
Bintang Tianyu, Makam Pedang Kematian
Qi yang sangat kuat meledak dari tubuh Jie Yan layaknya sebuah pusaran yang mengelilingi tubuhnya sebagai pusatnya.
“Qi ini sangat kuat, tampaknya level Jie Yan saat ini dapat mengalahkan semua kultivator di tingkat yang sama. Bahkan satu tahap di atasnya akan kesulitan melawan Jie Yan.” ucap Xiao Ziya. Ia sangat jelas dengan level kekuatan Jie Yan saat ini walaupun ia tidak bertanding dengannya.
Saat qi yang meledak dari tubuh Jie Yan perlahan mereda, ia pun membuka matanya lalu tersenyum kecil. Ia merasakan kekuatan luar biasa pada tubuhnya saat ini seolah-olah ia bisa menghancurkan sebuah dunia fana hanya dengan satu serangan.
Kekuatan dahsyat seperti itu membuatnya sedikit mabuk tetapi langsung pulih karena Jie Yan tau bahwa itu adalah godaan dari kekuatan besar yang menghasilkan kesombongan.
“Sudah lebih tujuh bulan kita berkultivasi dan kita bertiga telah mencapai tingkat Jiwa Abadi tahap awal. Ziya, berapa lama waktu hukuman berakhir?” Tanya Jie Yan saat ia perlahan bangkit berdiri dan menatap ke arah tumpukan batu roh.
“Tidak sampai satu minggu, waktu hukuman satu tahun akan berlalu.” jawab Xiao Ziya.
Jie Yan mengangguk kecil lalu menyimpan semua batu roh yang ada di tempat tersebut. Hanya dengan persepsi spiritualnya, ia dapat menghitung jumlah batu roh yang tersisa.
“Aku tidak menyangka bahwa dalam waktu ini hanya lebih dari 1.100.000 batu roh kelas atas total sumber daya yang kita gunakan. 3.500.000 batu roh kelas atas bisa menjadi cadangan untuk berkultivasi kembali.” ucap Jie Yan.
“Ya, tetapi jumlah itu tidak lagi cukup karena kita membutuhkan sumber daya yang sangat besar. Tidak akan bisa membuat kita melewati ke tingkat selanjutnya.” Xiao Ziya menggelengkan kepalanya karena tau jumlah sebesar apa yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat selanjutnya apa lagi untuk mereka bertiga yang membutuhkan jumlah yang lebih besar dari pada kultivator dan roh pada umumnya.
“Kita akan memikirkan hal ini nanti. Kita masih memiliki banyak waktu. Aku akan menyetabilkan kekuatanku untuk dalam satu Minggu ini. Yue’er, apakah kau tidak keberadaan berdebat? Aku ingin melihat sebesar apa kekuatanku saat ini.” ucap Jie Yan.
“Tidak masalah, aku akan mengalahkanmu.” ucap Xia Yue'er percaya diri. Karena saat ia menerobos tingkat Jiwa Abadi, ia dapat merasakan kekuatan luar biasa perlahan mengalir terus-menerus di dalam tubuhnya.
Untuk Xiao Ziya, dia sangat paham kekuatan apa sebenarnya itu tetapi tidak membicarakannya.
Wusssh!
Saat formasi dilepaskan, Jie Yan mengerutkan keningnya karena merasa tingkat kultivasinya turun menjadi tingkat Emas Abadi tahap puncak.
“Ada batasan di tempat ini. Sekuat apapun kultivasi, itu tetap akan ditekan jika aku tidak membuat formasi seperti sebelumnya.” ucap Xiao Ziya.
Jie Yan langsung mengerti karena itu yang terjadi pada Tetua Agung Sekte Pedang sebelumnya walaupun batasan yang diterima oleh Tetua Agung Sekte Pedang lebih besar, yaitu penekanan sampai ke tingkat Abadi Emas tahap akhir.
“Ayo Yue'er.” ucap Jie Yan saat membuat kuda-kuda bertarung.
“Kapanpun!” Xia Yue'er dengan bersemangat langsung membentuk dua lingkaran formasi di tangan mungilnya.
Wusssh!
Keduanya langsung bergerak secara bersama-sama tetapi Xiao Ziya langsung melompat mundur.
Pertarungan keduanya disaksikan oleh Xiao Ziya dengan penuh minat. Banyak tempat yang dihancurkan oleh keduanya, dan sesi latih tanding itupun berlangsung selama lebih dari sehari.
Untuk Roh Artefak, wajahnya semakin gelap ketika melihat Jie Yan dan Xia Yue'er bertarung dengan gila yang menghancurkan banyak tempat tetapi ia hanya membiarkannya karena tau bahwa sebentar lagi Jie Yan akan dikeluarkan dari Makam Pedang Kematian.
