
Istana Bawah Laut
Penjelasan Jie Yan membuat Gu Yuena dan Gu Yin merasa sedikit sedih juga. Mereka tentu tau bahwa Jie Yan pasti menderita, juga dia diincar oleh kekuatan besar, yaitu Kekaisaran Han karena hubungannya dengan Lin Ming dan Lin Xi.
Gu Yuena dan Gu Yin tentu tau siapa Lin Ming dan Lin Xi, dan oleh karena itu, keduanya sangat memaklumi bahwa Jie Yan harus menggunakan nama samaran untuk sementara waktu sampai semua masalah diselesaikan atau memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan semua musuh.
“Jadi, sampai mana ingatanmu pulih saat ini?” Tanya Gu Yuena kepada Jie Yan.
“Sampai di saat aku hendak pergi ke sebuah tempat yang bernama Gunung Safir bersama Yin'er.” jawab Jie Yan sambil menghela nafas panjang.
Gu Yuena dan Gu Yin merasa sedikit kasihan kepada Xia Yue'er dan Xiao Ziya karena Jie Yan belum mengingat keduanya. Tetapi mereka berdua tidak membahas tentang hal itu sama sekali karena cepat atau lambat ingatan Jie Yan akan kembali seperti semula.
“Tunggulah sebentar. Aku akan memulihkan semua luka-luka serta qi milikku.” ucap Jie Yan saat ia mulai bermeditasi.
Gu Yuena dan Gu Yin sama sekali tidak mengganggu. Keduanya melirik ke arah kepala Han Chen dan tidak bisa tidak merasa jijik karena Han Chen adalah serigala berbulu domba. Senyum hangat dipermukaan yang ditunjukkan setiap waktu hanyalah fasad untuk menyembunyikan sifatnya yang sangat kejam.
Tidak lama kemudian, Jie Yan pun membuka matanya karena semua luka-lukanya telah pulih.
“Apakah kita akan masuk ke sana?” Tanya Gu Yin saat menatap menara yang masih terendam oleh air karena adanya lubang yang cukup dalam sehingga dirinya dan Gu Yuena tidak membekukan tempat tersebut.
“Ya. Kita akan masuk ke sana.” Jie Yan mengangguk kecil. Ia pun menghampiri tubuh Han Chen lalu mengambil cincin ruangnya.
Ketika memeriksa cincin ruang, Jie Yan menaikkan sedikit alisnya karena tidak menyangka bahwa Han Chen akan membawa sangat banyak harta bersamanya bahkan ketika memasuki Istana Bawah Laut.
Terutama batu spiritual, jumlah batu spiritual di dalam cincin ruang Han Chen mencapai angka ratusan juta. Ini adalah kekayaan yang sangat besar, setingkat dengan harga seluruh satu Klan tingkat rendah yang di pimpin oleh Patriak yang memiliki kekuatan tingkat Alam Sage tahap pertama atau kedua.
Jie Yan tentu menyimpannya. Sangat rugi jika tidak memungut sumber daya dari sebuah mayat. Ia pun langsung melayang perlahan ke arah menara aneh yang hanya terlihat puncaknya saja.
“Ayo.” Jie Yan pun langsung masuk ke dalam jendela menara yang sangat besar, tempat humanoid hiu keluar sebelumnya diikuti oleh Gu Yuena dan Gu Yin.
Ketika memasuk menara, ketiganya pun langsung berenang ke arah bawah, banyak ruangan yang ada di dalam menara tersebut. Dari sekian banyak ruangan, semuanya hanya ruangan kosong.
Tidak sampai beberapa menit kemudian, Jie Yan, Gu Yuena dan Gu Yin pun tiba di permukaan menara yang tampak berlumut.
Tetapi, ketika mencapai permukaan, ruangan tersebut yang tidak lain adalah ruangan yang sangat besar tidak seperti ruangan lainnya yang tidak terpakai.
Di dalam ruangan raksasa tersebut, terlihat satu patung wanita, walaupun itu hanya patung, kecantikannya tidak bisa disembunyikan sama sekali. Patung tersebut tampak menggunakan pakaian seorang layaknya ratu, dengan hiasan di kepala dekat terlihat seperti sirip ikan.
Patung wanita tersebut memegang sebuah trisula yang tampak sangat unik. Itu sedikit mirip dengan trisula yang di pegang oleh anggota ras Atlantis yang pernah ditemui oleh Jie Yan.
