
Bintang Brahma, Benua Kekacauan
Xiao Chen sedari awal memang terlempar ke Benua Kekacauan di Bintang Brahma. Itu adalah masa-masa yang paling sulit baginya karena kekuatannya saat tiba sangat lemah.
Dan beberapa tahun Xiao Chen berada di satu tempat untuk meningkatkan kekuatannya, ia bertemu dengan kenalan lainnya, yaitu Huan Caiyi yang memiliki nasib yang sama dengannya.
Setelah itu, mereka berdua memutuskan untuk pergi ke wilayah Sekte Langit karena kekuatan keduanya telah mencapai tingkat Raja Abadi tahap awal. Tetapi, apa yang menunggu keduanya adalah musibah.
Dan Putra Master Sekte Langit tertarik dengan Huan Caiyi, tidak tau apakah dia berniat untuk menjadikannya istri atau dia tertarik dengan kemampuan Huan Caiyi yang dapat membuat pasukan Bayangan.
Xiao Chen hampir terbunuh waktu itu ketika ia disergap bersama dengan Huan Caiyi. Keduanya tentu tidak akan berdaya karena dikelilingi oleh puluhan kultivator tingkat Kaisar Abadi.
Dan pada akhirnya, Huan Caiyi membuat dirinya sebagai umpan karena ia tau bahwa dirinyalah yang diincar sehingga memberikan kesempatan bagi Xiao Chen yang terluka para untuk melarikan diri.
“Sekte Langit, rasa malu ini tidak akan pernah dilupakan olehku Xiao Chen! Suatu hari nanti kalian akan binasa di tanganku!” ucap Xiao Chen saat qi Raja luar biasa semakin liar berhamburan dari tubuhnya.
Dan Xiao Chen sebagai pemilik garis darah unik, telah menggunakan sepenuhnya kekuatannya agar Kultivasinya cepat meningkat. Jika tidak menggunakan kemampuan uniknya, ia mungkin masih berada di tingkat Raja Abadi tahap menengah saat ini.
Namun, jika orang lain melihat seperti apa cara Xiao Chen meningkatkan kekuatannya, dia akan dianggap sebagai kultivator sesat.
**
Sementara itu, Jie Yan saat ini berada di gerbang Kerajaan Api karena hendak berangkat ke wilayah Sekte Langit.
Jika Jie Yan tau bahwa Huan Caiyi dan Xiao Chen berada di Bintang Brahma, ia tentu pasti akan senang.
“Baiklah, aku akan pergi jika begitu.” ucap Jie Yan saat melompat ke atas binatang roh yang tampak seperti seekor kuda tetapi memiliki sayap.
Kuda itu adalah bintang roh tingkat 5 abadi, setara dengan kultivator tingkat Raja Abadi yang cukup kuat.
“Baiklah, aku akan secepatnya pergi ke pusat Benua Kekacauan setelah menyelesaikan urusan di sini.” ucap Fang Yuan saat ia mengirim Jie Yan pergi secara pribadi.
“Ya, aku akan menunggumu. Jika begitu, aku akan pergi.” ucap Jie Yan saat memukul perut kuda itu lalu kuda itupun langsung terbang ke arah udara tetapi tidak bisa terlalu tinggi.
Fang Yuan hanya menatap kepergian Jie Yan untuk beberapa saat lalu ia kembali ke Istana untuk menyelesaikan semua urusan sebelum ia pergi dari Kerajaan Api.
Jie Yan yang saat ini menunggangi kuda yang dapat terbang itupun cukup terkejut karena kecepatannya mencapai level yang lebih tinggi dari pada dirinya sendiri saat menggunakan qi untuk terbang.
“Dengan binatang roh ini, aku akan tiba dalam waktu paling lama sebulan.” Batin Jie Yan. Ia pun menaikkan sudut bibirnya karena tentu ia ingin melihat semua yang ada di Benua Kekacauan. Darahnya sedikit mendidih oleh petualangan yang sudah berada tepat di depan matanya.
Tidak sampai sebulan kemudian setelah berhenti beberapa kali di tengah perjalanan, Jie Yan pun akhirnya melihat pusat kekuatan di daerah tersebut.
Dari tempat yang cukup jauh, Jie Yan dapat melihat pegunungan tiada akhir, terlihat puluhan gunung berjejer dan ada ratusan bukit. Dan semua kota-kota yang ada di sana didirikan tepat di atas gunung ataupun di atas bukit.
“Akhirnya tiba.” Gumam Jie Yan saat mengendalikan bintang roh ke arah ke arah kota pertama yang tidak berada di atas gunung ataupun bukit.
Tempat tersebut disebut sebagai pegunungan para Raja karena dahulu tempat itu ditempati oleh istana Kerajaan. Dahulu, terdapat puluhan Kerajaan di sana, walaupun wilayah mereka sempit, kemakmuran mereka terjamin karena sumber daya alam yang sangat melimpah.
Namun, seiring berjalannya waktu, kedatangan banyak kekuatan lainnya membuat banyak kerajaan jatuh. Dan salah satu kekuatan tersebut adalah Sekte Langit dan merupakan kekuatan tingkat tiga terkuat di Pegunungan Para Raja.
