Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Menambang Sumber Daya


Bintang Tianyu, Makam Pedang Kematian


“Jie Yan! Kita Kaya!” Teriak Xia Yue'er dengan bintang di matanya.


Bahkan untuk Jie Yan dan Xiao Ziya tidak bisa tidak tersenyum melihat sumber energi yang digunakan oleh Kloning Titan Kuno.


“Aku tidak menyangka bahwa apa yang aku katakan sebelumnya akan muncul di sini. Zhou Tian Cheng dapat membuat sumber daya energi yang tidak akan habis dalam puluhan ribu tahun. Walaupun sumber energi ini diambang batas untuk habis, itu tetap sangat besar.” ucap Xiao Ziya dengan kilatan tertentu di matanya.


Untuk Jie Yan, ia hanya menaikkan sudut bibirnya karena tau bahwa masuk ke tempat aneh tersebut memang merupakan keputusan yang paling bijaksana. Karena, sumber energi yang digunakan oleh Kloning Titan Kuno sangat membantunya dalam meningkatkan kultivasinya.


“Jie Yan, aku akan membongkar sumber daya ini! Ini adalah Vena Urat Batu Roh buatan! Walaupun ini adalah buatan, tetap saja ini sama seperti aslinya. Aku sangat yakin bahwa Zhou Tian Cheng membuat benda ini karena telah memperhitungkan Artefak milik Sekte Pedang digunakan sebagai media.” ujar Xiao Ziya.


“Apakah kau bisa memecahnya? Aku pernah mendengar dari ayahku bahwa Vena Urat Batu Roh sangat sulit dipecah. Biasanya hanya bisa ditambang dengan perlahan.” ucap Xia Yue'er menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan curiga karena ia merasa bahwa Xiao Ziya hanya membual.


Xiao Ziya memutar bola matanya dan menatap Xia Yue'er dengan tatapan sedikit bodoh yang membuat Xia Yue'er hendak meledak marah.


“Yue’er, biarkan Ziya bekerja.” ucap Jie Yan mencoba menghibur Xia Yue'er yang ingin mengamuk karena di tatap seperti orang bodoh oleh Xiao Ziya.


“Hm, karena Jie Yan telah memohon padaku, aku akan melepaskanmu kali ini!” Dengus Xia Yue'er saat ia melipat kedua tangannya seolah-olah ia mengampuni Xiao Ziya karena kehadiran Jie Yan.


Jie Yan dan Xiao Ziya tidak bisa berkata-kata dengan apa yang dikatakan oleh Xia Yue'er. Tetapi keduanya hanya diam karena sulit untuk berurusan dengan Xia Yue'er yang membuat otak mereka pada akhirnya tidak mampu menahan emosi yang berlebihan.


Xiao Ziya mengalihkan perhatiannya ke arah Vena Urat Batu Roh. Tanpa membuang waktu sama sekali, ia langsung membuat formasi untuk memecah benda tersebut.


“Memang benar bahwa Vena Urat Batu Roh ini hampir kering. Itu terbukti dari hutan di danau aneh ini perlahan layu. Tetapi, walaupun begitu, jumlah batu roh yang bisa dipanen masih sangat besar.” ucap Jie Yan menatap Xiao Ziya yang sedang bekerja.


Jie Yan cukup senang kali ini. Tetapi, ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya. Jika sumber energi tersebut hampir kering, ke mana semua energi tersebut diserap?


Ini adalah sesuatu yang membuatnya sangat waspada. Jika sedikit sisa sumber daya tersebut merupakan sumber daya yang sangat banyak bagi kultivator tingkat Emas Abadi dan Jiwa Abadi, maka siapapun yang mengkonsumsi sumber daya sebelumnya pastilah memiliki kekuatan luar biasa.


“Tampaknya apa yang dipikirkan oleh Ziya benar bahwa Zhou Tian Cheng, mantan Raja Titan Kuno mencoba membangkitkan dirinya!” Batin Jie Yan.


Xiao Ziya yang sedang menambang batu roh juga merasa sedikit tidak nyaman saat ini karena ia juga memikirkan hal yang sama dengan Jie Yan.


Untuk Xia Yue'er, ia tidak peduli sama sekali. Saat ini, pikirannya hanya penuh dengan sumber daya karena ia sudah tidak sabar untuk menggunakannya untuk meningkatkan kekuatannya.


**


Sementara itu, Zhou Qin yang berada di Oasis tampak keluar dari meditasinya.


