Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Perang Akhir (End)


Bintang Brahma, Dimensi Kecil


Blar!


Disaat serangan Jie Yan menghancurkan serangan dari Shen Long, di saat itu juga Dimensi Kecil tersebut meledak. Namun, karena semua eksistensi di dalamnya memiliki kekuatan setidaknya tingkat Raja Abadi, mereka hanya akan terluka oleh ledakan Dimensi Kecil tersebut.


“Arrrrrgggh!”


Shen Long berteriak sangat keras, di bawa ke tempat yang cukup jauh di salah satu Pegunungan Para Raja.


Blar!


Ledakan dahsyat terjadi ketika tubuh Shen Long disertai oleh serangan Jie Yan menghantam sebuah bukit besar lalu meledaknnya.


Kejadian itu langsung menarik perhatian semua kultivator, tetapi tempat itu cukup jauh, bisa dikatakan berada di pinggiran Pegunungan Para Raja.


Jie Yan yang baru saja selesai melancarkan serangannya, langsung menghilang dalam sekejap karena ia sudah memperhatikan situasi Shen Long menggunakan Mata Dewa.


“Teleportasi!”


Zhep!


Jie Yan muncul di tempat Shen Long terjatuh dan ia langsung melesat ke arah bawah dengan kecepatan sangat tinggi layaknya sebuah meteorit.


Qi Raja meledak di tombak Jie Yan, petir itu tampak berhamburan ke arah langit saat ia bergerak.


Di tumpukan bebatuan, Shen Long terlihat sangat tragis saat ini. Tubuhnya di penuhi oleh luka, banyak bagian tubuhnya yang telah menghilang. Ia merasakan bahwa kekuatannya kembali ke puncaknya ketika keluar dari Dimensi Kecil. Tetapi, lukanya tidak mengijinkannya untuk bisa bergerak karena luka itu terlalu parah.


Mata Shen Long yang agak kabur, menatap ke arah Jie Yan yang melesat ke arahnya. Ia mencoba untuk bergerak tetapi tidak bisa, ia mencoba menggunakan qi dan hukum, tetapi itu telah terkuras habis.


“Aku akan membawamu mati bersamaku!” Teriak Shen Long dan menggunakan cara terakhir, yaitu meledakkan inti miliknya.


Mendengar itu, Jie Yan yang telah sangat dekat hanya mendengus dingin. Ia mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah Shen Long di saat ia terus bergerak.


“Busur Waktu - Masa Lalu!”


Zhung!


Tubuh Shen Long bersinar terang lalu hendak meledak. Namun ia membeku saat merasakan aura aneh menyelimuti aura miliknya.


“Tidak.. bagaimana bisa...?” Shen Long tidak percaya bahwa kekuatan ledakan bunuh diri miliknya akan kembali ke dalam tubuhnya. Dan setelah itu, ia merasakan bahwa inti yang hendak ia ledakkan kembali aktif.


Namun semuanya sudah terlambat.


Jleb!


Blar!


Tombak Pembunuh Naga langsung bersarang di inti milik Shen Long lalu menghancurkannya menggunakan konsep Kehancuran.


“Ba.. ji.. ngan...!” Shen Long mengutuk Jie Yan dengan suara samar lalu ia pun menutup matanya karena daya hidupnya telah habis.


Jie Yan yang berada tepat di atas Shen Long, menarik Tombak Pembunuh Naga tanpa perasaan sama sekali dan darah yang sangat banyak menyemprot.


Jie Yan yang telah membunuh Shen Long, berubah menjadi Naga Hitam Kehancuran.


“Supremasi: Dewa Binatang Buas!”


Bussssh!


“Hidup Dewa Naga Kehancuran!”


Para naga berteriak keras sambil meraung ke arah langit, memproklamasikan bahwa Dewa Naga Kehancuran yang baru telah lahir.


“Dia berhasil!” ucap Xue Lingyi dengan nada kagum. Ia juga dapat merasakan bahwa ledakan teknik Supremasi Jie Yan semakin kuat dan itu sedikit mempengaruhinya.


Setelah beberapa saat, ia kembali ke wujud manusia lalu Jie Yan menyimpan mayat Shen Long lalu perlahan melayang ke udara, menatap ke arah tempat tertentu dengan tatapan dingin. Ia sangat tau di mana dirinya berada saat ini, dan itu berada di pinggiran Pegunungan Para Raja.


