Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Babak Pertama Selesai


Bintang Tianyu


Jie Yan terus terbang lalu melewati danau tersebut. Di jarak pandangnya, ia menemukan banyak sosok tua yang telah menunggu. Di tempat itu terdapat sebuah bangunan yang besar yang sudah pasti bisa menampung ribuan manusia. Dari peta yang ada di benaknya, ia tau bahwa tempat itu adalah salah satu pos tertentu untuk Sekte Pedang.


Tempat itu biasanya digunakan oleh para murid yang ditugaskan untuk mengawasi perbatasan agar tidak ada para kultivator dari kekuatan lainnya memasuki wilayah Sekte Pedang.


Ketika Jie Yan mendarat, beberapa sosok tua tersebut menatapnya dengan tatapan tidak puas.


Jie Yan kenal dengan beberapa sosok tersebut. Salah satunya adalah Master Sekte Pedang, Tetua Pertama dan satu lagi sosok yang pernah mencoba membuat masalah padanya, yaitu Tetua Kelima. Ia tidak akan pernah melupakan wajah Tetua Kelima karena ia sudah berencana untuk menghabisinya dikemudian hari.


“Bocah, apa kau berniat untuk membunuh lebih banyak murid?” Tetua Kelima seperti biasa, langsung berbicara untuk menyusahkan Jie Yan.


Tetua Pertama mengerutkan sedikit keningnya tetapi tetap diam saat ini. Bahkan satu sosok yang tidak lain adalah Jian Xu juga terdiam ketika mendengar Tetua Kelima berbicara.


“Membunuh?” Jie Yan dengan tatapan kosong bertanya kembali kepada Tetua Kelima.


“Kau...” Sebelum Tetua Kelima berbicara, Jie Yan langsung memotongnya.


“Aku tidak pernah mencoba membunuh. Kompetisi kali ini adalah eliminasi. Aku hanya menghalangi mereka lulus kompetensi tahap pertama. Apakah kau melihat aku menyerang murid secara langsung? Jika tidak, tutup mulutmu karena bahkan Master Sekte tidak berkomentar sama sekali.”


“Apakah suaramu lebih berat dari Master Sekte? Jika ya, maka...” Jie Yan menghentikan kata-katanya saat menatap dengan polos ke arah Master Sekte Pedang.


Wajah para orang tua, Master Sekte, Tetua Pertama dan bahkan Jian Xu berubah-ubah setiap saat karena mereka sangat tau bahwa Jie Yan langsung membuat Master Sekte Pedang menjadi tameng hidup. Tetapi tidak ada yang salah dari kata-kata Jie Yan karena semua itu adalah fakta.


Xia Yue'er yang berada di bahu Jie Yan tersedak lalu tertawa terbahak-bahak. Walaupun ia menggunakan formasi penyembunyian, para kultivator tingkat tinggi di tempat itu akan dapat melihat Xia Yue'er.


Bahkan Xiao Ziya yang berada di Ruang Jiwa yang awalnya sedikit bosan langsung menyeringai karena merasa terlalu lucu. Apa lagi meyaksikan wajah Tetua Kelima yang berubah ungu saat ini.


“Bocah sialan ini!” Batin Tetua Kelima sangat marah. Ia menyimpan niat membunuhnya sedalam mungkin karena tidak mungkin mengeluarkan niat membunuh di sekitar para Tetua dan Master Sekte.


Selain dari itu, Tetua Kelima paham bahwa jika ia berbicara, maka semua yang ada di sana akan menganggap bahwa dirinya tidak menghormati Master Sekte sama sekali. Ia sangat sadar bahwa Qing Long bahkan belum berbicara tetapi ia langsung berteriak seolah-olah dirinya adalah yang paling berkuasa.


Semua yang ada di sana tentu melihat apa yang dilakukan oleh Jie Yan karena mereka semua menyaksikan dari tempat yang tinggi tanpa bisa dilacak oleh siapapun.


Bahkan Jie Yan tidak menyadarinya sama sekali. Namun untuk Xiao Ziya, ia dapat melacaknya secara samar tetapi tidak peduli sama sekali tentang hal itu.


Jie Yan mengeluarkan token miliknya lalu memberinya kepada Qing Long.


