
Bintang Brahma, Benua Kekacauan
Jie Yan saat ini sedang bermeditasi di ruangan yang disediakan untuknya oleh Fang Yuan dan menungggu untuk pergi ke perang yang akan datang.
Ketika sedang bermeditasi, Li Zhong pun datang ke ruangan itu, “Sudah waktunya. Bos Fang Yuan memanggilmu.”
Mata Jie Yan terbuka sepenuhnya. Ia mengangguk kecil lalu bangkit dan mengikut Li Zhong ke tempat Fang Yuan berada.
Dan saat ini Fang Yuan telah menunggu diluar basis rahasia tersebut.
Kedatangan Jie Yan dilihat oleh sangat banyak elit pemberontakan. Mereka tidak terlalu percaya bahwa Jie Yan akan mampu melawan ratusan kultivator tingkat Raja Abadi tahap menengah kebawah seorang diri.
Tetapi, karena Fang Yuan telah menegaskan bahwa Jie Yan mampu, semua elit itupun hanya diam dan ingin menyaksikan bagaimana Jie Yan melawan mereka semua.
“Apakah kau sudah siap?” Tanya Fang Yuan menatap ke arah Jie Yan.
“Ya.” Jie Yan mengangguk kecil.
“Pasukan utama kami saat ini berada di wilayah Barat Laut Kerajaan Api. Dan untukmu, lakukan apa yang kau inginkan. Ayo pergi!” ucap Fang Yuan dan ia langsung melayang ke udara lalu terbang ke arah tujuan pertama diikuti oleh ratusan kultivator.
Sebagian besar kultivator yang ikut, mereka menggunakan binatang roh untuk bepergian untuk menghemat energi karena kebanyakan dari mereka bukanlah kultivator tingkat Kaisar Abadi.
Sedangkan untuk Jie Yan, ia mengeluarkan enam sayap di punggungnya lalu terbang mengikuti pasukan.
Fang Yuan tentu dapat melihat hal itu. Walaupun secara samar sayap Jie Yan tampak seperti sayap qi, sebagai elit diantara elit kultivator tingkat Kaisar Abadi, ia tau bahwa itu adalah sayap sungguhan.
“Apa identitasnya? Apakah dia ras campuran?” Batin Fang Yuan dan mengabaikan hal itu saat ini karena ia harus fokus pada perang yang akan datang.
Setelah bergerak selama hampir setengah hari, kelompok yang di pimpin oleh Fang Yuan pun tiba di titik pertemuan. Di sana terlihat lebih dari lima ratus kultivator, hampir setengah diantaranya adalah kultivator tingkat Raja Abadi.
Fang Yuan melayang di udara lalu berteriak keras saat menatap semua bawahannya. “Kalian harus tau bahwa perang ini sangatlah mendadak. Namun, jika kita terus berdiam diri, mungkin kita tidak mampu mengikuti perkembangan kekuatan musuh.”
“Kalian semua menunjukku sebagai seorang pemimpin. Dan sebagai pemimpin, aku akan membawa kalian menuju kemenangan! Kerajaan Api pasti sudah mengetahui tentang hal ini. Dan ketika mencapai tempat itu, perang akan langsung pecah. Mungkin banyak dari kalian yang akan jatuh, dan untuk kalian yang tidak ingin berperang, kalian dapat meninggalkan tempat ini karena aku tidak akan memaksa kalian berpartisipasi!” Teriak Fang Yuan.
Semua kultivator yang ada di sana saling memandang lalu menatap ke arah udara dengan mata penuh tekad, hampir dari mereka semua telah dirugikan oleh Kerajaan Api dibawah kekuasaan Klan baru. Dan ini adalah kesempatan bagi mereka semua untuk meminta keadilan, dan mereka tidak akan mundur karena hal itu.
Fang Yuan menatap semua kultivator yang tidak bersuara. Ia tau bahwa mereka semua telah membulatkan tekad masing-masing untuk berperang serta berani mengorbankan nyawa di medan perang.
“Karena kalian sudah bertekad, maka kita akan pergi! Hanya satu pesanku kepada kalian semua, jangan mati! Berangkat!” Teriak Fang Yuan sekuat tenaga saat ia langsung terbang ke arah Kerajaan Api yang tidak lagi jauh.
“Woaaaaa...!” Mata semua kultivator tampak memerah dan langsung mengikuti Fang Yuan.
Jie Yan yang menatap itu mengangguk kecil karena Fang Yuan memang memiliki kualifikasi untuk menjadi seorang pemimpin yang sangat berkualitas. Ia juga langsung terbang ke arah Kerajaan Api, matanya saat ini sangat dingin.
“Di masa lalu kalian memburuku sepanjang waktu! Kali ini, kalianlah yang akan aku buru!” Batin Jie Yan saat ia terbang dengan kecepatan penuhnya.
