Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Akhir Dari Kompetisi Tahap Kedua


Bintang Tianyu, Hutan Purba


“Tampaknya murid bernama Jie Yan itu memanen hampir semua hasil dari Jarahan terbesar dari binatang roh.” Tetua Kedua menghela nafas panjang ketika menatap hal itu. Ia melirik ke arah muridnya Qing Fei lalu menggelengkan kepalanya karena muridnya seperti sangat tidak berguna kali ini.


Untuk Tetua Ketiga, dia hanya diam karena muridnya sudah jatuh lebih dulu dan itu di tangan Qing Lan Yu, murid terkuat yang mengikuti kompetisi kali ini.


Sedangkan Tetua Pertama, ia tidak terlalu kecewa karena itu memang kemampuan Jie Yan untuk merampok jarahan terbesar. Walaupun muridnya Qing Mo tidak memasuki peringkat tiga besar, itu tidak penting sama sekali karena yang penting muridnya bisa maju ke babak ketiga.


Di tempat kejadian, ketika debu menghilang, terlihat Jie Yan yang telah memegang inti binatang roh Golem Magma. Wajahnya sedikit pucat karena untuk menahan semua serangan sebelumnya, ia menggunakan mampir semua kekuatannya. Ini membuktikan bahwa ia memang belum cukup kuat melawan para kultivator tingkat Jiwa Abadi tahap puncak.


“Tampaknya ini adalah kenanganku.” ucap Jie Yan saat perlahan menyerap Poin dari inti binatang roh Golem Magma. Di saat itu juga, ia langsung terbang ke arah langit meninggalkan semua murid yang memasang wajah hijau karena marah. Tetapi mereka tidak bisa mengejar Jie Yan karena saat ini para binatang roh sedang menekan mereka semua.


Jie Yan yang telah menyerap inti Golem Magma menggunakan token sedikit terkejut karena jumlah Poin dari Golem Magma tingkat Jiwa Abadi tahap menengah ternyata mencapai angka 7.000 Poin.


Ini membuat jumlah Poin Jie Yan melewati angka 12.000 Poin yang tidak mungkin lagi dilampaui oleh murid lainnya.


Untuk Yun Che yang sedang bentrok dengan Xia Yue'er juga menghela nafas panjang karena ia tidak bisa mendekat sama sekali. Ia tidak menyangka bahwa Xia Yue'er yang merupakan Roh Kontrak Jie Yan akan sekuat itu.


“Yue’er, sudah waktunya pergi!” Jie Yan mengirim telepati kepada Xia Yue'er. Ia sangat kelelahan saat ini karena terlalu memaksakan penggunaan qi dan konsep.


Mendengar itu, Xia Yue'er sedikit kecewa tetapi ia tau bahwa tidak ada artinya bertarung lagi. “Hm, ketika waktunya tiba aku akan mengalahkanmu!”


Ketika Xia Yue'er mendengus ke arah Yun Che, ia langsung terbang mundur dan pergi ke arah Jie Yan.


Yun Che hanya membiarkan Xia Yue'er pergi karena tau bahwa tidak ada artinya menahan Xia Yue'er di tempat. Ia tau bahwa jika itu di udara, ia tidak akan mampu melawan Jie Yan dan Xia Yue'er di udara karena ia tidak bisa menggunakan Pedang Awan Abadi.


“Tampaknya aku juga harus mundur. Tidak ada artinya mengerang binatang roh lainnya karena jumlah Poin itu tidak akan bisa menyaingi Poin Jie Yan.” Batin Yun Che dan langsung pergi ke arah acak menunggu kompetisi tahap kedua selesai.


Untuk murid lainnya, mereka saat ini memasang wajah yang sangat jelek. Semua usaha mereka tidak membuahkan hasil sama sekali.


Untuk Qing Lan Yu, untuk mengamankan posisi kedua, ia langsung menyerang ke arah murid tingkat Jiwa Abadi tahap akhir secara acak karena itu pasti bernilai lebih dari 1.000 Poin.


Murid Tetua lainnya juga telah memikirkan hal yang sama. Mereka pasti akan mengamankan posisi delapan besar karena sebagai murid Tetua mereka tau apa syarat maju ke babak ketiga kompetisi.


Untuk murid yang masuk 20 besar, walaupun mereka tidak akan maju ke babak berikutnya, mereka masih mendapatkan banyak hadiah dengan masuk 20 besar kompetensi tahap kedua.


Murid lainnya tentu tidak akan membiarkan murid tingkat tinggi itu menjarah Poin mereka karena mereka tentu mendambakan sumber daya yang diterima dari peringkat 20 besar kompetensi tahap kedua.


