Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Kemarahan Para Iblis dan Pasukan Klan Wang


“Seni Rahasia, Kabut Ungu Teleportasi!”


Kabut berwarna ungu menyebar dengan kecepatan yang sangat tinggi ke semua tempat di dalam kubah segel yang diciptakan oleh Jie Yan.


Ini adalah teknik yang pernah digunakan oleh Jie Yan sewaktu pertama kali ia membangkitkan garis darah Kaisar Surgawi. Kemampuan ia adalah bentuk Domain Teleportasi, yang memungkinkan dirinya untuk berpindah secara bebas ke semua tempat di area kabut ungu.


“Waspada! Persepsi kita di tahan di tempat ini!”


“Kekuatan spiritual hanya bisa digunakan di batas tertentu!”


Para iblis dan pasukan kultivator Klan Wang berteriak ke arah rekan mereka semua karena tau bahwa itu sejenis kemampuan Domain.


Walaupun kemampuan Domain sangat langka, itu bukan sesuatu rahasia, sangat banyak kultivator ataupun iblis dengan kemampuan Domain walaupun jika dihitung dari jumlah ratusan ribu ataupun jutaan makhluk, hanya beberapa dari mereka yang mampu mengembangkan kemampuan Domain.


Untuk Wang Lee dan Jin Gu, keduanya menyipitkan mata mereka. Alasannya tentu karena mereka berdua merasakan konsep Ruang yang sangat ekstrem di semua tempat. Jika mereka tidak mengalaminya sendiri, mereka tidak akan percaya bahwa kabut tersebut tercipta melalui konsep Ruang dalam jumlah yang sangat besar.


Walaupun semua bawahan Jin Gu dan Wang Lee tidak mampu melacak ke arah yang jauh, untuk keduanya tentu akan mampu melacak ke tempat yang cukup jauh walaupun persepsi mereka ditekan hampir setengahnya.


Dengan senyum kejam diwajahnya, Jie Yan pun mengangkat pedang di tangan kanannya lalu ia menunjuk ke arah kejauhan sambil bergumam, “Tidak ada satupun dari kalian yang akan bisa kabur dari tempat ini!”


Deg!


Setelah suara Jie Yan menggema di tempat tersebut, ia menghilang dalam sekejap dan muncul tepat di depan salah satu Jendral Iblis yang cukup lemah.


“Satu..”


Jleb!


Saat Jie Yan bergumam, ia langsung memenggal iblis, darah terciprat seketika, iblis tersebut tidak tau bagaimana dia bisa tewas karena Jie Yan muncul begitu saja tepat di depannya tanpa bisa dia sadari.


“Apa?”


Para iblis di sekitar Jendral Iblis yang di penggal oleh Jie Yan sangat terkejut lalu banyak dari mereka yang menyerang ke arah Jie Yan secara langsung karena Jie Yan memasuki radar mereka saat ini, ini juga dikarenakan jarak yang cukup dekat.


Sebelum para iblis menyerang, Jie Yan tersenyum kecil lalu menangkap satu Jendral Iblis tepat di lehernya menggunakan tangan kirinya lalu mengangkatnya ke arah atas.


“Mati!”


Srak! Srak! Srak!


Saat serangan selesai, para iblis membeku karena ternyata mereka menyerang teman mereka sendiri.


Dari sisi lain, para iblis juga hendak menyerang tetapi Jie Yan dengan santainya mengayunkan pedangnya seperti ayunan acak. Walaupun tampak seperti ayunan acak, petir merah kehitaman telah memercik di pedang tersebut karena Jie Yan menggunakan Belitan Qi Raja.


“Seni Kehancuran, Bilah Kehancuran!”


Sraing!


Saat tebasan sederhana diayunkan, bilah berwarna hitam besar diselimuti oleh petir pun menerjang ke arah para iblis.


Jrezh!


“Arrrrrggg!”


Teriakan keras terdengar di tempat tersebut saat bilah yang dilancarkan oleh Jie Yan membelah semua yang dilewatinya.


Bahkan saat menyerang menggunakan pedang, Jie Yan membuka mulutnya lebar-lebar karena tentu ia akan membereskan musuh yang mencoba menyerangnya sebelumnya yang ia tahan menggunakan tubuh iblis lainnya.


“Seni Kehancuran, Gelombang Qi Kehancuran!”


Duar!


Gelombang kejut bercampur petir hitam meledak ke arah depan. Para iblis yang menatap itu mencoba untuk bertahan tetapi percuma saja karena serangan Jie Yan sangatlah kuat. Bahkan untuk para Jendral Iblis, mereka akan terluka parah. Sementara untuk iblis tingkat tingkat Alam Sage tahap kesembilan biasa, mereka akan tewas di tempat, apa lagi yang lebih lemah dari pada itu.


“Bocah ini...!” Jin Gu yang menatap itu menyusutkan matanya. Ia dapat melihat Jie Yan dengan jelas karena persepsinya mencapai tempat Jie Yan berada. Tanpa membuang waktu, ia pun langsung bergerak ke arah tempat Jie Yan berada.


