Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Melawan Qing An


Bintang Tianyu, Hutan Purba


“Jie Yan, tidak ada siapapun di dekat sini dalam radius wilayah yang sangat luas!”


Ketika Jie Yan mendengar itu, ia pun mengerahkan semua Kekuatannya karena tau bahwa Qing An bukan seseorang yang bisa ia lawan dengan cara biasa. Bahkan dengan kekuatan penuhnya, ia tidak yakin bisa melawan Qing An karena perbedaan Kultivasi yang sangat besar.


“Kekuatan Naga!”


Bussssh!


Sedikit corak sisik naga terlihat di beberapa bagian tubuh Jie Yan. Auranya meningkat pesat, seluruh tubuhnya diselimuti oleh petir hitam yang sangat ganas.


“Oh? Teknik apa itu? Cukup menarik, kau memiliki sisik seperti ular, apakah kau memiliki darah binatang roh dalam tubuhmu? Atau apakah kau memiliki teknik yang berkaitan dengan binatang roh unik? Aku akan membongkar semuanya!” ucap Qing An saat ia membuat kuda-kuda menyerang dengan pedang ganda.


“Ilmu Pedang Qing, Badai Daun!”


Sraing!


Ketika Qing An mengayunkan kedua pedangnya, niat pedang membentuk pusaran dengan bilah seperti daun lalu menerjang ke arah tempat Jie Yan berada. Semua yang dilewatinya langsung dicabik cabik dalam sekejap.


Menatap itu, Jie Yan langsung mengayunkan pedangnya dari belakang ke depan sekuat tenaga.


Sraing!


Blar!


Pusaran yang menyerupai tornado itupun meledak dalam sekejap. Setelah itu, Jie Yan langsung membuat gaya tolakan pada dahan pohon.


Wusssh!


Jie Yan melesat dengan kecepatan tinggi sambil mengayunkan pedangnya sekali lagi.


“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”


“Permainan anak-anak!” Dengus Qing An saat melihat kecepatan Jie Yan. Ia sebenarnya cukup terkejut karena kecepatan Jie Yan sangat dekat dengan para kultivator tingkat Jiwa Abadi tahap akhir. Tetapi itu bukanlah sesuatu yang bisa memberinya ancaman.


Sraing!


Trang!


Qing An dengan santai menahan tebasan Jie Yan. Ia tersenyum kejam lalu langsung berbalik sambil mengayunkan pedangnya.


Namun, wajah Qing An pucat serikat saat melihat lingkaran formasi sudah tercipta tepat di depan wajahnya.


“Makan ini manusia rendahan!” ucap Xia Yue'er dingin.


“Formasi Cahaya Bulan, Gelombang Kejut Cahaya Bulan!”


Blar!


Cahaya putih sedikit gelap meledak secara langsung dan menelan Qing An di dalamnya. Menggunakan konsep Cahaya Bulan, serangan yang dilancarkan oleh Xia Yue'er hampir tidak terasa sama sekali sebelum itu meledak sepenuhnya. Inilah keunggulan atribut Cahaya Bulan dibandingkan dengan atribut Cahaya normal walaupun daya serang lebih lemah.


Jie Yan menatap ke arah ledakan tersebut dengan Mata Dewa. Ia tentu dapat melihat bahwa Qing An yang diserang secara mendadak masih mampu bertahan. Namun, sebelum Qing An bergerak, Jie Yan langsung mengayunkan pedangnya sekali lagi.


“Seni Rahasia, Bilah Teleportasi Pemecah Ruang!”


Sraing!


Ketika Jie Yan mengayunkan pedangnya, ruang di depannya tampak robek karena tebasan itu langsung di transfer ke tempat lain.


Qing An yang menderita sedikit luka, sangat marah saat ini. Tetapi ketika gelombang kejut hampir mereda, wajahnya semakin muram ketika melihat sangat banyak bilah muncul secara mendadak dari segala arah.


Jleb! Jleb!


Qing An menusuk kedua pedangnya ke dalam tanah lalu niat pedang meledak disekitarnya.


