Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Rencana Jangka Panjang Zhou Tian Cheng


Bintang Tianyu


“Bagaimana ini mungkin? Aku memang telah menebak bahwa semuanya disebabkan oleh Patriak Klan Rong! Dan aku juga telah menebak bahwa aura itu milik Zhou Tian Cheng! Tetapi, bagaimana dia masih hidup? Aku dan Ziya telah memeriksa Zhou Tian Cheng dan tidak ada aura yang tersisa!” Batin Jie Yan muram. Ia mengira sedari awal bahwa gen Titan Kuno di tubuh Patriak Klan Rong mengamuk.


Tetapi saat ini Jie Yan menyadari bahwa itu pasti mengamuk karena Zhou Tian Cheng telah bangkit lalu mengendalikan semua kultivator yang telah di tanam gen Titan Kuno.


“Sial! Di mana Zhou Tian Cheng itu melarikan diri?” Jie Yan sangat marah, ia tau betapa mengerikannya Zhou Tian Cheng dari Xiao Ziya. Jika makhluk kuno seperti itu dilepaskan, jutaan makhluk akan menderita di bawah tangannya. Bahkan dirinya juga dalam bahaya saat ini.


Dan kata-kata Patriak Klan Rong meninggalkan Bintang Tianyu memang sangat benar. Sekarang ia tau kenapa ia merasakan firasat buruk, dan itu ternyata tentang Zhou Tian Cheng.


“Paman.. Paman...!” Xiao Xiao kecil yang tiba di sebelah Jie Yan di bawa oleh Xiao Ziya, langsung menangis keras dan mengguncang tubuh Patriak Klan Rong.


Xiao Xiao kecil yang pemalu dan penakut tentu bukan orang bodoh. Ia tau bahwa Patriak Klan Rong yang berubah adalah orang yang membantai semua anggota Klan Rong, walaupun begitu, ia masih sangat menyayangi Patriak Klan Rong karena semenjak kematian ibunya, pamannya lah yang merawatnya dengan baik.


Jie Yan terdiam ketika melihat adegan itu. Tanpa sadar, ia mengingat tentang gadis kecil lainnya yang bernama Tang Yueha. Menurutnya, walaupun Kaisar Shi adalah ayah biologis Xiao Xiao, gadis kecil itu pasti sangat dekat Patriak Klan Rong.


Sudah pasti Xiao Xiao yang masih kecil pasti akan terguncang karena paman yang selalu merawatnya jauh melebihi perawatan ayahnya sendiri, mati tepat di depan matanya.


Tanpa sadar, tangan Jie Yan yang memegang pedang menegang karena ia juga ingat bahwa Tang Yueha juga kehilangan ayahnya karena kehadirannya. Dan kini Xiao Xiao kecil juga sama, ia mengakhiri hidup seseorang yang penting bagi gadis kecil itu dengan tangannya sendiri.


Xiao Ziya tentu dapat merasakan perubahan suasana hati Jie Yan secara samar.


“Uwa... Paman, jangan tinggalkan aku!” Xiao Xiao terus menangis histeris. Tanpa sadar fluktuasi kekuatan Ruang dan petir merah dan emas memercik dari tubuhnya.


Mental gadis kecil seperti Xiao Xiao pasti tidak akan sanggup menanggung hal itu. Namun, Xiao Xiao kecil cukup pintar, ia tentu tidak menyalahkan Jie Yan, sebagai gadis kecil yang telah belajar banyak hal, ia langsung tau bahwa pamannya pasti digunakan oleh orang lain untuk memburunya.


Xiao Xiao kecil sangat yakin bahwa pamannya yang baik hati tidak mungkin berniat membunuhnya, tetapi pasti dikendalikan oleh seseorang.


“Hm?” Jie Yan mengerutkan keningnya saat sesuatu di cincin ruang miliknya mencoba melompat keluar.


Wusssh!


Pedang Attila dan Asura muncul seketika karena menanggapi emosi dari gadis kecil Xiao Xiao.


“Uwaaaa....!” Karena tidak mampu menanggungnya, Xiao Xiao hanya bisa menangis, kesadarannya perlahan hilang saat kekuatan yang semula tidak bangkit langsung meledak ke segala arah.


Jika itu Jie Yan ketika berada di alam fana, mungkin ia akan terpengaruh. Tetapi saat ini tentu tidak. Ia langsung menggunakan kekuatannya menekan kekuatan yang merembes terus-menerus dari Pedang Attila dan Asura.


