Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Petunjuk


Istana Bawah Laut


“Tidak perlu memikirkan hal ini untuk saat ini. Yang penting, aku sudah mengetahui tentang para Iblis.” Batin Jie Yan dan langsung memberikan buku tersebut kepada Gu Yin.


“Bacalah kembali buku ini ketika kau memiliki waktu. Di dalam juga tercatat tentang informasi banyak iblis, jenis mereka dan kekuatannya.” ucap Jie Yan saat memberikan buku kepada Gu Yin.


“Ya.” Gu Yin langsung menerima buku tersebut, ia tentu ingin mengetahui semua jenis iblis, ia adalah Pembunuh Iblis saat ini dan sudah seharusnya ia mengetahui informasi tentang mereka.


Setelah itupun, Jie Yan mengelilingi perpustakaan itu dan mengambil buku menarik lainnya. Ia akan membawanya ketika memiliki waktu luang.


Setelah itu, Jie Yan pun pergi bersama dengan Gu Yin ke lantai berikutnya. Di sana tercatat tentang semua sejarah Atlantis dan itu tidak terlalu menarik minat Jie Yan walaupun ia mengambil beberapa buku.


Lalu keduanya pun terus naik ke lantai atas lagi. Banyak sejarah sejarah yang tercatat di banyak lantai. Setelah itu, keduanya pun tiba di lantai paling atas.


Di lantai paling atas, terlihat sebuah perpustakaan kecil. Tetapi tidak tidak ada lebel pada tempat tersebut seperti lantai lainnya yang membuat Jie Yan dan Gu Yin sedikit penasaran.


Karena penasaran, Jie Yan pun perlahan berjalan ke arah rak-rak buku, buku di dalam ruangan tersebut hanya memiliki jumlah paling banyak seratus buku, tidak seperti di lantai sebelumnya yang mencapai angka ribuan bahan puluh ribuan.


Banyak hal-hal yang terdapat di sana yang membuat Jie Yan terkejut. Salah satunya adalah sejarah tentang dunia. Lalu ada sejarah tentang Istana Bawah Laut.


Ketika Jie Yan memanca buku tentang sejarah Istana Bawah Laut, ia menemukan sesuatu yang menarik. Istana Bawah Laut memang diciptakan oleh Dewi Laut Xinxin.


Dahulu kala, di Istana Bawah Laut, ras Atlantis hidup. Ketika Dewi Laut hendak bermigrasi ke tempat tertentu, dia meninggalkan beberapa peninggalan. Dan buku yang ia baca adalah salah satunya karena itu ditulis langsung oleh Dewi Laut Xinxin.


“Trisula Takdir. Sebelumnya aku penasaran kenapa itu di tinggalkan tempat yang aneh. Tetapi tampaknya inilah sebabnya.” Batin Jie Yan saat melihat catatan tentang kekuatan Takdir yang mampu melihat masa depan yang sangat jauh.


Dikatakan, suatu hari nanti seseorang bernama Chu Xin akan tiba lalu mengambil Trisula Takdir. Tetapi itu hanya salah satu dari prediksi masa depan, bukan sesuatu yang akurat. Lalu, ia melihat catatan terakhir di ujung buku. Sebelumnya, terdapat nama-nama yang akan menjadi pemegang Trisula Takdir yang diprediksikan oleh Dewi Laut Xinxin.


Jumlah mereka sangat banyak, mencapai ratusan yang artinya, salah satu dari mereka memiliki peluang untuk menjadi pemegang Trisula Takdir. Dan ketika melihat nama terakhir, ia hanya bisa tersenyum kecut karena nama yang paling memiliki kemungkinan kecil menjadi pemilik Trisula Takdir adalah Gu Yuena.


Tidak disangka bahwa yang memiliki kemungkinan paling kecil yang akhirnya menjadi pemilik Trisula Takdir. Tetapi ia sangat kagum dengan kekuatan yang disebut sebagai Kekuatan Takdir karena dapat meramal masa depan walaupun itu tidak pasti.


“Apakah aura yang aku rasakan dan lihat sebelumnya adalah Kekuatan Takdir?” Batin Jie Yan saat berpikir banyak.


“Suami! Lihat ini!” Gu Yin pun berteriak yang membuat Jie Yan tersadar.


Jie Yan melihat ke arah tengah ruangan, di sana terlihat Gu Yin yang melambai-lambai memanggilnya. Ia pun menyimpan semua buku yang ada di ruangan tersebut lalu menghampiri Gu Yin.


