
Bintang Brahma, Benua Kekacauan
Setelah menghabisi Lei Jing, Jie Yan menatap ke arah tempat para prajurit Kerajaan Api yang melawan bawahan Fang Yuan. Ia pun langsung bergerak kembali untuk membereskan mereka semua agar semua bawahan Fang Yuan dapat bekerja sama melawan Cao Shi.
Bom! Bom!
Sementara itu, ledakan terjadi terus-menerus di tempat Fang Yuan melawan Cao Shi. Walaupun Fang Yuan tampak di tekan, masih akan lama Fang Yuan dapat dijatuhkan.
“Matilah!” Teriak Cao Shi saat tinju miliknya kembali di selimut oleh api.
Fang Yuan menatap serangan yang sangat cepat itu dengan mata dingin. Ia langsung membuat api di kakinya lalu bergerak ke arah lainnya untuk menghindar.
Bom!
Permukaan tanah dalam radius puluhan meter meledak lalu naik ke arah atas layaknya sebuah balok. Selain dari itu, semua bebatuan itu tampak membeku dan di tutupi oleh api berwarna biru kehitaman.
“Sungguh merepotkan!” Batin Cao Shi sangat marah. Ia menatap ke arah pertempuran lainnya dan wajahnya semakin jelek karena dengan bantuan Jie Yan, banyak bawahannya yang cukup kuat telah dijatuhkan.
Cao Shi sangat menyadari bahwa ia akan kalah dalam perang ini tetapi ia sangat tidak rela. Selain dari itu, Zhou Tian Cheng yang berada di Bintang Tianyu juga memaksanya untuk menghabisi Jie Yan apapun yang terjadi sehingga ia tidak bisa melarikan diri.
Sementara itu, Fang Yuan yang berhasil menghindar, membentuk api diantara kedua telapak tangannya. Api itu dipadatkan hingga terlihat berwarna merah oranye.
“Api Kehancuran Abadi!”
Wusssh!
Bola api yang tampak kecil itupun langsung bergerak ke arah Cao Shi.
Cao Shi yang menatap itu, memasang wajah dingin. Ia tau bahwa serangan Fang Yuan sangatlah kuat sehingga ia harus bertahan.
“Perisai Api!”
Ketika Cao Shi menyentuh permukaan tanah, api meledak ke arah langit dan mencoba melindunginya yang menjadi pusatnya.
Duar!
Ledakan besar terjadi seketika kedua teknik bertemu.
Dan setelah itu, Fang Yuan langsung bergerak kembali dan melakukan bentrokan secara langsung melawan Cao Shi.
Bom! Bom! Bom!
Kota yang menjadi tempat Kerajaan Api berada hampir hancur setengahnya karena bentrokan tiga lawan tiga kultivator tingkat Kaisar Abadi.
Pertarungan lainnya juga hampir berakhir. Cong Yi dan Cong Ming hampir dikalahkan oleh Fang Liu dan Fang Chi karena memang sedari awal Cong Yi dan Cong Ming menggunakan cara menjijikkan untuk mendapatkan kekuatan.
Ketika perang berlangsung lebih dari lima menit lagi, Jie Yan yang terus bergerak di Medan perang pun akhirnya membereskan musuh terakhir dengan bantuan Fang Lang.
“Akhirnya! Sudah waktunya untuk melawan Tuan Gerhana Matahari itu!” ucap Fang Lang dingin saat menatap ke arah Cao Shi. Ia telah melihat pertarungan Fang Liu dan Fang Chi dan tau bahwa mereka pasti akan menang tidak lama lagi.
Jie Yan yang kelelahan, menatap ke arah pertarungan Fang Yuan dan Cao Shi. Ia tau bahwa dirinya hampir tidak layak melawannya tetapi ia pasti akan mencari cara untuk menghabisi Cao Shi.
“Ayo bantu bos!” Teriak Fang Lang dan langsung menyerbu ke arah Cao Shi.
Para bawahan Fang Yuan berteriak keras dan langsung mengikuti Fang Lang untuk membantu Fang Yuan melawan Cao Shi.
Jie Yan mengedarkan kekuatan spiritualnya sejauh mungkin untuk melacak apakah ada seseorang yang terkontaminasi gen Zhou Tian Cheng yang melarikan diri.
Setelah memastikan bahwa tidak ada yang melarikan diri, Jie Yan pun langsung terbang ke arah tempat pertarungan Fang Yuan dan Cao Shi.
“Sial! Sial! Sial!” Coa Shi terus berteriak marah di dalam hatinya. Apa lagi ketika ia melihat Cong Yi dan Cong Ming yang telah dijatuhkan. Hanya ia yang tersisa seorang diri saat ini.
“Jika aku tau seperti ini, aku akan melepaskan para wanita itu agar gen Tuan bisa berkembang sendiri! Semoga saja mereka tidak menemukan mereka!” Batin Cao Shi.