Setelah itu, Jie Yan perlahan berjalan sambil menarik binatang roh yang ia tunggangi.
“Banyak kultivator tingkat Raja Abadi dan bahkan ada beberapa kultivator tingkat Kaisar Abadi.” Batin Jie Yan saat melacak semua aura yang ada di kota secara samar. Dengan kemampuan spiritualnya, mungkin mereka semua tidak akan dapat melacak bahwa dirinya memeriksa semua kultivator yang ada di sana.
Banyak pasang mata yang menatap ke arah Jie Yan dengan tatapan penasaran karena apa yang di tunggangi Jie Yan biasanya digunakan oleh para anggota Keluarga Kerajaan tidak peduli di mana itu.
Tidak ada pungutan biaya apapun memasuki kota itu. Dan Jie Yan langsung mencari tempat untuk menetap sementara.
Lalu tatapan Jie Yan tertuju pada sebuah bar yang cukup besar. Sangat banyak kultivator kuat berada di dalam sana. Tanpa bertanya pun, mungkin tempat itu adalah tempat beredarnya informasi.
Setelah menaruh binatang roh tepat di samping bar tersebut yang disediakan untuk para binatang roh tunggangan, Jie Yan masuk ke dalam bar.
Ketika Jie Yan masuk, semua yang ada di dalam sana berhenti dan menatap ke arah Jie Yan dengan tatapan penasaran.
“Oh? Tampaknya ada bocah tampan lainnya yang datang ke kota ini. Tampaknya dia berasal dari keluarga bangsawan.”
Salah satu dari kultivator yang ada di dalam sana meminum anggur miliknya setelah mengatakan hal itu.
Jie Yan tidak memperdulikan kultivator yang berbicara tersebut lalu datang ke tempat pemilik bar.
Mata Dewa Jie Yan langsung aktif seketika dan ia sedikit terkejut bahwa pemilik bar tersebut ada kultivator tingkat Kaisar Abadi tahap awal. Semula ia tidak dapat melacaknya karena mungkin pemilik bar tersebut memiliki metode kuat untuk menyembunyikan Kekuatannya.
Namun, di depan Mata Dewa, selagi kultivasi seseorang tidak terlalu jauh dari Jie Yan, ia dapat melacaknya menggunakan Mata Dewa.
“Bos, anggur terbaik yang kau miliki dan informasi penting yang terjadi baru-baru ini.” ucap Jie Yan saat ia duduk di sebuah kursi lalu mengeluarkan sejumlah batu roh kelas atas.
Pemilik bar yang sedang membersihkan gelas, langsung berbalik dan mengambil botol anggur dan memberikannya kepada Jie Yan serta sebuah gelas.
Jie Yan langsung membuka botol itu dan meminumnya perlahan sambil mendengarkan pemilik bar berbicara.
“Dalam dua tahun ini, ada beberapa kejadian penting yang terjadi dan itu menyangkut Sekte Langit. Putra Master Sekte Langit tampaknya menemukan pasangan yang cocok untuknya. Dikatakan bahwa wanita itu adalah pemilik kekuatan yang sangat unik yang dapat membangkitkan bayangan dari mayat hidup.” ucap pemilik bar dengan nada acuh tak acuh. Dan itu merupakan peristiwa paling besar karena semua kekuatan mencoba untuk bergerak karena wanita itu menjadi ancaman terbesar bagi mereka semua.
Jie Yan yang sedang meminum anggur yang sangat kuat itupun terhenti dan langsung meletakkan botol anggur.
“Kemampuan bayangan?” Tanya Jie Yan dengan nada acuh tak acuh walaupun jantungnya sedikit berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
“Ya, bahkan ini membuat para iblis bergerak. Dikatakan bahwa sudah banyak iblis dengan kekuatan tingkat Kaisar Abadi yang menyusup ke semua tempat. Tampaknya mereka sangat mementingkan wanita itu.” ujar pemilik bar.
Mendengar itu, Jie Yan langsung membenarkan Spekulasinya bahwa itu mungkin adalah Huan Caiyi karena ia pernah mendengar bahwa para iblis sangat membenci Kekuatannya.
“Menjadi seorang istri? Kapan tepatnya pernikahan itu dilakukan?” Tanya Jie Yan dengan nada acuh tak acuh seperti biasa tetapi dalam hatinya, ia sudah tau bahwa mungkin kakaknya itu di paksa. Tentu ia akan merasa sangat marah.
“Belum di tentukan. Sudah hampir setahun wanita itu tiba di Sekte Langit, namun belum ada berita apa-apa. Dan satu informasi lainnya yang mungkin terkait, Sekte Langit mengerahkan banyak kekuatan untuk mencari seseorang yang berkaitan dengan wanita itu tidak tau apa tujuannya yang sebenarnya.” ujar pemilik bar.
“Seseorang yang terkait? Siapa itu?” Batin Jie Yan. Tetapi satu hal yang ia tau dengan pasti bahwa itu mungkin seseorang yang berasal dari Bintang Saint, sama seperti dirinya.