Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Tingkat Raja Abadi Tahap Puncak


Bintang Brahma, Dimensi Kecil


“Kekuatan yang sangat mengerikan.” Gumam Yi Yun dengan wajah sangat serius ketika melihat bahwa Gadis herbal dapat menghabisi Wyvern hanya dengan satu teknik saja. Ini membuktikan bahwa level Gadis herbal jauh di atas Wyvern.


“Sudah dipecahkan.” Gadis herbal berkata dengan senyum diwajahnya ke arah Jie Yan sambil menepuk-nepuk kedua tangannya.


Jie Yan terdiam lalu perlahan melayang ke arah Wyvern yang kini telah tewas. Ia pun langsung menggali inti binatang roh Wyvern karena itu tentu adalah sumber daya kultivasi berharga.


Setelah menyimpan inti binatang roh, Jie Yan pun menatap ke arah Kristal Alam dengan senyum kecil diwajahnya. Walaupun hampir setengah dari Kristal Alam telah diserap oleh Wyvern, sisanya masih bisa membuatnya menembus tingkat Raja Abadi tahap puncak.


“Apakah kau akan menyerap benda-benda ini untuk meningkatkan kekuatan?” Tanya Gadis herbal saat ia menghampiri Jie Yan.


“Ya, apakah kau tertarik?” Tanya Jie Yan balik.


“Tidak.” Gadis herbal itu menggelengkan kepalanya karena ia tau sumber daya seperti apa yang perlu ia serap untuk meningkatkan kekuatannya. Dan Kristal Alam yang ada di sana tidak bisa membuatnya meningkatkan kekuatan.


Jie Yan mengangguk kecil dan tidak membuang waktu. Ia pun duduk bersila di depan Kristal Alam lalu perlahan menyerapnya.


Gadis herbal itu hanya menatap Jie Yan dengan wajah tertarik setiap saat. Ia merasa bahwa darah yang mengalir di nadi Jie Yan sangatlah kuat, ini adalah yang ia rasakan pertama kali melihat Jie Yan.


Untuk Jie Yan, ia tidak mengetahui apa yang dipikirkan oleh Gadis herbal itu. Tetapi, untuk Gadis herbal itu, dia memang merasa tertarik dengan garis darah Jie Yan. Jika tidak, ia tidak akan mau mengikutinya.


Waktu terus berlalu, tanpa sadar, Jie Yan telah berkultivasi selama lebih dari empat hari. Dan dihari Kelima, auranya tampak membesar tanda bahwa ia tidak akan lama lagi menerobos.


Bussssh!


Ledakan qi dan konsep menyebar ke segala arah. Dua aura yang berbeda berasal dari tubuh Jie Yan tidak saling menentang.


Untuk Gadis herbal, salah satu dari aura yang terpancar dari Jie Yan adalah yang menarik minatnya, dan itu adalah garis darah Kaisar Surgawi yang berkaitan dengan Ruang dan Waktu.


Jie Yan membuka matanya dan tersenyum kecil lalu bergumam, “Tingkat Raja Abadi tahap puncak.”


“Sumber daya ini memang sungguh luar biasa karena sangat mudah diserap. Tidak mengherankan bahwa Wyvern sangat betah berkultivasi di tempat ini. Tidak ada efek samping sama sekali dan tidak ada dampak yang diterima oleh Fondasi tubuh.” ucap Jie Yan dengan senyum diwajahnya.


“Apakah sudah selesai? Ayo kita keluar dari tempat ini.” ucap Gadis herbal dengan senyum lebar diwajahnya.


“Keluar?” Jie Yan menaikkan sedikit alisnya karena ia masih ingin mengelilingi kawah gunung berapi tersebut. Ia yakin bahwa masih akan ada sumber daya bagus di dalam sana.


“Apakah kau tidak mau?” Gadis itu memasang wajah sedikit sedih karena ia tidak sabar untuk melihat dunia luar.


Wajah Jie Yan berkedut mendengar keluhan dari Gadis herbal.


“Apakah kau mencari benda-benda yang mengandung qi besar? Aku dapat membantumu. Aku dapat berkomunikasi dengan banyak tumbuhan dan akan mudah mencari herbal-herbal berharga untuk bahan kultivasi.” ucap Gadis herbal dengan mata berkedip berapa kali. Ia langsung menyadari bahwa tampaknya Jie Yan sangat ingin meningkatkan kekuatannya.