“Lihat ini!” Seru Gu Yin menunjuk ke arah meja batu.


“Ini... Peta Kerajaan Atlantis!” Seru Jie Yan karena sudah memikirkan semua tata letak kota dan tempat perpustakaan ditempatkan.


Ketika Jie Yan dan Gu Yin memeriksa peta, Gu Yuena juga telah tiba ke lantai paling atas dengan wajah sedikit sedih karena tidak menemukan apa-apa yang menari selain sejarah semua hal yang menurutnya tidak dibutuhkan.


“Apa yang sedang kalian berdua lihat?” Tanya Gu Yuena penasaran saat ia menghampiri Gu Yin dan Jie Yan.


“Ini...!” Gu Yuena terkejut ketika menatap lebel pada peta. Ia tau bahwa keduanya telah menemukan benda paling penting untuk menjelajahi Reruntuhan Atlantis.


“Na’er, kau harus membaca ini.” Jie Yan memberikan dua buku yang di tulis secara langsung oleh Dewi Laut Xinxin.


Ketika melihat kedua buku tersebut, Gu Yuena menaikkan alisnya karena salah satu buku bertuliskan denhan judul Trisula Takdir. Ia pun langsung menerimanya karena pasti buku tersebut sangat berguna baginya.


“Pertama-tama, kita akan pergi ke tempat ini.” Jie Yan menunjuk peta, di peta tersebut apa yang ia tunjuk adalah tempat yang bernama Kuil Dewi Laut.


“Kenapa kau ingin pergi ke kuil Dewi Laut?” Tanya Gu Yin penasaran.


“Ini untuk sepupumu. Pasti akan ada hal berguna di sana nantinya. Setelah itu, kita akan pergi ke pusat Kerajaan Atlantis. Melihat melalui peta, tempat ini pasti sangat tersembunyi. Jika tidak, sudah pasti akan ditemukan oleh para kultivator lainnya.” ucap Jie Yan saat menggulung peta lalu menyimpannya ke dalam cincin ruang miliknya.


Tidak ada yang keberatan dengan apa yang dikatakan oleh Jie Yan terutama untuk Gu Yuena yang bersemangat karena sudah pasti akan ada hal baik baginya jika pergi ke Kuil Dewi Laut.


Setelah itu, ketiganya pun langsung keluar dari pohon raksasa tersebut. Ketika menatap kembali ke arah pohon, ketiganya sangat sadar bahwa usia dari pohon tersebut tidak lagi terukur. Tetapi itu hanya pohon biasa yang dapat hidup dalam waktu yang sangat lama.


Tanpa membuang waktu, Jie Yan, Gu Yuena dan Gu Yin pun langsung terbang ke arah tertentu dan itu adalah tempat Kuil Dewi Laut berada.


**


Setelah hampir sehari Jie Yan, Gu Yuena dan Gu Yin pergi, beberapa kali kultivator akan datang ke pohon raksasa tersebut karena mereka tentu akan tertarik dengan pohon yang bisa tumbuh setinggi itu. Tetapi semua dari mereka hanya keluar dengan wajah kecewa karena tempat tersebut hanya berisi buku sejarah walaupun banyak dari mereka yang mengambil buku untuk dijual.


Tidak lama setelah itu, satu pria dan satu wanita serta satu makhluk mungil juga tiba di tempat tersebut.


“Apakah di sini?” Tanya pria muda tersebut yang tidak lain adalah Dai Mubai. Ia menatap ke arah Xiao Ziya, menunggu jawaban dari wanita tersebut.


Xiao Ziya memfokuskan kekuatan spiritualnya dan ia pun tersenyum sedikit.


“Bagaimana? Bagaimana? Apakah kau merasakannya?” Xia Yue'er terbang di sekitar Xiao Ziya dengan antusias sambil bertanya dengan nada buru-buru.


“Dia telah pergi dari sini. Setidaknya sekitar sehari yang lalu. Aku dapat melacak jejaknya. Dia pergi ke sana.” Xiao Ziya menatap ke arah tertentu.


Dai Mubai yang mendengar itupun mengangguk kecil lalu berkata, “Ayo pergi. Aku ingin melihat seperti apa dia setelah sekian lama.”


Dai Mubai, Xiao Ziya dan Xia Yue'er pun langsung terbang ke arah yang dikatakan oleh Xiao Ziya, dan itu adalah arah tempat Jie Yan, Gu Yuena dan Gu Yin pergi.