Selain itu, di depan patung wanita tersebut, terdapat sebuah peti yang terlihat seperti peti mati, memiliki ornamen-ornamen aneh disetiap permukaannya.
“Patung? Peti mati? Tampaknya tidak ada benda berharga lainnya di sini. Apakah Humanoid Hiu sebelumnya hanya bertugas menjaga ini?” Gu Yuena sedikit kecewa karena tidak ada apapun yang bisa diambil padahal mereka sudah berhasil melewati rintangan yang selalu menghalangi semua kultivator untuk mengambil sumber daya.
Jie Yan pun perlahan mendekat ke arah peti yang tampak seperti peti mati walaupun ia merasa bahwa itu bukan peti mati, hanya bentuknya yang mirip.
Dengan perlahan, Jie Yan pun mendorong tutup peti batu tersebut. Ketika peti terbuka, sebuah trisula yang sama dengan yang ada di pegang oleh patung wanita terlihat.
“Ini...” Jie Yan mengerutkan keningnya ketika menatap trisula tersebut. Ia dapat merasakan aura yang sangat misterius yang terpancar.
Jie Yan yang penasaran mencoba menyentuh trisula tersebut tetapi ada gaya penolakan yang sangat kuat. Ini juga membuat tangannya terasa kesemutan.
“Ini bukan trisula sederhana. Kemungkinan trisula ini memiliki tingkat yang sama dengan Tombak Pembunuh Naga yang aku miliki saat itu.” ucap Jie Yan dengan wajah serius. Ia tau bahwa senjata seperti itu akan memiliki seseorang yang layak menggunakannya, sama seperti drinya saat itu yang dianggap layak menggunakan Tombak Pembunuh Naga, tombak itu sendiri yang memanggilnya untuk diambil.
“Tombak Pembunuh Naga? Tombak yang dimiliki Kaisar Manusia?” Gu Yin tentu saja ingat tentang hal itu.
“Ya. Cobalah ambil senjata ini, trisula ini akan bisa digunakan jika senjata ini mengakui kalian.” ucap Jie Yan saat menatap ke arah Gu Yuena dan Gu Yin.
“Jika begitu, aku akan mencoba!” Gu Yin tentu saja sangat bersemangat karena ia juga menginginkan senjata yang sangat kuat, sama seperti milik suaminya.
Ketika Gu Yin ingin menyentuh trisula tersebut, gaya penolakan yang lebih kuat pun terjadi, itu tandanya bahwa Gu Yin bahkan lebih tidak layak.
Jie Yan hanya bisa terdiam karena ia tau kenapa itu terjadi. Kemungkinan dikarenakan Gu Yin adalah Pembunuh Iblis, sedangkan aura yang terpancar dari trisula terasa sangat suci.
“Apakah trisula ini bisa diambil?” Gu Yin yang meringis sedikit kesakitan pun berkata dengan nada tidak puas ketika menatap ke arah trisula.
“Biarkan aku mencobanya.” ucap Gu Yuena. Entah mengapa, ia merasa sangat tenang ketika menatap trisula tersebut. Ia perlahan berjalan ke depan peti lalu mengulurkan tangannya ke arah trisula.
Dung!
Aura berwana putih kebiruan tampak hendak menolak Gu Yuena, tetapi itu hanya secara samar, tidak seperti hasil yang didapat Jie Yan dan Gu Yin.
“Ini...” Mata Gu Yuena melebar karena dapat merasakan arus waktu tampak sangat aneh, ia seperti melihat banyak gambar-gambar di dalam kepalanya.
Apa yang dilihat oleh Gu Yuena adalah beberapa gambar dirinya yang tampak kesakitan, ada juga gambar dirinya memegang trisula. Semua dari gambar tersebut memiliki prosesnya sendiri. Tanpa berpikir lebih banyak pun, ia merasa seperti bisa memilih gambaran apa yang akan terjadi selanjutnya.
Gu Yuena memiliki alur tertentu saat dirinya memegang trisula, di saat itu juga, aura putih kebiruan meledak ke segala arah yang membuat Jie Yan dan Gu Yin terhempas.
Di saat Gu Yuena memegang trisula tersebut, matanya tampak berubah menjadi bercahaya biru, ia seperti sedang dirasuki oleh sesuatu.
Ketika tubuh Gu Yuena seperti tidak terkendali, ia pun menggumamkan sesuatu yang dapat di dengar oleh Jie Yan dan Gu Yin.
“Trisula Takdir!”