
Bintang Brahma
“Pangeran Iblis?” Wajah Jie Yan berkerut ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.
“Ya, Gerbang Dunia Lain selalu terbuka di Alam Abadi. Tidak seperti di Bintang Saint karena itu dikunci dan di segel oleh ayah untuk beberapa alasan. Di Wilayah Barat Alam Abadi, salah satu Pangeran Iblis duduk di Bintang Brahma. Dan satunya lagi sudah pasti berada di tempat Penguasa Wilayah Barat Alam Abadi tinggal.”
“Aku akan memberitahumu tentang sesuatu, di Alam Abadi para iblis diakui sama seperti Roh, mereka juga berbaur di Alam Abadi walaupun mereka tetap dikucilkan. Dan di Bintang Brahma, Kuil Buddha ada untuk menekan Iblis agar tidak mencoba menguasai Alam Abadi seperti di masa lalu.”
“Bisa dikatakan, di Wilayah Barat Alam Abadi terdapat setidaknya sepuluh kekuatan besar saling bersaing. Dan salah satunya adalah kelompok iblis yang dipimpin oleh seorang Pangeran Iblis walaupun aku tidak tau siapa dia karena mungkin sudah berubah seiring berjalannya waktu.” ujar Xiao Ziya.
“Jika seperti itu, bukankah ada eksistensi campuran antara Iblis dan manusia?” Tanya Jie Yan dengan mata menyipit.
“Ya, memang ada, tetapi mereka pasti dikucilkan oleh kedua ras sehingga darah campuran iblis dan manusia jarang terlihat. Tetapi ada kalanya eksistensi campuran seperti itu menjadi sangat kuat. Di masa lalu pernah muncul iblis campuran, dan dia dapat bersaing dengan salah satu Penguasa walaupun akhirnya dia jatuh.” Balas Xiao Ziya.
Jie Yan mengangguk mendengar hal itu dan berbicara kembali, “Aku akan memulihkan kekuatanku dan menyembuhkan kakiku terlebih dahulu. Setelah itu, kita akan mencari tempat kenalanmu berada.”
Xiao Ziya mengangguk karena ia juga tidak tau di mana mereka mendarat saat ini. Jika ia menghampiri kota terdekat, ia akan langsung tau ke arah mana mereka harus pergi.
Jie Yan tidak membuang waktu dan langsung mulai memulihkan kekuatannya. Untuk penyembuh kakinya, ia tidak khawatir karena jika itu luka kecil, ia akan selalu pulih dengan sangat cepat hanya dengan bermeditasi. Dan ini adalah kekuatan unik yang bersemayam di dalam tubuhnya walaupun itu hanya untuk segi penyembuh, yaitu garis darah Phoenix Surgawi.
Walaupun Jie Yan tidak dapat menggunakan kemampuan Phoenix yang merupakan elemen api, ia masih mewarisi kemampuan penyembuhan diri yang cukup keterlaluan. Hanya beristirahat di beberapa waktu, luka parah juga akan sembuh dengan cepat.
Dalam waktu satu hari kemudian, Jie Yan pun membuka matanya karena kekuatannya telah pulih ke puncaknya.
“Apakah kita akan langsung pergi?” Tanya Xiao Ziya.
“Ya. Kita tidak bisa membuang waktu. Aku juga ingin meningkatkan kekuatanku secepat mungkin. Karena kau mengatakan bahwa di Bintang Brahma hanya untuk kultivator tingkat Raja Abadi yang memiliki pijakan tertentu.” ujar Jie Yan.
Xiao Ziya mengangguk dan langsung masuk ke Ruang Jiwa. Ia akan terus memperhatikan daerah sekitar jika ada musuh yang mendekat melalui Ruang Jiwa.
Untuk Xia Yue'er, ia hanya duduk di kursi VIP-nya, sementara Xiao Xiao, Jie Yan langsing menggendongnya karena Xiao Xiao tidak akan bisa terbang di Alam Abadi.
Jie Yan keluar dari tempat persembunyian dan menatap ke arah hutan yang tidak terlalu lebat. Ia langsung terbang ke udara, untuk bepergian di Alam Abadi tingkat tinggi, kekuatan yang terkuras tentu semakin besar bahkan ketika terbang. Inilah hukum yang mengatur Alam Abadi. Semakin kuat dunianya, semakin kecil kekuatan perusak yang dapat dikeluarkan.