Qing Long langsung menyalurkan konsep tertentu ke dalam. Itu adalah konsep tingkat kedua yang membuat alis Jie Yan sedikit naik karena ia tentu dapat mendeteksinya menggunakan Mata Dewa.


“Karena kau menjadi yang pertama tiba, ada poin tambahan bagimu. Dan untuk dapat menghalangi banyak murid agar tidak bisa lolos, poin lainnya juga sudah ditambahkan ke dalam tokenmu. Dan apa fungsi poin ini, ini akan dapat digunakan di kompetisi tahap kedua. Kau akan tau apa nilainya ketika Kompetisi dilakukan.” ucap Qing Long acuh tak acuh saat mengembalikan token tersebut.


Jie Yan tidak bertanya lagi dan langsung menyimpan token tersebut.


“Gunakan ini. Setiap ruangan di bangunan ini adalah tempat berkultivasi dan tempat berisitirahat. Kompetisi tahap kedua akan dilakukan dalam waktu tiga hari kemudian. Babak kedua akan dijelaskan secara singkat ketika waktunya tiba.” Tetua Pertama melempar sebuah token dengan angka 1 di permukaannya ketika berbicara.


Jie Yan yang menerima token hanya mengangguk. Ia memberi sedikit hormat lalu pergi ke arah bangunan tersebut untuk beristirahat. Ia harus mengakui bahwa ia cukup kelelahan saat ini sehingga perlu berisitirahat.


“Bocah ini sangat tidak sopan!” Tetua Kelima berkata dengan nada marah karena Jie Yan tidak membungkuk sama sekali dihadapan para eselon atas Sekte Pedang.


Bahkan Tetua lainnya setuju dengan perkataan Tetua Kelima namun untuk Qing Long dan Tetua Pertama, mereka hanya acuh tak acuh melihat hal itu.


Selain dari itu, Jian Xu yang selalu diam melihat ke arah Jie Yan dengan mata berkedip beberapa kali. Ia semakin tertarik dengan Jie Yan dan ia mengakui bahwa suatu hari nanti Jie Yan pasti akan pergi ke Sekte Pedang Utama.


“Menarik, cobalah menjadi murid inti dalam beberapa tahun ini. Jika kau mampu, aku akan merekomendasikanmu agar memasuki Sekte Pedang Utama.” Batin Jian Xu.


Jika Jie Yan mengetahui tentang pemikiran Jian Xu, ia akan yakin bahwa Jian Xu memang memiliki identitas tidak wajar karena siapapun dapat melihat bahwa Jian Xu sangat muda dan sudah memiliki kekuatan yang setara dengan para Tetua.


Tidak sampai satu jam kemudian, Yun Che juga tiba di tempat tersebut dengan wajah sedikit pucat. Dia juga menerima banyak poin untuk digunakan di kompetisi kedua nantinya.


Dan setengah jam kemudian, banyak murid lainnya yang tiba. Wajah mereka semua pucat, pakaian mereka robek dan beberapa luka terlihat dengan jelas. Itu membuktikan bahwa mereka semua telah mengalami hari yang sangat menyulitkan.


Dan penyebab kesulitan mereka semua adalah Jie Yan dan Xia Yue'er.


Tetua Kelima menatap ke arah ketiga muridnya yang selamat dengan wajah muram. Ia sangat ingin menghajar mereka bertiga karena sangat marah dan merasa muridnya tidak berguna. Ketiganya bahkan tidak mampu menyaingi Jie Yan dengan tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap awal.


Bahkan Tetua lainnya merasakan hal yang sama. Tetapi mereka semua tidak bisa menyalahkan murid lainnya karena terlihat sangat lemah, lagi pula hanya Jie Yan dan Yun Che yang mampu terbang di udara dengan cara mereka sendiri di tingkat kultivasi Jiwa Abadi yang seharusnya tidak bisa terbang di langit.


Karena apa yang dilakukan oleh Jie Yan, prediksi para eselon atas Sekte Pedang kali ini sangat melesat. Mereka memperkirakan bahwa 70% murid akan lolos. Tetapi kali ini hanya sekitar 40% murid yang lolos ke babak kedua kompetisi, dan bahkan banyak yang tewas sehingga membuat beberapa Tetua memendam amarah pada Jie Yan.