“Gadis kecil ini tidak sederhana.” Xia Yue'er menatap kosong ke arah Xiao Xiao. Ia juga penasaran dengan kedua pedang yang melayang di sekitar Xiao Xiao sebelumnya. Ia tau bahwa itu pedang yang luar biasa.


Sedangkan untuk Xiao Ziya, ia juga melihat ke arah Pedang ganda Attila dan Asura dengan wajah serius.


“Jie Yan, jika tidak salah kedua pedang ganda pendek itu adalah Attila dan Asura. Pedang itu pernah muncul di masa lalu, aku hanya pernah mendengar tentang pedang itu di masa lalu walaupun belum pernah melihatnya secara langsung. Dikatakan bahwa pedang itu adalah sebuah Artefak, namun memiliki kesadarannya sendiri. Dia akan memilih tuannya, dari catatan kuno, pedang itu hanya pernah muncul satu kali dalam sejarah.”


“Dan pemiliknya dikatakan menghilang secara misterius bersama pedang ganda Attila dan Asura di masa lalu ketika dia telah mencapai puncak jalan kultivasi. Aku tidak menyangka bahwa kedua pedang itu akan muncul dan memilih gadis kecil ini sebagai tuannya.” ucap Xiao Ziya.


Jie Yan menghela nafas panjang lalu menggendong Xiao Xiao yang telah pingsan. Ia menyimpan mayat Patriak Klan Rong, ia sekarang tau kenapa Patriak Klan Rong membuat tempat tinggal Xiao Xiao jauh darinya agar tidak terjadi kecelakaan.


Selain dari itu, informasi dari Xiao Ziya membuatnya sedikit tertarik dengan Xiao Xiao. Sebenarnya ia tidak ingin mengambil murid, tetapi karena ia merasa sedikit bersalah, ia akan mencoba merawat Xiao Xiao sebisanya.


“Ayo pergi, mungkin monster lainnya yang dikendalikan oleh Zhou Tian Cheng akan datang! Mungkin mereka akan lebih kuat dari Patriak Klan Rong yang sudah sangat tua, dan melawannya saja sudah sangat merepotkan.” ucap Jie Yan dan langsung terbang ke arah acak menjauh dari lokasi pertempuran bersama dengan Xia Yue'er sementara untuk Xiao Ziya kembali ke Ruang Jiwa.


Dan seperti yang di duga oleh Jie Yan, dalam waktu beberapa jam kemudian, beberapa sosok berjubah pun muncul di tempat tersebut.


Semuanya memiliki bentuk seperti binatang buas, tanda bahwa gen Titan Kuno ada di dalam tubuh mereka.


Karena beberapa sosok tersebut tidak dapat menemukan jejak apapun, mereka langsung pergi lagi karena sedang dikendalikan.


**


Sekte Pedang, Makam Pedang Kematian


Di dalam ruang yang di kunci, sosok yang sedang bermeditasi membuka matanya perlahan.


“Jika tidak salah, bocah itulah yang hampir menggagalkan rencanaku sebelumnya! Tidak masalah, cepat atau lambat, bocah itu akan ku bunuh!” ucap sosok pria muda yang tidak lain adalah Reinkarnasi dari Titan Kuno, Zhou Tian Cheng.


Semua gen yang Zhou Tian Cheng tanam di seluruh Bintang Tianyu, telah perlahan menyerap garis darah para kultivator dan diteruskan ke dalam tubuhnya dengan metode tertentu. Itu membuat tubuhnya yang tercipta menjadi seperti manusia pada umumnya, dengan tinggi lebih dari dua meter.


“Tidak lama lagi kekuatan akan kembali ke puncaknya! Dengan semua garis darah itu, aku akan mengembalikan kekuatanku setidaknya ke puncak Kaisar Abadi. Dan untuk mencapai puncak, dengan adanya salah satu dari 33 Alam Surga di Bintang Tianyu, kekuatanku akan kembali ke puncaknya dalam waktu singkat!” Zhou Tian Cheng tersenyum kejam lalu menutup kembali matanya.


Dan spekulasi Xiao Ziya ternyata benar bahwa Zhou Tian Cheng memilih Bintang Tianyu tempat dia dibangkitkan dikarenakan keberadaan salah satu dari 33 Alam Surga.