Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Han Wang Zhan Melarikan Diri


“Siapa musuhnya nenek?” Tanya Jie Yan dengan wajah serius. Untuk seseorang sekuat neneknya, jika ada mampu membuat neneknya memasang ekspresi seperti itu, bisa dipastikan bahwa musuh pastilah sangat kuat.


“Kakek dan nenek berasal dari Klan Kuno Lin. Dan Klan Lin menjaga segel tertentu di Benua Saint, yaitu Gerbang Dunia Lain! Saat ini, para iblis ingin menyerbu Benua Saint, merekalah musuh sebenarnya untuk semua makhluk hidup!” jawab Lin Xi. Wajah tuanya yang penuh dengan keriput semakin berkerut.


“Para iblis? Jika begitu, tampaknya Benua Saint mungkin jatuh ke dalam kekacauan nenek. Belum lama ini, seseorang dari Alam Abadi telah datang ke Benua Saint! Dari kata-katanya, tidak lama lagi para kultivator dari Alam Abadi yang merupakan kekuatan bernama Klan Wang akan datang ke Benua Saint!” ucap Jie Yan.


“Apa? Alam Abadi? Bagaimana bisa mereka menemukan dunia ini?” Lin Xi terkejut luar biasa dan tau bahwa jika dunia mereka ditemukan oleh para kultivator Abadi, maka masalahnya sama seriusnya dengan para iblis, atau lebih tepatnya para Pangeran Iblis Fana.


Kata-kata Lin Xi saat terkejut membuat Jie Yan juga terkejut. Dari hal ini, ia paham bahwa Klan Kuno mengetahui banyak seluk beluk tentang Benua Saint yang tidak diketahui oleh kekuatan besar lainnya.


“Yan’er, kendalikan para naga ini. Semula aku terkejut bahwa mereka bisa keluar dari tempat yang dijaga oleh Klan Yao. Tetapi tampaknya kehadiran mereka menjadi peluang kemenangan bagi para manusia di Benua Saint. Beri mereka perintah untuk bersiap-siap membatu membereskan para Iblis lebih dulu ataupun para kultivator dari Alam Abadi. Kita tidak tau siapa yang pertama kali akan tiba! Dan setelah ini, ikutlah dengan nenek.” ucap Lin Xi.


“Baik.” Jie Yan langsung bergerak lalu mendatangi beberapa Tetua Klan Naga untuk mempersiapkan diri melawan musuh berikutnya. Saat ini ia memberi perintah agar para anggota Klan Naga memulihkan kekuatan puncak mereka sebelum musuh datang.


Para naga tidak berani menolak sama sekali. Mereka semua bergegas pergi dari Sekte Cahaya Suci berada.


“Yan’er, ayo pergi!” ucap Lin Xi.


Jie Yan mengangguk lalu memberi isyarat kepada Huan Caiyi, Xia Yue'er, Gu Yin, Xiao Yuu, Lan Qinzhu, Dai Mubai dan Canglan untuk mengikutinya.


Lin Xi yang memimpin jalan, bergerak ke arah tertentu, yaitu ke tempat tiga aura kuat yang sedang bertarung.


Di pinggiran wilayah Sekte Cahaya Suci, saat ini terlihat tiga sosok yang terus-menerus bertempur seperti tidak ada hari esok. Ketiganya tidak lain adalah Xiao Long, Mu Xuanyin dan Han Wang Zhan.


“Perang telah selesai?” Batin Han Wang Zhan saat menatap kelompok para naga pergi dari Sekte Cahaya Suci yang menurutnya pasti telah rata oleh tanah. Saat ini wajahnya sangat muram karena tidak menyangka bahwa Organisasi Saint Langit dan Sekte Cahaya Suci akan jatuh di tangan Klan Naga. Situasi ini bukanlah sesuatu yang ia inginkan.


“Kau masih sempat melihat ke arah lain ketika melawanku? Kau terlalu menganggap dirimu tinggi pak tua!” Xiao Long yang dalam wujud setengah naga, muncul tepat di depan Han Wang Zhan sambil mengayunkan pedangnya yang memiliki banyak duri.


“Duri Lava Pencabik!”


Wajah Han Wang Zhan jelek seketika. Ia pun langsung mengayunkan pedangnya juga sekuat tenaga sambil membuat rencana untuk melarikan diri. Jika kedua kekuatan telah jatuh di tangan Klan Naga, tidak ada gunanya lagi berada di tempat itu walaupun ia sangat ingin membalaskan dendam Bai Yuchen.


“Tebasan Petir Api!”


Sraing!


Blar!


Ketika ledakan besar terjadi, Mu Xuanyin yang tidak jauh menatap ke arah tertentu dengan wajah dingin karena ia dapat melihat pergerakan Han Wang Zhan yang mencoba pergi dari tempat tersebut. Ia sangat paham bahwa akan sulit mengehentikan seseorang sekuat Han Wang Zhan jika ingin pergi dari pertarungan.


“Karena kau ingin kabur, maka aku akan memberimu hadiah perpisahan pak tua sialan!” ucap Mu Xuanyin saat pedang di tangan kanannya diselimuti aura biru muda yang perlahan-lahan berubah menjadi putih dengan bercak biru.


“Es Suci, Tebasan Es Abadi!”


Sraing!


