
Bintang Brahma
“Dewa Pembantaian, atau lebih tepatnya disebut sebagai Kaisar Manusia generasi kedua.” Wanita itu tersenyum sedikit karena mungkin di 33 Surga, hanya dirinya yang mengetahui identitas dari sang Dewa Pembantaian. Ini juga dikarenakan konsep Mimpi yang ia olah.
Menggunakan Mimpi ilusi pada dirinya sendiri, ia dapat melihat dengan jelas siapa sebenarnya Kaisar Manusia generasi kedua yang memanipulasi ingatan semua makhluk hidup di 33 Surga agar tidak mengingatnya.
Dirinya bisa dikatakan satu generasi dengan Xiao Ziya dan Kaisar Manusia generasi kedua adalah juniornya di masa tersebut.
Bisa dikatakan, mereka memiliki persimpangan, keduanya hanya memiliki perbedaan umur tidak mencapai 100 tahun. Tetapi kecepatan Kultivasi Kaisar Manusia generasi kedua melesat layaknya sebuah komet tanpa henti, bahkan dirinya yang dikenal sebagai jenius di tinggalkan menjadi debu.
Bahkan Xiao Ziya yang lebih cepat menjadi kuat dari pada dirinya langsung dilangkahi oleh Dewa Pembantaian. Keduanya bentrok dahsyat dan Roh Dewi Kematian dikalahkan dengan bantuan Roh Dewi Kehidupan.
Wanita itupun perlahan berdiri lalu menghilang seketika ke udara tipis. Ia langsung berteleportasi mengunakan kecepatannya sendiri tanpa fluktuasi konsep.
Dengan kekuatannya, ia hanya perlu waktu hampir satu bulan mengelilingi seluruh Bintang Brahma. Ini juga dikarenakan tekanan yang ada di Bintang Brahma. Jika itu Alam Abadi tingkat menengah, ia akan mampu berkeliling sebuah dunia dalam waktu kurang dari seharian.
Dalam sekejap mata, wanita tersebut muncul di atas penginapan sederhana. Ia menatap ke arah dalam dengan senyum diwajahnya. Lalu ia menatap ke arah Xia Yue'er dan wajahnya sedikit bingung saat ini.
Tentu hanya sekali lirik saja, ia tau bahwa Xia Yue'er adalah Roh Dewi Kehidupan, kebalikan dari Xiao Ziya.
Lalu tatapan wanita tersebut tertuju pada Xiao Xiao. Matanya berbinar dalam sekejap karena memikirkan tentang identitas dari gadis kecil tersebut. Namun, ketika matanya tertuju pada Jie Yan, pupil matanya menyusut tajam.
“Ini.. bagaimana mungkin? Bukankah seseorang sepertinya hanya muncul di dalam legenda?” Batin wanita tersebut.
Sementara itu, Jie Yan yang sedang mengajari Xiao Xiao, menyipitkan matanya lalu menatap ke arah langit dengan mata tajam. Dengan Mata Dewa, ia langsung dapat melihat sosok wanita luar biasa cantik sedang menatap ke arah dalam ruangan tempat mereka berada.
“Dengan kekuatan seperti itu dia bisa melacak kekuatan spiritual yang aku gunakan secara halus? Luar biasa...” Batin wanita tersebut lalu muncul dalam sekejap di dalam ruangan yang membuat Jie Yan sedikit waspada.
Xiao Ziya yang sedang melepaskan aura tertentu dari tubuhnya menggunakan formasi, perlahan membuka matanya dan berkata dengan senyum kecil diwajahnya, “Akhirnya kau datang juga, Han Xueyi.”
“Lama tidak bertemu Ziya. Aku sudah mencari di mana segel tempatmu berada tetapi aku tidak pernah menemukannya.” Han Xueyi menghela nafas panjang saat mengatakan itu. Ia tentu mencari Xiao Ziya selama ini setelah ia mengetahui Xiao Ziya di segel oleh Dewa Pembantaian.
“Bagaimanapun kau mencariku, kau tidak akan pernah bisa menemukanku karena kau tidak bisa memasuki dunia itu.” Xiao Ziya menggelengkan kepalanya lalu perlahan berdiri. Ia pun memeluk Han Xueyi, keduanya terlihat seperti saudari yang saling menyayangi.
Jie Yan menaikkan sedikit alisnya karena tidak pernah melihat Xiao Ziya seperti itu.
“Lalu, apa yang membawamu ke Bintang Brahma? Kontrak antara kita telah dibatalkan begitu saja di masa lalu.” Setelah melepaskan Xiao Ziya, Han Xueyi bertanya dengan nada penasaran. Ia tau bahwa Xiao Ziya adalah orang yang bebas. Meskipun ia pernah melakukan kontrak dengan Xiao Ziya, tetap saja Xiao Ziya lebih sering berkelana seorang diri.