“Ilmu Pedang Qing, Badai Pedang!”


Bussssh!


Ketika niat pedang itu meledak, itu langsung membentuk pusaran disekitarnya dan menahan semua bilah bilah yang dilancarkan oleh Jie Yan.


Trang! Trang! Trang!


Tap!


Setelah membersihkan semua bilah, Qing An mencabut kedua pedangnya lalu mengayunkannya dari arah belakang ke arah Jie Yan berada.


“Teknik Pedang Ganda, Bulan Sabit Ganda!”


Sraing!


Dua bilah menyerupai bulan sabit melesat ke arah Jie Yan dengan kecepatan tinggi.


Untuk Jie Yan, ia cukup terkejut karena reaksi Qing An sangat tinggi dan juga pelepasan seni pedangnya tampak hampir mencapai miliknya.


“Ruang!”


Jie Yan menggunakan konsep Ruang dalam jumlah yang sangat besar lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah dua bilah bulan sabit yang mencoba membelahnya.


Zhep!


Kedua bilah tersebut langsung di telan oleh robekan ruang.


Jrezh!


Tidak jauh dari lokasi Jie Yan, kedua bilah tersebut muncul lalu merobek permukaan tanah dengan panjang puluhan meter.


“Apa?” Qing An berteriak kaget karena Jie Yan mentransfer serangannya ke tempat lain. Ia menatap tajam ke arah Jie Yan karena ia langsung tau bahwa teknik perpindahan instan serta apa yang dilakukan oleh Jie Yan sebelumnya adalah teknik berbasis konsep Ruang.


“Tanpa di duga kau adalah pengguna konsep Ruang! Sungguh sangat langka! Jika diberi waktu, kau akan tumbuh sangat kuat dan sangat sulit untuk di tangani! Tetapi kali ini kau tidak akan lolos dari tanganku!” ucap Qing An dingin.


“Seni Pembunuh, Pedang Pemenggal!”


Dung!


Kekuatan misterius meledak dari Qing An. Aura darah yang sangat pekat tampak mempengaruhi semua yang ada di sana. Ini adalah keahlian pedang milik Tetua Kelima yang berspesialis dalam membunuh.


Zhep!


Qing An menghilang seketika. Kecepatannya tampak meningkat tajam. Ia langsung muncul di depan Jie Yan dengan gaya sedikit menekuk lututnya.


“Mati!”


Jie Yan menatap itu hampir tidak mampu mengikuti pergerakan Qing An. Ia sungguh terkejut karena kecepatan Qing An berlipat ganda dalam sekejap. Namun, karen Mata Dewa, ia masih mampu bereaksi.


“Seni Kehancuran, Perisai Yin-Yang!”


Trang!


Ketika Qing An mengayunkan pedangnya, ia melebarkan matanya karena teknik kebanggaannya di tahan oleh perisai aneh. Bahkan goresan pun tidak ada sama sekali.


“Seni Kehancuran, Perisai Yin-Yang Tingkat Dua!”


Perisai Yin-Yang bersinar terang dan itu langsung meledak ke arah Qing An dalam sekejap.


Duar!


Qing An yang tidak memiliki pertahanan sama sekali lagi terhempas ke tempat yang sangat jauh menabrak banyak pohon. Ia memuntahkan darah beberapa kali. Selain dari luka dalam, sekujur tubuhnya saat ini tampak hangus oleh ledakan tersebut.


“Ternyata dia tidak sekuat yang kita kira!” Xia Yue'er mendengus jijik saat menyatukan kedua telapak tangannya.


“Formasi Alam, Kelahiran Alam!”


Bussssh!


Lingkaran formasi raksasa tercipta di permukaan tanah lalu tanaman merambat dalam jumlah besar keluar dan melesat ke arah tempat Qing An berada.


“Sial!” Qing An yang frustasi karena pergantian peristiwa pun menggigit lidahnya sendiri agar tidak kehilangan kesadarannya. Ia langsung mengayunkan pedangnya dengan memutar tubuhnya dengan cepat.


Sraing! Sraing! Sraing!


