
Sekte Cahaya Suci
Luka yang diterima oleh Tetua Agung Sekte Cahaya Suci membuatnya sangat terkejut. Ia merasa sebelumnya ia telah menghindar secara sempurna. Tetapi, ia tetap saja menerima cidera yang membuatnya semakin bingung dengan apa yang dilakukan oleh Jie Yan.
“Aku pasti hanya bergerak kurang cepat! Berikutnya, serangannya tidak akan mengenai aku lagi!” Batin Tetua Agung Sekte Cahaya Suci saat ia mengerahkan qi dan konsep yang ia miliki.
Saat ini, jarak antara Tetua Agung Sekte Cahaya Suci dengan Jie Yan, dipisah sekitar lima belas meter. Ia pun langsung membuat kuda-kuda menyerang menggunakan kekuatan yang cukup besar karena sedari awal, ia sangat yakin dengan kekuatannya untuk mengalahkan Jie Yan dalam waktu yang sangat singkat.
“Bilah Cahaya Suci!”
Sraing!
Bilah yang cukup besar langsung melesat ke arah tempat Jie Yan berada.
Jie Yan yang menatap itu, hanya mengarahkan lengan kirinya ke arah serangan.
Dung!
Celah Spasial pun tercipta seketika dan serangan yang dilancarkan oleh Tetua Agung Sekte Cahaya Suci langsung diserap begitu saja.
“Apa?” Tetua Agung Sekte Cahaya Suci berteriak kaget karena serangannya hilang begitu saja.
Sementara itu, Yao Shen dan Zhu Feng yang menonton hal itu dari tempat yang cukup jauh, memasang ekspresi serius. Walaupun untuk keduanya baru kali ini melihat hal seperti itu, keduanya sangat tau tentang apa yang dilakukan oleh Jie Yan.
“Konsep Ruang!” Seru Yao Shen dan Zhu Feng dalam hati. Keduanya telah membaca catatan tentang konsep yang cukup spesial yang bahkan bisa digunakan untuk berpergian, yaitu konsep Ruang. Menggunakan penahanan tentang ruang disekitarnya, seorang kultivator bisa merobek ruang dan menghubungkannya ke tempat lain seperti gerbang teleportasi.
Harus diketahui bahwa gerbang teleportasi juga menggunakan konsep Ruang untuk dapat menghubungkan satu tempat ke tempat lainnya.
Jie Yan baru saja selesai memindahkan serangan Tetua Agung Sekte Cahaya Suci tanpa menggunakan teknik teleportasi, langsung bergerak kembali.
“Teleportasi!”
Zhep!
Jie Yan muncul dalam sekejap di depan Tetua Agung Sekte Cahaya Suci lalu mengayunkan pedangnya dengan cara terbalik.
“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”
Sraing!
“Sial!” Tetua Agung Sekte Cahaya Suci mengutuk Jie Yan dalam hati lalu langsung mengangkat pedangnya untuk bertahan.
Trang! Srak!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Jie Yan melewati Tetua Agung Sekte Cahaya Suci. Serangannya di tahan sebagian tetapi ada juga sedikit bilah pedang yang mengenai tubuh Tetua Agung Sekte Cahaya Suci.
“Bocah sialan!” Tetua Agung Sekte Cahaya Suci yang berhasil menahan serangan walaupun sedikit terluka, berteriak marah sambil berbalik lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ke arah Jie Yan.
“Tebasan Cahaya Suci!”
Jie Yan yang telah memprediksi hal itu, langsung membalikkan badannya lalu mengangkat pedangnya.
Trang!
Zrrrrt! Zrrrrt
Tetua Agung Sekte Cahaya Suci yang melihat Jie Yan masih bisa merespon, langsung mengayunkan telapak tangan kirinya.
“Telapak Tangan Cahaya Penghancur!”
“Teleportasi!”
Zhep!
Jie Yan menghilang dalam sekejap menghindari serangan tersebut.
Bom!
Jie Yan yang muncul di jarak hampir sepuluh meter, mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ke arah Tetua Agung Sekte Cahaya Suci.
“Seni Rahasia, Teleportasi Bilah Kekacauan!”
Sraing!
Dari segala arah, tebasan yang dilapisi oleh konsep Ruang dan Waktu langsung bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Tetua Agung Sekte Cahaya Suci. Kemampuan itu tampak sangat cepat karena mengandung konsep Waktu yang sangat samar.
