
Bintang Tianyu, Sekte Pedang
“Tidak lama lagi aku akan mencapai Niat Pedang Mata Pedang. Jika aku mencapai level itu, maka kekuatan tempurku paling tidak akan setara dengan kultivator Penguasa Abadi paling lemah!” ucap Jie Yan saat mengepalkan tangannya. Saat ini jika ia bertemu dengan seseorang seperti Qing An, ia akan langsung unggul dalam segala hal.
Dari pemahaman Jie Yan tentang semua Perseta, mungkin hanya Qing Lan Yu dan Qing Mo yang akan menyulitkannya. Bahkan Yun Che akan kalah secara langsung kecuali Yun Che memiliki terobosan baru.
Alasan Jie Yan yakin bahwa Yun Che tidak dapat melawannya, itu dikarenakan ia memiliki teknik Belitan Qi Raja yang membuat semua serangannya pasti jauh lebih unggul dari pada Yun Che.
“Yun Che, apakah kau telah menembus niat pedang ke Mata Pedang? Jika tidak, maka kau tidak akan bisa melawanku lagi!” ucap Jie Yan dengan kilatan tertentu di matanya. Ia merasa bahwa kemungkinan besar Yun Che akan menerobos ke tingkat tersebut sehingga dia bisa dikatakan setara dengan Qing Lan Yu yang sudah pasti bisa menyulitkannya juga dalam arena nantinya jika bertemu.
Tetapi itu tidak akan membuat Jie Yan takut karena dengan Belitan Qi Raja, ia akan mampu menyaingi Yun Che nantinya.
“Sudah waktunya.” Gumam Jie Yan saat ia perlahan berdiri. Hanya tersisa kurang dari 3 jam sebelum kompetisi dimulai. Ia pun langsung mengeluarkan beberapa pakaian baru, pakaian tersebut berwarna putih, dengan hiasan di bagian kiri bahunya. Hiasan tersebut terbuat dari bulu-bulu burung yang unik, yang membuatnya tampak mewah.
Selain dari itu, Jie Yan juga menggunakan jubah berwarna hitam terbuka di bagian depan dengan panjang mencapai lutut, terdapat lambang naga yang merupakan bentuk Naga Hitam Kehancuran di jubah tersebut di bagian dada sebelah kanan.
Pakaian yang digunakan oleh Jie Yan saat ini adalah Pakaian yang dibuat oleh Gu Yin sebelum berangkat ke Alam Abadi. Mengenakan pakaian itu, ia langsung mengingat tentang istrinya yang memiliki sifat tidak masuk akal.
“Yin’er... Ketika kekuatanku mencukupi untuk pergi ke semua bintang, aku akan mencarimu.” Gumam Jie Yan saat ia memegang pedang di tangannya lalu memotong rambutnya yang diikat membentuk kucir kuda.
Ketika rambut Jie Yan terurai, itu masih sedikit panjang, dan tampak sangat cocok untuknya. Ia tersenyum kecil ketika melihat wajahnya dicermin kecil ditangannya.
Setelah itu, Jie Yan langsung keluar dari ruangan tersebut dan berjalan perlahan ke arah Arena Utama Sekte Pedang. Tempat itu adalah tempat kompetisi tahap ketiga dilakukan.
Ketika Jie Yan keluar dari bangunan tersebut, hanya sedikit murid yang masih berada di luar. Mereka semua menatap Jie Yan dengan terkejut karena mereka tau bahwa Jie Yan adalah salah satu peserta kompetisi.
Dalam waktu kurang dari setengah jam, Jie Yan pun mencapai gerbang arena utama. Ia menatap ke arah Arena tersebut yang memiliki luas beberapa km persegi.
Para penjaga gerbang yang melihat kedatangan Jie Yan tidak terlalu terkejut. Namun, ketika memeriksa Kultivasi Jie Yan, beberapa penjaga tersebut memasang wajah aneh karena di daftar peserta, Jie Yan hanya memiliki tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap menengah.
Semua yang ada di Sekte Pedang sudah mengetahui informasi tentang Jie Yan. Dan peningkatan kekuatan dari Tranformasi Abadi ke tingkat Jiwa Abadi tahap menengah saja sudah sangat keterlaluan. Selain dari itu, niat pedang Jie Yan dikatakan cukup kuat dan kali ini, Jie Yan datang dengan tingkat kultivasi yang lebih tinggi sehingga itu membuat siapapun yang melihat Jie Yan akan terkejut.
