
Bintang Tianyu, Hutan Purba
Bom! Bom! Bom!
Pertarungan sengit terus berlangsung setelah dua Golem Magma tingkat Penguasa Abadi tahap awal terbunuh.
Para peserta kompetisi semuanya mengincar Golem Magma tingkat Penguasa Abadi tahap menengah karena mereka tidak mampu menangkap Jie Yan dan Yun Che yang kini berada di udara.
Jie Yan yang berada di udara menatap ke arah pertarungan yang terus berlanjut. Jumlah murid yang tersisa kini tidak mencapai angka lima puluh. Tetapi mereka semua adalah murid tingkat atas, diantara itu semua, enam belas murid tingkat Jiwa Abadi tahap puncak terus bertahan.
Dengan kekuatan mereka, para murid selevel itu masih bisa mempertahankan diri. Sementara murid lainnya, beberapa tewas dan beberapa lainnya melarikan diri menggunakan giok penyelamatan diri.
Tetapi para murid itu membawa token mereka bersama dengan mereka sehingga jumlah Poin itu tidak bisa dijarah.
Semua itu sudah dalam perhitungan para murid. Mereka tentu tidak akan mau memberikan Poin hasil jerih payah mereka secara cuma-cuma kepada murid lainnya walaupun mereka mereka gagal dalam kompetisi tersebut.
“Tidak lama lagi..” Jie Yan yang telah memulihkan kekuatannya berkata dengan mata menyipit saat menatap pertarungan.
Sudah hampir sepuluh menit berlalu semenjak dua Golem Magma tingkat Jiwa Abadi tahap awal dibunuh. Diwaktu itu juga, banyak murid yang telah jatuh.
“Serang bersama-sama!” Qing Cao berteriak keras saat melancarkan serangannya diikuti oleh semua murid karena saat ini Golem Magma telah dalam kondisi terluka parah dan sangat kelelahan.
Walaupun kekuatannya sangat besar, di bawah pengepungan elit murid Sekte Pedang yang berjumlah banyak pasti akan kalah cepat atau lambat.
“Woaaaaaa!”
Golem Magma tersebut meruang keras. Ia dapat merasakan bahwa ketika semua murid menyerang, ia akan tewas di tempat. Tetapi sebagai binatang roh, ketika kematian tiba, instingnya pasti akan bekerja dengan baik. Amarahnya membuatnya akan mencoba menyeret musuh sebanyak mungkin tewas bersamanya.
Dengan sisa kekuatannya, Golem Magma mengangkat kedua tangannya lalu menghantamnya ke arah permukaan tanah.
Bom!
Magma dalam jumlah besar meledak ke arah langit. Panas yang terpancar terasa dapat melelehkan apa saja.
Para murid yang telah mencapai lokasi Golem Magma dari segala arah terkejut melihat hal itu.
“Arrrrgggghh!”
Banyak peserta yang terkena magma tersebut. Mereka bisa saja dibakar menjadi abu kapan saja tetapi mereka semua langsung menggunakan Giok penyelamatan diri sebelum semuanya terlambat.
Tetapi para murid tingkat Jiwa Abadi tahap puncak mampu menahan hal itu. Selain dari kekuatan tubuh, konsep dan qi yang sangat besar, para murid yang mencapai tingkat kultivasi itu memiliki niat pedang yang sangat kuat. Kekuatan niat pedang yang sangat tinggi mampu menahan magma panas dari Golem Magma.
Sraing! Sraing! Sraing!
Semua murid yang bertahan langsung menyerang sekuat tenaga yang mereka bisa.
Srak! Srak!
Semua serangan tersebut mendarat di tubuh Golem Magma yang tidak lagi memiliki pertahanan qi. Tubuhnya langsung menerima banyak luka sayatan yang sangat dalam.
Karena kehabisan qi, Golem Magma tersebut tidak dapat lagi mempertahankan diri dan langsung tumbang ke arah belakang.
Qing Lan Yu yang merupakan terkuat tampak melesat secara langsung dan memberikan serangan akhir. Ia berputar dengan cepat di udara lalu ketika mendatar, ia langsung mengayunkan kedua pedangnya.
Sraing!
Srak!
