Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Masa Jaya Lin Ming dan Lin Xi


Klan Lin


Saat ini Klan Lin kedatangan banyak tamu, mereka semua adalah kultivator top di Benua Saint. Ketika mereka semua tiba, para kultivator mencoba melihat ke arah segel yang dijaga oleh Klan Lin. Saat ini, segel itu terbuka sepenuhnya dan menunjukkan bentuk dari Gerbang Dunia Lain.


Tekanan yang terpancar dari qi Iblis yang merembes dari dalam gerbang membuat para kultivator sedikit bergidik karena tau bahwa musuh kali ini pasti sangat kuat sehingga Klan Lin mencoba meminta bantuan kepada semua kultivator kuat di Benua Saint.


Di tempat tertentu di Klan Lin, saat ini terlihat Jie Yan dan Xia Yue'er yang baru saja keluar dari ruang kultivasi.


“Jie Yan, saat ini aku telah bisa menguasai konsep Cahaya dan Kehidupan. Aku tidak menyangkal formasi Alam yang sering aku gunakan ternyata berasal dari Konsep Kehidupan.” Xia Yue'er yang duduk di kursi VIP-nya berkata dengan penuh semangat.


“Kau harus berterima kasih kepada Ziya jika seperti itu. Jika dia tidak mengajarimu tentang hal itu, bagaimana kau bisa mencapai prestasimu saat ini?” Tanya Jie Yan dengan senyum untuk menggoda Xia Yue'er.


Ketika mendengar nama Ziya, wajah Xia Yue'er berubah drastis. Ia harus mengakui bahwa Xiao Ziya memang mengajarinya agar dapat menguasai konsep dasar Kehidupan dan Cahaya. Tetapi ia tidak mau berterima kasih sama sekali karena tidak akan pernah mengakui bahwa Xiao Ziya lebih hebat darinya. Jika ia mengucapkan kata terima kasih, itu sama saja ia mengakui bahwa dirinya lebih rendah dari pada Xiao Ziya.


“Hm...! Dia hanya mengajariku sedikit. Ini adalah prestasiku mencapai kekuatanku di saat ini. Dia tidak berkontribusi sama sekali dan aku tidak berutang terima kasih padanya.” Balas Xia Yue'er sambil menggembungkan pipinya karena sangat kesal sehingga membuatnya semakin imut.


Jie Yan hanya terkekeh kecil ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Xia Yue'er.


“Kau akhirnya keluar Yan’er.. tampaknya kau meningkatkan kekuatanmu lagi ketika berkultivasi hanya dalam waktu tiga minggu.”


Jie Yan yang mendengar itu mengalihkan pandangannya ke arah tertentu dan menemukan pria tua berpakaian serba putih. Dia tidak lain adalah Lin Ming.


“Kakek..” Jie Yan berseru dengan nada sangat bersemangat. Ia pun langsung menghampiri kakeknya itu dan tentu saja ia merasa senang karena kakeknya memujinya.


Lin Ming tersenyum kecil sambil berbicara, “Tanpa di duga, hanya dalam waktu beberapa tahun, kau akhirnya sudah mengejar kekuatan kakek.”


“Ha-ha, tentu saja aku belum bisa dibandingkan dengan kakek. Lalu, ada apa dengan semua aura kuat yang ada di Klan Lin ini kakek? Apakah mereka semua setuju berpartisipasi untuk menyingkirkan krisis Benua Saint?” Tanya Jie Yan.


“Belum ada kepastian. Beberapa jam lagi, semua pemimpin kekuatan besar serta banyak kultivator tingkat Alam Sage tahap kedelapan dan kesembilan yang akan melakukan pertemuan untuk membahas hal ini. Karena empat Klan Kuno telah membuat pernyataan bahwa musuh kali ini bisa memusnahkan umat manusia, mereka semua tentu menurunkan harga diri mereka untuk bekerja sama dengan kekuatan lainnya walaupun mereka sedikit enggan karena tentu semua dari mereka memiliki musuh masing-masing di Benua Saint.” ujar Lin Ming.


Jie Yan mengangguk kecil lalu bertanya kembali, “Lalu, bagaimana dengan Canglan dan Dai Mubai?”


“Untuk Dai Mubai, dia telah mencapai tingkat Alam Sage tahap kedelapan sama sepertimu. Tetapi penahanan konsepnya lebih rendah darimu. Kakek dapat merasakan bahwa kau telah mencapai konsep tingkat pertama. Mungkin hanya para kultivator yang sejajar dengan 20 Master Bela Diri sebelumnya yang dapat menahanmu.”


“Dan untuk Canglan, kau tidak perlu khawatir tentangnya. Dia sudah sekuat Patriak Klan Kuno saat ini walaupun kultivasinya setingkat denganmu. Ini juga terkait dengan Wayang Bencana miliknya.” ujar Lin Ming.


“Bagus jika seperti itu. Kakek, aku memiliki sesuatu yang akan membuatmu menjadi lebih kuat atau lebih tepatnya akan membuatmu kembali ke masa jayamu ketika masih muda.” ucap Jie Yan dengan seringai lebar diwajahnya.


“Hm? Apa itu?” Tanya Lin Ming penasaran.


Dengan senyum misterius diwajahnya, Jie Yan pun mengeluarkan sebuah buah. Ini adalah benda yang ia dapatkan ketika berada di Istana Bawah Laut.