“Cih!” Tetua Agung Sekte Cahaya Suci berdecak kesal saat ia menggunakan teknik gerakan tubuh miliknya.
“Element!”
Jie Yan yang menatap Tetua Agung Sekte Cahaya Suci yang hendak menghindar dengan cara merubah tubuh ke bentu elemen, menaikkan sudut bibirnya. Ia pun mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah Tetua Agung Sekte Cahaya Suci.
“Konsep Ruang!”
Konsep Ruang pun berkumpul di sekitar Tetua Agung Sekte Cahaya Suci yang membuat ruang robek sedikit lalu mencoba menarik Tetua Agung Sekte Cahaya Suci yang berniat kabur.
Tetua Agung Sekte Cahaya Suci merasakan bahwa ketika ia ingin bergerak, tubuhnya di tarik secara paksa yang membuat gerakannya menjadi jauh lebih lambat karena adanya gaya tarikan yang sangat kuat.
“Sialan!” Tetua Agung Sekte Cahaya Suci meraung marah. Disaat itu juga, qi dan konsep cahaya disekitarnya meledak dahysat.
“Ledakan Cahaya Suci!”
Duar!
Ketika ledakan terjadi, robekan ruang yang diciptakan oleh oleh Jie Yan langsung ditutup secara paksa oleh konsep cahaya yang lebih kuat. Selain dari itu, semua serangan Jie Yan sebelumnya langsung dihancurkan ketika menyentuh ledakan cahaya yang berasal dari tubuh Tetua Agung Sekte Cahaya Suci.
“Teleportasi!”
Zhep!
Untuk mengindari ledakan, Jie Yan langsung menghilang lalu muncul di tempat tertera sambil menusuk pedangnya ke dalam permukaan tanah.
Jleb!
“Seni Rahasia, Kehancuran Ruang!”
Drrrrtttt!
Tepat di bawah Tetua Sekte Buddha Agung Sekte Cahaya, qi bercampur konsep Ruang yang cukup kuat berkumpul lalu langsung membentuk kubus lokasi tempat Terus Agung Sekte Cahaya Suci berada bersama dengan ledakan cahaya yang terjadi.
Blar!
Ruang tersebut tampak berubah menjadi abu-abu dalam waktu sepersekian detik karena Jie Yan hanya mampu melakukan hal itu menggunakan konsep Ruang untuk saat ini.
Qi dan konsep yang digunakan oleh Tetua Agung Sekte Cahaya Suci langsung dilahap oleh konsep Ruang Jie Yan secara paksa tetapi itu hanya memberikan sedikit luka kepada Tetua Agung Sekte Cahaya Suci.
Wusssh!
Ketika debu menghilang, terlihat Tetua Agung Sekte Cahaya Suci yang memasang wajah sangat muram. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan dipermainkan oleh seseorang seperti Jie Yan, kultivator yang satu tahap lebih lemah darinya. Tidak pernah sejarahnya ia melihat seseorang seperti Jie Yan walaupun ada kasus khusus lainnya seperti Canglan, tetapi itu karena menggunakan Wayang.
“Sialan! Sialan! Sialan! Sialan!” Tetua Agung Sekte Cahaya Suci meraung marah karena harga dirinya di injak-injak oleh seseorang seperti Jie Yan. Ia tidak menerima hal ini sama sekali. Jika ia melawan seorang dengan tingkat kultivasi Alam Sage tahap Kesembilan lalu kalah, ia masih bisa memakluminya, tetapi untuk seseorang yang lebih lemah darinya dalam hal Kultivasi, ia tidak menerimanya sama sekali.
“Aku akan membunuhmu!” Teriak Tetua Agung Sekte Cahaya Suci saat ia mengumpulkan semua qi dan konsep yang ia miliki untuk menyerang Jie Yan dengan satu serangan agar mengakhiri pertarungan. Jika ia melakukan itu, ia sangat yakin dapat menghabisi Jie Yan.
“Secepat apapun kau, kau tidak akan bisa menghindar dari serangan ini!” Batin Tetua Agung Sekte Cahaya Suci saat mengayunkan pedangnya ke arah Jie Yan.
“Teknik Terlarang, Pengikisan Akar Spiritual!”
“Tebasan Cahaya, Serangan Penghakiman Surga!”
Sraing!