Ketika Qing Lan Yu mendatar, murid lainnya juga sama. Mereka semua tampak waspada dan akan menyerang kapan saja. Hal ini tentu dikarenakan kejadian sebelumnya yang dibuat oleh Jie Yan dan Yun Che. Semua murid tidak akan memberikan kepada murid lainnya menjarah inti Golem Magma yang baru saja tewas.
Saat ini enam belah murid tingkat Jiwa Abadi tahap puncak dan hampir tiga puluh murid tingkat Jiwa Abadi tahap akhir tersisa.
Tidak ada yang berbicara saat ini. Mereka semua hanya saling memandang satu sama lainnya dengan tatapan waspada.
Qing Lan Yu yang paling dekat pun langsung bergerak dan mencoba menggali inti binatang roh tetapi Qing Mo yang sudah waspada setiap saat pun langsung menyerang.
Karena Qing Mo menyerang, Qing Lan Yu langsung bereaksi dan mengangkat kedua pedangnya menahan tebasan Qing Mo.
Trang!
“Apa kau mencoba menghalangiku Qing Mo?” Tanya Qing Lan Yu dengan nada acuh tak acuh.
“Tentu saja. Aku tidak akan membiarkanmu mengambil hasil jarahan. Aku sudah bekerja cukup keras memberikan kontribusi mengalahkan Golem Magma ini.” ujar Qing Mo dengan sedikit senyum diwajahnya.
Sebelum Qing Lan Yu berbicara, Qing Cao juga telah bergerak lalu di tahan oleh Qing Fei. Sementara Qing Mu di tahan oleh Qing Yufeng.
Para murid lainnya juga melakukan hal yang sama dan mereka semua saling menahan.
Pertempuran para peserta pun pecah di sekitar Golem Magma karena tidak ada satupun dari mereka yang akan menyerahkan inti Golem Magma kepada murid lainnya. Mereka tentu telah melihat hasil yang diperoleh oleh Jie Yan dan Yun Che ketika menyerap inti Golem Magma tingkat Penguasa Abadi tahap awal.
Dan hasil dari inti Golem Magma tingkat Jiwa Abadi tahap menengah pasti berjumlah paling tidak dua kali lipat.
“Apakah kita akan bergerak megambil inti binatang roh itu?” Tanya Xia Yue'er menatap ke arah Jie Yan.
Jie Yan terdiam untuk beberapa saat lalu melirik ke arah Yun Che yang juga melirik ke arahnya. Keduanya tampak memberi isyarat dan tau bahwa jika salah satu dari mereka bergerak, yang lainnya juga akan bergerak sehingga seperti telah membuat kesepakatan untuk menunggu sampai jumlah murid berkurang.
“Belum waktunya...” ucap Jie Yan saat melihat kembali ke arah pertarungan yang terjadi di bawah.
Tetua Pertama, Kedua, dan Ketiga saling memandang karena ketiganya tentu paham kenapa Jie Yan dan Yun Che tidak bergerak karena itu hanya membuang tenaga untuk saat ini.
Murid yang sedang bertarung di dekat Golem Magma juga terus-menerus memperhatikan pergerakan Jie Yan dan Yun Che. Mereka tidak akan membiarkan hal yang sama terulang kembali.
Waktu terus berlalu, tanpa sadar, para murid bertarung selama lebih dari satu jam. Di saat itu juga, banyak murid yang telah jatuh dan menggunakan giok penyelamatan diri.
Murid tingkat Jiwa Abadi tahap puncak telah terisa 12 dan murid tingkat Jiwa Abadi tahap akhir hanya tinggal angka satuan.
“Qing Lan Yu! Menyerahlah! Walaupun kau lebih kuat, tidak mungkin untuk mengambil inti binatang roh itu di bawah hidungku! Kenapa kau tidak mengambil Poin murid lainnya?” Tanya Qing Mo dengan terengah-engah.
Qing Lan Yu mengerutkan keningnya dan melirik ke arah Golem Magma lalu menatap ke arah semua murid lainnya.
Sebelum Qing Lan Yu berbicara, Jie Yan yang berada di udara merasa bahwa waktunya telah tiba.
“Yue’er, sudah waktunya!” ucap Jie Yan. Ia pun langsung mengendalikan semua binatang roh yang bersembunyi untuk menyerang ke arah tempat Golem Magma berada agar ia mengambil kesempatan untuk mengambil inti Golem Magma. Dan ia memperingati Xia Yue'er karena ia ingin Xia Yue'er menahan Yun Che untuk beberapa waktu.