Sementara itu, tepat di tembok Kerajaan Api, para penjaga sudah banyak berkumpul karena mereka menerima informasi bahwa pasukan Pemberontakan akan menyerang.
Namun, melihat banyaknya jumlah kultivator yang berjaga-jaga, tampaknya Raja Kerajaan Api saat ini tidak terlalu percaya bahwa Fang Yuan berani menyerang.
Salah satu Jendral Kerajaan Api menatap ke arah kejauhan dengan mata menyipit. Dan tidak lama kemudian, ia melihat beberapa titik hitam di langit, dan ketiak itu semakin dekat, ia dapat melihat bahwa banyak kultivator yang sedang bergerak ke arah gerbang kota.
“Bunyikan alarm! Musuh menyerang!” Teriak Jendral Kerajaan Api tersebut sekuat tenaga.
Suara lonceng dibunyikan sebanyak tiga kali tanda bahwa itu adalah peringatan bahaya.
Di istana Kerajaan Api, terlihat empat sosok yang menatap ke arah kejauhan. Dua diantaranya adalah Cao Shi dan Lei Jing. Sementara dua lainnya adalah Raja dan Pangeran Kerajaan Api saat ini, Cong Yi dan Cong Ming.
“Jendral! Pimpin pasukan untuk menyerang!” Teriak Cong Yi, Raja Kerajaan Api saat ini.
Beberapa sosok kultivator tingkat Raja Abadi tahap puncak langsung memberi intruksi kepada semua prajurit dan langsung bergerak ke arah gerbang kota.
Sementara itu, Cao Shi dan Lei Jing hanya saling memandang karena keduanya juga tidak menduga bahwa Fang Yuan akan bergerak.
“Tampaknya hasil kerja keras kita akan di potong lebih dari setengah.” Lei Jing mengirim telepati kepada Cao Shi.
“Tidak masalah, setelah Fang Yuan tewas, tidak akan ada yang menghalangi rencana kita lagi!” Balas Cao Shi melalui telepati.
“Tuan Gerhana Matahari, Apakah kita akan bergerak?” Tanya Cong Ming menatap ke arah Cao Shi.
“Ya, jika Fang Yuan dan dua Jendral terdahulu dibiarkan bebas, maka pasukan kita pasti akan berkurang dalam jumlah yang besar! Aku akan melawan Fang Yuan dan kalian berdua melawan Fang Liu dan Fang Chi!” Perintah Cao Shi.
“Baik.” Cong Yi dan Cong Ming langsung terbang ke arah gerbang kota. Walaupun keduanya tidak puas diperintah, namun mereka tau bahwa Cao Shi tidak ada, mereka kemungkinan besar akan kalah.
“Ayo!” Cao Shi langsung terbang juga diikuti oleh Lei Jing.
Tidak jauh dari gerbang kota, Fang Yuan yang memimpin pasukan, menatap dengan dingin ke arah semua para prajurit. Mereka semua telah mengkhianatinya dan menerima gen dari Cao Shi. Ia tentu tidak akan melepaskan satupun dari mereka.
“Tidak ada ampun!” ucap Fang Yuan dingin saat kedua tangannya di tutupi oleh api yang sangat panas.
Wusssh!
Saat Fang Yuan mendekat, ia langsung menyatukan kedua telapak tangannya ke arah depan serta kedua jari telunjuknya menunjuk ke arah gerbang kota.
“Sinar Ledakan Api!”
Blar!
Qi dan konsep Api yang dipadatkan, tampak seperti sebuah berkas cahaya melesat ke arah gerbang kota.
“Menghindar!” Teriak Jendral yang menjaga gerbang kota. Ia tentu tau sekuat apa serangan dari Fang Yuan.
Para prajurit perlahan berubah menjadi bentuk bintang buas dan langsung bergerak ke arah lain dari arah yang diserang oleh Fang Yuan.
Duar!
Ledakan dahysat terjadi disaat serangan Fang Yuan membentur gerbang kota. Itu langsung meledakkannya, di saat itu juga, awan jamur raksasa tercipta. Lebih dari tiga puluh prajurit langsung dimakamkan di tempat itu.
“Telapak Api!”
Bussssh!
Di bawah kaki Fang Yuan, api pun meledak lalu ia melesat jauh lebih cepat dari sebelumnya karena ia tentu ingin menghabisi banyak musuh sebelum Cao Shi tiba.
Jie Yan yang berada di dalam pasukan, telah mengaktifkan Mata Dewa, matanya menyipit tajam dan bergumam kecil saat melihat empat sosok mendekat ke arah Fang Yuan, Fang Liu dan Fang Chi. “Mereka datang!”