Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Tingkat Kaisar Abadi Tahap Menengah


Bintang Brahma, Dimensi Kecil


Wajah Jie Yan tampak gelap ketika melihat sosok setinggi 6 meter, yang merupakan seekor binatang roh.


Wujudnya adalah seekor kelelawar berwarna hitam, bulu yang tampak cukup aneh, taring tajam, sayap yang sangat besar. Dan yang terpenting, matanya berbeda dengan kelelawar lainnya karena itu tampak seperti pupil seekor naga.


Tanpa bertanya pun, Jie Yan paham bahwa kelelawar itu memiliki sedikit darah naga di dalam tubuhnya yang membuat matanya tampak berbeda.


“Grrr...”


Suara mengerikan terdengar dari mulut kelelawar tersebut, air liurnya tampak menetes dan ketika air liur itu mengenai permukaan tanah, itu langsung melelehkannya.


“Kelelawar apa itu? Kenapa bentuknya sangat berbeda dari kelelawar pada umumnya?” Batin Jie Yan dengan wajah muram.


“Jie Yan, itu adalah binatang roh yang sudah hidup sangat lama! Hati-hati! Kekuatannya luar biasa kuat! Dari analisis yang kau pikirkan, binatang roh itu memiliki kecerdasan tinggi, bahkan dia mampu menghabisi beberapa naga, tulang-belulang yang ada di sini adalah buktinya!” ucap Yu Mei dengan wajah serius.


“Manusia.. keluar dari tempat ini!” ucap Kelelawar itu dengan nada dingin disertai ledakan qi dan konsep yang luar biasa kuat.


Jie Yan merasakan tekanan luar biasa. Jika tubuhnya tidak kuat, ia mungkin akan langsung memuntahkan darah.


“Jika saja aku mencapai tingkat Kaisar Abadi tahap akhir, aku pasti bisa mengendalikan binatang roh sekuat ini!” Batin Jie Yan menggertakkan giginya dengan kuat. Untuk saat ini, ia paham bahwa jika bertarung, ia tidak akan bisa melawan sama sekali. Kecuali ia menembus tingkat Kaisar Abadi tahap Menengah, ia masih bisa melawan binatang roh itu.


Yu Mei juga menyadari apa yang dipikirkan oleh Jie Yan saat ini dan ia melirik ke arah herbal berkualitas tinggi yang ada di dalam goa.


“Keluar? Kau terlalu besar kepala!” ucap Yu Mei acuh tak acuh saat tanaman merambat dengan diri yang sangat banyak keluar dari dalam tanah.


Tanaman merambat itu tampak diselimuti oleh api yang membuatnya tampak tidak masuk akal karena biasanya kemampuan jenis tumbuhan tidak mungkin berkaitan dengan api.


Kelelawar itu menatap ke arah Yu Mei dengan mata menyipit dan beberapa saat kemudian, pupil matanya melebar karena ia langsung menebak identitas dari Yu Mei.


“Tidak disangka bahwa aku akan bertemu herbal yang telah mengambil wujud manusia! Bahkan untuk diriku yang telah hidup selama ratusan ribu tahun belum mampu mengambil wujud itu! Tampaknya ini adalah keberuntunganku! Dengan melahapmu, aku akan memiliki kesempatan yang sangat tinggi untuk berevolusi seperti aku melahap para naga itu!” Teriak Kelelawar tersebut dan langsung melesat ke arah Yu Mei.


“Jie Yan, tingkatkan kekuatanmu! Aku akan menahannya!” Yu Mei mengirim telepati kepada Jie Yan.


Jie Yan sangat menyadari bahwa dengan kekuatannya saat ini, ia hanya akan menjadi beban. Jika ia menerobos, ia masih memiliki kesempatan untuk melawan.


Yu Mei tidak menunggu jawaban dari Jie Yan dan langsung mengendalikan semua akar akar panas di sekitarnya, menerjang ke arah kelelawar tersebut.


Kelelawar itupun menunjukkan senyum kejam lalu berputar dengan cepat di udara, bilah-bilah berwarna hitam melesat dari sayapnya, memotong semua akar-akar tersebut.


Menatap hal itu, Yu Mei langsung melesat menggunakan beberapa akar di bawahnya, menerjang ke arah kelelawar.


Ketika keduanya mendekat, kelelawar itupun langsung mengayunkan sayapnya yang sangat tajam sementara untuk Yu Mei, dia mengayunkan senjatanya yang berupa daun.


Trang!


Bussssh!


Api ungu dan aura hitam meledak ke segala arah dan membuat goa itu bergetar keras.


“Kau kuat! Tetapi sebagai Kelelawar Iblis Kegelapan, kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku!” Teriak Kelelawar Iblis Kegelapan saat gelombang suara berupa cincin berlapis-lapis meledak dari mulutnya.