Niat pedang kuat langsung membelah semau tanaman merambat tersebut.


Jie Yan sedikit kelelahan saat ini karena menggunakan Perisai Yin-Yang tingkat kedua secara paksa dengan menggunakan banyak Kekuatan Kehancuran.


Tetapi senyum diwajahnya melebar saat melihat di atas Qing An sosok berwarna hitam melesat dengan tinju besar.


“Woaaa!”


Qing An yang baru saja selesai menghancurkan semua tanaman merambat, mengutuk kesialannya karena bahkan tidak menyadari bahwa ada binatang roh yang cukup kuat disekitarnya. Jika sebelumnya ia tidak terluka, bintang roh itu dapat ia selesaikan dengan mudah. Tetapi kali ini tidak mungkin. Bahkan untuk melawan balik ia tidak bisa.


Karena itu, Qing An hanya mengangkat pedangnya ke atas untuk menahan tinju dari binatang roh kera.


Trang!


Bom!


Karena posisi Qing An di bawah, ia langsung terhempas ke permukaan tanah lalu menabraknya.


“Uhuk...” Qing An memuntahkan seteguk darah sekali lagi dan organ dalam yang coba ia sembuhkan dengan qi semakin terluka. Dengan buru-buru, ia langsung mengeluarkan giok penyelamatan diri karena hanya dengan itu ia bisa bertahan hidup.


Tetapi, apakah Jie Yan akan membiarkannya pergi? Tentu saja jawabnya tidak.


Jie Yan telah mengantisipasi bahwa Qing An akan menggunakan benda tersebut untuk menyelamatkan diri. Oleh karena itu, ketika kera itu muncul, ia langsung bergerak juga.


“Teleportasi!”


Jie Yan muncul di jarak dua meter dari Qing An lalu mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah sambil bergerak.


“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”


Sraing!


Jrezh!


“Arrrrrrgggh!” Qing An yang hendak menggunakan giok penyelamatan diri pun berteriak kesakitan. Ia melihat dengan ngeri bahwa lengan kanannya telah terpisah dari bahunya. Ia mencoba untuk meraih giok tersebut agar dapat keluar dari Hutan Purba menggunakan lengan kirinya.


Tetapi kera yang diperintah oleh Jie Yan langsung menghantam lengan kiri Qing An sekuat tenaga.


Bom!


“Arrrrrrgggg!” Qing An merasakan lengan kirinya hancur oleh tinju mematikan. Ia saat ini sudah ketakutan setengah mati dan tau bahwa hidupnya akan tamat di tangan Jie Yan. Namun, apa yang membuatnya semakin takut adalah, binatang roh kera tersebut tampak bekerja sama dengan Jie Yan.


Buak!


“Uhuk...” Qing An memuntahkan seteguk darah saat kaki Jie Yan menempel di dadanya.


“Huh.. seperti yang aku janjikan, aku akan mengumpulkan mayatmu untuk memberinya kepada Tetua Kelima. Apakah menurutmu aku sangat baik? Tentu saja, aku akan membuat kalian Guru dan Murid selalu bersama-sama!” ucap Jie Yan dengan senyum hangat.


“Kau.. kau.. bagaimana bisa..” Apa yang ada di pikiran Qing An saat ini adalah tentang binatang roh yang saat ini ia lihat terlihat sangat patuh di belakang Jie Yan seperti seekor peliharaan yang telah dilatih sangat lama.


“Oh? Binatang roh ini? Biar aku memberitahumu sesuatu yang menarik. Aku memiliki kemampuan mengendalikan binatang roh. Kau pasti tau apa maksudnya bukan? Tenang saja, rahasia ini akan kau bawa ke dalam neraka.”


“Tunggulah satu bulan lagi agar aku mempersatukanmu dengan Gurumu.” ucap Jie Yan dengan senyum lebih hangat lagi, tetapi di mata Qing An itu adalah senyuman dari iblis yang merangkak dari dalam neraka.


Sebelum Qing An berbicara untuk meminta pengampunan, Jie Yan langsung menikam kepalannya dengan pedang.


Jleb!