“Hanya kau tersisa seorang diri! Apakah kau akan menyerah atau kami akan membunuhmu secara paksa?” Tanya Fang Yuan dingin yang sedang melayang di udara.
“Kau terlalu meremehkanku, Fang Yuan! Matilah!” Teriak Cao Shi saat ia mengerahkan semua kekuatannya secara paksa. Karena adanya perintah dari Zhou Tian Cheng, ia harus melakukannya, mencoba menghabisi semua yang ada di sana.
Api dalam jumlah yang sangat besar meledak di semua tempat. Itu mencoba membakar semua yang ada di sana.
Kilatan dingin terlihat di mata Fang Yuan karena ia tau bahwa Cao Shi akan melawan dengan habis-habisan dan mempertaruhkan nyawa melawannya dan kelompoknya yang baru saja tiba.
“Jiwa Raja Api!”
Dung!
Tepat di atas Fang Yuan, sosok yang terbuat dari api muncul. Ini adalah teknik yang diwariskan turun-temurun di Klan Fang.
Fang Yuan tidak membuang waktu lagi dan mengarahkan telapak tangannya ke arah Cao Shi.
Sosok api tersebut langsung membetuk bola api raksasa dalam waktu kurang dari satu detik lalu menembakkannya ke arah Cao Shi yang terus-menerus mengeluarkan qi dan konsep untuk menenggelamkan Kerajaan Api ke dalam api pemusnah bersama dengan kelompok Fang Yuan.
Saat melihat bola api raksasa datang ke arahnya, Cao Shi langsung memadatkan semua api yang tersebar dan menyerang ke arah Fang Yuan.
“Ledakan Api Gerhana Matahari!”
Layaknya sebuah gerhana matahari, api raksasa itupun langsung menyerang ke arah Fang Yuan dan bertemu dengan serangan Fang Yuan.
Duar!
Kedua bola api raksasa bertemu dan ledakan besar terjadi.
Semua bawahan Fang Yuan langsung dihempaskan. Mereka tidak mampu mendekat sama sekali.
Kedua bola api raksasa saling mendorong satu sama lain saat Fang Yuan dan Cao Shi mengendalikan bola api.
Tetapi sangat terlihat bahwa serangan Fang Yuan ditekan.
“Sial! Kita tidak bisa mendekat sama sekali! Jika terus seperti ini, Fang Yuan akan kalah!” ucap Fang Liu dengan wajah muram. Ia mencoba mendekat tetapi ia tidak bisa sama sekali karena adanya hembusan qi dan konsep. Bahkan serangannya tidak bisa menembus aura itu. Ini dapat dimaklumi karena ia bisa dikatakan jauh lebih lemah dari Fang Yuan dan Cao Shi walaupun tingkat kultivasi mereka sama.
“Jika Fang Yuan kalah, maka mungkin yang lainnya tidak akan mampu melawan pemimpin Organisasi Gerhana Matahari!” Batin Jie Yan. Ia tau bahwa Coa Shi memang sangat kuat, bisa dipastikan bahwa dia juga bisa menang melawan para kultivator tingkat Kaisar Abadi tahap menengah jika itu pertarungan satu lawan satu.
Mata Jie Yan tampak dingin. Ia pun langsung mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan lalu mengumpulkan qi dan konsep Kehancuran dalam jumlah yang sangat besar.
Drrrrtttt!
Getaran kuat terjadi saat bola tidak beraturan seperti gabungan puluhan cincin dengan inti aneh berputar di depan telapak tangan Jie Yan.
Dung! Dung!
Bola tersebut membesar beberapa kali dan itu mencapai ukuran diameter sepuluh meter.
“Seni Kehancuran, Bola Awal Kehancuran!”
Duar!
Jie Yan langsung menembakkan tekniknya ke arah Cao Shi. Ia langsung terpental sangat jauh karena daya ledakan itu juga membuat telapak tangannya hampir saja hangus.
Teknik Jie Yan langsung menembus pancaran qi dan konsep dari bentrokan teknik Fang Yuan dan Cao Shi.
Cao Shi yang merasakan itu, langsung melihat ke arah lain. Ia menduga dingin saat melihat serangan yang kini berjarak hampir dua puluh meter darinya.
Namun, ketika Cao Shi ingin menggunakan serangan tertentu untuk menepis serangan Jie Yan ke samping, matanya melebar karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
“Waktu Kilat!”
Zhep!
Duar!
Serangan Jie Yan langsung membentur kepala Cao Shi dan serangan itu hampir meledakkan kepalanya karena tidak adanya pertahanan sama sekali.
“Kesempatan!” Fang Yuan berteriak keras dan menggunakan semua qi dan konsep yang ia miliki.
Bussssh!
Serangan Cao Shi langsung di telan oleh serangan Fang Yuan.
Cao Shi yang awalnya marah, menatap ke arah serangan yang ada di depannya. Matanya melebar karena tau bahwa ia pasti akan tewas oleh serangan tersebut dan tidak ada kesempatan untuk menghindar ataupun bertahan.
Duar!