Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Bertemu Qing An


Bintang Tianyu, Hutan Purba


Hari ketiga kompetisi tahap kedua.


Jie Yan telah bepergian secara acak setiap waktu untuk memperbudak binatang roh di Hutan Purba dalam jumlah yang cukup banyak. Dihari ketiga, Jie Yan telah memperbudak lebih dari empat puluh binatang roh. Lebih dari setengah jumlah itu memiliki tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap menengah dan sisanya memiliki kekuatan Jiwa Abadi tahap awal.


“Woaaa...!”


Suara raungan binatang roh terdengar. Terlihat sosok binatang roh menyerupai kera setinggi 10 meter sedang memukul dadanya dengan kuat.


Matanya terlihat ganas ketika menatap ke arah tertentu. Aura tirani terus menyelimutinya.


Di tempat di jarak hampir dua puluh meter, sosok pemuda yang tidak lain adalah Jie Yan sedang berjongkok di salah satu dahan dan menatap ke arah binatang roh kera yang ingin menghajarnya.


“Ini mungkin binatang roh terkuat yang pernah aku lihat sejauh ini. Menurut gambaran hutan ini, semua murid dilempar ke pinggiran Hutan Purba di segala penjuru. Dengan kata lain, semakin dalam masuk ke pusat Hutan Purba, binatang roh yang ada di dalamnya juga semakin kuat!” Gumam Jie Yan.


Wusssh!


Kera besar dengan bulu hitam itupun melompat ke arah Jie Yan. Diapun mengayunkan tinjunya secara langsung ke arah Jie Yan dengan sekuat tenaga.


“Kau ingin melawanku? Jika kau telah mencapai Jiwa Abadi tahap akhir, aku mungkin akan ragu! Walaupun auramu setara dengan binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap akhir, nyatanya kultivasimu masih berada di tingkat Jiwa Abadi tahap menengah.” ucap Jie Yan saat ia mengepalkan tangannya dengan kuat.


Otot-otot Jie Yan membengkak sedikit lalu ia membuat kuda-kuda untuk menyerang.


“Belitan Qi Raja!”


“Supremasi : Dewa Binatang Buas!”


Dung!


Kekuatan tak kasat mata meletus ke arah kera tersebut yang membuatnya melemah untuk beberapa saat.


Jie Yan langsung melesat lalu mengayunkan tinjunya yang telah dilapisi oleh Qi Raja.


Bom!


Satu tinju besar dan satu tinju kecil saling berbenturan. Qi dan konsep yang cukup besar bercampur dengan satu jenis qi Raja menggelegar ke segala arah menghancurkan banyak pepohonan.


Dung!


Kera tersebut tidak mampu menahan beban dari pukulan Jie Yan dan langsung terhempas sangat jauh menabrak banyak pepohonan lalu menumbangkannya.


“Teleportasi!”


Zhep!


Jie Yan menghilang lalu muncul tepat di atas kera yang terpental. Ia pun menyatukan kedua telapak tangannya lalu menghantam ke arah bawah sekuat tenaga. Ia tau bahwa kekuatan dan tubuh kera tersebut setara dengan binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap menengah yang cukup kuat.


Bam!


Qi Raja dalam jumlah yang besar meledak ke arah belakang Jie Yan saat tinjunya menghantam tepat di kepala kera tersebut.


Bom!


“Oaaaa...!”


Saat kera tersebut menghantam permukaan tanah, dia berteriak sangat keras karena kesakitan. Efek yang diterima dari serangan dilapis oleh qi Raja memang berbeda dari serangan lainnya.


Jie Yan pun langsung mendatar di dada kera tersebut lalu melapisi kakinya dengan qi Raja selagi lagi lalu menekankan dengan cukup kuat.


“Menyerah atau mati!” ucap Jie Yan dingin saat teknik Supremasi Dewa Binatang Buas meledak sedikit dan diarahkan ke kera yang terbaring di permukaan tanah.


Kera tersebut merasa sangat ngeri saat ini. Teknik yang dibuat oleh Jie Yan memiliki efek sangat kuat jika itu di jarak yang sangat dekat.


Sebenarnya Jie Yan mampu melakukan hal itu dari kejauhan, tetapi ia tidak yakin melakukannya karena takut dilacak. Inilah mengapa ia menggunakan aura pengendalian sedikit demi sedikit agar tidak ada yang melacaknya.


Perlawanan kera tersebut pun menghilang dalam sekejap saat tubuhnya gemetaran dengan hebat.


Jie Yan langsung melakukan hal yang sama pada kera tersebut seorang yang ia lakukan pada binatang roh lainnya.


“Dengan jumlah ini, tidak akan sulit menjatuhkan murid tingkat Jiwa Abadi tahap puncak yang tidak terlalu kuat. Tetapi ini masih tidak cukup! Setidaknya aku harus mengendalikan lebih dari sepuluh binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap akhir. Yang artinya, aku harus menerobos secepat mungkin!” Batin Jie Yan.


Sebelum Jie Yan ingin pergi setelah memberikan teknik formasi memperbudak, ia menyipitkan matanya karena merasakan bahwa ada aura kuat yang mendekat.


“Jie Yan, ada satu murid tingkat Jiwa Abadi tahap puncak mendekat! Dia akan tiba dalam waktu satu menit!”


Ketika suara Xiao Ziya terdengar, wajah Jie Yan berubah serius dalam sekejap. Ia langsung memfokuskan persepsinya dan mencoba melacak arah aura yang ia rasakan secara samar.


Wusssh!


Tanpa membuang waktu, Jie Yan langsung menghilang lalu muncul tepat di salah satu pohon yang cukup besar. Ia mencoba menyembunyikan auranya, tentu ia ingin mencoba apakah ia mampu mengalahkan satu kultivator setingkat itu dengan bantuan binatang roh.


