Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Menjadi Murid Lingkaran Dalam


Bintang Tianyu, Sekte Pedang


“Ulurkan tanganmu untuk menguji semangatmu.” ucap Tetua Pertama.


Jie Yan langsung menyentuh bola kristal tersebut dan melakukan hal yang sama seperti Yun Che.


Saat kekuatan spiritual meresap ke dalam bola kristal tersebut, itu langsung berubah menjadi hitam pekat, selain itu, bola kristal juga terlihat memancarkan sedikit sengatan petir.


Sengatan petir itu tampak lebih kuat dari pada milik Yun Che sebelumnya.


“Qi Raja?” Batin Tetua Pertama. Awalnya ia telah melihat bahwa Yun Che juga memiliki qi Raja walaupun itu hanya samar dan tidak mencoba menjelajahinya lagi. Tetapi untuk kasus Jie Yan, ia cukup tertarik karena tingkat qi Raja Jie Yan bisa dikatakan sangatlah mengerikan.


“Selain dari itu, semangat Jie Yan tampak luar biasa. Sangat ambisius namun cukup lembut. Santai tetapi juga agresif, baru kali ini aku melihat seseorang sepertinya. Apa sebenarnya yang ingin kau capai? Ambisi apa yang memenuhi dirimu sehingga semangatmu mencapai level ini?” Batin Tetua Pertama, ia semakin penasaran dengan Jie Yan terutama pada pedang ungu yang di pegang oleh Jie Yan.


“Baik, kau lulus. Mulai hari ini, kau dan Yun Che akan menjadi murid lingkaran dalam Cabang Sekte Pedang. Jika kau berhasil menjadi murid inti, kau akan memiliki kesempatan mengambil ujian untuk menjadi murid Sekte Pedang Utama!” ucap Tetua Pertama lalu menatap ke arah murid tertentu di tempat tersebut.


Tanpa menunggu Jie Yan ataupun Yun Che berbicara, Tetua Pertama langsung memberi perintah, “Bawa kedua junior ini ke lingkaran dalam. Bawa mereka untuk mengambil token identitas lalu pimpin mereka ke tempat mereka tinggal di Sekte!”


“Baik!” Salah satu murid berkata dengan hormat lalu muncul tepat di depan Jie Yan dan Yun Che sementara untuk Tetua Pertama, dia langsung menghilang dalam sekejap meninggalkan tempat tersebut.


Pemuda yang tampak berusia 25 tahun yang merupakan salah satu murid lingkaran dalam berkata dengan nada dingin kepada Jie Yan dan Yun Che, “Ikuti aku, aku akan membawa kalian untuk mengambil token identitas. Jangan berpuas diri karena kalian dianggap jenius oleh Tetua Pertama. Kekuatan kalian berdua saat ini dianggap paling lemah di lingkaran dalam!”


Setelah mengatakan itu, pemuda itupun berbalik dan berjalan ke arah luar bangunan diikuti oleh Jie Yan dan Yun Che yang tidak peduli dengan nada dingin senior yang memimpin jalan untuk mereka.


Sekitar setengah jam kemudian, pemuda itupun memimpin Jie Yan ke bangunan tertentu lalu mengambil token identitas serta pakaian resmi murid lingkaran dalam Sekte Pedang.


“Hm? Bukankah itu senior Qing Zi? Siapa kedua pemuda itu?”


“Lihat, keduanya tampak mengambil token identitas untuk murid lingkaran dalam!”


“Apa? Dengan tingkat kultivasi Tranformasi Abadi tahap menengah dan akhir mereka bisa menjadi murid lingkaran dalam?”


“Sungguh keterlaluan, bahkan murid lingkaran luar sangat banyak yang lebih kuat dari keduanya!”


Para murid berdiskusi ketika melihat ke arah Jie Yan dan Yun Che yang menerima token murid serta pakaian dan sumber daya awal ketika menjadi murid lingkaran dalam.


Qing Zi yang mendengar itu hanya diam. Walaupun ia terlihat dingin, ia masih peduli kepada semua murid Sekte Pedang. Walaupun ia bukan murid inti, ia dapat bersaing dengan mereka semua. Ia sangat ingin melihat reaksi Jie Yan dan Yun Che ketika mendengar diskusi dari para murid.


Qing Zi sangat paham bahwa kekuatan Jie Yan dan Yun Che memang sangat lemah saat ini. Bahkan untuk syarat menjadi murid lingkaran luar, seseorang harus memiliki tingkat kultivasi Tranformasi Abadi tahap puncak. Sementara keduanya berada di bawah Kultivasi itu, bisa dipastikan bahwa akan banyak murid lingkaran dalam yang akan memberi mereka masalah.


