksasa.
Karena insiden tentang Tetua Agung Sekte Pedang, Roh Artefak yang awalnya ingin memberikan Hukuman dengan cara menggunakan Semangat Niat Pedang, tidak lagi peduli sama sekali karena merasa itu hanya menghabiskan waktu.
Roh Artefak tentu menyadari bahwa Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya keluar dari ruangan tempat Zhou Tian Cheng dimakamkan. Tetapi ia tidak peduli sama sekali karena sangat kesal saat ini. Semua Semangat Niat Pedang yang ia ciptakan musnah, hanya menyisakan beberapa. Ia tidak akan menuruti perintah dari Sekte Pedang untuk menghukum Jie Yan karena jika bukan karena itu, ia tidak akan menghabiskan banyak waktu bekerja untuk menciptakan Semangat Niat Pedang.
Untuk kelompok Jie Yan, mereka pun membuat formasi khusus sekali lagi untuk berkultivasi agar tidak diganggu oleh siapapun.
Ruangan tempat Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya berkultivasi sangatlah besar.
Xia Yue'er yang sudah tidak sabar, langsung berbicara. “Jie Yan, keluarkan semua batu roh itu!”
Menatap Xia Yue'er yang tidak sabar, Jie Yan hanya tertawa kecil lalu mengeluarkan semua batu roh.
“Ada sekitar 1.000.000 batu roh kelas atas, 16.000.000 batu roh kelas menengah dan lebih dari 200.000.000 batu roh kelas bawah.” ucap Jie Yan dengan nada sedikit terkejut ketika mencoba menghitung dengan kekuatan spiritualnya.
“Kekayaan ini bahkan lebih tinggi dari Klan ataupun Sekte tingkat menengah di Bintang Tianyu.” ucap Xiao Ziya dengan senyum kecil diwajahnya lalu melanjutkan, “Siapa yang akan menduga bahwa Vena Urat Batu Roh yang hampir mati akan menghasilkan jumlah ini...”
“Jumlah ini cukup untuk kita bertiga mencapai tingkat yang lebih tinggi dari pada tingkat Jiwa Abadi. Meskipun jumlah ini tinggi, itu hanya ada sekitar 4.600.000 batu roh kelas atas secara keseluruhan.” ucap Jie Yan dengan gelengan kepala karena 1 batu roh kelas atas, sama dengan 10 batu roh kelas menengah dan 1 batu roh kelas atas sama dengan 100 batu roh kelas bawah.
“Walaupun begitu, untuk para kultivator tingkat Jiwa Abadi, ini adalah kekayaan luar biasa karena itu dapat memupuk ribuan kultivator tingkat Jiwa Abadi.” Lanjut Xiao Ziya.
Ketika Jie Yan dan Xiao Ziya selesai berbincang, keduanya menatap ke arah tertentu dan menemukan Xia Yue'er yang memegang batu roh kelas bawah di depannya sambil duduk bersila. Sangat terlihat bahwa Xia Yue'er ingin mendahului Jie Yan dan Xiao Ziya dalam menerobos kultivasi.
Melihat itu, Jie Yan hanya terkekeh kecil lalu berkata, “Waktunya berkultivasi. Walaupun peningkatan ini sedikit tidak baik karena menggunakan batu roh, ini lebih baik dilakukan karena aku tidak tau apakah Sekte Pedang akan menjadi musuh atau tidak. Lebih baik meningkatkan kekuatan secepat mungkin.”
“Kau benar.” Xiao Ziya mengangguk setuju. Ia tentu tidak pernah percaya dengan Sekte Pedang terutama ketika ketidakmampuan mereka menyelidiki masalah yang berakhir pada Jie Yan dihukum.
Hanya orang yang memiliki hubungan dekat dengan Jie Yan yang dipercaya oleh Xiao Ziya. Selain dari itu semua, ia hanya menganggap mereka sebagai serangga belaka, sama seperti ketika di masa lalu ia memandang rendah semua makhluk hidup yang ada.