Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Mendekati Pusat Pulau


Bintang Brahma, Dimensi Kecil


Jie Yan dan Yu Mei saat ini terus bergerak ke arah tertentu, tempat di mana Yu Mei merasakan aura herbal. Dan itu juga ke arah di mana pusat Pulau itu berada.


“Di mana-mana terjadi Pertempuran di pulau ini! Binatang roh kuat tak terhitung jumlahnya bertempur melawan para kultivator. Selain dari itu, pertempuran antara para kultivator juga pecah karena mereka memperebutkan sumber daya berharga.” ucap Jie Yan menganalisis semua yang terjadi di pulau itu.


“Kita akan pergi ke pusat Pulau! Di sana lebih banyak herbal berharga yang bisa dijarah.” ucap Yu Mei karena ia dapat merasakan banyak herbal terbaik di dekat gunung raksasa.


“Ya.” Jie Yan mengangguk kecil.


Saat keduanya terus bergerak, Jie Yan memberi intruksi untuk menghindari para kultivator dan bintarang roh agar tidak membuang waktu melawan mereka semua.


Walaupun Pulau itu tidak terlalu besar, butuh waktu untuk Jie Yan dan Yu Mei mencapai pusat Pulau.


Dalam beberapa jam kemudian, keduanya pun mendekat ke arah pusat Pulau tetapi keduanya terkejut ketika melihat pertempuran di tempat itu jauh lebih intens.


“Khaaa...” Seekor Naga berwarna putih meraung keras di langit.


Naga itu memiliki tinggi setidaknya 30 meter, dengan sayap putih yang sangat lebar.


Jauh di permukaan tanah, puluhan kultivator tampak bersiap-siap menerima serangan dari Naga Putih tersebut.


“Manusia sialan! Keluar dari pulau ini!” Teriak Naga Putih tersebut sekuat tenaga saat bola berwarna putih berkumpul dengan kecepatan tinggi di dalam rahangnya.


“Hati-hati! Dia akan menyerang kembali!” Teriak beberapa kultivator tingkat Kaisar Abadi tahap akhir dengan wajah muram.


Semua kultivator itu memiliki kultivasi tingkat Kaisar Abadi tahap akhir dan puncak, bisa dipastikan barisan seperti itu memang luar biasa kuat di dalam Dimensi kecil karena kekuatan tertinggi hanya di tingkat Kaisar Abadi puncak.


Duar!


Pilar energi berwarna putih di tembakkan dari dalam mulut Naga Putih.


Duar!


Tidak hanya sampai di situ, Naga Putih itu mengarahkan rahangnya ke tempat lain sehingga semua tempat langsung diledakkan.


Drrrrtttt!


Blar! Blar! Blar!


Wilayah dalam radius puluhan km meledak karena serangan dari Naga Putih itu.


Jie Yan yang menatap itu, memasang ekspresi serius karena ia tau bahwa dirinya tidak akan mampu bertahan dari serangan seperti itu.


“Naga Cahaya, tidak salah lagi! Aku tdika menyangka bahwa akan ada Naga Cahaya selevel itu di sini!” ucap Jie Yan dan menatap ke arah gunung Raksasa yang tampaknya adalah tempat yang dilindungi oleh Naga Cahaya agar para kultivator tidak mendekat.


“Khaaaa...!”


Di sisi lain gunung raksasa, raungan Naga lainnya terdengar dan itu membuktikan bahwa tidak hanya ada satu naga di pulau tersebut.


Saat debu berterbangan di udara turun, terlihat semua tempat hancur berantakan. Puluhan kultivator yang selamat memasang wajah muram dan menatap ke arah Naga Cahaya dengan tatapan membunuh.


“Bunuh!” Teriak salah satu kultivator saat ia menerjang ke arah Naga Cahaya diikuti oleh puluhan kultivator.


Naga Cahaya semakin marah dan langsung mengerang ke arah para kultivator untuk menghabisi mereka semua.


Mata Yu Mei menyipit sedikit karena salah satu aura herbal berharga berada di sekitar tempat pertempuran. Ia pun langsung menatap ke arah lainnya dan mengendalikan akar menuju ke arah sana.


Banyak kultivator di sana yang menyadari keberadaan Jie Yan dan Yu Mei tetapi mereka tidak sempat untuk mencoba menyerang ke mereka karena masih terlalu fokus pada Naga Cahaya.


Dalam waktu kurang dari 15 menit, Jie Yan dan Yu Mei pun tiba di sebuah goa yang cukup besar.