“Ayo pergi!” ucap Jie Yan dengan nada samar, tetapi itu menggunakan kekuatan spiritual.


Semua yang ada di sana pun pergi mengikuti Jie Yan. Tidak hanya untuk semua petarung di pusat Dimensi Kecil, untuk yang lemah pun, mereka semua muncul di tempat tersebut lalu pergi mengikuti Jie Yan.


Suara sambutan untuk seseorang yang dijuluki sebagai Dewa Naga Kehancuran di dengar oleh sangat banyak kultivator yang berada di kejauhan, terutama untuk salah satu puncak Gunung tempat salah satu kekuatan terkuat di Pegunungan Para Raja.


Untuk para penguasa lainnya yang sedang menunggu di pintu masuk Dimensi Kecil, mereka semua memasang wajah muram karena portal yang ada telah hancur serta 12 patung yang ada di sana juga telah hancur tanda bahwa Dimensi kecil telah hilang.


Selain dari itu, para kultivator di sana secara samar mendengar beberapa hal karena portal itu terhubung dengan Istana Kehancuran Ilahi. Apa yang membuat mereka sangat ketakutan adalah seseorang yang dijuluki sebagai Dewa Naga, selain dari itu, ada kata lainnya serta aura yang cukup mencekam meledak dari dalam pintu masuk, yaitu kelahiran Dewa Naga Kehancuran serta aura menindas yang membuat para kultivator merasa sangat waspada.


Satu hari kemudian setelah Kehancuran Dimensi Kecil, Jie Yan dan yang lainnya tinggal sementara di beberapa wilayah pegunungan yang di tinggalkan.


Klan Naga pun akhirnya di bangun di tempat itu. Jumlah naga yang selamat masih mencapai angka hampir seratus ribu yang mencengangkan. Selain dari itu, di gunung sebelah, Klan Minotaur juga di bangun serta beberapa Klan Binatang Roh lainnya.


Dan salah satu gunung kecil di sana tiba-tiba membeku karena itu digunakan oleh Xue Lingyi sebagai basis awal untuk Klan Rubah Salju.


“Selamat datang Raja...” Puluhan naga memberi hormat ketika Jie Yan datang ke Klan Naga yang saat ini menjadi bagian dari pasukannya.


Jie Yan mengangguk kecil lalu terus melayang ke arah bangunan yang baru saja dibuat. Di tempat itulah dirinya tinggal bersama dengan yang lainnya.


Saat menatap semua naga, Jie Yan Memikirkan semua herbal yang ia miliki saat ini. Dengan semua sumber daya itu, pasukannya sudah bisa dihitung sebagai kekuatan kelas ketiga yang sangat kuat.


Setelah sampai di kediaman tersebut dan masuk ke dalamnya, beberapa sosok sudah berada di sana.


Mereka tidak lain adalah Xiao Yuu, Lan Qinzhu, Yu Mei, Lin Ming, Xiao Chen, Xue Lingyi, Xun Hai dan trio Xiao Zun.


“Apakah ada diantara kalian yang ingin menerobos ke tingkat Dewa?” Saat Jie Yan masuk, ia pun langsung menanyakan tujuannya.


**


Pegunungan Para Raja kini sangat kacau karena 13 kekuatan terbesar di tempat itu saling bentrok. Ini dikarenakan tidak adanya yang kembali diantara pasukan mereka. Ini membuat mereka saling menyalahkan lalu terjadilah perang.


Juga, rumor tentang kelahiran Dewa Naga Kehancuran membuat mereka sangat takut.


Kekacauan itu terus berlangsung tanpa henti, akibat perang, semakin banyak korban jiwa yang jatuh.


Tetapi untuk Jie Yan dan yang lainnya, mereka semua saat ini tidak peduli dengan semua rumor itu, mereka hanya berisitirahat setelah memenangkan pertempuran sengit melawan Dewa Naga dan Dewa Kelelawar Iblis Kegelapan.


Sama seperti saat ini, setelah kemenangan dalam perang, Jie Yan dan semua kelompoknya serta semua bawahannya pun melakukan perjamuan untuk merayakan kemenangan atas Dewa Naga dan Dewa Kelelawar Iblis Kegelapan.


End


.


.


Seri Dewa Naga Kehancuran pun akan berakhir di Bab ini. Terima kasih atas dukungannya selama ini.


Untuk Season selanjutnya, di tunggu informasi dari author ya..