“Pilar Api Surgawi!”


Duar!


Pilar api muncul dalam sekejap dan Yu Mei sebagai pusatnya. Pilar api itu langsung membakar gelombang suara yang diciptakan melalui qi dan konsep.


Jie Yan yang sudah bergerak menjauh, menatap pertempuran dahysat tersebut. Ia tau bahwa kekuatan Kelelawar Iblis Kegelapan telah melampaui tingkat Kaisar Abadi tahap puncak, sama seperti Yu Mei tetapi di kekang oleh aturan di Dimensi Kecil.


Saat Jie Yan tiba di depan kedua herbal, matanya sedikit berbinar. Ia tau bahwa waktu terobosan tingkat Kaisar Abadi setiap tahapannya akan sangat lama.


Namun Jie Yan yang tau bahwa ia tidak bisa berlama-lama, telah memikirkan rencana untuk melahap herbal secara paksa walaupun beban yang ia terima akan sangat besar.


“Jiwa Pelahap Raja Naga!”


Naga Hitam Kehancuran yang merupakan proyeksi dari qi, langsung menggunakan gaya hisapan dan menelan kedua herbal tersebut secara langsung.


Bom!


Tanah di bawah kaki Jie Yan tampak cekung karena qi melimpah yang diserap oleh Proyeksi naga hitam.


Di tempat pertempuran yang terjadi antara Yu Mei dan Kelelawar Iblis Kegelapan, keduanya langsung melirik ke arah Jie Yan.


“Bajingan!” Kelelawar Iblis Kegelapan sangat marah saat menatap ke arah Jie Yan yang melahap kedua herbal yang ia jaga dalam waktu yang sangat lama.


Karena kegembiraan dengan munculnya Yu Mei, ia tidak lagi memperhatikan kedua herbal itu. Kelelawar Iblis Kegelapan sangat marah saat ini, ia tidak menyangka dengan keserakahannya, dua benda yang ia tunggu dalam waktu puluhan ribu tahun akan diambil begitu saja.


“Kalian benar-benar membuatku marah! Kau akan menjadi ganti kedua herbal itu!” Teriak Kelelawar Iblis Kegelapan ke arah Yu Mei saat ia meraung keras.


Gelombang suara mengerikan langsung meledak, mencoba untuk mengguncang jiwa Yu Mei agar daya tempurnya menurun drastis.


Yu Mei mendengus dingin karena ia bukanlah lampu hemat bahan bakar. Walaupun ia tidka memiliki pengalaman pertempuran sekaya Kelelawar Iblis Kegelapan, ia termasuk dalam kategori eksistensi yang sangat cepat belajar.


Hanya dalam waktu singkat, Yu Mei telah terbiasa bertempur melawan Kelelawar Iblis Kegelapan.


“Domain Api Surgawi!”


Blar!


Api dahysat meledak, menutupi semua goa kecuali tempat Jie Yan berkultivasi.


Api itu langsung membakar semua gelombang suara yang menutupi seluruh goa.


Kelelawar Iblis Kegelapan semakin marah. Ia pun langsung mundur dan merentangkan kedua sayapnya yang sangat lebar.


“Dunia Kegelapan!”


Bussssh!


Dari dalam tanah, uap hitam meledak, mencoba menekan Domain Api milik Yu Mei.


Kedua teknik itu saling menekan, bahkan untuk Jie Yan yang sedang berkultivasi di tempat merasakan tekanan yang sangat mengerikan.


“Aku harus secepatnya menerobos!” Batin Jie Yan menggertakkan giginya dengan kuat. Kedua Akar Spiritual miliknya dengan gila-gilaan menyerap khasiat dari dua herbal.


Tubuhnya menggembung, mencapai ukuran dua kali lipat dari keadaan semula.


Jika itu orang lain, mereka akan langsung meledak karena kelebihan qi yang diserap.


“Sekarang!” Teriak Jie Yan saat menemukan kesempatan terobosan.


Duar!


Qi bersama dengan konsep Ruang dan Waktu serta konsep Kehancuran meledak ke segala arah.


Semua yang ada di goa itu tampak membeku dalam sekejap karena di bawah pengaruh konsep Waktu.


Karena banyaknya qi dan konsep yang diledakkan, itu membentuk sebuah pilar besar menembus goa bawah tanah dan Jie Yan sebagai pusatnya.


Jie Yan tau bahwa ia tidak mampu menekan ledakan terobosan karena sangat fokus pada pencernaan qi melalui kedua Akar Spiritual miliknya agar tidak terjadi kecelakaan.


Pilar berwarna abu-abu bercampur emas yang diselimuti oleh petir merah kehitaman meletus ke arah langit.


Dan kejadian itu langsung diperhatikan oleh semua eksistensi yang ada di pulau tersebut oleh semua kultivator dan binatang roh kuat.