“Ini.. Yu Mei, apakah herbal yang kau rasakan ada di dalam sana?” Tanya Jie Yan dengan nada serius karena ia dapat melacak bahwa ada satu aura kuat di dalam sana.


“Ya. Herbal ini tidak kalah berharga dengan herbal yang ada di dekat tempat pertempuran terjadi!” Yu Mei mengangguk kecil. Ia tidak dapat melacak apa yang ada di dalam sana kecuali untuk beberapa herbal kelas atas.


“Di dalam sana kemungkinan adalah sarang binatang roh kuat! Apa kau tidak dapat merasakannya?” Tanya Jie Yan.


“Tidak.” Yu Mei menggelengkan kepalanya.


Jie Yan terdiam karena jika ia melacak dengan kekuatan spiritual, ia memang tidak bisa menemukannya. Tetapi melalui insting miliknya, ia merasakan aura tirani. Ini mungkin berasal dari isnting garis darah Naga Hitam Kehancuran di dalam tubuhnya.


Jie Yan melirik ke arah Yu Mei dan berharap bahwa Yu Mei dapat membereskannya. Jika ada herbal bagus di dalam sana, ia mungkin akan dapat menembus tingkat Kaisar Abadi tahap Menengah. Dengan begitu, kekuatannya akan meningkat pesat dan ia tidak akan takut melawan eksistensi tingkat Kaisar Abadi tahap akhir manapun. Hanya eksistensi tingkat Kaisar Abadi puncak yang dapat menghancurkannya.


“Yu Mei, berhati-hatilah. Kemungkinan ada makhluk kuat di dalam yang sangat ahli menyembunyikan diri. Selain dari itu, aku telah memikirkan bahwa dia bisa menyembunyikan aura herbal dari makhluk lainnya sehingga tempat ini masih aman. Mungkin hanya kau yang dapat melacak herbal itu!” ucap Jie Yan.


Mendengar itu, Yu Mei mengangguk kecil dan meningkatkan kewaspadaannya.


Keduanya pun menekan aura masing-masing dan langsung masuk ke dalam goa raksasa yang cukup tersembunyi itu.


Goa itu sangat gelap, lembab dan yang terpenting, qi juga sangat melimpah di dalam sana sehingga memiliki kemungkinan sangat besar menumbuh herbal kualitas tertinggi.


Setelah bergerak selama beberapa menit dan turun ke dalam karena goa mengarah ke arah bawah, Jie Yan dan Yu Mei pun akhirnya tiba di ujung goa yang sangat besar.


Mata Dewa Jie Yan menatap dengan seksama isi goa tersebut dan memang benar bahwa di ujung goa, ada dua herbal yang memancarkan aura luar biasa. Tetapi ia tidak menemukan musuh sama sekali.


“Kenapa ini? Kenapa aku merasakan ancaman luar biasa?” Batin Jie Yan dan menatap ke semua tempat tetapi tidak dapat menemukan asal aura berbahaya yang isntingnya katakan.


Jauh di atas langit-langit goa yang sangat luas itu, sepasang mata tiba-tiba muncul. Itu adalah sepasang mata berbentuk vertikal bewarna emas, menatap ke arah bawah dengan sengit.


Sosok berwarna hitam itu memancarkan uap hitam samar lalu membuka mulutnya perlahan.


Jie Yan dan Yu Mei yang sedang berjalan perlahan, tiba-tiba terhenti saat menginjak beberapa tulang makhluk hidup dan ketika keduanya melihat dengan seksama, itu adalah tulang naga.


Yu Mei yang awalnya ingin melihat lebih dekat tulang belulang itu, memasang wajah muram dan langsung menggunakan tekniknya.


“Mawar Api!”


Duar!


Sebuah tumbuhan mawar muncul dan langsung meledakkan api berwarna ungu dalam jumlah yang sangat besar ke arah langit.


Jie Yan juga langsung waspada tetapi ia tiba-tiba merasa sangat pusing karena ada suara samar memasuki telinganya.


“Ugh..” Jie Yan menyentuh telinganya dan itu langsung mengeluarkan darah. Ia menatap ke arah langit dengan waspada. Ia tau bahwa suara itu mengandung konsep luar biasa, dan alasan Yu Mei menyerang adalah untuk menghancurkan gelombang suara yang mungkin dapat membunuh eksistensi tingkat Kaisar Abadi tahap puncak secara instan.


Karena api yang sangat banyak, sosok yang berada di langit-langit goa pun terlihat dengan jelas.


“Itu...” Mata Jie Yan menyusut tajam saat melihat sosok besar itu ada merasa sangat terancam oleh aura yang sudah dapat ia rasakan.