Walaupun dahulu Xiao Ziya masih dianggap penghuni Alam Roh, dia tetap bisa tinggal dalam waktu Ratusan tahun di dunia manusia tanpa kembali ke Alam Roh.
“Aku ingin meminta bantuanmu. Kekuatanku saat ini sangat lemah, kau pasti mengerti apa yang aku inginkan.” ujar Xiao Ziya.
Han Xueyi hanya mengangguk karena ia pasti akan membantu Xiao Ziya. Karena, di masa lalu, ia selalu di bantu oleh Xiao Ziya dalam pertempuran.
“Gadis kecil ini? Apakah kau ingin memberikannya kepadaku untuk dijadikan murid?” Tanya Han Xueyi dengan wajah sedikit bersemangat. Walaupun atribut Xiao Xiao tidak sama seperti dirinya, ia yakin bahwa Xiao Xiao kecil bisa menguasai keterampilannya.
Xiao Xiao kecil yang sudah membuka matanya sedari awal ketika ada percakapan terdengar, langsung bersembunyi di belakang Jie Yan. Wajahnya sedikit cemberut saat ini.
Alis Han Xueyi naik sedikit karena ia merasa bahwa Xiao Xiao tidak mau dekat-dekat dengannya seolah-olah ia akan memisahkannya dengan seseorang.
“Xiao Xiao kecil adalah murid Jie Yan.” Xiao Ziya langsung memperkenalkan Jie Yan secara singkat.
“Dia...” Han Xueyi sedikit ragu. Ia cukup penasaran dengan Jie Yan karena aura garis darah yang luar biasa mengerikan. Sebagai seseorang yang telah mencapai puncak Kultivasi di 33 Surga, tidak sulit baginya untuk memeriksa seseorang.
“Aku akan menjelaskannya nanti. Selain dari itu, aku meminta bantuanmu untuk membawa Jie Yan ke lokasi perang yang selalu dikabarkan dari dahulu. Tempat para beberapa ras kuat tinggal, yaitu tempat para Samurai, Iblis dan Manusia Ular.” ucap Xiao Ziya.
Jie Yan yang mendengar itu, terdiam. Ia tidak menduga bahwa Xiao Ziya ingin melemparnya ke Medan perang kacau yang terjadi sejak dahulu kala setelah kenaikan Kuil Buddha.
“Kita akan membahasnya nanti. Ayo pergi ke tempatku lebih dulu.” Han Xueyi sedikit tidak nyaman berbincang di tempat seperti itu. Ia pun langsung melapisi Jie Yan, Xiao Ziya, Xiao Xiao dan Xia Yue'er menggunakan qi-nya.
Xia Yue'er yang masih tertidur, langsung terbangun dan memasang wajah waspada.
“Ada musuh!” Teriak Xia Yue'er dengan air liur yang masih menetes di sudut bibirnya.
Sebelum di bawa dengan kecepatan tinggi, Jie Yan dan Xiao Ziya merasa sedikit malu melihat tingkah laku Xia Yue'er.
Zhep!
Dalam sekejap, semuanya di bawa oleh Han Xueyi ke istana tempatnya tinggal.
“Siapa kau?” Xia Yue'er dengan wajah waspada, menciptakan beberapa lingkaran formasi dalam sekejap.
Kecepatan membuat formasi itu membuat Han Xueyi mengingatkannya terhadap Xiao Ziya ketika masih sangat muda.
“Tenanglah Yue'er. Dia bukan musuh.” ucap Jie Yan.
Xia Yue'er menaikkan sedikit alisnya dan menatap ke arah Han Xueyi dengan seksama. Entah mengapa, ia merasa Han Xueyi sedikit familiar.
“Jadi, Roh Peri ini apakah akan tetap tinggal di sini atau pergi ke tempat paling kacau itu?” Tanya Han Xueyi menatap ke arah Xiao Ziya.
“Dia akan tinggal. Kau harus tau bahwa metode yang kau miliki lebih mudah digunakan oleh pada Roh yang sedari awal memang memiliki kekuatan spiritual bawaan luar biasa besar. Meskipun Jie Yan memiliki kekuatan spiritual besar, dampak yang akan dia terima melalui pelatihan seperti itu akan merusak tubuhnya, tidak seperti para Roh yang cukup kebal terdapat kekuatan spiritual.” ujar Xiao Ziya.
“Pelatihan apa?” Tanya Jie Yan penasaran.
“Berlatih di dalam mimpi.” ujar Han Xueyi yang membuat Jie Yan tercengang.