“Apalah ada musuh?” Xia Yue'er yang bermalas-malasan di dalam pakaian Jie Yan langsung tau bahwa Jie Yan meningkatkan kewaspadaannya sehingga ia bertanya dengan nada serius.


Mendengar itu, Xia Yue'er menjadi serius seketika. Ia pun bersiap-siap untuk bertarung juga.


Di tempat yang tidak jauh dari lokasi Jie Yan, terlihat pemuda yang membawa sebuah token di tangannya sambil terus menyalurkan qi sedikit demi sedikit ke dalamnya.


Pemuda itu tidak lain adalah Qing An yang terus melacak keberadaan Jie Yan. Selama dalam perjalanan, ia tentu tidak tinggal diam ketika melihat binatang roh dan membereskan mereka untuk mengumpulkan Poin juga. Dalam waktu tiga hari perjalanan, ia telah mengumpulkan 120 Poin. Ini membuktikan bahwa Poin Awal Jie Yan yang mencapai 280 bisa dikumpulkan oleh para murid tingkat tinggi dalam waktu kurang dari satu minggu.


“Sudah dekat.” Batin Qing An. Matanya sedikit menyipit lalu ia pun tersenyum jahat. Token pelacakan miliknya tentu mengukur jaraknya dengan token yang dilacak sehingga ia tau bahwa targetnya sedang menunggunya.


“Tampaknya mangsa memiliki persepsi yang hebat sehingga mengetahui aku mendekat! Tetapi kau terlalu naif mengira aku tidak dapat melacakmu walaupun kau menyembunyikan auramu!” Qing An menyeringai jahat dan mengunci tempat di mana Jie Yan berada.


Fokusnya saat ini di tingkatkan ke level puncak untuk Jie Yan karena ia tentu tidak ingin ceroboh dan terkena serangan menyelinap. Jika musuh bersembunyi, sudah pasti dia akan mempersiapkan seraangan diam-diam.


Qing An mengeluarkan pedangnya lalu langsung menyelimutinya dengan niat pedang.


“Ilmu Pedang Qing, Tebasan Kaisar Qing!”


Sraing!


Ketika jarak hampir mencapai dua puluh meter, Qing An tidak memberi waktu bagi Jie Yan menyerang secara mendadak lalu melancarkan serangannya.


Bilah berwarna emas melesat ke arah salah satu pohon besar dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Jie Yan, dia telah melacakmu dan menyerang!”


Ketika Jie Yan mendengar suara Xiao Ziya, matanya menyusut tajam dan langsung menggunakan tekniknya.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Deg!


Srak!


Jrezh!


Pohon tersebut pun terbelah dalam sekejap.


Qing An yang menatap itu menyipitkan matanya karena ia hanya melacak nafas seseorang tetapi itu menghilang secara tiba-tiba. Selain dari itu, serangannya juga meleset seolah-olah sudah ditebak oleh musuh.


“Seni Rahasia, Tebasan Dimensi!”


Jie Yan muncul tepat di atas Qing An lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga setelah dilapisi oleh niat pedang.


“Terlalu lambat!” ucap Qing An karena ia telah melacak keberadaan Jie Yan. Ia langsung mengangkat pedangnya ke arah belakang kepalanya untuk menahan tebasan.


Trang!


Bom!


Qing An di dorong ke bawah lalu kakinya menginjak tanah. Ia cukup terkejut dengan kekuatan yang dihasilkan oleh tebasan Jie Yan.


“Mati!”


Qing An bergumam kecil lalu pedang lainnya muncul di tangan kirinya. Ia langsung berputar sambil menepis pedang Jie Yan lalu menebas dengan pedang di tangan kirinya.


“Formasi Cahaya, Dinding Cahaya!”


Trang!


“Teleportasi!”


Prang!


Dinding cahaya yang diciptakan oleh Xia Yue'er hancur dalam sekejap sementara Jie Yan langsung berteleportasi ke salah satu dahan pohon.


“Hm? Teknik perpindahan instan? Sungguh kemampuan menarik! Walaupun begitu, teknimu masih dapat dibaca menggunakan konsep yang cukup kuat.” Qing An menatap ke arah Jie Yan yang beridri di atas dahan dengan tatapan tertarik. Senyum diwajahnya tampak sangat meremehkan musuhnya.


Tentu dengan tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap puncak, Qing An akan mampu melacak keberadaan Jie Yan dengan cepat dan bereaksi terhadap gerakan super cepat itu.


“Jie Yan, orang ini sangat kuat!” Xia Yue'er yang berdiri di bahu Jie Yan berkata dengan nada serius.


“Ya, aku tau Yue'er. Tetapi kita memiliki keunggulan mutlak! Yaitu dia tidak akan bisa menyerang kita jika berada di udara! Tetapi, aku cukup penasaran bagaimana bisa dia melacak kita. Dia bahkan tau bahwa aku berada di daerah sini ketika kita bergerak secara acak setiap saat menghindari musuh.” ucap Jie Yan menatap dalam-dalam ke arah Qing An.


“Bocah, waktunya bagimu mati karena telah mencampuri usuran Guruku!” ucap Qing An dingin saat niat pedang miliknya meletus lalu melebar. Niat pedang itu tampak mengiris apa saja yang ada di sekitarnya.


Aura yang tampilan oleh Qing An membuat Jie Yan sangat waspada. Ia tau bahwa niat pedang Qing An berada di atasnya.


“Jadi kau adalah murid Tetua Kelima? Tampaknya aku akan mengumpulkan mayatmu dan memberikannya pada sampah itu!” ucap Jie Yan saat seluruh tubuhnya diselimuti oleh petir hitam.


“Kekuatan Naga!”