Jie Yan menyeringai ketika melihat reaksi kakeknya. Ia langsung mengingat kembali tentang Pohon Persik Dewa. Ia juga mengeluarkan buah yang ia jarah saat itu dan memberikannya kepada kakeknya.


Tanpa memberi penjelasan, Lin Ming langsung tau kegunaan dari Buah Pohon Persik Dewa. Itu dapat menyelamatkan nyawa. Dengan kata lain, ketika seseorang memegang Buah Pohon Persik Dewa, bisa dikatakan dia memiliki dua nyawa.


“Kekek, segera konsumsi Persik Kehidupan itu. Dan ini ada satu lagi untuk nenek serta satu Buah Pohon Persik Dewa. Berikan ini kepada nenek. Atau, lebih baik memanggil nenek saat ini karena tidak bijak menggunakannya di depan umum. Akan banyak kultivator yang serakah jika melihat kedua benda ini.” ujar Jie Yan.


“Kau benar.” Lin Ming tentu saja setuju. Ia pun langsung mengirim pesan kepada Lin Xi dan Huan Caiyi agar datang ke tempat mereka berada. Tempat itu adalah kediaman mereka, tidak akan ada yang berani datang tanpa persetujuan keduanya walaupun itu Patriak Klan Lin sekalipun.


Tidak lama kemudian, Lin Xi dan Huan Caiyi tiba di tempat tersebut.


“Ada apa pria tua? Apakah ada sesuatu yang mendesak?” Tanya Lin Xi dengan nada acuh tak acuh. Namun, sebelum Lin Ming berbicara, mata tua Lin Xi melotot sedikit ke arah Buah Pohon Persik Dewa dan Buah Persik Kehidupan.


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Lin Xi langsung menyambar benda itu dari tangan Lin Ming. Matanya tampak penuh kerinduan seolah-olah ingin meramu banyak hal menggunakan bahan tingkat Surgawi yang hampir tidak pernah terlihat di Benua Saint. Sebagai peramu obat-obatan nomor satu di Benua Saint, dia tentu memiliki cita-cita untuk meramu obat paling hebat yang pernah ada.


“Wanita tua, jangan berpikir untuk mengolah Buah Persik Kehidupan itu karena Yan’er menyimpannya khusus untuk kita berdua. Sementara untuk Buah Pohon Persik Dewa, kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan karena itu hanya pemborosan jika kita menyimpannya untuk sekali digunakan.” ujar Lin Ming.


“Aku tau pria tua sialan! Kau pikir, siapa ahli obat-obatan di sini? Kau atau aku? Tidak perlu mengajari aku!” Lin Xi mendengus ke arah Lin Ling lalu melempar satu Buah Persik Kehidupan kepada Lin Ming.


Lin Ming hanya terdiam ketika menangkap buah tersebut.


“Kekek, nenek, gunakanlah itu. Dan untuk Buah Pohon Persik Dewa, aku memiliki tiga diantaranya. Aku yakin bahwa nenek akan mampu meramu obat-obatan yang mampu menyelamatkan kehidupan dalam jumlah tiga sampai empat kali lipat dengan bahan itu.” ucap Jie Yan dengan senyum diwajahnya.


“Cucuku memang selalu mengerti apa kemauan neneknya ini. Tidak seperti pria tua itu yang selalu membuat nenekmu kelelahan mental.” Mata Lin Xi tampak berkaca-kaca karena akhirnya cucunya memberinya bahan obat-obatan yang dapat membuatnya menciptakan obat-obatan tertinggi yang pernah ada.


Lin Ming semakin terdiam saat ini ketika mendengar kata-kata istrinya.


Jie Yan dan Huan Caiyi hanya terkekeh ketika melihat nenek mereka yang tampak seperti menderita.


Tanpa membuang waktu, Lin Ming dan Lin Xi pun langsung melahap Buah Persik Kehidupan karena tau bahwa cucu mereka itu pasti akan membuang benda berharga itu jika mereka tidak mau mengkonsumsinya.


Ketika Lin Ming dan Lin Xi melahap Buah Persik Kehidupan, mereka berdua tidak perlu bermeditasi karena tubuh mereka sudah mulai melemah karena faktor usia. Oleh karena itu, khasiatnya langsung diserap oleh tubuh keduanya. Vitalis Lin Ming dan Lin Xi langsung dipulihkan ketika mereka berada di masa puncaknya.


Umur mereka juga ditingkatkan lebih dari 500 tahun yang membuat penampilan keduanya perlahan-lahan berubah.


Dan tidak sampai satu menit kemudian, Lin Ming langsung terlihat seperti pria paruh baya yang cukup tampan, dengan temperamen seorang raja, rambut hitam panjang dan mata yang sangat tajam.


Dan untuk Lin Xi, dia kembali ke wujud wanita paruh baya yang terlihat sangat cantik. Sangat berbeda dengan penampilan tuanya. Rambutnya juga langsung berubah menjadi hitam dan dia tidak lagi bungkuk seperti sebelumnya. Temperamen Lin Xi juga terlihat seperti wanita lembut dengan aura seorang ratu.


Untuk Jie Yan, Huan Caiyi dan Xia Yue'er, Ketiganya terkejut saat melihat penampilan baru Lin Ming dan Lin Xi. Ketiganya tidak menyangka bahwa ketika Lin Ming dan Lin Xi berada di masa jayanya akan terlihat sangat luar biasa.