“Benarkah?” Tanya Jie Yan dengan mata berbinar. Jika Gadis herbal itu dapat melakukan hal itu, ia tentu tidak keberatan langsung keluar dari kawah gunung berapi.


“Jika begitu, ayo pergi.” Jie Yan langsung berdiri saat mengatakan itu.


Gadis herbal itu bersemangat dan langsung mengangguk cepat. Ia pun berlari seperti gadis kecil yang akan mendapat mainan baru. Ia tidak sabar untuk menjelajahi dunia luar karena ia sudah sangat lama berdiam diri di satu tempat.


Jie Yan hanya diam melihat tingkah laku Gadis kecil itu yang tampak seperti anak kecil. Ia pun mengikuti keluar dari goa tersebut.


Setelah keluar, Jie Yan pun langsung menaiki binatang roh ular dan memberi perintah untuk membawanya kepermukaan.


Kedua ular langsung bergerak ke arah jalan keluar dan ketika mencapai tempat lautan magma berada, keduanya pun membawa Jie Yan dan Gadis herbal di dalam mulutnya seperti sebelumnya walaupun sebenarnya Gadis herbal itu tidak membutuhkannya.


Setelah mencapai permukaan, Jie Yan pun keluar lalu membiarkan kedua ular itu pergi. Ia tidak akan membunuhnya karena telah membantunya.


“Seperti inikah diluar? Itu sama seperti yang dikatakan oleh semua tumbuhan lainnya walaupun itu tampak lebih indah dari cerita mereka.” Gadis herbal itu semakin bersemangat dan berlari ke sana ke mari, menatap ke semua tempat dari puncak gunung.


Jie Yan hanya bisa menghela nafas dan mengikuti Gadis herbal itu.


“Apakah kau memiliki nama?” Tanya Jie Yan saat menatap ke arah Gadis herbal yang tampak memasang wajah antusias sepanjang waktu.


“Nama? Apa itu? Apakah itu sejenis tumbuhan?” Gadis herbal itu berhenti menatap lalu melihat ke arah Jie Yan dengan tatapan heran dengan mata berkedip terlihat sangat polos.


Jie Yan tidak bisa berkata-kata karena Gadis herbal itu bahkan tidak mengerti apa yang dikatakan olehnya.


“Kau tau, namaku adalah Jie Yan.. kau bisa memanggilku seperti itu. Dan untukmu...” Jie Yan menghentikan kata-katanya dan menatap ke arah Gadis herbal dari atas ke bawah mencoba memberi nama yang sesuai untuknya.


“Yu Mei...” ucap Jie Yan. Entah mengapa, nama itu tampaknya sangat dekat dengannya dan ia secara tidak sadar memberikan nama itu kepada Gadis herbal tersebut.


“Yu.. Mei..?” Gadis herbal itu bergumam beberapa kali dan matanya berbinar karena merasa bahwa nama itu sangat cocok untuknya.


“Baiklah, kau bisa memanggilku dengan nama Yu Mei...” ucap Yu Mei dengan nada bahagia lalu langsing menatap ke arah acak.


“Ayo pergi ke sana!” Yu Mei langsung menunjuk secara acak dengan nada antusias.


Tatapan Jie Yan tertuju pada tempat yang di tunjuk oleh Yu Mei dan tanpa sadar wajahnya berkedut karena itu adalah tempat ia datang sebelumnya.


“Yu Mei, aku sebelumnya datang dari sana. Jadi, kita hanya akan membuang waktu ke sana.” ucap Jie Yan.


“Benarkah? Aku merasa bahwa di sana adalah tempat yang indah. Jika begitu, ayo pergi ke arah sana!” Yu Mei menunjuk ke arah sebaliknya dengan semangat tinggi.


Jie Yan terdiam karena tempat yang datang memang tempat yang sangat indah, yaitu danau besar yang diisi oleh bintang roh ganas.


Tanpa membuang waktu, Jie Yan pun mengeluarkan sayapnya dan langsung terbang ke arah bawah gunung agar tidak menghabiskan banyak waktu.


Untuk Yu Mei, beberapa akar aneh pun muncul lalu ia melompat ke atasnya dan akar itupun bergerak ke arah bawah gunung mengikuti Jie Yan.