
Bintang Tianyu, Hutan Purba
Karena sudah membuat rencana dibenaknya, Jie Yan pun akhirnya pergi bergegas mencari para binatang roh di Hutan Purba. Ia akan mencoba mengendalikan mereka sebaik mungkin, mengikuti dari belakang di jarak tertentu agar para murid lainnya tidak curiga bahwa akan ada peserta yang mampu mengendalikan binatang roh.
Selain dari itu, para Tetua beberapa kali akan memeriksa semua tempat. Tentu seseorang sekuat Tetua akan curiga kenapa binatang roh berkumpul di banyak tempat jika Jie Yan secara langsung memimpin mereka semua memburu para murid lainnya.
Disaat Jie Yan bergerak, persepsinya akhirnya menemukan keberadaan yang cukup kuat. Itu adalah aura binatang roh. Sebagai pemilik garis darah Naga Hitam Kehancuran, ia tentu dapat membedakan aura kultivator dan binatang roh.
“Yang pertama!” Batin Jie Yan dengan senyum kecil. Ia pun mempercepat gerakannya ke arah aura binatang roh tersebut.
Sementara itu, Xiao Ziya yang berada di Ruang Jiwa langsung melacak apakah ada aura Tetua di sekitar mereka. Ia tidak akan ceroboh karena tau bahwa ketika para manusia mengetahui bahwa Jie Yan mampu mengendalikan binatang roh, Jie Yan akan dianggap musuh oleh semua manusia.
“Jie Yan, tidak ada aura kuat di radius wilayah yang cukup jauh.”
Suara Xiao Ziya terdengar di kepala Jie Yan. Oleh karena itu, ia pun langsung mengunci target. Ketika ia mendapati lokasi binatang roh, binatang roh yang tampak seperti kadal sepanjang lima meter dengan sisik emas menatap ke arahnya.
“Sungguh binatang roh yang sangat peka. Pasti karena sangat banyak binatang roh kuat di Hutan Purba sehingga para binatang roh waspada setiap saat. Ini adalah hukum alam untuk para binatang roh.” Batin Jie Yan saat menatap ke arah binatang roh yang memiliki tingkat kekuatan Jiwa Abadi tahap menengah.
Kadal emas itupun langsung menerjang ke arah Jie Yan. Binatang roh itu merasa bahwa jika dia melahap Jie Yan, maka dia akan berevolusi ke jenis yang lebih tinggi. Ini adalah insting binatang roh jika menyangkut garis darah.
“Oh? Kau ingin melahapku?” Jie Yan menatap ke arah binatang roh kadal dengan tatapan kosong.
“Supremasi : Dewa Binatang Buas!”
Ketika Jie Yan menyipitkan sedikit matanya, aura tak kasat mata meledak ke arah kadal tersebut. Ia mencoba mengendalikan teknik tersebut agar tidak melebar ke tempat jauh.
Binatang roh kadal yang mencoba menyerang Jie Yan, membeku di tempat secara langsung. Tubuhnya sedikit gemetaran, namun masih ada sedikit perlawanan yang menandakan bahwa dia adalah binatang roh dalam kelas yang cukup tinggi.
“Teleportasi!”
Jie Yan muncul tepat di atas binatang roh kadal itu lalu mengayunkan tinjunya yang telah dilapisi oleh qi.
Bom!
Karena Jie Yan tidak menggunakan banyak kekuatan, binatang roh kadal itu hanya memuntahkan darah, terlihat penyok di bagian punggungnya saat tubuhnya membentur permukaan tanah lalu membentuk cekungan yang tidak terlalu dalam.
Tap!
Jie Yan menginjak binatang roh itu lalu aura intimidasi kembali terpancar. Mata Jie Yan berubah menjadi pupil naga saat ia berbicara, “Patuh atau mati!”
Binatang roh kadal itu gemetaran tak terkendali. Saat Jie Yan berada di dekatnya setra aura intimidasi lebih jelas, dia pun tidak lagi berani melawan.
Tentu saja binatang roh yang telah mencapai tingkat Abadi apa lagi tingkat Jiwa Abadi pastilah memiliki kebijaksanaan tertentu meskipun mereka akan lebih sering menggunakan insting untuk melakukan sesuatu.
Melihat binatang roh itu patuh, Jie Yan mengangguk puas.
“Ikuti auraku di jarak tertentu, kau pasti paham dengan kata-kataku bukan?” ucap Jie Yan dengan senyum dingin diwajahnya.
“Bagus, selalu ikuti aku di jarak yang cukup jauh, dengan penciumanmu, kau tidak akan kehilangan jejakku. Selain dari itu, aku akan membuat segel di kepalamu, ini juga agar aku dapat memberitahu sesuatu jika kau tertinggal cukup jauh.” ucap Jie Yan saat ia membuat lingkaran formasi di telapak tangannya.
