
Bintang Tianyu
Duar!
Gelombang kejut bercampur dengan petir hitam menghantam tepat di tubuh Pelahap Kuno. Itu langsung mencoba menghancurkannya secara terus-menerus.
Walaupun tubuh Pelahap Kuno tampak hendak pulih, itu tidak mampu menyaingi daya rusak dari konsep Kehancuran, apa lagi saat ini Pelahap Kuno sedang dalam posisi terluka di esensinya.
Raungan menyakitkan terdengar dari Pelahap Kuno saat tubuhnya hampir memudar.
Blar!
Awan jamur tercipta di tempat tersebut, di saat itu juga, Jie Yan dalam wujud Naga Hitam Kehancuran terhempas ke udara. Ia sedikit terluka akibat tekniknya sendiri karena di ledakkan di jarak sedekat itu.
Saat Jie Yan menyetabilkan tubuhnya di udara, tatapannya tertuju ke arah kawah yang sangat dalam, tidak ada tanda-tanda dari Pelahap Kuno. Ia juga menggunakan Mata Dewa untuk mendeteksi apakah Pelahap Kuno tidak menggunakan ilusi untuk mengelabuhi dirinya.
“Jie Yan, Pelahap Kuno telah tewas. Ambil inti dari Pelahap Kuno itu!” Suara Xiao Ziya menggema di kepala Jie Yan.
Jie Yan mengangguk kecil dan kembali ke wujud manusia lalu mendarat di dalam kawah. Tatapannya tertuju pada sebuah kristal berwarna abu-abu seukuran hampir mencapai kepala manusia, inti tersebut mengeluarkan konsep yang membuatnya sedikit terkejut.
Konsep yang terpancar terdiri dari berbagai konsep, ini membuat inti Pelahap Kuno sangatlah berharga.
“Jangan gunakan inti itu untuk saat ini.” Xiao Ziya mengingatkan.
Sebelum Jie Yan bertanya, Xiao Ziya langsung menjelaskan, “Menggunakan inti Pelahap Kuno, kau bisa mendeteksi keberadaan Pelahap Kuno lainnya. Tetapi kau harus memiliki kekuatan yang cukup besar.”
“Pelahap Kuno yang kau bunuh bisa dikatakan sebagai keberuntungan kita menemukannya di keadaan lemah. Sangat jarang ada Pelahap Kuno yang memasuki sebuah dunia karena mereka memang lebih suka tinggal di Ruang Hampa!” Lanjut Xiao Ziya.
Mendengar bahwa inti tersebut dapat melacak Pelahap Kuno lainnya, mata Jie Yan berbinar seketika. Ia tentu tau berapa berharganya inti tersebut, itu jauh lebih berharga dari Giok Konsep.
Jie Yan pun menyimpan inti Pelahap Kuno di tempat yang aman agar suatu hari nanti dapat digunakan untuk melacak Pelahap Kuno lainnya.
“Apakah monster jelek itu sudah binasa?” Xia Yue'er yang tiba di samping Jie Yan, bertanya dengan nada penasaran dan mencoba melacak apakah Pelahap Kuno masih hidup.
“Ya, tetapi misi kita akan gagal kali ini karena tidak adanya mayat tubuh binatang roh untuk diserahkan kepada Sekte Pedang. Kita harus membayar kompensasi nantinya.” Jie Yan menghela nafas panjang. Tetapi memikirkan kembali inti Pelahap Kuno, ia tidak lagi memikirkannya karena sudah pasti inti Pelahap Kuno jauh lebih berharga.
Diperkirakan, inti Pelahap Kuno yang lemah sekalipun yang ia peroleh akan mencapai harga jutaan batu roh kelas atas, ini juga dikarenakan itu dapat melacak Pelahap Kuno lainnya.
Para penguasa yang telah mencapai tingkat kultivasi yang sangat tinggi akan mau membelinya dengan harga tinggi karena itu seperti sebuah peta untuk melacak Pelahap Kuno lainnya yang bisa dikatakan sebagai sumber daya berharap.
“Oh.. jadi, apakah kita akan langsung kembali ke Sekte Pedang?” Tanya Xia Yue'er.
“Ayo pergi ke tempat lainnya, kita harus menemukan Bambu Perak yang menjadi target misi lainnya.” ucap Jie Yan dan ia pergi ke arah tertentu, tempat Bambu Perak dirumorkan pernah terlihat.
Saat Jie Yan dan Xia Yue'er telah pergi dari tempat itu dalam waktu hampir setengah jam, banyak sosok yang muncul memperhatikan situasi di tempat itu.