Saat sesi latih tanding selesai, Jie Yan dapat memahami secara kasar kekuatannya saat ini dan sudah mulai terbiasa. Keduanya pun mulai mencerna cara penggunaan kekuatan yang lebih tinggi agar ketika melawan para kultivator tingkat Jiwa Abadi, mereka tidak kaku.
Sedangkan Xia Yue'er, dia hanya cemberut sepanjang waktu karena dalam sesi latih tanding itu, ia dikalahkan dalam jarak cukup besar. Selain dari itu, stamina dan qi Jie Yan jauh lebih besar dari pada dirinya sendiri yang membuat Xia Yue'er hampir tidak memiliki peluang untuk menang. Tentu saja di sisi lain dikarenakan ia tidak menggunakan kekuatan puncak dari konsep Kehidupan. Jika ia menggunakannya, selisih kekuatannya tidak akan terlalu lebar dengan Jie Yan.
Waktu pun berlalu, tanpa sadar, hari hukuman di tempat itu pun akhirnya selesai.
Saat ini, di Makam Pedang, terlihat beberapa sosok yang muncul. Salah satu dari mereka adalah Tetua di bawah pemimpin Aula Penegak Hukum. Sosok kedua adalah Tetua Pertama dan sosok terakhir adalah Tetua Kelima.
“Apa yang membuatmu ikut ke tempat ini, Tetua Kelima?” Tanya Tetua Pertama sedikit curiga.
Bahkan Tetua yang lainnya yang tidak terlalu terkenal juga sedikit curiga saat ini karena bukan tugas Tetua Kelima untuk mengeluarkan Jie Yan dari dalam sana dan tidak ada instruksi dari Pemimpin Aula Penegak Hukum membawa Tetua Kelima.
“Aku hanya ingin melihat mayat dari seseorang yang berani membunuh sesama murid. Lagi pula, muridku mengintruksikan murid yang dibunuh untuk menyelidiki tempat tertentu yang berakhir pada pembunuhan. Kau harus tau bahwa murid-murid itu menjadi bagian dari bawahanku. Tentu saja aku akan memberikan keadilan kepada mereka untuk membakar mayat bocah itu agar tidak mempermalukan Sekte Pedang.” ucap Tetua Kelima sedikit dingin.
Tetua Pertama hanya melirik ke arah Tetua Kelima. Ia tentu tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Tetua Kelima. Selain dari itu, menurutnya Tetua Kelima akan kecewa karena ia tau dari Roh Artefak bahwa Jie Yan masih hidup sampai saat ini.
“Buka segel lalu buat segel untuk menarik Jie Yan dari dalam sana.” Perintah Tetua Pertama kepada Tetua lainnya tanpa mempedulikan Tetua Kelima.
Tetapi Tetua Kelima terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Tetua Pertama karena kata-kata tersebut menyiratkan bahwa Jie Yan masih hidup sampai saat ini. Hal ini juga membuatnya sangat marah dalam hati selain dari terkejut karena mungkin Jie Yan adalah yang pertama selamat ketika dilempar ke dalam Makam Pedang Kematian meksipun ia tidak tau bahwa ada yang selamat dalam waktu 10.000 tahun yaitu mantan Tetua Agung Sekte Pedang.
Tetua tersebut mengangguk kecil lalu membuat beberapa gerakan khusus. Itu adalah cara untuk menarik target yang ada di dalam Makam Pedang Kematian setelah segel dibuka. Tidak peduli apakah dia mati atau hidup, dia akan tetap ditarik keluar.
Jie Yan yang saat ini dalam posisi bermeditasi, membuka matanya karena ia merasa hendak ditarik oleh sesuatu. Ia pun menyipitkan matanya lalu menarik Xia Yue'er dan Xiao Ziya ke dalam Ruang Jiwa.
Wusssh!
Tubuhnya langsung ditarik ke arah atas. Tempat yang semula hanya tembok kini membentuk lubang kecil. Ia ditarik dengan kecepatan tinggi dan dalam waktu yang lama, ia akhirnya melihat cahaya di atas sana.
Zhep!
Ketika Jie Yan keluar, Tetua itu pun membatalkan teknik lalu membuat gerakan lainnya menutup Makam Pedang Kematian. Ia juga sangat terkejut bahwa Jie Yan ternyata masih hidup.
Sementara untuk Tetua Kelima, kilatan pembunuhan terlihat sekilas di matanya. Karena Jie Yan masih selamat, ia pasti akan mencari cara untuk menghabisi Jie Yan lalu mengambil Jimat Bulan yang menurutnya pasti disimpan oleh Jie Yan.
Jika Tetua Kelima tau bahwa Xiao Ziya menggunakan metode aneh untuk menyempurnakan Jimat Bulan, Tetua Kelima pasti akan muntah darah karena ia sudah menunggu Jimat Bulan dalam waktu yang sangat lama agar dapat meningkatkan konsep Cahaya Bulan yang ia olah.