“Semua pasukan berkumpul!” Teriak Zhou Qin di Oasis menggunakan kekuatan spiritualnya.


Semua bawahannya yang ada di kota gersang itu pun langsung bergerak ke arah Oasis. Jumlah mereka mencapai angka ribuan, itulah sebabnya Jie Yan, Xiao Ziya dan Xia Yue'er tidak mau pergi ke tempat itu karena mereka tidak yakin dapat melawan pasukan dalam jumlah besar apa lagi dengan adanya pemimpin seperti Zhou Qin yang memiliki tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap awal.


Setelah semuanya berkumpul, Zhou Qin menatap semua pasukan dengan senyum lebar diwajahnya. Rencana yang telah ia tunggu selama ini akhirnya akan dilaksanakan.


“Berangkat ke Makam Raja!” Perintah Zhou Qin. Saat ia mengatakan itu, ia juga langsung bergerak ke arah tempat lainnya di padang pasir diikuti oleh semua pasukan.


Jie Yan, Xiao Ziya dan Xia Yue'er tidak tau apa yang terjadi di padang pasir tersebut. Mereka saat ini tenggelam dalam proses mengambang batu roh karena itu pasti memakan waktu paling tidak beberapa hari walaupun Xiao Ziya memiliki metode yang memungkinkan mereka dapat menambang dalam waktu yang sangat cepat.


Tiga hari kemudian, Xiao Ziya tampak sedikit kelelahan saat lingkaran formasi perlahan menghilang.


“Akhirnya selesai. Sungguh tidak terduga ini akan memakan waktu selama tiga hari.” Xiao Ziya menghela nafas panjang.


“Woaa, aku tidak pernah melihat batu roh sebanyak ini!” Xia Yue'er terbang mengantari batu roh yang di tumpuk seperti bukit dengan antusias.


“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Jie Yan menghampiri Xiao Ziya. Ia lebih peduli pada Xiao Ziya yang tampak kelelahan dari pada batu roh.


“Aku akan pulih dalam beberapa jam. Tetapi...” Xiao Ziya menghentikan kata-katanya karena ia merasa ada sesuatu yang akan muncul, dan itu sangat berbahaya. Tentu saja ia mengaitkannya dengan sumber energi di tempat tersebut.


“Apakah kau berpikir siapa yang menyerap semua sumber energi ini hingga hampir kering?” Tanya Jie Yan.


“Tampaknya kau telah memikirkannya. Untuk tingkat kekuatan tertentu, sumber daya ini mungkin tidak akan banyak. Tetapi, jika menyerap semua sumber energi dari Vena Urat Batu Roh ini ketika masih menyimpan energi penuh, maka kekuatan itu tidak diragukan lagi menjadi kekuatan tertinggi di Bintang Tianyu tingkat menengah.” ucap Xiao Ziya dengan wajah sedikit muram.


“Yang artinya, siapapun yang menyerap semua energi ini memiliki kekuatan lebih tinggi dari pada Master Sekte Pedang?” Tanya Jie Yan terkejut.


“Jauh lebih kuat! Jie Yan, ini hanya saranku, lebih baik tinggalkan Bintang Tianyu secepat mungkin. Aku merasakan bahwa sesuatu yang luar biasa akan segera bangkit! Dan ini kemungkinan adalah...” Xiao Ziya menghentikan kata-katanya dan menarik nafasnya dalam-dalam lalu melanjutkan.


“Zhou Tian Cheng!”


Wajah Jie Yan sedikit tenggelam karena ia juga telah memperhitungkan situasi terburuk.


“Jie Yan, kita akan menggunakan sumber daya ini nanti. Kita harus memastikan saat ini apakah apa yang kupikirkan benar atau tidak. Ini juga dikarenakan sumber daya di sini telah habis yang artinya penyerapan energi telah berhenti.” ucap Xiao Ziya.


“Ya.” Jie Yan mengangguk setuju dengan saran Xiao Ziya. Ia pun mengumpulkan semua sumber daya tersebut lalu pergi menyelediki Padang pasir tempat yang mereka masuki semuanya terlambat.


Semula Jie Yan ingin berkultivasi di tempat itu bersama Xiao Ziya dan Xia Yue'er sebelum keluar dari Makam Pedang Kematian. Tetapi semuanya harus diselidiki terlebih dahulu karena jika mereka berkultivasi dengan membabi buta, jika musuh datang, merekalah yang akan dirugikan.