Mereka semua terkejut karena desa kecil yang seharusnya ada di tempat itu telah lenyap tanpa bekas Reruntuhan sekalipun. Ini membuat mereka penasaran siapa gerangan sosok yang bertarung di tempat tersebut.
Setelah memeriksa dengan cermat, mereka semua telah mendapatkan petunjuk bahwa siapapun yang menghancurkan tempat itu memiliki jenis kekuatan yang cukup unik yang hampir tidak pernah terlihat, yaitu konsep baru yang memiliki daya rusak dahsyat.
Kejadian itu langsung dilaporkan ke Sekte Pedang karena desa sebelumnya berada di bawah daerah kekuatan Sekte Pedang.
Jie Yan tidak mengetahui hal itu sama sekali. Walaupun ia tau, ia tidak akan terlalu peduli karena ia hampir tidak pernah menunjukkan kekuatan konsep Kehancuran di depan publik. Ia saat ini hanya berfokus pada peningkatan kultivasi dan keahlian pedang.
Tiga jam kemudian, Jie Yan tiba di sebuah lemah aneh, semua tanaman di tempat itu berwarna putih seperti perak.
“Aku tidak menyangka bahwa akan ada tempat indah seperti ini di wilayah Sekte Pedang.” Gumam Jie Yan menatap ke arah lembah.
“Jie Yan, apakah kau tidak merasakannya? Setiap tumbuhan di sini memiliki aura konsep yang berhubungan dengan konsep Cahaya.” ujar Xia Yue'er dengan wajah penasaran menatap semua ke tumbuhan yang ada di sana.
“Ya.” Jie Yan mengangguk kecil ketika memperhatikan semua detail di tempat itu dengan cermat menggunakan Mata Dewa.
“Semua tumbuhan di sini mengandung sedikit unsur konsep Cahaya walaupun itu sedikit aneh, aku tidak pernah melihat konsep Cahaya seperti ini. Yue'er, apakah kau tau konsep Cahaya apa ini?” Tanya Jie Yan.
Xia Yue'er terdiam karena ia tidak pernah melihat konsep Cahaya seperti itu sebelumnya.
“Jie Yan, itu adalah konsep Cahaya Bulan, salah satu konsep yang cukup unik, berbeda dengan konsep Cahaya lainnya. Konsep Cahaya Bulan tidak memiliki panas, melainkan lebih seperti bayangan karena itu tercipta melalui refleksi cahaya yang dipantulkan melalui objek benda yang ada di angkasa, yaitu planet mati yang disebut sebagai Bulan.” Xiao Ziya langsung menjelaskan apa itu konsep Cahaya Bulan.
“Oh? Apakah konsep Cahaya Bulan ini kuat?” Tanya Jie Yan penasaran.
“Walaupun daya hancur konsep Cahaya Bulan tidak sekuat konsep Cahaya pada umumnya, kecepatannya lebih tinggi walaupun itu tergantung pada cara penggunaannya, yaitu menggunakan refleksi. Semisal, jika seseorang menggunakan konsep Cahaya Bulan, dia hanya perlu membuat objek yang mirip dengan bulan, kau harus tau bahwa sesuatu yang tercipta melalui qi dan konsep bisa dikendalikan dengan kecepatan yang sangat tinggi.”
“Dan pengguna konsep Cahaya Bulan mampu bergerak secepat qi dan konsep yang dipadatkan lalu dilemparkan dengan kecepatan tinggi.” ujar Xiao Ziya.
“Oh...” Jie Yan merasa bahwa konsep Cahaya Bulan itu semakin menarik. Sebelum ia berbicara hal lainnya, matahari telah terbenam lalu langit menjadi gelap. Tetapi, apa yang terjadi di lembah itu membuatnya dan Xia Yue'er semakin heran karena lembah tersebut bersinar terang.
“Ayo pergi, kita harus menemukan Bambu Perak itu. Kita juga akan menyelidiki apa sebenarnya penyebab semua tumbuhan di sini mampu menyerap konsep Cahaya Bulan.” ujar Jie Yan. Ia pun langsung bergerak ke dalam lembah bersama dengan Xia Yue'er.
Saat Jie Yan dan Xia Yue'er telah masuk ke dalam lembah, tidak lama kemudian terlihat dua sosok yang datang ke tempat itu juga.
“Ini adalah Lembah Bulan, ayo kita masuk dan menemukan apa yang dicari oleh Tuan Muda.” ujar salah satu sosok.
“Ya.” Sosok lainnya mengangguk kecil lalu keduanya pun memasuki Lembah Bulan.
Jika Jie Yan berada di situ, ia akan sedikit terkejut karena kedua sosok tersebut menggunakan pakaian yang sama dengan dirinya, yaitu pakaian resmi untuk para murid Sekte Pedang.