
Bintang Tianyu, Makam Pedang Kematian
Duar!
Ledakan besar terjadi di ruangan yang sangat besar tersebut. Semua tempat hancur berantakan oleh serangan gabungan dari Jie Yan, Xia Yue'er dan Xiao Ziya.
Ketiganya langsung mencoba bertahan karena ketiganya menggunakan serangan kekuatan penuh. Efek dari ledakan tersebut tentu dapat melukai mereka jika tidak mencoba bertahan.
Debu bercampur dengan qi dan konsep menutupi semua tempat yang ada.
“Apakah berhasil?” Tanya Xia Yue'er yang berdiri di bahu Jie Yan menatap ke arah ruangan raksasa tersebut yang menurutnya sudah pasti akan hancur.
Xiao Ziya tidak menjawab dan memfokuskan kekuatan Spiritualnya untuk melacak segala sesuatunya yang ada di sana.
Sementara Jie Yan, ia menggunakan Mata Dewa untuk mencari tau apakah ada makhluk hidup atau tidak.
“Aku tidak menemukan apapun. Bagaimana denganmu?” Tanya Xiao Ziya menatap ke arah Jie Yan.
Mata Jie Yan menyipit karena awalnya ia melihat fluktuasi energi samar tetapi itu langsung menghilang seperti ketika seseorang kultivator yang memiliki qi dan dia tewas. Reaksi yang sama terjadi di banyak tempat karena semula, walaupun semua makhluk hijau sebelumnya kehabisan kekuatan hidup, mereka tetap hidup walaupun mungkin akan tewas dalam waktu kurang dari 15 menit.
“Tidak ada tanda-tanda kehidupan walaupun fluktuasi energi yang aktif.” Jie Yan menggelengkan kepalanya karena tidak dapat melacak apapun.
Sebelum ada yang berbicara kembali, debu yang menutupi tempat itupun semuanya lenyap. Benda-benda dan tubuh yang ada di dalam ruangan tersebut semuanya telah hancur menjadi puing-puing.
Xiao Ziya yang masih ingin memastikan, terbang perlahan ke arah selang-selang aneh yang ada di setiap tubuh makhluk hijau sebelumnya. Ia mengikuti ke arah mana jalur selang tersebut tetapi semuanya tampak telah terputus karena serangan sebelumnya.
“Benda ini cukup kuat, apakah mungkin hancur karena serangan kami sebelumnya?” Xiao Ziya sedikit ragu. Ia pun mencoba menghancurkan selang tersebut, walaupun sulit, itu tidak mustahil sama sekali yang membuatnya berpikir bahwa serangan sebelumnya lah yang menghancurkan semuanya.
Setelah itu, Xiao Ziya langsung mengeluarkan jiwanya kembali untuk melacak apakah ada aura jiwa yang sebelumnya mereka lihat. Namun, setelah melacak dalam waktu beberapa menit, ia tidak menemukan petunjuk apapun yang akhirnya membuatnya menyerah meksipun ia masih merasakan perasaan tidak nyaman.
“Tidak ada apa-apa lagi yang dapat diambil di sini. Semua teknologi yang ada di sini telah hancur oleh Serangan sebelumnya. Tampaknya jiwa yang aku liat juga telah musnah.” ucap Jie Yan. Ia sedikit lega walaupun ia merasa ada yang tidak beres tetapi tidak tau apa itu. Namun, setelah memeriksa semua yang ada di sana, tidak ada yang janggal sama sekali.
“Jika tidak ada yang bisa diambil, ayo kita pergi. Aku penasaran apakah ada hal lainnya di jalan masuk lainnya tempat ini.” ucap Xia Yue'er merujuk pada Piramida kecil lainnya seperti yang mereka masuki.
Jie Yan dan Xiao Ziya yang sedikit ragu pun setuju dan langsung pergi dari tempat itu ke arah jalan masuk lainnya yang disegel. Alasan mengapa mereka langsung menemukan laboratorium tersebut, itu dikarenakan adanya jejak fluktuasi energi.
Ketiganya pun kini terus mengelilingi tempat tersebut, mereka menemukan banyak ruangan rahasia. Hanya beberapa yang menyimpan benda berharga tetapi apa yang dicari oleh Jie Yan dan Xiao Ziya tidak kunjung terlihat.
Apa yang Keduanya cari tentu saja adalah jalan ke tempat mayat Zhou Tian Cheng berada. Namun, setelah penyelidikan lebih dari sehari, mereka tidak menemukan jalan sehingga merekapun akhirnya menyerah karena merasa apa yang mereka khawatirkan tidak ada sama sekali.
“Jie Yan, di ruangan lainnya aku menemukan benda ini. Mungkin suatu hari nanti akan berguna.” Xiao Ziya melemparkan sebuah gulungan kertas yang tampak seperti catatan teknik tertentu.
Jie Yan yang menerima gulungan tersebut, melihat isinya karena cukup penasaran. Tentu benda yang dianggap Xiao Ziya penting pasti bukan sesuatu yang sederhana.
“Hm? Metode Pemurnian Jiwa melalui meditasi? Ini cukup sederhana. Tetapi, apa fungsinya menggunakan metode ini?” Tanya Jie Yan karena tidak ada catatan tentang efek yang diterima.
“Ketika kekuatanmu mencapai titik tertentu, akan ada terobosan yang bergantung pada kekuatan spiritual. Walaupun kekuatan spiritualmu kuat, akan lebih baik jika itu lebih tinggi agar terobosan semakin sempurna. Terutama untuk tahap pertama, yaitu Jiwa Abadi. Jika jiwamu sangat kuat, hampir tidak ada halangan bagimu menerobos tingkat Jiwa Abadi.” Lanjut Xiao Ziya.