Han Wang Zhan yang telah bergerak pergi saat berhasil mengecoh Xiao Long, merasakan kekuatan mengerikan yang menyerbu ke arahnya. Instingnya berkata jika ia tidak menghindar, maka ia akan terluka parah. Dengan reaksi yang sangat tinggi, ia pun langsung berbalik sambil melancarkan salah satu serangan pamungkasnya dengan buru-buru.


“Teknik Api Neraka, Api Kedalaman Neraka!”


Disaat Han Wang Zhan berbalik, ia pun langsung melepaskan tekniknya. Tentu ia akan menggunakan api agar tekniknya lebih mudah menekan teknik yang ia duga dilancarkan oleh Mu Xuanyin.


Duar!


Ledans besar terjadi di udara ketika kedua serangan saling beradu.


Xiao Long yang menatap itu, memasang wajah dingin. Ia sangat tau bahwa Han Wang Zhan telah melarikan diri. Ia menatap ke arah Mu Xuanyin dengan tatapan tidak puas seolah-olah menyalahkannya karena tidak menjaga Han Wang Zhan agar tidak kabur.


Di saat Xiao Long ingin protes dan berniat melawan Mu Xuanyin, kerutan muncul di dahinya saat ia merasakan aura mencekam yang mendekat ke arahnya. Ia pun langsung menoleh dan menemukan nenek tua bungkuk yang sudah sangat dekat dengannya di jarak hampir sepuluh meter.


Secara naluriah, Xiao Long menjaga jarak dari nenek tua tersebut yang tidak lain adalah Lin Xi.


“Lama tidak bertemu bocah Xiao Long. Apakah sifatmu tidak berubah sama sekali bahkan setelah kau menjadi Patriak Klan Xiao?” Tanya Lin Xi acuh tak acuh saat melirik ke arah tertentu yaitu tempat Han Zhan Wang pergi.


“Apa yang kau mau nenek tua?” Xiao Long tidak sopan sama sekali. Ia ingat di masa lalu bahwa ada kejadian tertentu yang membuatnya sedikit benci kepada Lin Xi.


“Oh? Mulutmu beracun seperti biasa. Bahkan jika Leluhur Tua Klan Xiao berada di sini, dia tidak akan berbicara seperti itu denganku! Lalu, apakah kau masih ingin bertarung melawan Mu Xuanyin?” Tanya Lin Xi.


Wajah Xiao Long gelap tetapi tidak membalas sama sekali. Ia mencoba melacak Yao Shen dan Zhu Feng tetapi tidak menemukan keberadaan keduanya yang artinya keduanya telah kabur karena suatu alasan. Mengingat kembali betapa mengerikannya nenek tua yang tidak lama lagi akan memasuki lubang kubur, ia merasa bahwa Yao Shen dan Zhu Feng meninggalkannya dan mencoba membuatnya berurusan dengan iblis berkulit manusia menyerupai nenek tua.


Lin Xi tau bahwa Xiao Long akan pergi dari hadapannya. Sebelum pria ceroboh itu pergi, ia pun berbicara dengan nada samar, “Bawa semua elit terbaik Klan Xiao ke Klan Lin! Ini masalah mendesak, jika memungkinkan, beri tau kepada Leluhur Tua Klan Xiao bahwa ini adalah permintaanku karena sangat mendesak!”


Xiao Long yang telah berbalik, melebarkan matanya. Ia langsung paham apa yang terjadi dan tau bahwa empat Klan Kuno harus keluar untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Tanpa membalas sama sekali, ia pun langsung terbang dengan kecepatan penuhnya ke arah Klan Xiao.


Kelompok Jie Yan juga tiba di sebelah Lin Xi. Mereka semua cukup terkejut bahwa kecepatan Lin Xi sebelumnya tidak bisa diikuti sama sekali. Untuk eksistensi terkuat selain dari Patriak, atau bisa disebut sebagai legenda Klan Kuno, kekuatannya memang sangat luar biasa, dari pemikiran mereka, itu pasti selangkah diatas para Patriak Klan Kuno.


“Senior Lin Xi, lama tidak bertemu.” Mu Xuanyin yang muncul tiba-tiba, membungkuk sedikit ke arah Lin Xi.


“Guru..!” Gu Yin berseru ketika melihat Mu Xuanyin.


“Yin’er, tampaknya kau sudah semakin kuat.” Melihat muridnya itu, Mu Xuanyin tersenyum hangat. Ia juga melirik sekilas ke arah Jie Yan dan terkejut dengan kekuatan Jie Yan saat ini yang telah mencapai tingkat Alam Sage tahap kedelapan.


“Xuanyin, lama tidak bertemu. Kali ini, Sekte Istana Salju juga harus bersiap-siap. Aku harap kau melupakan masalah mu dengan Klan Lin dan Klan Xiao untuk saat ini karena situasi Benua Saint saat ini akan merugikan kita jika masih menabur perselisihan.” ucap Lin Xi.


Wajah Mu Xuanyin berubah seketika. Ia memang memiliki masalah dengan Klan Lin dan Klan Xiao. Untuk Klan Lin, itu dendam yang sangat dalam, dendam terhadap beberapa Tetua. Untuk Klan Xiao, itu permasalahan tentang wilayah dan juga beberapa sumber daya yang dirampok oleh Xiao Long di masa lalu. Tetapi, karena ini adalah permintaan dari Lin Xi yang merupakan dermawannya, Mu Xuanyin tidak berani menolak sama sekali. Ia juga paham jika Lin Xi sudah memasang wajah seperti itu, maka situasi Benua Saint saat ini memasuki kondisi darurat.