Kecepatan Jie Yan dibandingkan ketika berada di Bintang Tianyu juga melemah sedikit di Bintang Brahma. Ini membuktikan tekanan di Bintang Brahma beberapa kali lipat lebih tinggi.
“Layak menjadi Alam Abadi tingkat tinggi.” Batin Jie Yan dan terus terbang ke arah acak membawa Xiao Xiao bersamanya.
Tidak sampai setengah hari kemudian, ketika Jie Yan sedang terbang di udara, ia melihat dengan Mata Dewa miliknya dikejauhan bahwa ada pertempuran yang sedang terjadi.
“Jie Yan! Di depan ada beberapa kultivator tingkat Penguasa Abadi tahap menengah yang sedang melawan banyak iblis biasa dengan kekuatan tingkat yang sama!”
Ketika mendengar suara Xiao Ziya, ia mengangguk kecil. Ia paling membenci iblis dihatinya karena kejadian di Bintang Saint. Tentu ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk menghancurkan para iblis ketika ia bertemu dengan mereka.
“Hanya terbang dalam waktu setengah hari telah menguras sangat banyak qi. Tampaknya aku harus melakukan metode perjalanan lain. Bahkan kecepatanku terbang di udara sangat lambat.” Batin Jie Yan.
Di saat Jie Yan mendekat, ia semakin jelas melihat menggunakan Mata Dewa bahwa ada enam iblis sedang melawan dua kultivator.
“Ha-ha-ha! Apa kalian ingin kabur? Larilah manusia!” Salah satu iblis berkata dengan nada kejam dan kelima rekannya juga tampak memasang wajah ganas.
Di Bintang Brahma, hukum rimba sangat berlaku, ini juga membuat populasi di Bintang Brahma tidak sebanyak Bintang lainnya. Tentu ini dikarenakan perselisihan tiga kekuatan besar, terutama para iblis yang sedari awal memiliki ambisi tinggi.
Pria dan wanita itu hanya bisa memasang wajah pahit karena tidak menyangka akan bertemu dengan iblis di perjalanan. Mereka menyesal karena terlalu terburu-buru ingin berkelana di tingkat kekuatan mereka saat ini yang menjadi yang terbawah di rantai makanan di Bintang Brahma.
Ini juga hukum yang tidak tertulis bahwa setiap manusia yang tidak mencapai tingkat Raja Abadi dilarang keluar dari pemukiman manusia.
Selain dari banyaknya binatang buas yang berkeliaran dan sangat kuat, para iblis juga terus bermunculan di mana-mana. Apa lagi jika tempat itu berada jauh dari daerah dua penguasa lainnya di Bintang Brahma.
Jie Yan yang mendekat, menatap iblis dengan tatapan dingin. Ia langsung mengeluarkan pedang miliknya karena tidak sabar memenggal para iblis.
Untuk Xia Yue'er, ia langsung berdiri dan di kedua tangannya yang mungil dikelilingi oleh cincin formasi.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Jarak yang dapat di tempuh oleh Jie Yan dengan teknik tersebut juga di potong lebih dari setengah karena tekanan dari Bintang Brahma. Tetapi jaraknya saat ini sudah lebih dari cukup untuk mencapai keenam iblis.
Di belakang salah satu iblis, pusaran ungu muncul dan Jie Yan keluar dari dalam sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”
Sraing!
Jrezh!
Iblis yang di tebas oleh Jie Yan langsung di penggal begitu saja saat dia baru saja merasakan ancaman bahaya.
“Formasi Cahaya, Tebasan Pedang Cahaya!”
Sraing!
Xia Yue'er dengan tubuh mungilnya mengayunkan pedang lalu membelah salah satu iblis menajdi dua bagian.
Hal ini membuat empat iblis yang tersisa sangat terkejut begitu juga dengan dua kultivator yang dikejar oleh iblis.
“Bajingan!”
Keempat iblis pun berteriak keras lalu menyerang ke arah Jie Yan dan Xia Yue'er.
Jie Yan dan Xia Yue'er menaikkan sudut bibir mereka masing-masing karena sangat menikmati momen ketika menghabisi para iblis.
Keduanya tidak hanya tinggal diam dan langsung menyerang juga.
“Iblis rendahan, matilah!”