Jie Yan terdiam ketika mendengarnya. Ia menatap ke arah Xiao Ziya lalu kemudian ke arah Xia Yue'er karena merasa bahwa ketika keduanya hendak menerobos di tingkat Jiwa Abadi, itu tidak memiliki halangan sama sekali.
“Apa yang kah pikirkan benar. Kami para Roh memiliki dua tingkat kultivasi yang bisa dikatakan sebagai anugrah untuk para Roh. Tingkat pertama adalah Jiwa Abadi, kami para Roh hanya perlu meningkatkan kekuatan spiritual dan itu akan secara langsung membuat kami menerobos ke tahap selanjutnya tanpa kami memahami esensi dari terobosan tingkat kultivasi Jiwa Abadi.” ucap Xiao Ziya yang membuat wajah Jie Yan sedikit tampak iri.
“Jangan terlalu kecewa. Kami para Roh juga memiliki tingkatan yang membuat kami bisa menghabiskan seumur hidup hanya untuk menerobos satu tahap. Dan itu semua adalah harga dari anugerah yang ada pada tubuh para Roh.” Lanjut Xiao Ziya dan ia pun perlahan terbang ke arah luar Piramida tanpa menunggu Jie Yan bereaksi.
Jie Yan menghela nafas lalu mengikuti Xiao Ziya dengan Xia Yue'er yang tidak peduli dengan percakapan sebelumnya.
Ketiganya pun langsung pergi dari tempat itu untuk keluar dari Padang pasir karena tempat itu memang tidak cocok sebagai tempat berkultivasi meningkatkan kekuatan.
Setelah kepergian kelompok Jie Yan selama lebih dari beberapa jam, jauh di bawah tanah, sosok pudar yang menyerupai jiwa pun muncul. Di kedua tangannya terlihat dua sosok yaitu Zhou Qin dan Zhou Chun.
“Tampaknya mereka telah pergi.” ucap jiwa tersebut lalu menatap ke arah Zhou Chun dan Zhou Qin yang tidak sadarkan diri dengan tatapan tidak puas.
“Jika aku terlambat selangkah, rencana yang telah aku susun selama hampir 100.000 tahun akan gagal karena kebodohan keduanya. Aku tidak mengerti bagaimana Kloning milikku ini menggunakan otakku. Dia bahkan tidak mampu menampilkan kepintaranku sebanyak 30%.” Jiwa tersebut yang tidak lain adalah jiwa Zhou Tian Cheng berkata dengan nada marah ketika menatap ke arah Zhou Chun.
Tatapan Zhou Tian Cheng tertuju ke arah belakang. Ia pun perlahan melepaskan kelautan spiritual yang semula ia pertahankan. Semua yang ada di sana berubah dalam sekejap dan terlihat sosok tubuh raksasa yang tidak lagi bernyawa.
Sosok tersebut tidak lain adalah tubuh Zhou Tian Cheng yang telah mati, tubuh perkasa yang diakui sebagai terbaik di 33 Surga, memiliki daya tahan tertinggi, kekuatan tubuh puncak, dan akhirnya dirinya sebagai Raja Titan Kuno memiliki kepintaran tertinggi yang pernah ada.
Inilah sebabnya para eksistensi puncak di masa lalu mencoba membunuhnya tanpa ampun ketika Zhou Tian Cheng menunjukkan taringnya di 33 Surga dalam perebutan hegemoni.
“Jika tidak salah, Roh sebelumnya adalah Roh Dewi Kematian yang dirumorkan sebagai salah satu Roh Legendaris ketika Perang Kaisar telah selesai. Dan satunya lagi, aku pernah merasakan auranya, dia pasti Roh Dewi Kehidupan dari Alam Roh Peri. Sungguh tidak terduga bahwa dua eksistensi seperti itu akan melakukan Kontrak dengan seorang manusia secara bersamaan.” ucap Zhou Tian Cheng sambil perlahan melayang ke arah kepala tubuhnya yang telah mati.
Ketika Zhou Tian Cheng mendarat, ia langsung melakukan gerakan khusus lalu tubuh Zhou Chu perlahan di serap oleh kepala tubuhnya.
“Namun, siapa bocah itu? Aku dapat merasakan bahwa garis darahnya sangat luar biasa. Aku tidak dapat memprediksi ketinggiannya. Ini semua karena kedua Kloning bodoh itu. Jika saja keduanya waspada, kebangkitanku tidak akan tertunda seperti ini.” ucap Zhou Tian Cheng sedikit menyerit saat tiba di depan dadanya lalu melakukan hal yang sama agar inti tubuhnya yang ada pada Zhou Qin diserap kembali.
“Tidak masalah sama sekali! Walaupun sedikit tertunda dan kekuatan tubuhku tidak akan kembali seperti semula karena Zhou Peng tolol itu, sudah waktunya melakukan rencana!”
Tap!
Saat mengatakan itu, Zhou Tian Cheng menyatukan kedua telapak tangannya lalu qi, konsep dan kekuatan spiritual meledak. Itu langsung mengeluarkan seluruh tubuhnya yang telah mati.
Wusssh!
Tubuh tersebut tampak di padatkan menjadi sesuatu yang lain. Itu menyusut dengan kecepatan yang sangat tinggi lalu memadat ke bentuk sebuah bola setinggi lima meter.
Zhou Tian Cheng melayang ke arah atas bola berwarna hijau bercampur lendir putih serta dengan detakan sepeti sebuah jantung. Ia perlahan tenggelam ke dalam bola tersebut sambil bergumam, “Kebangkitan serta Evolusi yang telah lama aku tunggu, Di Mulai!”