Untuk Wang Lee, walaupun ia bahagia Jie Yan membunuh ratusan iblis dalam sekejap, ia tetap bergerak ke arah yang sama dengan Jin Gu karena Jie Yan memang musuh yang harus di basmi.


“Bocah, kau tidak akan bisa melakukan apapun yang kau inginkan walaupun kau menyebarkan kabut ungu merepotkan ini!” Teriak Jin Gu saat ia tiba di dekat Jie Yan yang hendak menyerang iblis lainnya. Ia pun langsung mengayunkan pedang besar berwarna emas miliknya.


“Bilah Iblis Suci!”


Sraing!


Mata Jie Yan menyipit ketika menatap ke arah serangan Jin Gu. Ia juga tidak tinggal diam dan langsung menyerang secara langsung.


Deg!


Jie Yan muncul tepat di depan Jin Gu yang hampir menyelesaikan ayunan pedang besar.


Trang!


Bussssh!


Saat bentrokan terjadi, wajah Jin Gu semakin jelek karena ia sangat sadar bahwa dengan kemampuan biasa miliknya, itu tidak akan bisa melawan Jie Yan sama sekali. Ia hanya bisa melawan jika menggunakan kemampuan sejati Pangeran Iblis.


“Kau ingin menghentikanku? Walaupun kau berkerja sama dengan semua sampah itu, hentikan aku jika bisa!” Jie Yan tersenyum kejam lalu melirik ke arah Wang Lee yang mendekat juga.


Deg!


Jie Yan menghilang secara langsung yang membuat Jin Gu tercengang karena ia tidak dapat menemukan Jie Yan. Hal ini membuatnya semakin marah.


Bahkan Wang Lee yang telah mendekat lalu menatap ke sekelilingnya dengan waspada karena ia tidak dapat melacak Jie Yan lagi.


Jie Yan yang muncul di pinggiran segel yang ia ciptakan, ia tersenyum kecil karena tampaknya tidak ada artinya menunda-nunda musuh. Ia harus bergegas membereskan mereka semua karena Xia Yue'er dan Xiao Ziya juga pasti berada dalam pertarungan intens.


Untuk melawan jumlah, kekuatan serta kecepatan sangat dibutuhkan. Jie Yan sangat memahami hal ini, ia harus membunuh siapapun yang ada di sana hanya dengan satu gerakan saja.


Dan dengan Mode Kehancuran, itu belum cukup sama sekali membunuh siapapun kecuali Wang Lee dan Jin Gu hanya dengan satu serangan. Oleh karena itu, ia pun merubah wujudnya dan ini merupakan yang paling tepat.


Skala naga perlahan muncul di beberapa bagian tubuhnya. Lengannya berubah menjadi lengan naga berwarna hitam, ekor panjang muncul di belakangnya bersamaan dengan enam sayap hitam lebar.


“Kekuatan Naga...” Jie Yan bergumam kecil karena sudah saatnya memanfaatkan kekuatan tubuhnya secara maksimal yang berasal dari garis darah Naga Hitam Kehancuran.


**


Di segel aneh yang terlihat seperti dunia tumbuhan, terlihat saat ini banyak mayat yang telah tergeletakan. Jumlahnya mencapai angka puluh ribuan, itu adalah jumlah musuh lemah yang dibunuh oleh Xia Yue'er.


Saat ini, Xia Yue'er terlihat sedikit kelelahan, di hadapannya, terlihat empat sosok yang memasang wajah muram dari waktu ke waktu. Keempatnya tidak lain adalah Wang Qi, Wang Hu, Wang Zi dan Wang Wang Chu.


Keempatnya saat ini sangat marah karena Xia Yue'er memiliki banyak teknik aneh yang membuat semua pasukan di sana tewas hanya dalam waktu hampir lima menit.


“Hanya tersisa kalian berempat. Kalian sudah tau bagaimana kehebatan putri ini bukan? Waktunya bagi kalian mati!” Xia Yue'er tersenyum cerah layaknya sebuah matahari di pagi hari. Walaupun menurut dirinya sendiri senyuman itu sangat jahat, bagi yang lainnya pasti merasa itu sangat imut.


“Bajingan cilik sialan!” Wang Hu berkata dengan nada muram karena bahkan dirinya dengan ketiga rekannya, tidak bisa menghentikan Xia Yue'er membantai semua pasukan yang ada di dalam sana.


Keempatnya saling melirik lalu mengangguk, mereka tau bahwa Xia Yue'er pasti telah mengkonsumsi banyak qi dan konsep dan ini adalah waktunya membereskan Xia Yue'er.


Tanpa membuang waktu sama sekali, keempatnya langsung bergerak ke arah Xia Yue'er bersama-sama.


Sementara Xia Yue'er, menatap itu hanya bisa membuatnya semakin tersenyum cerah. Ia tau bahwa Jie Yan menhanbil masih ratusan ribu seorang diri, tentu ia tidak ingin kalah dan ingin menyelesaikan keempat dari mereka dengan kecepatan tinggi.


“Ayo temani putri ini, ayo menari..” ucap Xia Yue'er saat ia menyatukan kedua telapak tangannya dengan senyum kecil diwajahnya sepanjang waktu.