“Formasi Segel, Segel Tiga Tanda!”
Tap!
Lingkaran formasi itupun meresap ke dalam kepala binatang roh kada ketika Jie Yan menyentuh kepalanya. Ini adalah teknik formasi sederhana yang diajarkan oleh Xiao Ziya untuk memperbudak seseorang dengan ringan, sehingga dapat melakukan komunikasi jarak jauh walaupun ada batasan. Selain dari itu, hanya Jie Yan yang mampu berbicara kepada pihak yang diperbudak.
Ini adalah teknik Formasi yang menyegel tubuh, jiwa dan qi agar dapat dikendalikan walaupun ada batasan. Namun, dengan teknik Supremasi Dewa Binatang Buas, semua kekurangan langsung tertutupi. Yang artinya, teknik formasi ini sangat efektif bagi seseorang yang menguasai teknik yang dimiliki Jie Yan jika ingin memperbudak binatang roh.
Karena binatang roh pertama telah selesai, Jie Yan tidak membuang waktu sama sekali dan langsung pergi ke arah lainnya.
Sementara untuk binatang roh kadal, diapun langsung bergerak secara perlahan, menjaga jarak dari Jie Yan. Dia sama sekali tidak berani melarikan diri karena instingnya mengatakan begitu ia melarikan diri, ia akan tewas.
“Jie Yan, apakah rencana yang dikatakan oleh wanita itu bagus? Tidakkah lebih baik bagi kita untuk menghancurkan semua binatang roh di hutan ini?” Xia Yue'er yang keluar dari Ruang Jiwa bertanya dengan nada sedikit tidak puas ketika ia duduk di kursi VIP-nya.
“Tidak Yue'er, walaupun kita mencari binatang roh, jumlahnya mungkin hanya akan mencapai ratusan dalam waktu beberapa minggu. Selain dari itu, jika kita bertemu musuh kuat, belum tentu kita bisa melawan mereka. Namun, menggunakan binatang roh, kita akan lebih mudah mengalahkan musuh.”
“Saat ini kita tidak mampu melawan para kultivator tingkat Jiwa Abadi puncak, bahkan dengan kombinasi kita berdua sangat sulit menjatuhkan tingkat Jiwa Abadi tahap akhir. Inilah kekuatan di level Jiwa Abadi, semakin tinggi tingkat kultivasi, melewati kemampuan tempur tahapan lebih tinggi sangat sulit.” ujar Jie Yan.
Xia Yue'er langsung cemberut karena ide Xiao Ziya diterima oleh Jie Yan sementara untuk idenya tidak dijalankan. Ini membuatnya sangat tidak puas tetapi ia hanya bisa merajuk tanpa membalas kata-kata Jie Yan.
Melihat sikap Xia Yue'er, Jie Yan hanya bisa terdiam dan terus mencari binatang roh di Hutan Purba.
**
Sementara itu, para murid lainnya telah memulai memeriksa daftar peringkat. Mereka semua memasang ekspresi sedikit muram ketika melihat Poin Jie Yan yang cukup banyak.
Tetapi, memikirkan kembali tingkat kultivasi Jie Yan, mereka semua percaya diri dapat melampaui Poin tersebut dengan cepat karena menurut mereka, binatang roh yang lebih kuat akan menghasilkan lebih banyak Poin.
Ini adalah kepercayaan diri mereka semua karena sudah membuat spekulasi bahwa Jie Yan paling banyak akan mampu membunuh satu binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap menengah satu dalam beberapa hari sekali.
Diantara para murid lainnya, saat ini terlihat satu murid yang berdiri di pohon sambil memegang token di tangannya. Wajahnya tampak tersenyum jahat saat ini.
Ketika murid tersebut menyalurkan qi-nya ke dalam token, token itu berubah sedikit.
“Sesuai yang diharapkan dari Guru, walaupun Guru sangat waspada saat ini dan hanya berani memodifikasi satu token, aku sendiri sudah lebih dari cukup membereskan bocah itu!” murid tersebut berkata dengan nada dingin.
Dia adalah salah satu dari murid dari Tetua Kelima yang diberi misi secara khusus oleh Tetua Kelima untuk membereskan Jie Yan.
Tetua Kelima telah memodifikasi satu token dengan susah payah. Dan ada fitur khusus di dalamnya, yaitu melacak keberadaan satu Perseta lainnya menggunakan nomor token peserta.
Dan target Tetua Kelima tentu saja adalah Jie Yan.
“Bocah, kau tidak akan bisa lari! Penghinaan terkahir kali di kompetisi tahap pertama akan aku kembalikan ratusan kali lipat! Aku akan membuatmu menyesal dilahirkan di dunia ini!” ucap murid Tetua Kelima yang bernama Qing An. Ia pun langsung melesat ke arah tempat arah Jie Yan berada.