Harus diketahui bahwa terobosan di tingkat Jiwa Abadi setiap tahapannya memerlukan waktu yang sangat lama, untuk murid normal saja membutuhkan waktu bertahun-tahun, tetapi Jie Yan hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 tahun untuk naik dari tingkat Transformasi Abadi ke Jiwa Abadi tahap akhir.
“Masuklah, pertandingan babak ketiga akan segera dimulai. Perseta lainnya telah tiba.” Penjaga gerbang itu pun berkata dengan nada hormat kepada Jie Yan. Tentu yang kuat akan selalu dihormati. Walaupun Jie Yan saat ini tidak sekuat murid inti, banyak murid yang yakin bahwa tidak akan lama lagi, Jie Yan akan memasuki jajaran murid inti.
Jumlah tersebut mencapai puluh ribuan, setidaknya murid Sekte Pedang saja sudah berjumlah lebih dari sepuluh ribu karena itu semua merupakan murid lingkaran dalam dan luar.
Selain dari itu, Jie Yan dapat melacak sangat banyak kultivator tingkat Penguasa Abadi di bangku penonton yang tampak khusus dibuat, ia yakin bahwa itu pasti tamu yang diundang oleh Sekte Pedang.
Ketika Jie Yan masuk, penampilannya menarik perhatian para penonton sehingga mereka bersorak karena Jie Yan dikatakan sebagai salah satu dari Supernova Bintang Kembar dari Sekte Pedang.
“Diakah Jie Yan, jauh lebih tampan menurut rumor yang beredar!”
“Ya, jika Tuan Jie Yan mau, aku bisa menghabiskan beberapa malam bersamanya!”
Para murid wanita berteriak ke arah Jie Yan karena sudah banyak murid wanita yang mendambakan murid berbakat dan tampan tersebut.
Sementara murid pria, banyak dari mereka yang memasang wajah muram. Walaupun mereka adalah kultivator, tentu saja sangat banyak murid di Sekte Pedang mendambakan keindahan.
Di tempat khusus tempat duduk eselon atas Sekte Pedang, terlihat Qing Long yang menatap Jie Yan dengan seksama. Disebelahnya kirinya adalah Patriak Klan Shi sementara disebelah kanannya adalah Tetua Aula Penegak Hukum.
Di sekitarnya juga terdapat Tetua Kedua, Ketiga, Keempat dan Kelima yang juga menatap ke arah Jie Yan.
“Tampaknya dia memilih untuk meningkatkan kultivasinya.” Qing Long menggelengkan kepalanya karena sedikit kecewa. Ia menatap kembali ke arah samping arena dan itu adalah tempat peserta lainnya berada.
“Yun Che memang paling memenuhi syarat untuk pergi secara langsung ke Sekte Pedang Utama!” Batin Qing Long karena mereka adalah Sekte Pedang, tentu seseorang seperti Yun Che lah yang mereka cari. Selain dari itu, Huoyun Ying'er juga akan segera dikirim ke Sekte Pedang Utama.
Tentu Aula Penegak Hukum tidak terkejut dengan pilihan Jie Yan. “Dia memang bukan ahli pedang murni, jadi wajar memilih jalan itu.”
Kaisar Shi di sisi lain menatap Jie Yan dengan seksama lalu beberapa pikiran muncul dibenaknya saat ini. Tetapi ia tidak langsung mengutarakannya dan menunggu ketika kompetisi selesai.
Untuk Tetua Pertama yang berada di Tengah Arena yang akan menjadi wasit, dia juga tidak terkejut melihat bahwa Jie Yan meningkatkan kultivasinya terlebih dahulu.
Tetapi jika mereka semua tau bahwa Jie Yan juga telah meningkatkan niat pedangnya, maka mereka semua akan merasa meragukan kehidupan karena meningkatkan niat pedang dan basis Kultivasi sangat tidak mungkin.
Siapa yang menyalahkan Jie Yan karena dia memiliki sebuah Artefak kuat bersamanya? Itu merupakan suatu keberuntungan bagi Jie Yan sehingga dia tidak pernah merasa khawatir tentang niat pedang karena itu pasti akan tumbuh seiring berjalannya waktu.