Walaupun di Sekte Pedang hampir tidak pernah ada kasus murid saling membunuh, untuk kasus patah tulang sangat sering terjadi karena ini adalah persaingan antara murid. Hanya yang kuat yang dihormati dan yang lemah akan selalu menjadi mangsa.


Meskipun kekuatan Jie Yan dan Yun Che sangat lemah, karena keduanya telah masuk ke lingkaran dalam Sekte Pedang, maka akan banyak yang tidak puas dan mencoba menantang keduanya.


“Ayo pergi. Aku akan mengantar kalian berdua ke tempat tinggal kalian.” ucap Qing Zi saat memimpin jalan. Saat dalam perjalanan, ia juga terus berbicara, “Setiap murid lingkaran dalam akan memiliki sebuah ruangan untuk dirinya sendiri. Tempat tinggal itu bisa untuk tempat berkultivasi dan tempat berlatih ilmu pedang.”


“Namun, ruangan yang kalian terima memiliki kategori juga. Setiap ruangan yang dimiliki oleh murid, memiliki saluran qi yang berasal dari Vena qi, ada ruangan yang mengandung sedikit qi dan ada yang mengandung banyak qi.”


“Ruangan akan mempengaruhi laju kecepatan setiap murid untuk menembus kultivasi. Selain dari Vena qi, setiap ruangan akan memiliki saluran lainnya, dan ini adalah aura niat pedang yang telah di simpan oleh para leluhur untuk dipelajari oleh para murid. Sama seperti saluran qi, setiap ruangan memiliki tingkatannya sendiri.”


“Jika kalian ingin tempat berkultivasi yang baik agar kekuatan kalian cepat meningkat, hanya ada beberapa jalan untuk melakukannya. Yang pertama membeli ruangan khusus menggunakan Poin Prestasi yang dikumpulkan melalui penyelesaian misi. Yang kedua menantang murid lainnya dan mempertaruhkan sumber daya dengan ganti menerima ruangan kultivasi.”


“Dan yang terakhir adalah menjadi murid para Tetua. Dengan menjadi murid Tetua, kalian kemungkinan akan tinggal di Villa khusus yang dimiliki oleh para Tetua. Di Villa tersebut, kalian akan meningkatkan kekuatan kalian dengan sangat cepat.” ujar Qing Zi.


Jie Yan dan Yun Che hanya diam walaupun mereka langsung mencerna semua informasi yang diberikan oleh Qing Zi. Tetapi keduanya tidak pernah memikirkan untuk menjadi murid salah satu Tetua.


Yang menjadi fokus Jie Yan dan Yun Che saat ini adalah menyelesaikan misi karena keduanya sadar bahwa kekuatan mereka saat ini tidak akan mungkin bisa menantang murid kuat. Untuk murid yang lemah, sudah pasti sumber daya yang mereka miliki sangat sedikit jadi hanya membuang waktu untuk menantang mereka.


Saat dalam perjalanan, Qing Zi juga memperkenalkan semua bangunan yang mereka lewati. Setelah semua perkenalan, Jie Yan dan Yun Che pun akhirnya tiba di bangunan yang merupakan tempat tinggal para murid.


“Hanya sampai di sini aku akan mengantar kalian. Di token kalian, ada nomor tertentu, dan itu adalah tempat kalian tinggal mulai hari ini di Sekte Pedang.” ucap Qing Zi.


“Terimakasih atas arahannya senior.” ucap Jie Yan dengan senyum diwajahnya.


Qing Zi yang masih tampak memasang wajah dingin mengangguk kecil dan ia pun langsung menghilang setelah melirik Yun Che yang hanya diam sepanjang waktu. Ia tau bahwa temperamen keduanya adalah jenis kultivator yang tidak mau membuang waktu pada hal yang tidak penting. Dan ini adalah sikap para jenius.


“Jie Yan, apa yang akan kita lakukan sekarang?” Xia Yue'er yang selalu diam, akhirnya membuka suara.


“Ayo kita masuk ke ruangan itu. Kita akan berisitirahat untuk satu hari. Besok kita akan mengambil misi agar dapat meningkatkan kekuatan kita.” Balas Jie Yan dan ia langsung berjalan ke arah dalam bangunan tanpa berbicara sepatah katapun kepada Yun Che.


Yun Che di sisi lain tampak diam untuk beberapa saat lalu ia menatap ke arah tertentu yaitu arah Bangunan yang merupakan Aula Misi. Tanpa pergi ke tempat tinggal barunya, ia langsung pergi ke Aula Misi untuk mengambil misi.