“Tampaknya kompetisi tahap kedua akan berakhir dengan kemenangan dua murid baru lagi.” Tetua Pertama menghela nafas panjang. Ia menggelengkan kepalanya dan menunggu pertarungan yang terjadi di bawah selesai lalu mengambil mayat para murid yang jatuh.


Tetua Kedua dan Ketiga juga menghela nafas karena hasil dari kompetisi tahap kedua memang sangat jauh dari prediksi siapa saja termasuk para Tetua dan Master Sekte Pedang.


Awalnya para eselon atas telah membuat penilaian bahwa para murid Tetua akan menjadi pemenang babak kedua kompetisi, ini juga telah diperhitungkan oleh semua murid lainnya di Sekte Pedang.


**


Sekte Pedang


Para murid dan Tetua yang berada di tempat itu tercengang ketika melihat papan Peringkat. Mereka semua diam, bahkan suara jarum bisa terdengar ketika terjatuh di tempat itu.


Tidak ada yang berbicara dan mereka semua hanya saling memandang dan merasa bahwa papan peringkat itu pasti eror.


Bahkan untuk murid inti membuka tutup mulut mereka beberapa kali karena tidak percaya ketika melihat jumlah Poin di papan peringkat. Mereka sangat tau tentang peraturan yang ada di kompetisi babak kedua. Hanya binatang roh terkuat di Hutan Purba yang memiliki nilai Poin seperti itu dan itu diambil oleh murid yang memiliki tingkat kultivasi terendah di babak kedua kompetisi.


Tentu hal ini membuat mereka semua tidak percaya.


Bahkan Tetua Kelima yang menatap itu memasang wajah yang sangat muram. Hasil akhir yang ia pikirkan sama sekali tidak masuk akal. Bahkan ketika pertama kali Poin Jie Yan mencapai 5.000 sudah membuatnya terkejut dan kali ini mencapai angka 12.000 Poin yang artinya Jie Yan sudah pasti menjadi peringkat pertama. Kecuali murid lainnya memberikan Poin secara sukarela ke satu murid agar dapat menyaingi jumlah Poin Jie Yan.


Tetapi hal itu sangat tidak mungkin. Ini juga dikarenakan 20 besar kompetisi tahap kedua mendapatkan hadiah yang sangat besar sehingga setiap murid tidak akan mau menyerahkan Poin secara sukarela.


“Bajingan!” Tetua Kelima hampir saja menghancurkan dinding arena yang berada di belakangnya karena sangat marah. Tetapi ia menahannya, niat membunuhnya juga memancar terus-menerus. Jika ada murid yang berada di dekatnya, maka para murid itu pasti akan ketakutan.


**


Hutan Purba


Pertarungan antara para murid pun telah selesai. Untuk murid tingkat Jiwa Abadi tahap akhir yang masuk ke dalam 20 besar, mereka semua langsung pergi karena tau bahwa tidak ada artinya tetap tinggal.


Sementara yang masuk ke 15 besar, mereka semua adalah kultivator tingkat Jiwa Abadi tahap puncak, hanya lima kultivator tingkat Jiwa Abadi tahap akhir yang bertahan dan masuk ke 20 besar. Sementara yang lainnya telah dijatuhkan.


Ini sudah sesuai dengan prediksi ketiga Tetua bahwa hanya akan ada 20 murid yang tersisa di kompetisi tahap kedua.


Saat ini Jie Yan berada di peringkat pertama dengan 12.800 Poin. Sementara Yun Che peringkat kedua adalah 4.400 Poin.


Peringkat ketiga adalah Qing Lan Yu dengan 4.100 Poin. Ia menjatuhkan dua murid tingkat Jiwa Abadi tahap akhir sehingga mendapatkan poin sebesar itu.


Sedangkan peringkat keempat adalah Qing Mo dengan 3.600 Poin. Peringkat kelima Qing Fei dengan 3.100 Poin.


Peringkat keenam adalah Qing Yufeng 3.000 Poin. Ketujuh Qing Cao dengan 2.900 Poin sementara peringkat kedelapan adalah Qing Mu dengan 2.850 Poin.


Daftar itu pasti akan terus bertahan karena dari peringkat kedua sampai ke delapan akan memburu binatang roh di waktu yang tersisa agar peringkat mereka tidak disusul oleh Perseta lainnya.


Sementara itu untuk Jie Yan, ia hanya bersantai di sebuah pohon tinggi. Ia saat ini tampak tersenyum lebar karena tidak pernah mengkhawatirkan tentang Poin, sekuat apapun murid lainnya, tidak mungkin menjatuhkan murid di tingkat yang sama jika murid tersebut ingin melarikan diri. Yang artinya, ia akan tetap berada di peringkat pertama sampai kompetisi tahap kedua selesai dalam waktu kurang dari satu hari.